Hepavax-gene

By | November 7, 2020 | Farmasi-id.com > Vaksin Antiserum & Imunologikal > Vaksin Hepatitis > Hepavax-gene

cellspacing=”1″ >

.: Zat Aktif :.Hepatitis B surface antigent (recombinant) 20mcg.: Kemasan & No Reg :.
  • Hepavax-Gene® injeksi 10mcg/0,5 ml vial Reg. No DKI 9860500643A1
  • Hepavax-Gene® injeksi 20mcg/1.0 ml vial Reg. No DKI 9860500643A1
  • Hepavax-Gene® injeksi 100mcg/5.0 ml vial Reg. No DKI 9860500643A1
.: Deskripsi :.Hepavax-Gene® adalah vaksin yang mengandung komponen virus yang tidak aktif dan tidak infeksius. Vaksin ini terbuat dari HbsAg yang diproduksi dalam sel ragi dengan menggunakan teknologi DNA rekombinan. Vaksin ini diproduksi melalui proses fermentasi dimana ragi akan dibiakkan dan memproduksi HbsAg dalam jumlah tinggi. Proses ini melalui proses isolasi, berlangsung stabil, bebas dari kuman dan tidak membutuhkan komponen serum. Sehingga dari keseluruhan proses akan didapatkan sistem kekebalan yang tinggi..: Indikasi :.Hepavax-Gene® diindikasikan untuk imunisasi aktif guna mendapatkan perlindungan terhadap infeksi virus hepatitis B. Dapat diberikan untuk segala usia termasuk pada bayi-bayi yang baru dilahirkan. Indikasi sangat ditekankan pada bayi-bayi yang lahir dengan HbsAg positif. Dan golongan resiko tinggi terpapar virus hepatitis B, yaitu :
  • Petugas kesehatan : dokter bedah, dokter gigi, perawat, paramedis di bagian hemodialisa, hematologi dan onkologi, petugas gawat darurat, staf ambulan
  • Petugas kesehatan yang bekerja di pusat-pusat kesehatan lain seperti petugas laboratorium yang menangani spesimen darah dan spesimen klinis lainnya, petugas bank darah, petugas kebersihan yang menangani limbah
  • Petugas atau penghuni suatu lembaga : orang yang sering kontak dengan kelompok beresiko tinggi seperti petugas dan penghuni lembaga pemasyarakatan
  • Pasien yang kerap melakukan transfusi darah, misalnya hemofilia, talasemia atau pasien-pasien dengan hemodialisis
  • Pengguna obat-obatan intravena, misal pada pengguna narkoba
  • Orang yang berganti-ganti pasangan 5eksual, orang dengan kasus penyakit 5eksual yang berulang, homo5eksual
  • Pekerja 5eks bebas
  • Bayi dari ibu yang carrier virus hepatitis B
  • Turis yang melakukan perjalanan ke daerah endemik
  • Lain-lain : polisi, pemadam kebakaran, tentara dan setiap orang yang pekerjaan dan gaya hidupnya beresiko terpapar dengan virus hepatitis B
.: Kontra Indikasi :.Hipersensitif terhadap komponen-komponen dalam vaksin. Seperti layaknya imunisasi yang lain, Hepavax-Gene® tidak dianjurkan diberikan pada pasien dalam keadaan demam tinggi..: Dosis :.Pemberian secara intramuskular kecuali pada penderita yang rentan terhadap perdarahan diberikan secara subkutan. Pada dewasa pemberian suntikan di daerah otot deltoid sedangkan pada anak-anak di bagian paha anterolateral.Vaksinasi diberikan dengan 3 dosis :
Dosis 1 : Pada hari yang telah ditentukan
Dosis 2 : 1 bulan kemudian
Dosis 3 : 6 bulan setelah dosis 1

Vaksin harus dikocok sebelum digunakan.

Dosis vaksin yang diberikan pada setiap pemberian adalah :

cellspacing=”1″ cellpadding=”1″>

Formulasi

Sekilas Tentang Vaksin
Vaksin adalah bahan antigenik yang digunakan untuk menghasilkan kekebalan terhadap suatu penyakit. Pemberian vaksin (imunisasi) dilakukan untuk mencegah atau mengurangi pengaruh infeksi penyebab penyakit - penyakit tertentu. Vaksin biasanya mengandung agen yang menyerupai mikroorganisme penyebab penyakit dan sering dibuat dari mikroba yang dilemahkan atau mati, dari toksinnya, atau dari salah satu protein permukaannya. Agen merangsang sistem imun untuk mengenali agen sebagai ancaman, menghancurkannya, dan untuk lebih mengenali dan menghancurkan mikroorganisme yang terkait dengan agen yang mungkin ditemui di masa depan. Vaksin dapat bersifat profilaksis (misalnya untuk mencegah atau memperbaiki efek infeksi di masa depan oleh patogen alami atau "liar") atau terapeutik (misalnya vaksin terhadap kanker).

