Flamar

Farmasi-id.com > Sistem Saraf Pusat > Obat Anti Inflamasi Non Steroid (OAINS) > Flamar

By | 14/08/2015
ProdusenSanbe
KomposisiDiclofenac Na.
IndikasiTab Reumatik non artikuler, inflamasi & bentuk degeneratif reumatik, AR, OA, spondilitis ankilosa, spondiloartritis. Emulgel Traumatik inflamasi pada tendon, ligamen, otot, sendi, rematik jaringan lunak seperti tendovagitis, bursitis, sindrom bahu-tangan & periartropati. Penyakit rematik terlokalisir seperti OA pada sendi perifer & kolumna vertebra.
DosisTab Dws 50 mg 2-3 x/hari, anak > 1 tahun 0.5-3 mg/kgBB/hari dalam dosis terbagi. Emulgel Oleskan 3-4 x/hari.
Pemberian ObatSebaiknya diberikan bersama makanan : Berikan segera sesudah makan. Telan utuh, jangan dikunyah/dihancurkan.
Kontra IndikasiTab/Emulgel Pasien yang mengalami asma, urtikaria, rinitis akut yang diinduksi oleh asam asetil salisilat (aspirin) atau AINS lain. Tab Tukak peptik.
PerhatianTab Kerusakan hati atau ginjal berat & gangguan GI; hamil trimester 1. Emulgel Jangan kena mata, lapisan otot atau luka terbuka. Hamil. Penggunaan lama.
Efek Samping yang Mungkin TimbulTab Gangguan GI, pusing, sakit kepala. Emulgel Iritasi lokal, eritema, pruritus atau dematitis, kulit yang fotosensitif, deskuamasi, atrofi.
Interaksi ObatAspirin.
Kategori Keamanan KehamilanOral: C; D (pada trimester 3 atau menjelang persalinan);Topikal/Kutan: C
Bentuk SediaanKemasan/Harga
Flamar emulgel 10 mg/g
20 g x 1’s (Rp14,095/tube)
Flamar EC tablet 25 mg
10 × 10’s (Rp71,000/boks)
Flamar EC tablet 50 mg
10 × 10’s (Rp154,000/boks)
sekilas tentang Obat Anti Inflamasi Non Steroid (OAINS)

Obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) adalah kelas obat yang digunakan untuk mengurangi rasa sakit, mengurangi demam, mencegah pembekuan darah dan, dalam dosis yang lebih tinggi, mengurangi peradangan. Istilah nonsteroid membedakan obat ini dari steroid, walaupun memiliki efek antiinflamasi eicosanoid yang serupa dan memiliki berbagai efek lainnya. OAINS pertama kali digunakan pada tahun 1960, istilah ini digunakan untuk menjauhkan obat-obatan ini dari steroid, yang pada saat steroid distigma negatif akibat penyalahgunaan steroid anabolik. OAINS bekerja dengan menghambat aktivitas enzim siklooksigenase (COX-1 dan / atau COX-2). Dalam sel, enzim-enzim ini terlibat dalam sintesis mediator biologis utama, yaitu prostaglandin yang terlibat dalam peradangan, dan tromboksan yang terlibat dalam pembekuan darah.

Ada dua jenis OAINS yang tersedia yaitu non-selektif dan COX-2 selektif. Sebagian besar OAINS bersifat non-selektif, dan menghambat aktivitas COX-1 dan COX-2. OAINS ini selain mengurangi peradangan, juga menghambat agregasi trombosit (terutama aspirin) dan meningkatkan risiko ulkus/perdarahan gastrointestinal. Inhibitor selektif COX-2 memiliki lebih sedikit efek samping gastrointestinal, tetapi meningkatkan trombosis dan secara substansial meningkatkan risiko serangan jantung. Akibatnya, inhibitor selektif COX-2 umumnya dikontraindikasikan karena risiko tinggi penyakit vaskular yang tidak terdiagnosis. Efek diferensial ini disebabkan oleh peran dan lokalisasi jaringan yang berbeda dari masing-masing isoenzim COX. Dengan menghambat aktivitas COX fisiologis, semua OAINS meningkatkan risiko penyakit ginjal dan serangan jantung.

OAINS yang paling dikenal adalah aspirin, ibuprofen, dan naproxen, semuanya tersedia secara bebas di sebagian besar negara. Paracetamol (acetaminophen) umumnya tidak dianggap sebagai OAINS karena hanya memiliki aktivitas anti-inflamasi kecil. Paracetamol mengobati rasa sakit terutama dengan memblokir COX-2, sebagian besar di sistem saraf pusat, tetapi tidak banyak di seluruh tubuh. Efek samping OAINS tergantung pada spesifik obat, tetapi sebagian besar mencakup peningkatan risiko ulkus dan perdarahan gastrointestinal, serangan jantung dan penyakit ginjal.