Foricef

By | November 17, 2020 | Farmasi-id.com > Antiinfeksi (Sistemik) > Foricef

FORICEF 1.0
Injeksi Dinatrium Ceftriaxone

KOMPOSISI :
Tiap vial berisi Dinatrium Ceftriaxone 3,5 H2O yang setara dengan
Ceftriaxone …………………………………………………………….. 1.0 g

Indikasi, Manfaat, dan Kegunaan Foricef

Indikasi merupakan petunjuk mengenai kondisi medis yang memerlukan efek terapi dari suatu produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) atau kegunaan dari suatu produk kesehatan untuk suatu kondisi medis tertentu. Foricef adalah suatu produk kesehatan yang diindikasikan untuk:


Infeksi yang disebabkan oleh bakteri-bakteri patogen yang peka terhadap Ceftriaxone :
– Infeksi saluran nafas, khususnya pneumonia, infeksi telinga, hidung dan tenggorokan.
– Infeksi ginjal dan saluran kemih.
– Sepsis
– Menigitis.
– Untuk pencegahan infeksi sebelum operasi.
– Infeksi tulang, sendi, jaringan lunak, kulit dan luka.
– Infeksi abdominal (peritonitis, infeksi kandung empedu dan saluran pencernaan)
– Infeksi saluran kemih termasuk gonore.

Sekilas Tentang Infeksi
Infeksi atau jangkitan adalah kolonalisasi (mengacu pada mikroorganisme yang tidak bereplikasi pada jaringan yang ditempatinya. Sedangkan "infeksi" mengacu pada keadaan di mana mikroorganisme bereplikasi dan jaringan menjadi terganggu) yang dilakukan oleh spesies asing terhadap organisme inang, dan bersifat paling membahayakan inang.

Organisme penginfeksi, atau patogen, menggunakan sarana yang dimiliki inang untuk dapat memperbanyak diri, yang pada akhirnya merugikan inang. Patogen mengganggu fungsi normal inang dan dapat berakibat pada luka kronik, gangrene, kehilangan organ tubuh, dan bahkan kematian. Respons inang terhadap infeksi disebut peradangan. Secara umum, patogen umumnya dikategorikan sebagai organisme mikroskopik, walaupun sebenarnya definisinya lebih luas, mencakup bakteri, parasit, fungi, virus, prion, dan viroid.

Simbiosis antara parasit dan inang, di mana satu pihak diuntungkan dan satu pihak dirugikan, digolongkan sebagai parasitisme. Cabang kedokteran yang menitikberatkan infeksi dan patogen adalah cabang penyakit infeksi.

Dosis dan Aturan Pakai Foricef

Dosis adalah takaran yang dinyatakan dalam satuan bobot maupun volume (contoh: mg, gr) produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) yang harus digunakan untuk suatu kondisi medis tertentu serta frekuensi pemberiannya. Biasanya kekuatan dosis ini tergantung pada kondisi medis, usia, dan berat badan seseorang. Aturan pakai mengacu pada bagaimana produk kesehatan tersebut digunakan atau dikonsumsi. Berikut ini dosis dan aturan pakai Foricef:


– Injeksi Dinatrium Ceftriaxone dapat diberikan secara intramuskular atau intravena.
– Dewasa dan anak-anak diatas 12 tahun : dosis standar 1-2 vial Ceftriaxone 1.0 g satu kali sehari.
– Untuk infeksi yang berat dan kasus dimana sensitifitas sedang terhadap bakteri patogen dosis harian dapat ditingkatkan
sampai 4 vial ceftriaxone1.0 g satu kali sehari. Dosis harian yang lebih dari 4 vial Cefriaxone 1.0 g diberikan pada interval
waktu 12 jam.
– Balita dan anak-anak dibawah usia 12 tahun : dosis harian 20-80 mg per kg BB, tergantung keparahan infeksinya ;
biasanya diberikan  dalam selang waktu 24 jam. Untuk anak-anak dengan bobot 50 kg atau lebih sebaiknya diberikan
dosis standar untuk orang  dewasa.
– Pemberian dosis secara IV 50 mg/kg BB atau lebih sebaiknya diberikan melalui infus dan minimal selama 30 menit.
– Perawatan meningitis pada bayi dan anak-anak dimulai dengan 100 mg/ kg BB diberikan 1 kali sehari. Setelah
mikroorganisme dapat diidentifikasi dan sensitifitasnya ditentukan, dosis dapat dikurangi.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah Aman Menggunakan Foricef Saat Mengemudi atau Mengoperasikan Mesin?