Pemberian vaksin disebut vaksinasi. Vaksinasi merupakan metode paling efektif untuk mencegah penyakit menular. Kekebalan karena vaksinasi terjadi menyeluruh di dunia sebagian besar bertanggung jawab atas pemberantasan cacar dan pembatasan penyakit seperti polio, campak, dan tetanus. Efektivitas vaksinasi telah dipelajari dan diverifikasi secara luas, misalnya vaksin terbukti efektif termasuk vaksin influenza,vaksin HPV, dan vaksin cacar air.
Sekilas Tentang Hepatitis
Menurut WHO, hepatitis merupakan salah satu penyebab kematian terbesar di dunia. Virus hepatitis sendiri ada lima yang dinamai sesuai abjad yakni hepatitis A, B, C, D dan E. Berikut ini penjelasan tentang kelima virus hepatitis tersebut:

1. Hepatitis A

Hepatitis A adalah peradangan hati yang disebabkan oleh virus hepatitis A (VHA), termasuk picornaviridae yang merupakan RNA virus. Virus ini bersifat tahan asam, termostabil, dan tahan terhadap empedu. Hepatitis A dapat menyebar dengan mudah melalui makanan atau minuman yang sudah terkontaminasi virus dari kotoran orang yang telah terinfeksi. Perilaku hidup bersih, antara lain melalui cuci tangan dengan sabun bisa mencegah penularan penyakit ini. Pemberian imunisasi hepatitis A sedini mungkin juga akan sangat membantu menghambat penyebaran virus ini.

2. Hepatitis B

Virus hepatitis B (VHB) merupakan virus DNA. Virus ini selain menginfeksi manusia bisa juga menginfeksi simpanse. VHB dapat ditemukan pada cairan tubuh seperti darah, air liur, cairan sperma dan vagina, namun tidak semua memiliki kadar virus yang infeksius. Secara umum bisa terjadi secara horizontal atau vertikal. Secara vertikal, yaitu pada masa perinatal seperti ibu pada anaknya yang baru lahir. Sedangkan secara horizontal, bisa terjadi akibat penggunaan alat suntik yang tercemar dalam hal tindik telinga, tusuk jarum, dan transfusi darah. Berhubungan seksual dengan pasien juga dikhawatirkan bisa menularkan penyakit ini.

Lalu bagaimana dengan penggunaan pisau cukur dan sikat gigi secara bersama-sama? Prof Dr dr Ali Sulaiman SpPD, KGEH dari dari Divisi Hepatologi Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI menjelaskan selama tidak ada luka yang bisa menjadi pintu masuk virus, sebenarnya tidak apa-apa. Tetapi, daripada mengkhawatirkan, sah-sah saja jika memisahkan alat yang biasa digunakan pasien seperti handuk dan sikat gigi untuk menghindari penularan ke anggota keluarga lain. Terkait penggunaan pisau cukur, bagi konsumen disarankan untuk meminta pisau cukur yang baru.

“Atau minta dicelupkan dulu di air sabun. Menggunakan pisau cukur lalu luka walaupun tidak berdarah, tapi serumnya bisa mengandung virus hepatitis B, maka diusahakan berhati-hati,” kata dr Ali.

Menurut dr Ali, hepatitis B merupakan penyebab kematian nomor 9 di dunia. 75 persen pengidap berada di Asia. Berdasarkan Riskesdas 2007, prevalensi hepatitis B di Indonesia bagian barat mencapai 9,4 persen, artinya 1 dari 10 orang terinfeksi hepatitis B.

3. Hepatitis C

Hepatitis C adalah penyakit hati yang disebabkan oleh virus hepatitis C (HCV). Virus hepatitis C masuk ke sel hati, menggunakan mesin genetik dalam sel untuk menduplikasi virus hepatitis C, kemudian menginfeksi banyak sel lainnya. Hepatitis C biasanya menyebar melalui kontak dengan darah yang terinfeksi virus, penggunaan jarum suntik yang sama secara berulang-ulang, tato, tindik, alat cukur yang tidak steril, transfusi darah, serta aktivitas seksual yang dilakukan bukan dengan pasangan alias free sex. Namun orang yang paling banyak ditemukan terinfeksi hepatitis C ialah pengguna narkotika.

Terinfeksi hepatitis C menjadi salah satu faktor risiko terbesar terbentuknya kanker hati, karena sekitar 25 persen dari kasus kanker hati disebabkan oleh hepatitis C yang tidak terobati. Sampai saat ini, belum ada vaksin untuk mencegah infeksi hepatitis C, namun hepatitis C bisa disembuhkan dengan pengobatan secara tepat. Ketua Perhimpunan Peneliti Hati Indonesia (PPHI), dr Rino A. Gani, SpPD-KGEH, menganjurkan seseorang untuk lebih peka terhadap kondisi tubuhnya sendiri dan jangan menganggap remeh pentingnya skrining hepatitis C.

