Gabbryl

Farmasi-id.com > Sistem Gastrointestinal & Hepatobilier > Antidiare > Gabbryl

By | 11/08/2018

Produsen:

Kalbe Farma

Komposisi:

Paromomycin sulfate.

Indikasi:

Terapi amebiasis intestinal ringan sampai sedang yang disebabkan Entamoeba histolytica. Terapi penunjang untuk koma hepatikum.

Dosis:

Amubiasis intestinal Dws & anak 25-35 mg/kgBB/hari terbagi dalam 3 dosis, selama 7-10 hari. Terapi dapat diulangi sesudah 2 minggu. Koma hepatikum 4 g/hari dalam dosis terbagi, selama 5-6 hari.

Pemberian Obat:

Sebaiknya diberikan bersama makanan : Berikan saat makan.

Kontra Indikasi:

Hipersensitif terhadap paromomisin sulfat. Obstruksi usus.

Perhatian:

Penderita dengan lesi ulseratif pada usus besar.

Efek Samping:

Mual, kejang perut, diare, kemerahan pada kulit, sakit kepala, vertigo, superinfeksi.

Interaksi Obat:

Gangguan absorpsi dr fenoksimetilpenicillin, digoksin, metotreksat, beberapa vit. Dpt menurunkan efek kontrasepsi oral.

Kemasan/Harga:

Tablet 250 mg x 3 x 10 (Rp105.000). Sirup 125 mg/5 mL x 60 mL x 1 (Rp41.000).

Keamanan kehamilan US FDKategori A: C

sekilas tentang obat antidiare

Antidiare adalah obat tertentu yang menghentikan atau memperlambat diare. Antidiare hanya meredakan gejala diare, seperti peningkatan frekuensi dan urgensi ketika buang air besar, antidiare tidak menghilangkan penyebabnya. Hal ini berarti bahwa segera setelah Anda berhenti mengonsumsi antidiare, diare akan kembali muncul kecuali dan belum berhenti sebelum penyebabnya diatasi. Antivirus dapat bekerja dengan memperlambat kontraksi usus, meningkatkan waktu yang dibutuhkan untuk eksresi. Usus akan melakukan penyerapan, mengurangi kadar air tinja. Agen lain bekerja dengan mengangkat tinja, menambah volume dengan zat seperti serat.

Agen rehidrasi oral (oralit) juga dapat disebut sebagai antidiare; namun, ini tidak menghentikan atau memperlambat diare selain mengganti cairan yang keluar selama diare. Agen lain yang digunakan untuk membantu meringankan gejala diare termasuk agen antimotilitas atau agen antispasmodik. Agen antibakteri kadang-kadang dapat digunakan untuk mengobati diare yang disebabkan oleh infeksi spesifik, seperti campylobacter atau giardia; namun, ini tidak sering direkomendasikan atau dibutuhkan.
Sekilas tentang diare

Diare merupakan penyakit di mana penderita mengalami buang air besar yang sering dan masih memiliki kandungan air berlebihan. Kondisi ini dapat merupakan gejala dari luka, penyakit, alergi (fructose, lactose), penyakit dari makanan atau kelebihan vitamin C dan biasanya disertai sakit perut, dan seringkali enek dan muntah. Diare dapat disebabkan oleh bakteri, virus, parasit, cacing dan jamur, intoksikasi makanan yang mengandung bakteri atau toksin (makanan beracun), alergi susu sapi atau makanan tertentu, gangguan penyerapan (malabsorbsi) karbohidrat, lemak dan protein.

Diare (bahasa Inggris: diarrhea) juga didefinisikan sebagai sebuah penyakit di saat tinja atau feses berubah menjadi lembek atau cair yang biasanya terjadi paling sedikit tiga kali dalam 24 jam.

Di negara berkembang, diare adalah penyebab kematian paling umum kematian balita, dan juga membunuh lebih dari 2,6 juta orang setiap tahunnya.