FLOKSID

Farmasi-id.com > Antibiotik > FLOKSID

By | 15/05/2015

FLOKSID
CIPROFLOXACIN

KOMPOSISI :
FLOKSID 500 mg Tiap tablet salut selaput mengandung Ciprofloxacin HCl setrara dengan Ciprofloxacin 500 mg

Indikasi:
Untuk pengobatan infeksi yang disebabkan oleh bakteri yang sensitif terhadap Ciprofloxacin seperti :
Infeksi saluran kemih termasuk prostatitis.
Uretritis dan servisitis Gonorhae.
– Infeksi saluran cerna, termasuk demam tifoid yang disebabkan S. Thypii.
– Khasiat Ciprofloxacin untuk eradikasi “ Chronic Thypoid Carrier” belum diketahui.
– Infeksi saluran napas, kecuali Pneumonia akibat Streptococcus.
– Infeksi kulit dan jaringan lunak.
– Infeksi tulang dan sendi

Kontra Indikasi:
– Penderita yang hipersensitif terhadap Ciprofloxacin atau antibiotik derivat quinolon lainnya.
– Wanita hamil dan menyusui.
– Anak-anak dibawah usia 12 tahun.

Dosis :
Dewasa :
– Infeksi ringan/sedang saluran kemih : 2 x 250 mg sehari.
– Infeksi berat saluran kemih : 2 x 500 mg sehari.
– Infeksi ringan/sedang saluran napas, tulang, sendi, kulit, jaringan lunak: 2 x 250 – 500 mg sehari.
– Infeksi berat saluran napas, tulang, sendi, kulit, jaringan lunak : 2 x 500 – 750 mg sehari.
– Prostatitis kronis : 2 x 500 mg
– Infeksi Saluran Cerna : 2 x 500 mg sehari.
Gonore Akut : 250 mg dosis tunggal.
– Untuk menkapsulai kadar yang adequat pada osteomyelitis akut, dosis tidak boleh kurang dari 2 x 750 ng sehari.

Kemasan:
FLOKSID 500 mg. Box 3 Blister @ 10 tablet salut selaput
No. Reg : DKL0033201609A1

Sekilas Tentang Antibiotik
Antibiotika adalah segolongan molekul, baik alami maupun sintetik, yang mempunyai efek menekan atau menghentikan suatu proses biokimia di dalam organisme, khususnya dalam proses infeksi oleh bakteri. Penggunaan antibiotika khususnya berkaitan dengan pengobatan penyakit infeksi, meskipun dalam bioteknologi dan rekayasa genetika juga digunakan sebagai alat seleksi terhadap mutan atau transforman. Antibiotika bekerja seperti pestisida dengan menekan atau memutus satu mata rantai metabolisme, hanya saja targetnya adalah bakteri molekul. Antibiotika berbeda dengan desinfektan karena cara kerjanya. Desinfektan membunuh kuman dengan menciptakan lingkungan yang tidak wajar bagi kuman untuk hidup.

Antibiotik tidak efektif menangani infeksi akibat virus, jamur, atau nonbakteri lainnya, dan setiap antibiotik sangat beragam keefektifannya dalam melawan berbagai jenis bakteri. Ada antibiotika yang membidik bakteri gram negatif atau gram positif, ada pula yang spektrumnya lebih luas. Keefektifannya juga bergantung pada lokasi infeksi dan kemampuan antibiotik mencapai lokasi tersebut.

Antibiotika oral (diberikan lewat mulut) mudah digunakan dan antibiotika intravena (melalui infus) digunakan untuk kasus yang lebih serius. Antibiotika kadang kala dapat digunakan setempat, seperti tetes mata dan salep.

Informasi lengkap mengenai antibiotik dapat Anda baca di sini dan di sini.
Sekilas Tentang Infeksi
Infeksi atau jangkitan adalah kolonalisasi (mengacu pada mikroorganisme yang tidak bereplikasi pada jaringan yang ditempatinya. Sedangkan "infeksi" mengacu pada keadaan di mana mikroorganisme bereplikasi dan jaringan menjadi terganggu) yang dilakukan oleh spesies asing terhadap organisme inang, dan bersifat paling membahayakan inang.

Organisme penginfeksi, atau patogen, menggunakan sarana yang dimiliki inang untuk dapat memperbanyak diri, yang pada akhirnya merugikan inang. Patogen mengganggu fungsi normal inang dan dapat berakibat pada luka kronik, gangrene, kehilangan organ tubuh, dan bahkan kematian. Respons inang terhadap infeksi disebut peradangan. Secara umum, patogen umumnya dikategorikan sebagai organisme mikroskopik, walaupun sebenarnya definisinya lebih luas, mencakup bakteri, parasit, fungi, virus, prion, dan viroid.

Simbiosis antara parasit dan inang, di mana satu pihak diuntungkan dan satu pihak dirugikan, digolongkan sebagai parasitisme. Cabang kedokteran yang menitikberatkan infeksi dan patogen adalah cabang penyakit infeksi.

Informasi lengkap mengenai infeksi dapat Anda baca di sini.