“Jangan tunggu sampai tubuh menguning, itu sudah terlambat bagi kebanyakan kasus. Yang paling penting itu sadar kondisi diri sendiri, terutama jika tergolong kelompok risiko tinggi,” imbuh dr Rino. Kelompok risiko tinggi yang dimaksud dr Rino adalah apabila sebelumnya pernah melakukan transfusi darah, pasang tato, memakai jarum suntik bergantian atau tidak steril, serta memiliki keluarga dengan riwayat sakit liver.

4. Hepatitis D

Virus hepatitis D (VHD) ini merupakan virus RNA dengan defek, artinya virus ini tidak mampu bereplikasi secara sempurna tanpa bantuan virus lain, yaitu virus hepatitis B. Penularannya mengikuti perjalanan penyakit hepatitis B (parenteral), artinya jika virus hepatitis B akut yang diderita sembuh, maka VHD juga akan hilang. Infeksi virus hepatitis D sendiri bisa akut, hanya dalam waktu singkat, dalam waktu yang lama, ataupun kronis. Sejauh ini tidak ada vaksin untuk hepatitis D. Namun infeksi virus ini bisa dicegah bila seseorang belum terinfeksi hepatitis B mendapat vaksin hepatitis B.

5. Hepatitis E

Hepatitis E disebabkan oleh virus hepatitis E, sebuah virus RNA berbentuk sferis. Virus ini awalnya disebut sebagai penyebab enterically transmitted non-A non-B hepatitis (ET-NANB). VHE ditularkan melalui jalur fecal oral. Air minum yang tercemar tinja merupakan media penularan yang paling umum. Epidemi hepatitis E telah dilaporkan terjadi di Asia, Timur Tengah, Afrika, dan Amerika Tengah, khususnya di tempat dengan pasokan air dan sanitasi yang tidak memadai. Masyarakat yang tinggal di pengungsian maupun di permukiman yang penuh sesak setelah terjadinya bencana berada dalam kondisi berisiko tinggi terkena hepatitis E.

Konsumsi daging atau ikan mentah juga disebut sebagai salah satu hal yang bisa membuat seseorang terinfeksi hepatitis E. Kebanyakan pasien hepatitis E memang bisa sembuh sepenuhnya. Namun bagi ibu hamil, hepatitis E bisa menjadi penyakit serius dengan angka kematian 10-30 persen di trimester ketiga kehamilan. Hepatitis E juga bisa menjadi serius bagi orang-orang dengan penyakit hati kronis, dan bisa mengakibatkan kematian. Tanda-tAnda infeksi hepatitis E antara lain demam, kelelahan, kehilangan selera makan, mual, muntah sakit perut, kulit berwarna kuning, urine gelap, tinja berwarna pucat, dan nyeri sendi.

Dosis dan Aturan Pakai Hepavax-gene

Dosis adalah takaran yang dinyatakan dalam satuan bobot maupun volume (contoh: mg, gr) produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) yang harus digunakan untuk suatu kondisi medis tertentu serta frekuensi pemberiannya. Biasanya kekuatan dosis ini tergantung pada kondisi medis, usia, dan berat badan seseorang. Aturan pakai mengacu pada bagaimana produk kesehatan tersebut digunakan atau dikonsumsi. Berikut ini dosis dan aturan pakai Hepavax-gene:

1

Sekilas Tentang Vaksin
Vaksin adalah bahan antigenik yang digunakan untuk menghasilkan kekebalan terhadap suatu penyakit. Pemberian vaksin (imunisasi) dilakukan untuk mencegah atau mengurangi pengaruh infeksi penyebab penyakit - penyakit tertentu. Vaksin biasanya mengandung agen yang menyerupai mikroorganisme penyebab penyakit dan sering dibuat dari mikroba yang dilemahkan atau mati, dari toksinnya, atau dari salah satu protein permukaannya. Agen merangsang sistem imun untuk mengenali agen sebagai ancaman, menghancurkannya, dan untuk lebih mengenali dan menghancurkan mikroorganisme yang terkait dengan agen yang mungkin ditemui di masa depan. Vaksin dapat bersifat profilaksis (misalnya untuk mencegah atau memperbaiki efek infeksi di masa depan oleh patogen alami atau "liar") atau terapeutik (misalnya vaksin terhadap kanker).

Pemberian vaksin disebut vaksinasi. Vaksinasi merupakan metode paling efektif untuk mencegah penyakit menular. Kekebalan karena vaksinasi terjadi menyeluruh di dunia sebagian besar bertanggung jawab atas pemberantasan cacar dan pembatasan penyakit seperti polio, campak, dan tetanus. Efektivitas vaksinasi telah dipelajari dan diverifikasi secara luas, misalnya vaksin terbukti efektif termasuk vaksin influenza,vaksin HPV, dan vaksin cacar air.
Sekilas Tentang Hepatitis
Menurut WHO, hepatitis merupakan salah satu penyebab kematian terbesar di dunia. Virus hepatitis sendiri ada lima yang dinamai sesuai abjad yakni hepatitis A, B, C, D dan E. Berikut ini penjelasan tentang kelima virus hepatitis tersebut:

1. Hepatitis A

Hepatitis A adalah peradangan hati yang disebabkan oleh virus hepatitis A (VHA), termasuk picornaviridae yang merupakan RNA virus. Virus ini bersifat tahan asam, termostabil, dan tahan terhadap empedu. Hepatitis A dapat menyebar dengan mudah melalui makanan atau minuman yang sudah terkontaminasi virus dari kotoran orang yang telah terinfeksi. Perilaku hidup bersih, antara lain melalui cuci tangan dengan sabun bisa mencegah penularan penyakit ini. Pemberian imunisasi hepatitis A sedini mungkin juga akan sangat membantu menghambat penyebaran virus ini.

