Efek Negatif dan Bahaya Virus Toksoplasma Pada Ibu Hamil

wanita-hamil

Ibu hamil perlu waspada dan melindungi diri dan bayi yang dikandungnya dari bahaya toksoplasmosis yakni suatu penyakit yang diakibatkan oleh virus toksoplasma. Virus toksoplasma yang biasanya dikenal dengan nama toksoplasma gondii hidup sebagai parasit pada hewan-hewan yang sering dipelihara manusia diantaranya kucing, anjing, kelinci, babi dan lain-lain. Selain pada hewan-hewan tersebut, vitoksoplasma kerap dijumpai pada makanan yang dimasak dalam keadaan kurang matang atau setengah matang, baik itu dari daging, buah, maupun sayuran. Penyebaran virus toksoplasma ini bisa melalui berbagai macam cara seperti gigitan nyamuk, transfusi darah, serta kontak dengan darah, air liur, cairan sperma yang terkena virus toksoplasma dan lain-lain.

Risiko virus ini jika menyerang bayi atau janin yang sedang dikandung sangat berbahaya. Selain menyebabkan keguguran, bisa juga bayi yang dikandung lahir cacat, menderita gangguan pendengaran dan penglihatan, dan sebagainya. Virus toksoplasma ini juga akan menyebabkan bayi yang dikandung memiliki kecerdasan rendah saat lahir. Hydrocephalus (akumulasi abnormal cairan cerebrospinal di dalam otak )dan Anencephaly (bayi tanpa tempurung kepala) juga bisa terjadi karena virus ini.

Keberadaan virus ini di dalam tubuh bisa diketahui dengan cara cek darah di laboratorium. Pada darah akan diketahui kadar IgM dan IgG. Sperti dikutip dari blog pinginsehat.wordpress.com, Rabu (21/09/2016), Dokter akan memeriksa kadar IgM dan IgG pada calon ibu. Pada waktu pertama kali terinfeksi (infeksi primer), tubuh manusia akan membentuk IgM (Immunoglobulin M) sebagai reaksi terhadap masuknya benda asing ke dalam tubuh (antigen). IgM ini secara perlahan-lahan akan menghilang dalam waktu 1-24 bulan kemudian. Tapi ia bisa timbul lagi bila yang bersangkutan terinfeksi kembali.

Setelah infeksi pertama, terbentuklah IgG (Immunoglobulin G) yang merupakan suatu zat penangkis atau kekebalan tubuh. Zat ini merupakan protein dengan berat molekul besar yang menunjukkan bahwa tubuh kita telah terbentuk kekebalan. IgG secara teoritis akan menetap di dalam tubuh, hanya saja kadarnya dapat naik-turun sesuai kondisi kesehatan.

Seorang ibu dikatakan sudah memiliki kekebalan terhadap tokso jika darahnya menunjukkan kadar IgG yang positif. Jika belum kebal, maka kadar IgM-nya negatif. Artinya, ibu bisa terserang parasit toksoplasma kapan saja. Bagi ibu yang memiliki IgG positif tapi infeksinya baru terjadi, maka dokter akan memeriksa beberapa minggu kemudian, apakah antibodinya meningkat dan membahayakan atau tidak.

Untuk mengetahui infeksi tokso pada janin, dokter akan melakukan pemeriksaan pada plasenta dan tulang belakang. Jika si janin telah terinfeksi dan mengalami kecacatan maka calon ibu akan diberikan pilihan, akankah meneruskan kehamilannya atau tidak. Setelah lahir, sama halnya dengan sang ibu, ada tidaknya infeksi tokso diketahui dari tes darah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *