Harmida

Farmasi-id.com > Sistem Endokrin & Metabolik > Obat Antidiabetes > Harmida

By | 22/06/2015
ProdusenHarsen
KomposisiGlibenclamide.
IndikasiTerapi DM ringan atau sedang, DM onset dewasa tanpa komplikasi yang tidak responsif dengan diet saja; NIDDM.
DosisAwal 2.5-5 mg/hari pada saat makan pagi, dapat ditingkatkan sebesar 2.5 mg/minggu sesudah 7 hari. Maks: 20 mg/hari. Dosis >10 mg/hari hrs diberikan dalam 2 dosis terbagi.
Pemberian ObatSebaiknya diberikan bersama makanan : Berikan bersama makan pagi atau makanan utama pertama pada hari yang sama.
Kontra IndikasiGangguan berat fungsi ginjal; pasien dalam kondisi stres (cedera, pembedahan darurat, infeksi yang disertai demam).
PerhatianTdk untuk monoterapi pada DM juvenilis. Gangguan hati, insufisiensi endokrin, status gizi buruk; alkoholisme akut; terapi dengan diuretik tiazid. Hamil. Lanjut usia.
Efek Samping yang Mungkin TimbulDemam, ruam kulit, mual, nyeri perut, hipersekresi lambung; vertigo, kebingungan mental, ataksia, hipoglikemia, gangguan GI.
Interaksi ObatAlkohol, siklofosfamid, dikumarol, MAOI, fenilbutazon, penyekat β adrenergik, sulfonamid, salisilat, kloramfenikol, probenesid; adrenalin, kortikosteroid, tiazid, hormon steroid, INH, kontrasepsi oral, asam nikotinat.
Kategori Keamanan Kehamilan C: Studi pada binatang percobaan telah memperlihatkan adanya efek samping pada janin (teratogenik atau embroisidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita, atau studi pada wanita dan binatang percobaan tidak dapat dilakukan. Obat hanya boleh diberikan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin.
Bentuk SediaanKemasan/Harga
Harmida tablet 2.5 mg
10 × 10’s (Rp18,000/boks)
Harmida tablet 5 mg
10 × 10’s (Rp23,000/boks)
Sekilas Tentang Diabetes
Diabetes merupakan kondisi di mana tubuh tidak dapat memproduksi insulin dengan benar. Hal ini menyebabkan meningkatnya kadar glukosa dalam darah. Diabetes yang umum terjadi adalah diabetes Tipe 1 dan tipe 2.

Pada diabetes Tipe 1 pankreas tidak dapat memproduksi insulin sedangkan pada diabetes tipe 2 pankreas dapat membuat insulin tapi dalam kadar yang tidak cukup banyak. Ini menyebabkan tubuh tidak mendapatkan insulin secara optimal. Meningkatnya kadar gula dalam darah akan membuat penderita diabetes sering merasa haus atau lapar dan juga sering buang air kecil.

Antidiabetes merupakan obat yang mengontrol tingkat glukosa (gula) dalam darah pada penderita diabetes.

Informasi lengkap mengenai diabetes dapat Anda baca di sini.