2. Hepatitis B

Virus hepatitis B (VHB) merupakan virus DNA. Virus ini selain menginfeksi manusia bisa juga menginfeksi simpanse. VHB dapat ditemukan pada cairan tubuh seperti darah, air liur, cairan sperma dan vagina, namun tidak semua memiliki kadar virus yang infeksius. Secara umum bisa terjadi secara horizontal atau vertikal. Secara vertikal, yaitu pada masa perinatal seperti ibu pada anaknya yang baru lahir. Sedangkan secara horizontal, bisa terjadi akibat penggunaan alat suntik yang tercemar dalam hal tindik telinga, tusuk jarum, dan transfusi darah. Berhubungan seksual dengan pasien juga dikhawatirkan bisa menularkan penyakit ini.

Lalu bagaimana dengan penggunaan pisau cukur dan sikat gigi secara bersama-sama? Prof Dr dr Ali Sulaiman SpPD, KGEH dari dari Divisi Hepatologi Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI menjelaskan selama tidak ada luka yang bisa menjadi pintu masuk virus, sebenarnya tidak apa-apa. Tetapi, daripada mengkhawatirkan, sah-sah saja jika memisahkan alat yang biasa digunakan pasien seperti handuk dan sikat gigi untuk menghindari penularan ke anggota keluarga lain. Terkait penggunaan pisau cukur, bagi konsumen disarankan untuk meminta pisau cukur yang baru.

“Atau minta dicelupkan dulu di air sabun. Menggunakan pisau cukur lalu luka walaupun tidak berdarah, tapi serumnya bisa mengandung virus hepatitis B, maka diusahakan berhati-hati,” kata dr Ali.

Menurut dr Ali, hepatitis B merupakan penyebab kematian nomor 9 di dunia. 75 persen pengidap berada di Asia. Berdasarkan Riskesdas 2007, prevalensi hepatitis B di Indonesia bagian barat mencapai 9,4 persen, artinya 1 dari 10 orang terinfeksi hepatitis B.

3. Hepatitis C

Hepatitis C adalah penyakit hati yang disebabkan oleh virus hepatitis C (HCV). Virus hepatitis C masuk ke sel hati, menggunakan mesin genetik dalam sel untuk menduplikasi virus hepatitis C, kemudian menginfeksi banyak sel lainnya. Hepatitis C biasanya menyebar melalui kontak dengan darah yang terinfeksi virus, penggunaan jarum suntik yang sama secara berulang-ulang, tato, tindik, alat cukur yang tidak steril, transfusi darah, serta aktivitas seksual yang dilakukan bukan dengan pasangan alias free sex. Namun orang yang paling banyak ditemukan terinfeksi hepatitis C ialah pengguna narkotika.

Terinfeksi hepatitis C menjadi salah satu faktor risiko terbesar terbentuknya kanker hati, karena sekitar 25 persen dari kasus kanker hati disebabkan oleh hepatitis C yang tidak terobati. Sampai saat ini, belum ada vaksin untuk mencegah infeksi hepatitis C, namun hepatitis C bisa disembuhkan dengan pengobatan secara tepat. Ketua Perhimpunan Peneliti Hati Indonesia (PPHI), dr Rino A. Gani, SpPD-KGEH, menganjurkan seseorang untuk lebih peka terhadap kondisi tubuhnya sendiri dan jangan menganggap remeh pentingnya skrining hepatitis C.

“Jangan tunggu sampai tubuh menguning, itu sudah terlambat bagi kebanyakan kasus. Yang paling penting itu sadar kondisi diri sendiri, terutama jika tergolong kelompok risiko tinggi,” imbuh dr Rino. Kelompok risiko tinggi yang dimaksud dr Rino adalah apabila sebelumnya pernah melakukan transfusi darah, pasang tato, memakai jarum suntik bergantian atau tidak steril, serta memiliki keluarga dengan riwayat sakit liver.

4. Hepatitis D

Virus hepatitis D (VHD) ini merupakan virus RNA dengan defek, artinya virus ini tidak mampu bereplikasi secara sempurna tanpa bantuan virus lain, yaitu virus hepatitis B. Penularannya mengikuti perjalanan penyakit hepatitis B (parenteral), artinya jika virus hepatitis B akut yang diderita sembuh, maka VHD juga akan hilang. Infeksi virus hepatitis D sendiri bisa akut, hanya dalam waktu singkat, dalam waktu yang lama, ataupun kronis. Sejauh ini tidak ada vaksin untuk hepatitis D. Namun infeksi virus ini bisa dicegah bila seseorang belum terinfeksi hepatitis B mendapat vaksin hepatitis B.

