Hernis (Siau Chang Yeng Pil)

Farmasi-id.com > Herbal > Herbal Gangguan Kemih > Hernis (Siau Chang Yeng Pil)

By | 19/12/2016

Kandungan dan Komposisi

  • Cinnamomi Cortex 80 mg
  • Angelicae 160 mg
  • Paeoniae Radix 160 mg
  • Poriae Cocos Sclerotium 100 mg
  • Cordydalys Rhizoma 100 mg
  • Alismatia Rhizoma 80 mg
  • Meliae Toosendan Fructus 80 mg

Indikasi, Manfaat, dan Kegunaan

Membantu melancarkan buang air kecil dan meringankan bengkak

Cara Pakai

Dewasa : 3 – 4 pil 3 kali sehari

Anak-anak : 1 – 2 pil 3 kali sehari

Cara Penyimpanan

Simpan ditempat sejuk dan kering, terlindung dari cahaya matahari.

Kemasan dan Sediaan

Dus, Botol @ 60 pil @ 800 mg

Izin BPOM

TR052442221

Harga

Rp 55.000

Produsen

PT Citra Deli Kreasitama

Sekilas Tentang Poria
Poria (nama lain: Wolfiporia cocos, Poria cocos) adalah suatu jenis jamur yang dalam dunia pengobatan tradisional China dan Jepang digunakan untuk berbagai jenis pengobatan karena diyakini memiliki manfaat untuk kesehatan. Jamur yang di China dikenal dengan sebutan Fu Ling ini, telah digunakan sekira 2000 tahun yang lalu untuk pengobatan. Jamur ini biasa tumbuh di tanaman akar pinus merah Jepang dan akar pinus masson dalam keluarga Pinaceae. Di China, daerah terbesar penghasil poria ada di daerah Yunnan, Hubei, Anhui, Henan, dan Sichuan. Kualitas terbaik berasal dari Yunnan, dikenal dengan sebutan Yun Ling.

Jamur poria memiliki ciri tudung atau topi berwarna coklat dengan daging berwarna putih yang memiliki banyak hifa di dalamnya. Warna kulit batang coklat keabu-abuan, Bagian yang berkhasiat dari jamur poria ini adalah sclerotium-nya yang mana sclerotium adalah tempat jamur menyimpan cadangan makanannya. Sclerotium ini bentuknya bisa bundar, lonjong atau bulat dengan ukuran tidak teratur. Jamur poria ini memiliki suatu aroma khusus.

Kandungan zat yang pada jamur ini khususnya pada sclerotium-nya meliputi triterpenoid, polisakarida, ergosterol, caprylic acid, undecanoic acid, lauric acid, dodecenoic acid, palmitic acid, dodecanoate, caprylate, dan lain-lain.

Manfaat tanaman ini bagi kesehatan dan pengobatan antara lain menurunkan kadar gula darah, membantu mengurangi asam lambung, memperkuat lambung, membantu mengatasi gangguan buang air kecil, mengatasi haid tidak teratur (pada wanita), meredakan ansietas, fatigue, ketegangan saraf, insomnia, batuk, menurunkan kadar kolesterol, dan efek antibakterinya mampu mengatasi infeksi akibat bakteri leptospira.
Sekilas tentang perkemihan
Sistem perkemihan atau dunia medis menyebutnya sistem urinaria merupakan sistem yang berlangsung dalam tubuh yang berfungsi untuk mengeluarkan zat-zat sisa/racun dari hasil metabolisme tubuh.

Adapun organ-organ pokok yang bekerja dalam sistem urinaria ini adalah Ginjal, Ureter, Vesika Urinary, dan Uretra. Keempat organ tersebut bisa dibilang merupakan organ pokok dari sistem urinaria, dimana setiap organ-organ memiliki fungsi masing-masing.

Organ-organ dari sistem perkemihan tersebut sejatinya akan mengalami gangguan jika tidak dijaga kesehatanya, sehingga dapat menimbulkan gangguan atau penyakit. Berikut penyakit-penyakit yang sering ditemukan pada sistem perkemihan/urinaria:


  1. Glikosuria (glukosuria) adalah ekskresi glukosa ke dalam urine sehingga menyebabkan dehidrasi karena banyak air yang akan tereksresi ke dalam urine.

