Futapim

By | September 6, 2021 |

Produsen Futapim

Produsen obat (perusahaan farmasi) adalah suatu perusahaan atau badan usaha yang melakukan kegiatan produksi, penelitian, pengembangan produk obat maupun produk farmasi lainnya. Obat yang diproduksi bisa merupakan obat generik maupun obat bermerek. Perusahaan jamu adalah suatu perusahaan yang memproduksi produk jamu yakni suatu bahan atau ramuan berupa tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral, sari, atau campuran dari bahan-bahan tersebut yang telah digunakan secara turun-temurun untuk pengobatan. Baik perusahaan farmasi maupun perusahaan jamu harus memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan.

Setiap perusahaan farmasi harus memenuhi syarat CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik), sedangkan perusahaan jamu harus memenuhi syarat CPOTB (Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik) untuk dapat melakukan kegiatan produksinya agar produk yang dihasilkan dapat terjamin khasiat, keamanan, dan mutunya. Berikut ini nama perusahaan pembuat produk Futapim:

Futamed

Kandungan dan Komposisi Futapim

Kandungan dan komposisi produk obat maupun suplemen dibedakan menjadi dua jenis yaitu kandungan aktif dan kandungan tidak aktif. Kandungan aktif adalah zat yang dapat menimbulkan aktivitas farmakologis atau efek langsung dalam diagnosis, pengobatan, terapi, pencegahan penyakit atau untuk memengaruhi struktur atau fungsi dari tubuh manusia.

Jenis yang kedua adalah kandungan tidak aktif atau disebut juga sebagai eksipien. Kandungan tidak aktif ini fungsinya sebagai media atau agen transportasi untuk mengantar atau mempermudah kandungan aktif untuk bekerja. Kandungan tidak aktif tidak akan menambah atau meningkatkan efek terapeutik dari kandungan aktif. Beberapa contoh dari kandungan tidak aktif ini antara lain zat pengikat, zat penstabil, zat pengawet, zat pemberi warna, dan zat pemberi rasa. Kandungan dan komposisi Futapim adalah:

Cefepime HCl.

Indikasi, Manfaat, dan Kegunaan Futapim

Indikasi merupakan petunjuk mengenai kondisi medis yang memerlukan efek terapi dari suatu produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) atau kegunaan dari suatu produk kesehatan untuk suatu kondisi medis tertentu. Futapim adalah suatu produk kesehatan yang diindikasikan untuk:

Infeksi saluran napas bagian bawah (termasuk pneumonia & bronkopneumonia), ISK terkomplikasi (pielonefritis), infeksi kulit & jaringan lunak, infeksi intra abdomen (termasuk peritonitis & infeksi saluran empedu), infeksi ginekologi berat atau terkomplikasi, septikemia, terapi empirik pada neutropenia febril pada dws. Pnemonia berat, terapi empirik pada neutropenia febril pada anak usia 2 bln-16 tahun.


Dosis dan Aturan Pakai Futapim

Dosis adalah takaran yang dinyatakan dalam satuan bobot maupun volume (contoh: mg, gr) produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) yang harus digunakan untuk suatu kondisi medis tertentu serta frekuensi pemberiannya. Biasanya kekuatan dosis ini tergantung pada kondisi medis, usia, dan berat badan seseorang. Aturan pakai mengacu pada bagaimana produk kesehatan tersebut digunakan atau dikonsumsi. Berikut ini dosis dan aturan pakai Futapim:

IV/IM ISK ringan hingga sedang 500 mg – 1 g tiap 12 jam. Infeksi ringan & sedang lain 1 g tiap 12 jam. Infeksi berat 2 g tiap 12 jam. Infeksi sangat berat/mengancam jiwa 2 g tiap 8 jam.

Kontraindikasi Futapim

Kontraindikasi merupakan suatu petunjuk mengenai kondisi-kondisi dimana penggunaan obat tersebut tidak tepat atau tidak dikehendaki dan kemungkinan berpotensi membahayakan jika diberikan. Pemberian Futapim dikontraindikasikan pada kondisi-kondisi berikut ini:

Hipersensitif terhadap sefalosporin, penisilin, atau antibiotik β laktam.

Perhatian Penggunaan Futapim

Gangguan fungsi ginjal. Hentikan jika timbul reaksi alergi. Monitor fungsi ginjal jika diberikan secara bersamaan dengan obat nefrotoksik. Hamil & laktasi. Lanjut usia.


Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah Aman Menggunakan Futapim Saat Mengemudi atau Mengoperasikan Mesin?

Jika Anda mengalami gejala efek samping seperti mengantuk, pusing, gangguan penglihatan, gangguan pernapasan, jantung berdebar, dan lain-lain setelah menggunakan , yang dapat mempengaruhi kesadaran atau kemampuan dalam mengemudi maupun mengoperasikan mesin, maka sebaiknya Anda menghindarkan diri dari aktivitas-aktivitas tersebut selama penggunaan dan konsultasikan dengan dokter Anda.

Bagaimana Jika Saya Lupa Menggunakan Futapim?

Jika Anda lupa menggunakan Futapim, segera gunakan jika waktunya belum lama terlewat, namun jika sudah lama terlewat dan mendekati waktu penggunaan berikutnya, maka gunakan seperti dosis biasa dan lewati dosis yang sudah terlewat, jangan menggandakan dosis untuk mengganti dosis yang terlewat. Pastikan Anda mencatat atau menyalakan pengingat untuk mengingatkan Anda mengenai waktu penggunaan obat agar tidak terlewat kembali.