5. Hepatitis E

Hepatitis E disebabkan oleh virus hepatitis E, sebuah virus RNA berbentuk sferis. Virus ini awalnya disebut sebagai penyebab enterically transmitted non-A non-B hepatitis (ET-NANB). VHE ditularkan melalui jalur fecal oral. Air minum yang tercemar tinja merupakan media penularan yang paling umum. Epidemi hepatitis E telah dilaporkan terjadi di Asia, Timur Tengah, Afrika, dan Amerika Tengah, khususnya di tempat dengan pasokan air dan sanitasi yang tidak memadai. Masyarakat yang tinggal di pengungsian maupun di permukiman yang penuh sesak setelah terjadinya bencana berada dalam kondisi berisiko tinggi terkena hepatitis E.

Konsumsi daging atau ikan mentah juga disebut sebagai salah satu hal yang bisa membuat seseorang terinfeksi hepatitis E. Kebanyakan pasien hepatitis E memang bisa sembuh sepenuhnya. Namun bagi ibu hamil, hepatitis E bisa menjadi penyakit serius dengan angka kematian 10-30 persen di trimester ketiga kehamilan. Hepatitis E juga bisa menjadi serius bagi orang-orang dengan penyakit hati kronis, dan bisa mengakibatkan kematian. Tanda-tAnda infeksi hepatitis E antara lain demam, kelelahan, kehilangan selera makan, mual, muntah sakit perut, kulit berwarna kuning, urine gelap, tinja berwarna pucat, dan nyeri sendi.

Dosis dan Aturan Pakai Hepavax-gene

Dosis adalah takaran yang dinyatakan dalam satuan bobot maupun volume (contoh: mg, gr) produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) yang harus digunakan untuk suatu kondisi medis tertentu serta frekuensi pemberiannya. Biasanya kekuatan dosis ini tergantung pada kondisi medis, usia, dan berat badan seseorang. Aturan pakai mengacu pada bagaimana produk kesehatan tersebut digunakan atau dikonsumsi. Berikut ini dosis dan aturan pakai Hepavax-gene:

2

Sekilas Tentang Hepatitis
Menurut WHO, hepatitis merupakan salah satu penyebab kematian terbesar di dunia. Virus hepatitis sendiri ada lima yang dinamai sesuai abjad yakni hepatitis A, B, C, D dan E. Berikut ini penjelasan tentang kelima virus hepatitis tersebut:

1. Hepatitis A

Hepatitis A adalah peradangan hati yang disebabkan oleh virus hepatitis A (VHA), termasuk picornaviridae yang merupakan RNA virus. Virus ini bersifat tahan asam, termostabil, dan tahan terhadap empedu. Hepatitis A dapat menyebar dengan mudah melalui makanan atau minuman yang sudah terkontaminasi virus dari kotoran orang yang telah terinfeksi. Perilaku hidup bersih, antara lain melalui cuci tangan dengan sabun bisa mencegah penularan penyakit ini. Pemberian imunisasi hepatitis A sedini mungkin juga akan sangat membantu menghambat penyebaran virus ini.

2. Hepatitis B

Virus hepatitis B (VHB) merupakan virus DNA. Virus ini selain menginfeksi manusia bisa juga menginfeksi simpanse. VHB dapat ditemukan pada cairan tubuh seperti darah, air liur, cairan sperma dan vagina, namun tidak semua memiliki kadar virus yang infeksius. Secara umum bisa terjadi secara horizontal atau vertikal. Secara vertikal, yaitu pada masa perinatal seperti ibu pada anaknya yang baru lahir. Sedangkan secara horizontal, bisa terjadi akibat penggunaan alat suntik yang tercemar dalam hal tindik telinga, tusuk jarum, dan transfusi darah. Berhubungan seksual dengan pasien juga dikhawatirkan bisa menularkan penyakit ini.

Lalu bagaimana dengan penggunaan pisau cukur dan sikat gigi secara bersama-sama? Prof Dr dr Ali Sulaiman SpPD, KGEH dari dari Divisi Hepatologi Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI menjelaskan selama tidak ada luka yang bisa menjadi pintu masuk virus, sebenarnya tidak apa-apa. Tetapi, daripada mengkhawatirkan, sah-sah saja jika memisahkan alat yang biasa digunakan pasien seperti handuk dan sikat gigi untuk menghindari penularan ke anggota keluarga lain. Terkait penggunaan pisau cukur, bagi konsumen disarankan untuk meminta pisau cukur yang baru.

“Atau minta dicelupkan dulu di air sabun. Menggunakan pisau cukur lalu luka walaupun tidak berdarah, tapi serumnya bisa mengandung virus hepatitis B, maka diusahakan berhati-hati,” kata dr Ali.

