Hepatitis B Immunoglobulin P Behring

By | Juli 8, 2019 | Farmasi-id.com > Vaksin Antiserum & Imunologikal > Vaksin Hepatitis > Hepatitis B Immunoglobulin P Behring

Kandungan dan Komposisi Hepatitis B Immunoglobulin P Behring

Kandungan dan komposisi produk obat maupun suplemen dibedakan menjadi dua jenis yaitu kandungan aktif dan kandungan tidak aktif. Kandungan aktif adalah zat yang dapat menimbulkan aktivitas farmakologis atau efek langsung dalam diagnosis, pengobatan, terapi, pencegahan penyakit atau untuk memengaruhi struktur atau fungsi dari tubuh manusia. Kategori yang kedua adalah kandungan tidak aktif atau disebut juga sebagai eksipien. Kandungan tidak aktif ini fungsinya sebagai media atau agen transportasi untuk mengantar atau mempermudah kandungan aktif untuk bekerja. Kandungan tidak aktif tidak akan menambah atau meningkatkan efek terapeutik dari kandungan aktif. Beberapa contoh dari kandungan tidak aktif ini antara lain zat pengikat, zat penstabil, zat pengawet, zat pemberi warna, dan zat pemberi rasa. Berikut adalah kandungan dan komposisi dari Hepatitis B Immunoglobulin P Behring:

Imunoglobulin hepatitis B manusia.

Indikasi, Manfaat, dan Kegunaan Hepatitis B Immunoglobulin P Behring

Indikasi merupakan petunjuk mengenai kondisi medis yang memerlukan efek terapi dari suatu produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) atau kegunaan dari suatu produk kesehatan untuk suatu kondisi medis tertentu. Berikut ini indikasi dari Hepatitis B Immunoglobulin P Behring:

Imunoprofilaksis hepatitis B pd kasus pemaparan tdk sengaja pd subyek yg tdk diimunisasi (termasuk individu yg belum mendapat vaksinasi secara lengkap atau status imunisasi tdk diketahui); pd pasien hemodialisis, hingga vaksinasi menjadi efektif; pd bayi baru lahir dg ibu pembawa (carrier) virus hepatitis B; pd subyek yg tdk memperlihatkan respon imun (antibodi hepatitis B tdk terukur) ssdh vaksinasi & utk individu yg perlu mendapat pencegahan berkelanjutan krn terus menerus berisiko terinfeksi hepatitis B.

Dosis dan Aturan Pakai Hepatitis B Immunoglobulin P Behring

Dosis adalah takaran yang dinyatakan dalam satuan bobot maupun volume (contoh: mg, gr) produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) yang harus digunakan untuk suatu kondisi medis tertentu serta frekuensi pemberiannya. Biasanya kekuatan dosis ini tergantung pada kondisi medis, usia, dan berat badan seseorang. Aturan pakai mengacu pada bagaimana produk kesehatan tersebut digunakan atau dikonsumsi. Berikut ini dosis dan aturan pakai Hepatitis B Immunoglobulin P Behring:

IM Subyek yg tdk diimunisasi (termasuk individu yg belum mendapat vaksinasi lengkap atau status imunisasi tdk diketahui) Pencegahan hepatitis B pd kasus pemaparan tak senaja terhadap virus hepatitis B 12 IU/kg BB, sekurang-kurangnya 500 IU, tergantung dari intensitas pemaparan & dianjurkan utk dilakukan dlm waktu 72 jam. Pasien hemodialisis Imunoprofilaksis hepatitis B 8-12 IU/kg. Maks: 500 IU, tiap 2 bln hingga tercapai serokonversi ssdh diberikan vaksinasi. Bayi baru lahir, ibu pembawa (carrier) virus hepatitis B pd saat lahir atau ssdh melahirkan Pencegahan hepatitis B 30-100 IU/kg BB (normalnya: 1 mL).

Kontraindikasi Hepatitis B Immunoglobulin P Behring

Kontraindikasi merupakan suatu petunjuk mengenai kondisi-kondisi dimana penggunaan obat tersebut tidak tepat atau tidak dikehendaki dan kemungkinan berpotensi membahayakan jika diberikan. Pemberian Hepatitis B Immunoglobulin P Behring dikontraindikasikan pada kondisi-kondisi berikut ini:

Hipersensitivitas.