Apakah Saya Dapat Menghentikan Penggunaan Futapim Sewaktu-waktu?

Beberapa obat harus digunakan sesuai dengan dosis yang diberikan oleh dokter. Jangan melebih atau mengurangi dosis obat yang diberikan oleh dokter secara sepihak tanpa berkonsultasi dengan dokter. Obat seperti antibiotik, antivirus, antijamur, dan sebagainya harus digunakan sesuai petunjuk dokter untuk mencegah resistensi dari bakteri, virus, maupun jamur terhadap obat tersebut. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

Jangan menghentikan penggunaan obat secara tiba-tiba tanpa sepengetahuan dokter, karena beberapa obat memiliki efek penarikan jika penghentian dilakukan secara mendadak. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

Bagaimana Cara Penyimpanan Futapim?

Setiap obat memiliki cara penyimpanan yang berbeda-beda, cara penyimpanan dapat Anda ketahui melalui kemasan obat. Pastikan Anda menyimpan obat pada tempat tertutup, jauhkan dari panas maupun kelembapan. Jauhkan juga dari paparan sinar Matahari, jangkauan anak-anak, dan jangkauan hewan.

Bagaimana Penanganan Futapim yang Sudah Kedaluwarsa?

Jangan membuang obat kedaluwarsa ke saluran air, tempat penampungan air, maupun toilet, sebab dapat berpotensi mencemari lingkungan. Juga jangan membuangnya langsung ke tempat pembuangan sampah umum, hal tersebut untuk menghindari penyalahgunaan obat. Hubungi Dinas Kesehatan setempat mengenai cara penangangan obat kedaluwarsa.


Efek Samping Futapim

Efek Samping merupakan suatu efek yang tidak diinginkan dari suatu obat. Efek samping ini dapat bervariasi pada setiap individu tergantung pada pada kondisi penyakit, usia, berat badan, jenis kelamin, etnis, maupun kondisi kesehatan seseorang. Efek samping Futapim yang mungkin terjadi adalah:

Ensefalopati & kejang pada pasien dengan gangguan ginjal; anafilaksis termasuk syok anafilaksis, leukopenia sepintas, neutropenia, agranulositosis, trombositopenia; sindrom Stevens-Johnson, berbagai eritema, nekrolisis epidermal toksik, nefropati toksik, tes glukosa urin positif palsu, perdarahan, anemia aplastik, gangguan fungsi ginjal & hati termasuk kolestasis, pansitopenia; ruam kulit, pruritus, urtikaria; mual, muntah, moniliasis oral, diare, kolitis (termasuk kolitis pseudomembran); sakit kepala; reaksi lokal pada tempat infus; peningkatan ALA, AST, fosfatase alkalin, bilirubin total, anemia, eosinofilia, pemanjangan waktu protrombin, hasil tes Coomb positif tanpa hemolisis, peningkatan sementara BUN, leukopenia sepintas, neutropenia; demam, vaginitis, eritema, nyeri perut, konstipasi, vasodilatasi, dispnea, pusing, parestesia, pruritus genital, gangguan daya pengecapan, gemetaran, moniliasis yang tidak spesifik, kejang.

Interaksi Obat Futapim

Interaksi obat merupakan suatu perubahan aksi atau efek obat sebagai akibat dari penggunaan atau pemberian bersamaan dengan obat lain, suplemen, makanan, minuman, atau zat lainnya. Interaksi obat Futapim antara lain:

Metronidazol, vankomisin, gentamisin, tobramisin  sulfat, metilmisin sulfat, aminofilin. Penggunaan  bersama dengan aminoglikosida, furosemid dapat meningkatkan efek nefrotoksik & ototoksik.

Kategori Keamanan Penggunaan Futapim Pada Wanita Hamil

Kategori keamanan penggunaan obat untuk wanita hamil atau pregnancy category merupakan suatu kategori mengenai tingkat keamanan obat untuk digunakan selama periode kehamilan apakah memengaruhi janin atau tidak. Kategori ini tidak termasuk tingkat keamanan obat untuk digunakan oleh wanita menyusui.

FDA (Badan Pengawasan Obat dan Makanan Amerika Serikat) mengkategorikan tingkat keamanan obat untuk wanita hamil menjadi 6 (enam) kategori yaitu A, B, C, D, X, dan N. Anda bisa membaca definisi dari setiap kategori tersebut di sini. Berikut ini kategori tingkat keamanan penggunaan Futapim untuk digunakan oleh wanita hamil:

B: Studi terhadap reproduksi pada binatang percobaan tidak memperlihatkan adanya risiko terhadap janin tetapi tidak ada studi terkontrol yang dilakukan terhadap wanita hamil, atau studi terhadap reproduksi binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping (selain penurunan fertilitas) yang tidak dikonfirmasikan dalam studi terkontrol pada wanita pada kehamilan trimester 1 (dan tidak ada bukti risio pada trimester selanjutnya).

Bentuk Sediaan

Kemasan dan Sediaan Futapim

/Harga

Futapim powd for injeksi 1 g

1’s (Rp200,000/vial)

Komentar

Leave a Reply

Email address will not be published. Required fields are marked *