Menurut dr Ali, hepatitis B merupakan penyebab kematian nomor 9 di dunia. 75 persen pengidap berada di Asia. Berdasarkan Riskesdas 2007, prevalensi hepatitis B di Indonesia bagian barat mencapai 9,4 persen, artinya 1 dari 10 orang terinfeksi hepatitis B.

3. Hepatitis C

Hepatitis C adalah penyakit hati yang disebabkan oleh virus hepatitis C (HCV). Virus hepatitis C masuk ke sel hati, menggunakan mesin genetik dalam sel untuk menduplikasi virus hepatitis C, kemudian menginfeksi banyak sel lainnya. Hepatitis C biasanya menyebar melalui kontak dengan darah yang terinfeksi virus, penggunaan jarum suntik yang sama secara berulang-ulang, tato, tindik, alat cukur yang tidak steril, transfusi darah, serta aktivitas seksual yang dilakukan bukan dengan pasangan alias free sex. Namun orang yang paling banyak ditemukan terinfeksi hepatitis C ialah pengguna narkotika.

Terinfeksi hepatitis C menjadi salah satu faktor risiko terbesar terbentuknya kanker hati, karena sekitar 25 persen dari kasus kanker hati disebabkan oleh hepatitis C yang tidak terobati. Sampai saat ini, belum ada vaksin untuk mencegah infeksi hepatitis C, namun hepatitis C bisa disembuhkan dengan pengobatan secara tepat. Ketua Perhimpunan Peneliti Hati Indonesia (PPHI), dr Rino A. Gani, SpPD-KGEH, menganjurkan seseorang untuk lebih peka terhadap kondisi tubuhnya sendiri dan jangan menganggap remeh pentingnya skrining hepatitis C.

“Jangan tunggu sampai tubuh menguning, itu sudah terlambat bagi kebanyakan kasus. Yang paling penting itu sadar kondisi diri sendiri, terutama jika tergolong kelompok risiko tinggi,” imbuh dr Rino. Kelompok risiko tinggi yang dimaksud dr Rino adalah apabila sebelumnya pernah melakukan transfusi darah, pasang tato, memakai jarum suntik bergantian atau tidak steril, serta memiliki keluarga dengan riwayat sakit liver.

4. Hepatitis D

Virus hepatitis D (VHD) ini merupakan virus RNA dengan defek, artinya virus ini tidak mampu bereplikasi secara sempurna tanpa bantuan virus lain, yaitu virus hepatitis B. Penularannya mengikuti perjalanan penyakit hepatitis B (parenteral), artinya jika virus hepatitis B akut yang diderita sembuh, maka VHD juga akan hilang. Infeksi virus hepatitis D sendiri bisa akut, hanya dalam waktu singkat, dalam waktu yang lama, ataupun kronis. Sejauh ini tidak ada vaksin untuk hepatitis D. Namun infeksi virus ini bisa dicegah bila seseorang belum terinfeksi hepatitis B mendapat vaksin hepatitis B.

5. Hepatitis E

Hepatitis E disebabkan oleh virus hepatitis E, sebuah virus RNA berbentuk sferis. Virus ini awalnya disebut sebagai penyebab enterically transmitted non-A non-B hepatitis (ET-NANB). VHE ditularkan melalui jalur fecal oral. Air minum yang tercemar tinja merupakan media penularan yang paling umum. Epidemi hepatitis E telah dilaporkan terjadi di Asia, Timur Tengah, Afrika, dan Amerika Tengah, khususnya di tempat dengan pasokan air dan sanitasi yang tidak memadai. Masyarakat yang tinggal di pengungsian maupun di permukiman yang penuh sesak setelah terjadinya bencana berada dalam kondisi berisiko tinggi terkena hepatitis E.

Konsumsi daging atau ikan mentah juga disebut sebagai salah satu hal yang bisa membuat seseorang terinfeksi hepatitis E. Kebanyakan pasien hepatitis E memang bisa sembuh sepenuhnya. Namun bagi ibu hamil, hepatitis E bisa menjadi penyakit serius dengan angka kematian 10-30 persen di trimester ketiga kehamilan. Hepatitis E juga bisa menjadi serius bagi orang-orang dengan penyakit hati kronis, dan bisa mengakibatkan kematian. Tanda-tAnda infeksi hepatitis E antara lain demam, kelelahan, kehilangan selera makan, mual, muntah sakit perut, kulit berwarna kuning, urine gelap, tinja berwarna pucat, dan nyeri sendi.
Sekilas Tentang Vaksin
Vaksin adalah bahan antigenik yang digunakan untuk menghasilkan kekebalan terhadap suatu penyakit. Pemberian vaksin (imunisasi) dilakukan untuk mencegah atau mengurangi pengaruh infeksi penyebab penyakit - penyakit tertentu. Vaksin biasanya mengandung agen yang menyerupai mikroorganisme penyebab penyakit dan sering dibuat dari mikroba yang dilemahkan atau mati, dari toksinnya, atau dari salah satu protein permukaannya. Agen merangsang sistem imun untuk mengenali agen sebagai ancaman, menghancurkannya, dan untuk lebih mengenali dan menghancurkan mikroorganisme yang terkait dengan agen yang mungkin ditemui di masa depan. Vaksin dapat bersifat profilaksis (misalnya untuk mencegah atau memperbaiki efek infeksi di masa depan oleh patogen alami atau "liar") atau terapeutik (misalnya vaksin terhadap kanker).