Perhatian 

Jangan diberikan injeksi secara IV. Risiko syok jika diberikan ke dlm pembuluh darah; penurunan TD dg reaksi anafilaksis. Jangan diberikan pd individu dg defisiensi IgA & carrier HbsAg. Pasien hrs diobservasi selama sekurang-kurangnya 20 mnt ssdh diberikan vaksin ini; utk jangka lama sekurang-kurangnya 1 jam ssdh pemberian vaksin ini pd kasus inj IV yg tdk disengaja. Bebas (tdk mengandung) Natrium. Hamil & laktasi.

Efek Samping Hepatitis B Immunoglobulin P Behring

Efek Samping merupakan suatu efek yang tidak diinginkan dari suatu obat. Efek samping ini dapat bervariasi pada setiap individu tergantung pada pada kondisi penyakit, usia, berat badan, jenis kelamin, etnis, maupun kondisi kesehatan seseorang. Berikut ini beberapa efek samping yang mungkin dapat terjadi setelah pemberian Hepatitis B Immunoglobulin P Behring:

Hipersensitivitas thd pemberian Imunoglobulin sebelumnya. Penurunan TD, dispnea, reaksi pd kulit yg mencakup rasa panas & kemerahan pd kulit, urtikaria, syok anafilaksis; menggigil, demam, sakit kepala, tdk enak badan, mual, muntah, artralgia, nyeri punggung derajat sedang; takikardi, bradikardi, berkeringat secara berlebihan, vertigo; nyeri, perlunakan atau pembengkakan pd tempat inj.

Interaksi Obat Hepatitis B Immunoglobulin P Behring

Interaksi obat merupakan suatu perubahan aksi atau efek obat sebagai akibat dari penggunaan atau pemberian bersamaan dengan obat lain, suplemen, makanan, minuman, atau zat lainnya. Interaksi obat Hepatitis B Immunoglobulin P Behring antara lain:

Dpt mengganggu efikasi vaksin hidup yg dilemahkan. Dpt mengakibatkan kekeliruan pd hasil tes dg pemeriksaan serologis.

Kategori Keamanan Penggunaan Hepatitis B Immunoglobulin P Behring Pada Wanita Hamil

Kategori keamanan penggunaan obat untuk wanita hamil atau pregnancy category merupakan suatu kategori mengenai tingkat keamanan obat untuk digunakan selama periode kehamilan apakah memengaruhi janin atau tidak. Kategori ini tidak termasuk tingkat keamanan obat untuk digunakan oleh wanita menyusui. FDA (Badan Pengawasan Obat dan Makanan Amerika Serikat) mengkategorikan tingkat keamanan obat untuk wanita hamil menjadi 6 (enam) kategori yaitu A, B, C, D, X, dan N. Anda bisa membaca definisi dari setiap kategori tersebut di sini. Berikut ini kategori tingkat keamanan penggunaan Hepatitis B Immunoglobulin P Behring untuk digunakan oleh wanita hamil:

Kategori C: Studi pada binatang percobaan telah memperlihatkan adanya efek samping pada janin (teratogenik atau embroisidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita, atau studi pada wanita dan binatang percobaan tidak dapat dilakukan. Obat hanya boleh diberikan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin.

Kemasan dan Sediaan Hepatitis B Immunoglobulin P Behring

Dus @ 1 prefilled syringe @ 1 ml, cairan injeksi 200 iu/ml

Izin BPOM Hepatitis B Immunoglobulin P Behring

Setiap produk obat, suplemen, makanan, dan minuman yang beredar di Indonesia harus mendapatkan izin edar dari BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) yaitu suatu Badan Negara yang memiliki fungsi melakukan pemeriksaan terhadap sarana dan prasarana produksi, melakukan pengambilan contoh produk, melakukan pengujian produk, dan memberikan sertifikasi terhadap produk. BPOM juga melakukan pengawasan terhadap produk sebelum dan selama beredar, serta memberikan sanksi administratif seperti dilarang untuk diedarkan, ditarik dari peredaran, dicabut izin edar, disita untuk dimusnahkan, bagi pihak yang melakukan pelanggaran. Berikut adalah izin edar dari BPOM yang dikeluarkan untuk produk Hepatitis B Immunoglobulin P Behring:

