FDA menyetujui penggunaan Talzenna untuk terapi pengobatan kanker payudara metastatik dengan mutasi BRCA


FDA menyetujui penggunaan Talzenna (talazoparib) untuk digunakan pada terapi pengobatan kanker payudara HER2-negatif lokal lanjutan atau metastatik pada wanita dengan warisan (turunan) mutasi gen BRCA1 atau BRCA2.

Kanker payudara lokal lanjutan merupakan kanker payudara yang sudah menyebar ke jaringan yang ada di sekitar payudara, tetapi belum mencapai bagian tubuh yang lebih jauh dari payudara. Kanker payudara metastasik adalah kanker payudara yang telah menyebar ke bagian tubuh yang jauh dari payudara, seperti tulang atau hati.

Sebagian besar kasus kanker payudara bersifat genetika dengan diwariskannya dua gen yang abnormal yaitu BRCA1 (BReast CAncer gene one) dan BRCA2 (BReast CAncer gene two). Wanita yang memiliki salah satu dari gen abnormal itu memiliki risiko 85% lebih tinggi terkena kanker payudara. Selain itu risiko terkena kanker ovarium juga lebih tinggi dari rata-rata. Pada pria yang memiliki keabnormalan gen BRCA akan memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker payudara dan kanker prostat.

DNA membawa informasi genetik pada sel sehat dan sel kanker. Sel dapat mengalami kerusakan DNA secara spontan jika dipicu oleh beberapa faktor eksternal seperti paparan sinar matahari yang berlebihan, hal itu akan membuat kerusakan DNA lebih mungkin terjadi. Sel dapat mendeteksi dan memperbaiki kerusakan pada DNA. Namun jika DNA rusak ada di dalam sel yang sehat dan kerusakan DNA itu tidak diperbaiki maka sel itu bisa berubah menjadi sel kanker. Gen BRCA1 dan BRCA2 yang bermutasi akan meningkatkan risiko kanker payudara karena gen yang abnormal ini akan mengganggu kemampuan sel untuk memperbaiki DNA yang rusak.

Enzym poly ADP-ribose polymerase (PARP) akan membantu memperbaiki kerusakan DNA pada sel sehat dan sel kanker. Talzenna (talazoparib) akan melakukan intervensi dengan menghalangi enzim PARP untuk berinteraksi dengan sel kanker dengan BRCA1 dan BRCA2 abnormal untuk memperbaiki kerusakan DNA-nya. Akibatnya sel kanker tidak akan sanggup bertahan hidup.

Talzenna merupakan obat inhibitor PARP kedua yang disetujui oleh FDA setelah obat sejenis dengan merk dagang Lynparza (olaparib) juga telah disetujui sebelumnya.

Persetujuan FDA terhadap Talzenna berdasarkan hasil uji EMBRACA yang dilakukan secara random terhadap 431 pasien dengan mutasi BRCA dengan kanker payudara HER2-negatif lokal metastatik. Secara random mereka diberi 1 mg talazoparib dan juga yang lainnya diberikan obat kemoterapi seperti capecitabine, eribulin, gemcitabine atau vinorelbine. Pada uji itu, semua pasien diharuskan untuk menerima tidak lebih dari 3 rejimen kemoterapi sitotoksik sebelumnya untuk kanker lanjutan atau metastatik lokal. Selain itu pasien juga harus menerima terapi dengan anthracycline dan atau taxane kecuali dikontraindikasikan, pada neoadjuvant, adjuvant, dan atau pengaturan metastatik. Hasilnya adalah nilai progression-free survival (PFS) adalah 8,6 bulan pada pasien yang diberikan talazoparib. Sedangkan pada pasien yang diberikan obat kemoterapi standar nilai progression-free survival (PFS)-nya hanya 5,6 bulan atau berbeda 3 bulan.

Uji tersebut menunjukkan bahwa Talzenna mampu meningkatkan nilai PFS sekira 3 bulan dibandingkan dengan kemoterapi standar pada wanita yang didiagnosa mengalami metastatik kanker HER2-negatif dengan mutasi BRCA1 dan BRCA2.

Talzenna tersedia dalam bentuk tablet dan dikonsumsi secara oral dengan dosis 1 mg sebagai dosis tunggal harian dan dapat diminum dengan atau tanpa makanan. Beberapa efek samping yang mungkin muncul dari penggunaan Talzenna seperti:

Bersifat umum:

  • Anemia (jumlah sel darah merah rendah)
  • Rambut rontok
  • Neutropenia (jumlah sel darah putih yang rendah)
  • Trombositopenia (jumlah trombosit yang rendah)
  • Kehilangan selera makan
  • Sakit kepala
  • Mual
  • Muntah
  • Diare
  • Kelelahan

Efek samping yang kurang umum seperti:

Perkembangan kanker sumsum tulang atau sumsum tulang tertentu.

Menurut Jeniffer Litton, MD, seorang professor onkologi payudara di University of Texas MD Anderson Cancer Center, percobaan EMBRACA menunjukkan Talzenna (talazoparib) memberikan manfaat klinis yang signifikan pada semua subkelompok pasien, termasuk pada mereka yang memiliki reseptor hormon positif dan penyakit triple negatif. Talzenna dikembangkan oleh Pfizer.

Daftar pustaka:

[bg_collapse view=”button-blue” color=”#fff” expand_text=”Show” collapse_text=”Hide” ]

  • FDA Approves Talazoparib for BRCA-Mutated, HER2-Negative Breast Cancer. https://www.onclive.com/web-exclusives/fda-approves-talazoparib-for-brcamutated-her2negative-breast-cancer. Diakses 25 Oktober 2018
  • FDA Approves Talzenna to Treat Metastatic Breast Cancer in Women With BRCA Mutations. https://www.breastcancer.org/research-news/talzenna-approved-by-fda. Diakses 25 Oktober 2018
  • FDA Approves Pfizer’s Talzenna for Breast Cancer. https://www.biospace.com/article/fda-approves-pfizer-s-talzenna-for-breast-cancer/. Diakses 25 Oktober 2018
  • FDA approves Talzenna for patients with deleterious or suspected deleterious germline BRCA-mutated (gBRCAm), HER2-negative locally advanced or metastatic breast cancer.- Pfizer. https://www.epgonline.org/uk/news/fda-approves-talzenna-for-patients-with-deleterious-or-suspected-deleterious-germline-brca-mutated–gbrcam—her2-negative-locally-advanced-or-metastatic-breast-cancer—pfizer.html. Diakses 25 Oktober 2018
  • FDA Approves Talzenna for Breast Cancer Treatment. https://www.curetoday.com/articles/fda-approves-talzenna-for-breast-cancer-treatment. Diakses 25 Oktober 2018

[/bg_collapse]