Pemberian vaksin disebut vaksinasi. Vaksinasi merupakan metode paling efektif untuk mencegah penyakit menular. Kekebalan karena vaksinasi terjadi menyeluruh di dunia sebagian besar bertanggung jawab atas pemberantasan cacar dan pembatasan penyakit seperti polio, campak, dan tetanus. Efektivitas vaksinasi telah dipelajari dan diverifikasi secara luas, misalnya vaksin terbukti efektif termasuk vaksin influenza,vaksin HPV, dan vaksin cacar air.

Dosis dan Aturan Pakai Hepavax-gene

Dosis adalah takaran yang dinyatakan dalam satuan bobot maupun volume (contoh: mg, gr) produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) yang harus digunakan untuk suatu kondisi medis tertentu serta frekuensi pemberiannya. Biasanya kekuatan dosis ini tergantung pada kondisi medis, usia, dan berat badan seseorang. Aturan pakai mengacu pada bagaimana produk kesehatan tersebut digunakan atau dikonsumsi. Berikut ini dosis dan aturan pakai Hepavax-gene:

3

Bayi baru lahir

10 mcg/0,5mL

0,5ml (10mcg)

0,5ml (10mcg)

0,5ml (10mcg)

Anak-anak (<=10 tahun)

10 mcg/0,5mL

0,5ml (10mcg)

0,5ml (10mcg)

0,5ml (10mcg)

Dewasa dan anak-anak yang lebih tua

20 mcg/1mL

1ml (20mcg)

1ml (20mcg)

1ml (20mcg)

Revaksinasi : Vaksinasi hepatitis B ini memberikan perlindungan jangka panjang. Booster dianjurkan meskipun tidak mutlak untuk dilakukan.

Hepavax-Gene® dapat diberikan bersamaan dengan Hepatitis B imunoglobulin, namun diberikan pada tempat injeksi yang berbeda.

.: Efek Samping :.Terutama bersifat lokal yaitu rasa sakit, bengkak dan kemerahan di tempat suntikan yang akan hilang dalam 2 hari. Efek Samping lain yang dapat ditemukan adalah demam, sedangkan efek samping yang jarang ditemukan adalah sakit kepala, mual, menggigil, dan pegal yang berlebihan..: Peringatan dan Perhatian :.
  • Walaupun tidak diketahui dengan pasti efek dari vaksin ini terhadap perkembangan janin pada wanita hamil dan apakah vaksin ini dapat diekskresi di ASI pada wanita menyusui, penggunaan vaksin ini tidak direkomendasikan. Meskipun demikian imunisasi tetap dapat dilakukan pada kasus ibu hamil dengan resiko tinggi
  • Hepavax-Gene® tidak memberi perlindungan untuk hepatitis A, C dan jenis hepatitis lainnya. Vaksin ini tidak efektif (tidak memberikan efek) pada penderita yang sebelum divaksinasi sudah mempunyai HbsAg positif
  • Pada pasien dengan hemodialisis, gangguan sistem imun dan pasien-pasien yang menerima transplantasi organ, respon imun yang maksimal tidak dapat dikapsulai secara optimal sehingga diperlukan pemberian vaksinasi ulangan bila kadar anti-HBs<10mlU/ml
  • Karena masa inkubasi hepatitis B yang lama, memungkinkan terjadi infeksi yang tidak terdeteksi pada saat vaksinasi. Pada keadaan tersebut vaksin hepatitis B tidak mencegah hepatitis B
  • Meskipun jarang terjadi, ephineprine harus selalu siap tersedia untuk penanganan reaksi anafilaksis
.: Interaksi Obat :.Tidak ada interaksi dengan vaksin-vaksin lain. Hepavax-Gene® dapat diberikan bersamaan dengan vaksin DPT (Dipteri Pertusis Tetanus) atau vaksin hidup poliovirus oral (OPV), tetapi harus diberikan di tempat yang berbeda dan menggunakan jarum yang berbeda..: Lain-lain :.

Cara Penyimpanan Hepavax-gene

:

Simpan pada suhu 2-8°C

Harus dengan resep dokter.

Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah Aman Menggunakan Hepavax-gene Saat Mengemudi atau Mengoperasikan Mesin?

Jika Anda mengalami gejala efek samping seperti mengantuk, pusing, gangguan penglihatan, gangguan pernapasan, jantung berdebar, dan lain-lain setelah menggunakan Hepavax-gene, yang dapat mempengaruhi kesadaran atau kemampuan dalam mengemudi maupun mengoperasikan mesin, maka sebaiknya Anda menghindarkan diri dari aktivitas-aktivitas tersebut selama penggunaan dan konsultasikan dengan dokter Anda.

Bagaimana Jika Saya Lupa Menggunakan Hepavax-gene?