DKI0194900743A2

Produsen Hepatitis B Immunoglobulin P Behring

Produsen obat (perusahaan farmasi) adalah suatu perusahaan atau badan usaha yang melakukan kegiatan produksi, penelitian, pengembangan produk obat maupun produk farmasi lainnya. Obat yang diproduksi bisa merupakan obat generik maupun obat bermerek. Perusahaan jamu adalah suatu perusahaan yang memproduksi produk jamu yakni suatu bahan atau ramuan berupa tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral, sari, atau campuran dari bahan-bahan tersebut yang telah digunakan secara turun-temurun untuk pengobatan. Baik perusahaan farmasi maupun perusahaan jamu harus memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan. Setiap perusahaan farmasi harus memenuhi syarat CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik), sedangkan perusahaan jamu harus memenuhi syarat CPOTB (Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik) untuk dapat melakukan kegiatan produksinya agar produk yang dihasilkan dapat terjamin khasiat, keamanan, dan mutunya. Berikut ini nama perusahaan pembuat produk Hepatitis B Immunoglobulin P Behring:

CSL Behring Gmbh – Germany

Pendaftar

Dexa Medica

Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah Aman Menggunakan Hepatitis B Immunoglobulin P Behring Saat Mengemudi atau Mengoperasikan Mesin?

Jika Anda mengalami gejala efek samping seperti mengantuk, pusing, gangguan penglihatan, gangguan pernapasan, jantung berdebar, dan lain-lain setelah menggunakan Hepatitis B Immunoglobulin P Behring, yang dapat mempengaruhi kesadaran atau kemampuan dalam mengemudi maupun mengoperasikan mesin, maka sebaiknya Anda menghindarkan diri dari aktivitas-aktivitas tersebut selama penggunaan dan konsultasikan dengan dokter Anda.

Bagaimana Jika Saya Lupa Menggunakan Hepatitis B Immunoglobulin P Behring?

Jika Anda lupa menggunakan Hepatitis B Immunoglobulin P Behring, segera gunakan jika waktunya belum lama terlewat, namun jika sudah lama terlewat dan mendekati waktu penggunaan berikutnya, maka gunakan seperti dosis biasa dan lewati dosis yang sudah terlewat, jangan menggandakan dosis untuk mengganti dosis yang terlewat. Pastikan Anda mencatat atau menyalakan pengingat untuk mengingatkan Anda mengenai waktu penggunaan obat agar tidak terlewat kembali.

Apakah Saya Dapat Menghentikan Penggunaan Hepatitis B Immunoglobulin P Behring Sewaktu-waktu?

Beberapa obat harus digunakan sesuai dengan dosis yang diberikan oleh dokter. Jangan melebih atau mengurangi dosis obat yang diberikan oleh dokter secara sepihak tanpa berkonsultasi dengan dokter. Obat seperti antibiotik, antivirus, antijamur, dan sebagainya harus digunakan sesuai petunjuk dokter untuk mencegah resistensi dari bakteri, virus, maupun jamur terhadap obat tersebut. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

Jangan menghentikan penggunaan obat secara tiba-tiba tanpa sepengetahuan dokter, karena beberapa obat memiliki efek penarikan jika penghentian dilakukan secara mendadak. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini

Bagaimana Cara Penyimpanan Hepatitis B Immunoglobulin P Behring?

Setiap obat memiliki cara penyimpanan yang berbeda-beda, cara penyimpanan dapat Anda ketahui melalui kemasan obat. Pastikan Anda menyimpan obat pada tempat tertutup, jauhkan dari panas maupun kelembapan. Jauhkan juga dari paparan sinar Matahari, jangkauan anak-anak, dan jangkauan hewan.

Bagaimana Penanganan Hepatitis B Immunoglobulin P Behring yang Sudah Kedaluwarsa?

