Aktivitas Kantor Ibu Hamil

FARMASI-ID.COM > IBU & ANAK | FARMASI-ID.COM > Tips Kehamilan > Aktivitas Kantor Ibu Hamil

Saat ini banyak sekali orang yang membicarakan aktivitas kantor ibu hamil. Kehamilan bukan alasan untuk menghentikan aktivitas di kantor atau berkarier. Apalagi bila kondisi kehamilannnya normal, diharapkan ibu hamil mampulu bekerja sampai mendekati waktu persalinan. Yang penting selalu perhatikan rambu-rambunya agar kesehatan ibu hamil dan janin tetap terjaga.

Tips Umum

 

ibu hamil bekerja | aktivitas kantor ibu hamil | pekerjaan ibu hamil
Berikut adalah tips umum bagi ibu hamil yang berkarier :
  1. Informasikan kepada atasan anda mengenai kehamilan ibu semenjak awal kehamilan, terutama untuk pekerjaan yang memerlukan target waktu sehingga tidak membebani di saat harus cuti melahirkan.
  2. Informasikan kepada rekan-rekan di lingkungan kerja agar mereka bisa membantu jika ibu mengalami kesulitan.
  3. Ganti sepatu high heals dengan flat shoes, kitten heals, atau sneakers (jika ibu adalah pekerja lapangan).
  4. Pada trimester pertama, sebaiknya ibu hamil orientasi lokasi toilet terdekat. Ibu hamil akan sering ke toilet atau kamar amandi, karena kandung kemih yang tertekan dengan kantong rahim yang semakin membesar akan menyebabkan buang air kecil lebih sering. Selain itu ibu hamil mungkin akan mengalami emesis (mual atau muntah dalam kehamilan).
  5. Kenakan pakaian yang longgar dan berbahan menyerap keringat, seperti katun, terutama jika pekerjaannya menuntut mobilitas tinggi.

Berkantor Dalam Ruangan

 

ibu hamil bekerja | aktivitas kantor ibu hamil | pekerjaan ibu hamil

Jika ibu hamil bekerja di kantor atau dalam ruangan atau di depan komputer atau back office, bersyukurlah karena tergolong pekerjaan paling cocok untuk wanita hamil. Tak perlu khawatir bahwa bekerja dengan komputer dapat mempengaruhi kehamilan. Sampulai saat ini tidak ada laporan tentang masalah kehamilan yang berhubungan dengan penggunaan komputer. Isu radiasi komputer yang disebutkan meningkatkan risiko kelainan bawaan atau keguguran juga tidak terbukti, karena level radiasi yang diemisikan oleh komputer lebih rendah daripada radiasi sinar matahari. Untuk menyiasati, ibu hamil dapat menggunakan filter layar agar merasa lebih aman. Bila dicermati, bahaya terbesar dari bekerja dengan komputer adalah masalah fisik, seperti nyeri punggung, kekakuan pada leher dan kaki yang bengkak karena duduk terlalu lama.

 

Tips Bagi Ibu Hamil Yang Bekerja Dengan Komputer

 

Berikut adalah tips-tips yang berguna bagi ibu hamil yang bekerja dengan komputer agar merasa aman dan nyaman :

  1. Sering-seringlah berhenti dan istirahat dalam posisi duduk dengan berjalan ke kamar mandi atau sekedar mengambil sesuatu di tempat lain. Sebaiknya istirahat kurang lebih 5 menit setiap jam-nya untuk berdiri dan berjalan.
  2. Lakukan perenggangan untuk menghindari kram otot, seperti rotasi pergelangan kaki, membungkuk, memutar kepala, dan sebagainya.
  3. Gunakan kursi dengan ketinggian yang dapat diatur dan memiliki sandaran yang mendukung punggung bagian bawah. Pastikan keyboard dan monitor berada pada ketinggian yang benar dan nyaman dipakai.
  4. Hindari posisi menyilangkan paha dalam waktu lama karena akan meningkatkan risiko varises atau kaki bengkak.