Jika Anda lupa menggunakan Hepavax-gene, segera gunakan jika waktunya belum lama terlewat, namun jika sudah lama terlewat dan mendekati waktu penggunaan berikutnya, maka gunakan seperti dosis biasa dan lewati dosis yang sudah terlewat, jangan menggandakan dosis untuk mengganti dosis yang terlewat. Pastikan Anda mencatat atau menyalakan pengingat untuk mengingatkan Anda mengenai waktu penggunaan obat agar tidak terlewat kembali.

Apakah Saya Dapat Menghentikan Penggunaan Hepavax-gene Sewaktu-waktu?

Beberapa obat harus digunakan sesuai dengan dosis yang diberikan oleh dokter. Jangan melebih atau mengurangi dosis obat yang diberikan oleh dokter secara sepihak tanpa berkonsultasi dengan dokter. Obat seperti antibiotik, antivirus, antijamur, dan sebagainya harus digunakan sesuai petunjuk dokter untuk mencegah resistensi dari bakteri, virus, maupun jamur terhadap obat tersebut. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

Jangan menghentikan penggunaan obat secara tiba-tiba tanpa sepengetahuan dokter, karena beberapa obat memiliki efek penarikan jika penghentian dilakukan secara mendadak. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini

Bagaimana Cara Penyimpanan Hepavax-gene?

Setiap obat memiliki cara penyimpanan yang berbeda-beda, cara penyimpanan dapat Anda ketahui melalui kemasan obat. Pastikan Anda menyimpan obat pada tempat tertutup, jauhkan dari panas maupun kelembapan. Jauhkan juga dari paparan sinar Matahari, jangkauan anak-anak, dan jangkauan hewan.

Bagaimana Penanganan Hepavax-gene yang Sudah Kedaluwarsa?

Jangan membuang obat kedaluwarsa ke saluran air, tempat penampungan air, maupun toilet, sebab dapat berpotensi mencemari lingkungan. Juga jangan membuangnya langsung ke tempat pembuangan sampah umum, hal tersebut untuk menghindari penyalahgunaan obat. Hubungi Dinas Kesehatan setempat mengenai cara penangangan obat kedaluwarsa.
PT Hexpharm Jaya Laboratories atau dikenal juga dengan sebutan HJ adalah perusahaan farmasi yang berdiri pada 1971. Pada November 1993 perusahaan ini diakuisisi oleh PT Dankos Laboratories Tbk sekaligus masuk dalam perusahaan Kalbe Group. Pada 2006, PT Dankos Laboratories Tbk bergabung dengan PT Kalbe Farma Tbk, sehingga otomatis membuat PT Hexpharm Jaya Laboratories menjadi anak perusahaan PT Kalbe Farma Tbk.

PT Hexpharm Jaya Laboratories telah lama dikenal sebagai perusahaan produsen obat-obatan farmasi baik generik maupun branded yang berkualitas dan telah mendapatkan sertifikat pengakuan berupa CPOB, ISO 9001, ISO 14001, dan OHSAS 18001. Produk yang dihasilkan seperti obat alergi dan sistem imun, endokrin dan sistem metabolik, sistem gastrointestinal dan hepatobilier, obat sistem muskuloskeletal, antibiotik, obat dermatologi, dan sebagainya. Produk branded yang diproduksi perusahaan ini antara lain Girabloc, Alodan, Diabit, Cetrin, Hexalgin, Elanos, dan sebagainya. Kegiatan produksi produk farmasi dilakukan di pabriknya yang ada di Cikarang. Produk PT Hexpharm Jaya Laboratories didistribusikan oleh PT Enseval Putra Megatrading dan PT Tri sapta Jaya. PT Hexpharm Jaya Laboratories memiliki kantor pusat di KEM Tower Lt. 12, kemayoran, Jakarta Pusat.
Cara Mengutip Untuk Daftar Pustaka
Jika Anda ingin mengutip tulisan ini pada daftar pustaka, Anda bisa melakukannya dengan menggunakan berbagai format berikut ini:

Format APA (American Psychological Association)

Farmasi-id.com. (2020, 7 November). Hepavax-gene. Diakses pada 3 Desember 2020, dari https://www.farmasi-id.com/hepavax-gene/


Format MLA (Modern Language Association)

"Hepavax-gene". Farmasi-id.com. 7 November 2020. 3 Desember 2020. https://www.farmasi-id.com/hepavax-gene/


Format MHRA (Modern Humanities Research Association)

Farmasi-id.com, "Hepavax-gene", 7 November 2020, <https://www.farmasi-id.com/hepavax-gene/> [Diakses pada 3 Desember 2020]


Bagikan ke Rekan Anda
Berikan Ulasan Produk Ini

Seberapa Baik Produk Ini?

Klik bintang untuk memberi peringkat!

Peringkat rata-rata: 0 / 5. Jumlah pemberi peringkat: 0

Belum ada pemeringkatan, jadilah yang pertama.

Leave a Reply

Email address will not be published. Required fields are marked *