Jangan membuang obat kedaluwarsa ke saluran air, tempat penampungan air, maupun toilet, sebab dapat berpotensi mencemari lingkungan. Juga jangan membuangnya langsung ke tempat pembuangan sampah umum, hal tersebut untuk menghindari penyalahgunaan obat. Hubungi Dinas Kesehatan setempat mengenai cara penangangan obat kedaluwarsa.

Dexa Medica adalah suatu perusahaan farmasi Indonesia yang didirikan pada 1969 oleh Drs. Rudy Soetikno Apt. seroang apoteker muda yang pernah bertugas sebagai tentara. Dikarenakan pernah terjadi kelangkaan pasokan obat, maka ia bersama rekannya mulai mendirikan sebuah perusahaan farmasi kecil dengan produk obat tablet.

Karena semakin meningkatnya permintaan, maka Dexa Medica meningkatkan kuantitas produksinya sehingga pada 1975 produknya telah tersedia di seluruh pulau Sumatera, dan pada 1978, produk perusahaan ini telah tersebar di seluruh Indonesia. Sebagai perusahaan nasional, maka pada 1984 perusahaan ini mendirikan kantor pemasaran di Jakarta. Perusahaan ini pun semakin berkembang dan dibuktikan dengan produk-produknya yang berhasil menembus pasar negara-negara Asia dan Afrika sekaligus menjadikan Dexa Medica menjadi salah satu perusahaan farmasi terbesar di Indonesia. Saat ini posisi CEO perusahaan dijabat oleh Ir. Ferry A. Soetikno, M.Sc., M.B.A.
Berikan Ulasan Produk Ini

Seberapa Baik Produk Ini?

Klik bintang untuk memberi peringkat!

Peringkat rata-rata: 0 / 5. Jumlah pemberi peringkat: 0

Belum ada pemeringkatan, jadilah yang pertama.

Leave a Reply

Email address will not be published. Required fields are marked *

Sekilas tentang imunitas
Imunitas atau kekebalan adalah sistem mekanisme pada organisme yang melindungi tubuh terhadap pengaruh biologis luar dengan mengidentifikasi dan membunuh patogen serta sel tumor. Sistem ini mendeteksi berbagai macam pengaruh biologis luar yang luas, organisme akan melindungi tubuh dari infeksi, bakteri, virus sampai parasit, serta menghancurkan zat-zat asing lain dan memusnahkan mereka dari sel organisme yang sehat dan jaringan agar tetap dapat berfungsi normal. Deteksi sistem ini sulit karena adaptasi patogen dan memiliki cara baru agar dapat menginfeksi organisme.
Sekilas Tentang Hepatitis
Menurut WHO, hepatitis merupakan salah satu penyebab kematian terbesar di dunia. Virus hepatitis sendiri ada lima yang dinamai sesuai abjad yakni hepatitis A, B, C, D dan E. Berikut ini penjelasan tentang kelima virus hepatitis tersebut:

1. Hepatitis A

Hepatitis A adalah peradangan hati yang disebabkan oleh virus hepatitis A (VHA), termasuk picornaviridae yang merupakan RNA virus. Virus ini bersifat tahan asam, termostabil, dan tahan terhadap empedu. Hepatitis A dapat menyebar dengan mudah melalui makanan atau minuman yang sudah terkontaminasi virus dari kotoran orang yang telah terinfeksi. Perilaku hidup bersih, antara lain melalui cuci tangan dengan sabun bisa mencegah penularan penyakit ini. Pemberian imunisasi hepatitis A sedini mungkin juga akan sangat membantu menghambat penyebaran virus ini.

2. Hepatitis B

Virus hepatitis B (VHB) merupakan virus DNA. Virus ini selain menginfeksi manusia bisa juga menginfeksi simpanse. VHB dapat ditemukan pada cairan tubuh seperti darah, air liur, cairan sperma dan vagina, namun tidak semua memiliki kadar virus yang infeksius. Secara umum bisa terjadi secara horizontal atau vertikal. Secara vertikal, yaitu pada masa perinatal seperti ibu pada anaknya yang baru lahir. Sedangkan secara horizontal, bisa terjadi akibat penggunaan alat suntik yang tercemar dalam hal tindik telinga, tusuk jarum, dan transfusi darah. Berhubungan seksual dengan pasien juga dikhawatirkan bisa menularkan penyakit ini.