    Tips Bagi Ibu Hamil Yang Bekerja Dalam Ruangan Namun Memiliki Aktivitas Fisik Tertentu

     

    Berikut adalah tips-tips yang berguna bagi ibu hamil yang bekerja dalam ruangan namun memiliki aktivitas fisik tertentu :

    1. Untuk ibu hamil yang mengharuskan bekerjas sambil berdiri berjam-jam, seperti koki, perawat, polisi wanita, dan pelayan, berdiri lama saat hamil akan sedikit menyulitkan. Beberapa studi menyatakan, berdiri terlalu lama akan mengganggu aliran darah terutama pada empat bulan terakhir kehamilan, sehingga meningkatkan risiko persalinan prematur dan tekanan darah ibu hamil. Untuk itu ibu hamil dengan risiko kehamilan tinggi, yang berdiri lebih dari 4 jam setiap hari atau 30 jam seminggu, disarankan untuk mengajukan permohonan mutasi ke back office atau computer work pada usia kehamilan 24 minggu.
    2. Ibu hamil dengan pekerjaan mengangkat beban, disarankan menukar pekerjaan dengan back office pada usia kehamilan 28 minggu. Seorang wanita hamil dapat mengangkat beban sekita 10-25 kg tanpa ada masalah. Asalkan, tidak dilakukan terus-menerus.
    3. Jika pekerjaan ibu hamil berhubungan dengan bahan-bahan kimia, seperti cat, pestisida, dan obat-obatan, ibu hamil harus memproteksi dengan alat perlindungan diri, seperti masker wajah, sarung tangan dan apron, serta upayakan ruangan memiliki ventilasi yang baik.
    4. Jika ibu hamil bekerja di rumah sakit, sebaiknya memakai alat pelindung diri jika kontak dengan pasien, seperti masker wajah, sarung tangan, dan apron jika perlu. Jika kehamilan ibu hamil tergolong risiko tinggi, disarankan mengurangi atau menghindari giliran kerja malam (night shift). Saat hamil, wanita membutuhkan istirahat yang cukup, jadi hindari kerja shift malam. Bila ibu hamil bertugas sebagai radiografer dan bekerja di bagian x-ray diagnostik, usahakan posisi ibu hamil sejauh mungkin dengan mesin x-ray saat menyala. Selain itu, gunakan apron berlapis timah yang menutupi seluruh bagian perut ibu, atau berdirilah di balik tembok pelindung.

    Berkantor Di Luar Ruangan

     

    ibu hamil bekerja | aktivitas kantor ibu hamil | pekerjaan ibu hamil

    Pekerjaan tidak selalu di dalam ruangan. Beberapa pekerjaan tertentu menuntut seorang ibu hamil untuk lebih banyak di luar ruangan, semisal arsitek, petugas survey atau pengumpul data, petugas kesehatan ketika melakukan kunjungan ke lapangan, dan lain-lain. Berikut adalah hal-hal yang harus diperhatikan oleh wanita hamil dengan jenis pekerjaan seperti itu :

    1. Hindari Paparan Panas Matahari Terlalu Lama. Wanita yang sedang hamil akan lebih mudah lelah dan lebih rentan terhadap heat exhaustion (kelelahan karena panas). Ini biasanya ditandai dengan kelelahan, pusing, dan denyut jantung melemah. Bila kelelahan ini berlanjut dapat menyebabkan heat stroke yang ditandai dengan sakit kepala dan pising yang berputar sampai pingsan.
    2. Gunakan Pakaian Yang Menyerap Keringat. Hal ini agar keringat yang diproduksi saat panas dapat terserap dengan baik oleh busana yang dikenakan dan menciptakan rasa nyaman, tidak membuat ibu hamil tambah kepanasan atau kegerahan.
    3. Gunakan Pelindung Dari Sinar Matahari Langsung. Gunakanlah topi atau payung. Kedua benda ini dapat mengurangi teriknya matahari yang mengenai langsung tubuh ibu hamil. Jangan lupa gunakan tabir surya untuk melindungi kulit dari sinar matahari langsung.
    4. Gunakan Sneakers (Sepatu Kets). Hal ini agar ibu dapat lebih nayaman dalam beraktivitas di lapangan. Dengan pemilihan sepatu yang tepat, sekaligus dapat menghindari ibu hamil untuk terjatuh.
    5. Minumlah Minimal 8 Gelas Air Setiap Hari. Kecukupan air sangat penting dicermati oleh ibu hamil. Kekurangan cairan akan mempengaruhi kemampuluan darah dalam mensirkulasikan zat-zat makanan ke janin. Bila perlu, sesekali minumlah minuman yang mengandung elektrolit.
    6. Tingkatkan Asupan Protein Dan Zat Besi. Hal ini untuk menghindari terjadinya kelelahan akibat pekerjaan fisik di luar ruangan. Perhatikan pola makan. Pilih makanan seperti daging merah, unggas, seafood, sayuran hijau, dan sereal gandum yang kaya akan zat besi.
    7. Sering-seringlah Istirahat Untuk Mengatasi Kelelahan. Misalnya, dengan bersandar di tempat nyaman, luruskan kaki, matikan lampulu dalam ruangan tersebut, dan pejamkan mata.

    Powered by Farmasi-id.com

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *