Fuke Yang Rong Wan

Farmasi-id.com > Jamu > Jamu Stamina & Vitalitas > Fuke Yang Rong Wan

By | 21/04/2017

Komposisi

Tiap pil mengandung :

  • Angelicae Sinensis Radix 22.72 mg
  • Rehmanniae Preparata Radix 22.72 mg
  • Poria Cocos 5.68 mg
  • Ophiopogonis Radix 5.68 mg
  • Glycyrrhizae Radix et Rhizoma 5.68 mg
  • Amomi Fructus 1.14 mgEucommiae Cortex 11.36 mg
  • Pericarpium Citri Reticulatae 5.68 mg
  • Atractylodis Macrocephalae Rhizoma 22.72 mg
  • Paeoniae Alba Radix 17.04 mg
  • Chuanxiong Rhizoma 17.04 mg
  • Cyperi Rhizoma 17.04 mg
  • Astragali Radix 11.36 mg
  • Argyi Folium 11.36 mg
  • Colla Corni Asini 5.68 mg
  • Leonuri Herba 17.04 mg

Khasiat

Membantu memelihara stamina

Aturan Minum

Diminum sehari 3 x 8 pil

Cara Penyimpanan

Simpan ditempat sejuk dan kering, terlindung dari cahaya matahari

Kemasan dan Sediaan

Dus, Botol @ 200 pil

Izin BPOM

TI164450161

Harga

Rp 60.000

Produsen

Lanzhou Foci Pharmaceutical CO LTD – China

Importir

PT Saras Subur Abadi

Sekilas Tentang Astragalus Membranaceus

Astragalus membranaceus memiliki tinggi sekitar 1 meter, batangnya kaku, yang berisi delapan hingga dua belas pasang daun kecil. Rimpangnya berserat, berwarna cokelat kekuningan, Sumsumnya berwarna putih kekuningan dan memiliki rasa manis seperti liroce. Bagian ini mengandung glikosida, saponin, dan asam-asam lemak yang sangat penting. Astragalus banyak tumbuh di Cina utara, Jepang, dan Korea.

Tanaman ini memiliki khasiat menambah energi, meningkatkan kekebalan tubuh, obat penguat jantung, meluruhkan air seni, mengendalikan jumlah keringat yang berlebihan, menurunkan tekanan darah, dan menurunkan kadar gula darah.

Sekilas Tentang Glycyrrhiza Glabra (Akar Manis)

Akar manis tumbuh seperti rerumputan (semak) di sebagian wilayah Eropa bagian selatan (Glycyrrhiza glabra). Spesies lainnya yang berasal dari Amerika Utara adalah G. lepidopta dan yang dari Tiongkok adalah G.uralensis, yang terakhir ini banyak dipakai sebagai bahan obat-obatan Cina. Akar manis tumbuh dengan baik di tanah yang dalam, subur, cukup air dan dalam iklim yang penuh cahaya matahari. Biasanya dipanen pada musim gugur 2 atau 3 tahun setelah penanaman. Akar manis juga dikenal dengan sebutan licorice/liquorice.

Ekstrak akar manis didapat dengan cara merebus akar tanamannya dan menguapkan airnya, dapat dijual dalam bentuk bubuk ataupun sirup (cair). Zat yang terkandung di dalamnya adalah glycyrrhizin, yang sangat manis, 50 kali lebih manis daripada gula dan memiliki khasiat pengobatan. Spesies G.uralensis adalah jenis akar manis yang paling banyak mengandung zat ini. Penggunaan : Antitusiv, akar dalam bentuk serbuk sebagai pengisi/pembalut pil, dan campuran obat batuk, menghilangkan bau-bau yang tidak sedap dalam obat-obatan.

Sekilas Tentang Poria

Poria (nama lain: Wolfiporia cocos, Poria cocos) adalah suatu jenis jamur yang dalam dunia pengobatan tradisional China dan Jepang digunakan untuk berbagai jenis pengobatan karena diyakini memiliki manfaat untuk kesehatan. Jamur yang di China dikenal dengan sebutan Fu Ling ini, telah digunakan sekira 2000 tahun yang lalu untuk pengobatan. Jamur ini biasa tumbuh di tanaman akar pinus merah Jepang dan akar pinus masson dalam keluarga Pinaceae. Di China, daerah terbesar penghasil poria ada di daerah Yunnan, Hubei, Anhui, Henan, dan Sichuan. Kualitas terbaik berasal dari Yunnan, dikenal dengan sebutan Yun Ling.

Jamur poria memiliki ciri tudung atau topi berwarna coklat dengan daging berwarna putih yang memiliki banyak hifa di dalamnya. Warna kulit batang coklat keabu-abuan, Bagian yang berkhasiat dari jamur poria ini adalah sclerotium-nya yang mana sclerotium adalah tempat jamur menyimpan cadangan makanannya. Sclerotium ini bentuknya bisa bundar, lonjong atau bulat dengan ukuran tidak teratur. Jamur poria ini memiliki suatu aroma khusus.