Lalu bagaimana dengan penggunaan pisau cukur dan sikat gigi secara bersama-sama? Prof Dr dr Ali Sulaiman SpPD, KGEH dari dari Divisi Hepatologi Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI menjelaskan selama tidak ada luka yang bisa menjadi pintu masuk virus, sebenarnya tidak apa-apa. Tetapi, daripada mengkhawatirkan, sah-sah saja jika memisahkan alat yang biasa digunakan pasien seperti handuk dan sikat gigi untuk menghindari penularan ke anggota keluarga lain. Terkait penggunaan pisau cukur, bagi konsumen disarankan untuk meminta pisau cukur yang baru.

“Atau minta dicelupkan dulu di air sabun. Menggunakan pisau cukur lalu luka walaupun tidak berdarah, tapi serumnya bisa mengandung virus hepatitis B, maka diusahakan berhati-hati,” kata dr Ali.

Menurut dr Ali, hepatitis B merupakan penyebab kematian nomor 9 di dunia. 75 persen pengidap berada di Asia. Berdasarkan Riskesdas 2007, prevalensi hepatitis B di Indonesia bagian barat mencapai 9,4 persen, artinya 1 dari 10 orang terinfeksi hepatitis B.

3. Hepatitis C

Hepatitis C adalah penyakit hati yang disebabkan oleh virus hepatitis C (HCV). Virus hepatitis C masuk ke sel hati, menggunakan mesin genetik dalam sel untuk menduplikasi virus hepatitis C, kemudian menginfeksi banyak sel lainnya. Hepatitis C biasanya menyebar melalui kontak dengan darah yang terinfeksi virus, penggunaan jarum suntik yang sama secara berulang-ulang, tato, tindik, alat cukur yang tidak steril, transfusi darah, serta aktivitas seksual yang dilakukan bukan dengan pasangan alias free sex. Namun orang yang paling banyak ditemukan terinfeksi hepatitis C ialah pengguna narkotika.

Terinfeksi hepatitis C menjadi salah satu faktor risiko terbesar terbentuknya kanker hati, karena sekitar 25 persen dari kasus kanker hati disebabkan oleh hepatitis C yang tidak terobati. Sampai saat ini, belum ada vaksin untuk mencegah infeksi hepatitis C, namun hepatitis C bisa disembuhkan dengan pengobatan secara tepat. Ketua Perhimpunan Peneliti Hati Indonesia (PPHI), dr Rino A. Gani, SpPD-KGEH, menganjurkan seseorang untuk lebih peka terhadap kondisi tubuhnya sendiri dan jangan menganggap remeh pentingnya skrining hepatitis C.

“Jangan tunggu sampai tubuh menguning, itu sudah terlambat bagi kebanyakan kasus. Yang paling penting itu sadar kondisi diri sendiri, terutama jika tergolong kelompok risiko tinggi,” imbuh dr Rino. Kelompok risiko tinggi yang dimaksud dr Rino adalah apabila sebelumnya pernah melakukan transfusi darah, pasang tato, memakai jarum suntik bergantian atau tidak steril, serta memiliki keluarga dengan riwayat sakit liver.

4. Hepatitis D

Virus hepatitis D (VHD) ini merupakan virus RNA dengan defek, artinya virus ini tidak mampu bereplikasi secara sempurna tanpa bantuan virus lain, yaitu virus hepatitis B. Penularannya mengikuti perjalanan penyakit hepatitis B (parenteral), artinya jika virus hepatitis B akut yang diderita sembuh, maka VHD juga akan hilang. Infeksi virus hepatitis D sendiri bisa akut, hanya dalam waktu singkat, dalam waktu yang lama, ataupun kronis. Sejauh ini tidak ada vaksin untuk hepatitis D. Namun infeksi virus ini bisa dicegah bila seseorang belum terinfeksi hepatitis B mendapat vaksin hepatitis B.