Jika Anda mengalami gejala efek samping seperti mengantuk, pusing, gangguan penglihatan, gangguan pernapasan, jantung berdebar, dan lain-lain setelah menggunakan Foricef, yang dapat mempengaruhi kesadaran atau kemampuan dalam mengemudi maupun mengoperasikan mesin, maka sebaiknya Anda menghindarkan diri dari aktivitas-aktivitas tersebut selama penggunaan dan konsultasikan dengan dokter Anda.

Bagaimana Jika Saya Lupa Menggunakan Foricef?

Jika Anda lupa menggunakan Foricef, segera gunakan jika waktunya belum lama terlewat, namun jika sudah lama terlewat dan mendekati waktu penggunaan berikutnya, maka gunakan seperti dosis biasa dan lewati dosis yang sudah terlewat, jangan menggandakan dosis untuk mengganti dosis yang terlewat. Pastikan Anda mencatat atau menyalakan pengingat untuk mengingatkan Anda mengenai waktu penggunaan obat agar tidak terlewat kembali.

Apakah Saya Dapat Menghentikan Penggunaan Foricef Sewaktu-waktu?

Beberapa obat harus digunakan sesuai dengan dosis yang diberikan oleh dokter. Jangan melebih atau mengurangi dosis obat yang diberikan oleh dokter secara sepihak tanpa berkonsultasi dengan dokter. Obat seperti antibiotik, antivirus, antijamur, dan sebagainya harus digunakan sesuai petunjuk dokter untuk mencegah resistensi dari bakteri, virus, maupun jamur terhadap obat tersebut. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

Jangan menghentikan penggunaan obat secara tiba-tiba tanpa sepengetahuan dokter, karena beberapa obat memiliki efek penarikan jika penghentian dilakukan secara mendadak. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini

Bagaimana Cara Penyimpanan Foricef?

Setiap obat memiliki cara penyimpanan yang berbeda-beda, cara penyimpanan dapat Anda ketahui melalui kemasan obat. Pastikan Anda menyimpan obat pada tempat tertutup, jauhkan dari panas maupun kelembapan. Jauhkan juga dari paparan sinar Matahari, jangkauan anak-anak, dan jangkauan hewan.

Bagaimana Penanganan Foricef yang Sudah Kedaluwarsa?

Jangan membuang obat kedaluwarsa ke saluran air, tempat penampungan air, maupun toilet, sebab dapat berpotensi mencemari lingkungan. Juga jangan membuangnya langsung ke tempat pembuangan sampah umum, hal tersebut untuk menghindari penyalahgunaan obat. Hubungi Dinas Kesehatan setempat mengenai cara penangangan obat kedaluwarsa.
Promed atau Promedrahardjo Farmasi Industri adalah suatu perusahaan farmasi asal Indonesia yang berdiri pada 1997. Perusahaan ini memiliki lokasi pabrik di Sukabumi, Jawa Barat seluas 18 ribu meter persegi. Perusahaan ini telah mengantongi sertifikat CPOB sehingga kualitas produk tetap terjamin.

Perusahaan ini memproduksi berbagai jenis produk farmasi meliputi obat, vitamin, suplemen, dan sebagainya dalam berbagai bentuk sediaan. Untuk pemasaran dan distribusi produk, perusahaan ini melakukannya melalui PT Penta Valent, PT Kallista Prima, PT Lawsim Zecha, PT Binaya Jaya, dan lain-lain. Beberapa produk yang diproduksi seperti Anoxi, Fuco, Dolartam, Granitron, Luteron, dan masih banyak lagi yang lainnya. PT Promedrahardjo Farmasi Industri memiliki kantor pusat di Graha Agape, Rawamangun, Jakarta.
Cara Mengutip Untuk Daftar Pustaka
Jika Anda ingin mengutip tulisan ini pada daftar pustaka, Anda bisa melakukannya dengan menggunakan berbagai format berikut ini:

Format APA (American Psychological Association)

Farmasi-id.com. (2020, 17 November). Foricef. Diakses pada 1 Desember 2020, dari https://www.farmasi-id.com/foricef/


Format MLA (Modern Language Association)

"Foricef". Farmasi-id.com. 17 November 2020. 1 Desember 2020. https://www.farmasi-id.com/foricef/


Format MHRA (Modern Humanities Research Association)

Farmasi-id.com, "Foricef", 17 November 2020, <https://www.farmasi-id.com/foricef/> [Diakses pada 1 Desember 2020]


Bagikan ke Rekan Anda
Berikan Ulasan Produk Ini

Seberapa Baik Produk Ini?

Klik bintang untuk memberi peringkat!

Peringkat rata-rata: 0 / 5. Jumlah pemberi peringkat: 0

Belum ada pemeringkatan, jadilah yang pertama.

Leave a Reply

Email address will not be published. Required fields are marked *