Kandungan zat yang pada jamur ini khususnya pada sclerotium-nya meliputi triterpenoid, polisakarida, ergosterol, caprylic acid, undecanoic acid, lauric acid, dodecenoic acid, palmitic acid, dodecanoate, caprylate, dan lain-lain.

Manfaat tanaman ini bagi kesehatan dan pengobatan antara lain menurunkan kadar gula darah, membantu mengurangi asam lambung, memperkuat lambung, membantu mengatasi gangguan buang air kecil, mengatasi haid tidak teratur (pada wanita), meredakan ansietas, fatigue, ketegangan saraf, insomnia, batuk, menurunkan kadar kolesterol, dan efek antibakterinya mampu mengatasi infeksi akibat bakteri leptospira.

Sekilas Tentang Amomum Compactum (Kapulaga)

Amomum compactum atau kapulaga adalah suatu tanaman yang memiliki ciri daun berbentuk lonjong dengan ujung runcing yang panjangnya sekira 30 cm dengan lebar 10 cm. Kapulaga memiliki bunga berwarna kemerahan dan terdapat umbi pada akarnya. Tanaman ini dapat tumbuh dengan ketinggian 2 hingga 3 meter. Buah kapulaga memiliki aroma harum dan dapat digunakan sebagai bumbu masakan maupun obat. Buahnya ada di dalam tandan berbentuk bulat kecil yang warnanya kuning kelabu. Di Indonesia tanaman ini banyak tumbuh secara liar di daerah perbukitan Jawa barat dan Jawa Tengah. Namun sekarang tanaman kapulaga banyak dibudidayakan sebagai tanaman obat.

Kandungan kimiawi yang terdapat dalam buah dan biji kapulaga ini antara lain terpineol, terpinyl asetat, sineol, borneol, sabien, kalsium oksalat, dan silisium. Selain itu juga mengandung minyak atsiri (alfaborneol dan betakamper). Umbi kapulaga digunakan sebagai penunun panas/demam. Biji dan buah kapulaga ini banyak digunakan sebagai obat batuk, perut kembung, penurun panas, antitusif, bau mulut, peluruh dahak, radang amandel, antiemetik, gangguan haid, sesak napas, dan sebagai tonikum pada kondisi tubuh lemas.

Sekilas Tentang Angelica Sinensis (Ginseng Putri)

Angelica sinensis (ginseng putri) merupakan herba perenial yang memiliki aroma wangi dan rasanya ini memiliki akar tinggal segar berwarna cokelat, yang bercabang-cabang menjadi kumpulan akar-akar kecil liat dan sangat rapat, mirip tanaman gentian. Tanaman ini daunnya menyerupai seledri maka tak heran jika tanaman ini disebut juga dengan Shan Chin (seledri gunung).

Angelica sinensis memiliki efek farmakologi yang bermanfaat untuk Menstimulasi dan mengatur haid, menambah tenaga dan menyegarkan badan, menghilangkan rasa sakit, meredakan rasa nyeri, memulihkan kesehatan dan fungsi-fungsi vital, merangsang selera makan; meningkatkan kesehatan otot, merangsang sistem kekebalan tubuh, haid tidak normal (tidak teratur dan terasa sakit), sindrom pra-haid, sakit kepala, nyeri karena luka trauma atau luka-luka operasi, kelumpuhan, selera makan yang buruk, dan kanker.

Sekilas Tentang Pericarpium Citri Reticulatae (Chenpi)

Pericarpium Citri Reticulatae merupakan suatu tanaman herbal yang banyak digunakan dalam praktik pengobatan tradisional China, Korea, dan Jepang. Di China tanaman ini dikenal dengan sebutan Chenpi yang memiliki kandungan bioaktif utama berupa flavonoid, phenolic acid, dan limonoid.

Beberapa efek farmakologi yang dihasilkan oleh Chenpi ini meliputi efek kardiovaskular, sistem pencernaan, sistem pernapasan, antitumor, antioksidan, antiinflamasi, serta melindungi hati dan sistem saraf. Pada pengobatan tradisional China, Chenpi sering digunakan untuk pengobatan mual, muntah, gangguan pencernaan, diare, batuk, dan lain-lain. Chenpi bahkan sudah terdaftar dalam farmakope di China.

Selain sebagai bahan pengobatan Chenpi juga sering digunakan sebagai bumbu masakan. Chenpi dalam sediaan tunggal dapat diminum bersama dengan teh dan makanan.

Sekilas Tentang Atractylodes Macrocephala

Atractylodes Macrocephala atau White Atractylodes Rhizoma yang dalam bahasa China dikenal dengan sebutan Bai Zhu adalah suatu akar yang berasal dari tanaman Atractylodes macrocephala Koidz. Tanaman ini adalah suatu tanaman herbal yang memiliki banyak khasiat untuk kesehatan. Tanaman ini memiliki rimpang yang tebal dan mirip seperti kepalan tangan. Batang tanamannya tegak dan bercabang pada bagian atas. Atractylodes macrocephala memiliki bunga berbentuk mirip lonceng dengan warna ungu kemerahan yang berbunga pada bulan Juli hingga September dan mulai berbuah pada Agustus hingga Oktober. Daerah terbesar penghasil atractylodes macrocephala adalah kota Shaoxing, provinsi Zhejiang, China.