5. Hepatitis E

Hepatitis E disebabkan oleh virus hepatitis E, sebuah virus RNA berbentuk sferis. Virus ini awalnya disebut sebagai penyebab enterically transmitted non-A non-B hepatitis (ET-NANB). VHE ditularkan melalui jalur fecal oral. Air minum yang tercemar tinja merupakan media penularan yang paling umum. Epidemi hepatitis E telah dilaporkan terjadi di Asia, Timur Tengah, Afrika, dan Amerika Tengah, khususnya di tempat dengan pasokan air dan sanitasi yang tidak memadai. Masyarakat yang tinggal di pengungsian maupun di permukiman yang penuh sesak setelah terjadinya bencana berada dalam kondisi berisiko tinggi terkena hepatitis E.

Konsumsi daging atau ikan mentah juga disebut sebagai salah satu hal yang bisa membuat seseorang terinfeksi hepatitis E. Kebanyakan pasien hepatitis E memang bisa sembuh sepenuhnya. Namun bagi ibu hamil, hepatitis E bisa menjadi penyakit serius dengan angka kematian 10-30 persen di trimester ketiga kehamilan. Hepatitis E juga bisa menjadi serius bagi orang-orang dengan penyakit hati kronis, dan bisa mengakibatkan kematian. Tanda-tAnda infeksi hepatitis E antara lain demam, kelelahan, kehilangan selera makan, mual, muntah sakit perut, kulit berwarna kuning, urine gelap, tinja berwarna pucat, dan nyeri sendi.
Sekilas Tentang Vaksin
Vaksin adalah bahan antigenik yang digunakan untuk menghasilkan kekebalan terhadap suatu penyakit. Pemberian vaksin (imunisasi) dilakukan untuk mencegah atau mengurangi pengaruh infeksi penyebab penyakit - penyakit tertentu. Vaksin biasanya mengandung agen yang menyerupai mikroorganisme penyebab penyakit dan sering dibuat dari mikroba yang dilemahkan atau mati, dari toksinnya, atau dari salah satu protein permukaannya. Agen merangsang sistem imun untuk mengenali agen sebagai ancaman, menghancurkannya, dan untuk lebih mengenali dan menghancurkan mikroorganisme yang terkait dengan agen yang mungkin ditemui di masa depan. Vaksin dapat bersifat profilaksis (misalnya untuk mencegah atau memperbaiki efek infeksi di masa depan oleh patogen alami atau "liar") atau terapeutik (misalnya vaksin terhadap kanker).

Pemberian vaksin disebut vaksinasi. Vaksinasi merupakan metode paling efektif untuk mencegah penyakit menular. Kekebalan karena vaksinasi terjadi menyeluruh di dunia sebagian besar bertanggung jawab atas pemberantasan cacar dan pembatasan penyakit seperti polio, campak, dan tetanus. Efektivitas vaksinasi telah dipelajari dan diverifikasi secara luas, misalnya vaksin terbukti efektif termasuk vaksin influenza,vaksin HPV, dan vaksin cacar air.
Cara Mengutip Untuk Daftar Pustaka
Jika Anda ingin mengutip tulisan ini pada daftar pustaka, Anda bisa melakukannya dengan menggunakan berbagai format berikut ini:

Format APA (American Psychological Association)

Farmasi-id.com. (2017, 17 September). Hepatitis B Immunoglobulin P Behring. Diakses pada 7 Juni 2020, dari https://www.farmasi-id.com/hepatitis-b-immunoglobulin-p-behring/


Format MLA (Modern Language Association)

"Hepatitis B Immunoglobulin P Behring". Farmasi-id.com. 17 September 2017. 7 Juni 2020. https://www.farmasi-id.com/hepatitis-b-immunoglobulin-p-behring/


Format MHRA (Modern Humanities Research Association)

Farmasi-id.com, "Hepatitis B Immunoglobulin P Behring", 17 September 2017, <https://www.farmasi-id.com/hepatitis-b-immunoglobulin-p-behring/> [Diakses pada 7 Juni 2020]


Bagikan ke Rekan Anda