Pernapasan buatan adalah kombinasi pertolongan pernapasan dari mulut ke mulut dan penekanan pada dada. pernapasan buatan membuat darah yang mengandung oksigen tetap mengalir ke otak dan ke organ vital lainnya, sampai korban memperoleh penanganan medis yang dibutuhkan untuk memulihkan denyut jantung.

Sebelum melakukan pernapasan buatan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Apakah korban sadar atau tidak? Apabila korban dalam keadaan tidak sadar, tepuk atau goyang-goyangkan bahunya dan tanyakan dengan suara keras, “Apakah Anda baik-baik saja?”.

Bila orang itu tidak memberikan respons, pikirkan tindakan (ABC) berikut ini, sambil mencari pertolongan dengan mengusahakan membawa korban ke rumah sakit terdekat. Bila korban tidak dapat ditinggalkan, mintalah bantuan orang lain untuk menelepon ambulans.

A: Airway (Jalan pernapasan). Tindakan pertama yang perlu Anda lakukan adalah membuka jalan pernapasan korban, yang mungkin tertutup oleh bagian belakang lidah atau epiglotis (lapisan tulang rawan yang menutupi batang tenggorokan). (Lihat gambar 1 dan 2 di bawah).

B: Breathing (pernapasan). Memberi bantuan pernapasan dari mulut ke mulut merupakan cara paling cepat untuk memasukkan oksigen ke paru-pam seseorang. (Lihat gambar 3 dan 4 di bawah).

C: Circulation (Sirkulasi). Penekanan berulang-ulang pada dada merupakan pengganti denyut jantung bila jantung berhenti. Penekanan itu akan membantu sebagian aliran darah tetap mengalir ke otak, paru-paru, dan jantung (lihat gambar 7). Anda harus melakukan bantuan pernapasan setiap kali melakukan penekanan pada dada.

Ketujuh langkah serta ilustrasi di bawah ini memperlihatkan teknik pernapasan buatan.

  1. Baringkan korban telentang di atas permukaan yang keras dan datar, dongakkan kepalanya, sehingga Anda dapat memeriksa pernapasan serta denyut nadinya.
  2. Bukalah mulut dan jalan pernapasan korban dengan mengangkat dagunya ke depan.
  3. Perhatikan apa korban masih bernapas, rasakan juga aliran udara dengan pipi dan telinga Anda, serta lihat gerakan dadanya.
  4. Apabila korban tidak bernapas, pijatlah kedua lubang hidungnya, tempelkan mulut Anda ke mulut korban rapat-rapat dan embuskan kuat-kuat napas Anda ke mulutnya dua kali. Lakukan bantuan pernapasan setiap 5 detik, setelah mengisi kembali paru-paru Anda dengan udara.
  5. Seandainya dada korban tidak naik saat Anda mengembuskan napas ke dalam mulutnya, ada kemungkinan jalan pemapasannya tersumbat (ada potongan makanan misalnya). Keluarkan sumbatan itu dengan melakukan Manuver Heimlich. Karena posisi korban telentang, taruhlah kedua tangan Anda sedikit di atas pusarnya dan tekanlah kuat-kuat ke atas dengan cepat. Untuk itu Anda perlu memasukkan jari ke mulut korban untuk memastikan apakah sumbatan telah keluar dan mengeluarkannya dari mulut atau tenggorokannya.
  6. Rasakan pembuluh nadi lehernya, apakah masih berdenyut.
  7. jika tidak ada denyut, lakukan penekanan pada dada. Untuk memanfaatkan berat badan Anda sebaik-baiknya, saat melakukan penekanan, letakkan kedua tangan Anda di atas bagian bawah tulang dada korban, dengan kedua siku tetap tegak lurus dan posisi kedua bahu tepat di atas kedua tangan Anda. Tekanlah ke bawah 3-5 cm dengan kecepatan 80 -100 kali per menitnya. Usahakan lama “penekanan” dan “pelepasan” pada setiap siklus sama durasinya. Jangan “mengentak” ke bawah, lalu beristirahat. Setelah melakukan 15x penekanan, embuskan napas Anda ke mulut korban 2 kali. Setelah setiap 4 siklus: 15x penekanan dan 2x pernapasan, periksa, apakah sudah ada denyut dan napas. Teruskan tindakan penyelamatan selama belum ada denyut atau napas.