  2. Albuminuria adalah penyakit yang terjadi akibat ginjal tidak dapat melakukan proses penyaringan, khususnya penyaringan protein. Protein (albumin) yang tidak dapat di saring, akan keluar bersama urine. Albuminuria disebabkan oleh kerusakan pada glomerulus.

  3. Batu ginjal adalah penyakit karena adanya pengendapan pada rongga ginjal atau kandung kemih. Endapan dapat berupa senyawa kalsium dan penumpukan asam urat. Kelaianan metabolisme, sering menahan buang air kecil dan kurang minum, dapat menjadi penyebab terbentuknya batu ginjal. Jika batu masih kecil, dapat diatasi dengan obat-obatan tertentu dan teknologi sinar laser penghancur batu ginjal. Namun, jika batu sudah membesar, harus diangkat melalui proses operasi.

  4. Diabetes melitus (kencing manis), dibedakan menjadi dua jenis, yaitu :

    • Diabetes mellitus tipe 1, ditandai oleh kurangnya sekresi insulin akibat sel beta pankreas tidak memproduksi atau sangat sedikit memproduksi insulin sehingga diperlukan insulin eksogen untuk bertahan hidup. Jumlah penderita diabetes melitus tipe 1 sekitar 10% dari semua kasus diabetes melitus.

    • Diabetes mellitus tipe 2, sekresi insulin mungkin normal atau bahkan meningkat, tetapi terjadi penurunan kepekaan sel sasaran insulin, seperti sel otot rangka dan sel hati. Hal tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor genetik dan gaya hidup. Sekitar 90% pengidap diabetes melitus tipe 2 mengalami obesitas.



  5. Diabetes insipidus adalah penyakit yang ditandai produksi urine berjumlah banyak dan encer, yang disertai dengan rasa haus. Pengeluaran urine sekitar 20 liter perhari. Penyakit ini disebabkan oleh kekurangan hormon ADH (antidiuretic hormone).

  6. Poliuria merupakan kelainan peningkatan frekuensi buang air kecil sebagai akibat dari kelebihan produksi air seni. Pada umumnya disebabkan oleh polidipsida (rasa haus yang tidak berkesudahan) dan mengomsumsi cairan yang mengandung kafein, alkohol atau bahan (obat-obatan) yang bersifat diuretik (mempercepat pembentukan urine).

  7. Gagal ginjal (anuria) adalah kegagalan ginjal dalam memproduksi urine. Anuria dapat disebabkan oleh kerusakan glomerulus, sehingga proses penyaringan tidak dapat dilakukan.

  8. Uremia adalah keadaan toksik saat darah mengandung banyak urea karena kegagalan fungsi ginjal dalam membuang urea keluar dari tubuh.

  9. Nefritis adalah radang nefron pada ginjal yang dapat disebabkan oleh infeksi bakteri Streptococcus sp yang dapat masuk melalui saluran pernapasan dan peredaran darah hingga ke ginjal. Gejala nefritis adalah hematuria (darah dalam urine), proteinuria (protein dalam urine), edema (pengumpulan air terutama pada kaki) dan kerusakan fungsi hati.

  10. ISK (Infeksi Saluran Kemih) adalah suatu keadaan klinis yang mana terdapat mikroorganisme pada saluran kemih

  11. Kanker kandung kemih adalah tumor yang didapatkan pada buli-buli (kandung kemih) yang akan terjadi gros hematuria tanpa rasa sakit yaitu keluar kencing warna merah terus.

  12. BPH (Benign Prostat Hiperplasia) adalah pembesaran kelenjar prostat yang disebabkan adanya keseimbangan hormonal dalam tubuh sehingga terjadi hiperplasi (penambahan jumlah sel) pada kelenjar prostat


Source:
https://dosenbiologi.co.id/9-macam-gangguan-sistem-urinaria-pada-manusia/, https://gustinerz.com/7-penyakit-yang-sering-ditemukan-pada-sistem-urinaryperkemihan/