Bagian yang dijadikan sebagai obat adalah akarnya. Akar ini berwarna kuning keabu-abuan dengan tekstur keras dan sulit untuk patah. Rasa akar ini manis dan sedikit pedas namun tidak lengket saat dikunyah. Akar ini biasanya dikeringkan terlebih dahulu dibawah sinar matahari sebelum digunakan sebagai obat.

Manfaat atau khasiat dari akar tanaman atractylodes macrocephala diantaranya adalah untuk mengobati tukak lambung, melindungi kesehatan hati, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, mengurangi stres, meningkatkan fungsi hematopoietik, menginduksi diuresis, memperlambat proses penuaan, mengatur atau mengendalikan kadar gula darah, melawan pertumbuhan sel kanker, mencegah keguguran, dan sebagainya.

Sekilas Tentang Cyperus Rotundus (Teki Ladang)

Cyperus rotundus atau teki ladang merupakan tanaman herbal yang biasa tumbuh di kondisi tanah kering, namun juga bisa tumbuh di tanah lembab. Pada jaman Mesir dan Yunani kuno, tanaman ini digunakan sebagai aromatik (parfum) dan untuk memurnikan air. Selain itu Cyperus rotundus juga diketahui mampu menghambat pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans sehingga dapat membantu mencegah karies gigi.

Pada pengobatan TCM (Traditional Chinese Medicines), Cyperus rotundus dikenal sebagai herbal pengatur energi "qi". Oleh pengobatan Ayurveda (India kuno) tanaman ini dignakan untuk mengobati demam, gangguan pencernaan, dismenore, dan lain-lain.

Oleh orang Arab, umbi Cyperus rotundus yang telah dipanggang digunakan untuk mengobati bisul, luka, dan memar. Umbi tanaman ini dapat dimakan sebagai sumber karbohidrat yang kabarnya dimakan oleh penduduk benua Afrika saat dilanda kelaparan.

Kandungan kimia pada tanaman ini antara lain α-cyperone, β-selinene, cyperene, patchoulenone, sugeonol, kobusone, dan isokobusone.

Sekilas Tentang Ligusticum Chuanxiong (Ligusticum Wallichii)

Ligusticum chuanxiong yang memiliki nama lain Ligusticum wallichii merupakan suatu tanaman herbal yang telah lama digunakan dalam dunia pengobatan tradisional masyarakat China dan Korea selama berabad-abad. Tanaman ini biasa tumbuh di alam liar dengan bunga hermafrodit yang penyerbukannya dibantu oleh serangga. Tanaman ini memiliki sifat pedas dan hangat yang mampu meningkatkan aliran darah dan qi, menghilangkan masuk angin, serta meredakan nyeri.

Ligusticum chuanxiong banyak diresepkan oleh ahli herbal untuk mengatasi masalah haid yang tidak teratur, dismenore, dan sakit kepala. Selain itu tanaman ini juga diberikan untuk meredakan peradangan yang disebabkan oleh cedera dan bisul.

Dalam dunia kuliner, Ligusticum chuanxion dapat digunakan sebagai penambah penyedap rasa pada masakan dan di dunia kosmetik digunakan untuk memberi aroma wangi pada produk sabun dan kosmetik. Karena kaya akan manfaat, tanaman ini kini dibudidayakan.

Sekilas Tentang Paeoniae Alba

Paeoniae alba yang juga dikenal dengan sebutan White peony root (Radix paeoniae alba), dalam bahasa China dikenal dengan sebutan Bai shao yao adalah suatu tanaman herbal dari keluarga Ranunculaceae yang banyak tumbuh di daratan China. Karena khasiatnya, tanaman ini kemudian banyak dibudidayakan. Daerah terbesar penghasil paeoniae alba adalah Zhejiang, Anhui, dan Sichuan di China, dimana menurut informasi, kualitas terbaik berasal dari daerah Anhui.

Tanaman paeoniae alba dapat tumbuh di daerah beriklim dingin menengah. Tanaman ini memiliki rasa pahit keasaman dan diyakini baik untuk hati dan limfa. Akarnya kaya akan monoterpene glicoside seperti paeoniflorin, oxy-paeoniflorin, benzoylpaooniflorin, albiflorin R1, paeoniflorigenone, galloylpaeoniflorin, dan sebagainya.

Akar yang biasa digunakan biasanya akar yang telah dikeringkan dan memiliki manfaat kesehatan seperti menambah darah, mengatasi haid tidak teratur, mengurangi rasa sakit, mengatasi keringat berlebihan, menyehatkan hati, meredakan kekejangan otot, mengatasi sakit kepala, pusing, dan hipertensi.

Efek farmakologi dari paeoniae alba adalah anti inflamasi, anti hipoksia, menjaga imunitas tubuh, melindungi liver, memperlancar aliran darah menuju jantung, memperlebar pembuluh darah, menghambat pembekuan darah, anti tumor, mengatur gula darah, anti septik, dan memperlambat terjadinya penuaan.