Fansidar

By | Juli 31, 2021 |

Kandungan dan Komposisi Fansidar

Kandungan dan komposisi produk obat maupun suplemen dibedakan menjadi dua jenis yaitu kandungan aktif dan kandungan tidak aktif. Kandungan aktif adalah zat yang dapat menimbulkan aktivitas farmakologis atau efek langsung dalam diagnosis, pengobatan, terapi, pencegahan penyakit atau untuk memengaruhi struktur atau fungsi dari tubuh manusia.

Jenis yang kedua adalah kandungan tidak aktif atau disebut juga sebagai eksipien. Kandungan tidak aktif ini fungsinya sebagai media atau agen transportasi untuk mengantar atau mempermudah kandungan aktif untuk bekerja. Kandungan tidak aktif tidak akan menambah atau meningkatkan efek terapeutik dari kandungan aktif. Beberapa contoh dari kandungan tidak aktif ini antara lain zat pengikat, zat penstabil, zat pengawet, zat pemberi warna, dan zat pemberi rasa. Kandungan dan komposisi Fansidar adalah:

Sulfadoksin / Sulfadoxine 500 mg, Pirimetamin / pyrimethamine 25 mg

Indikasi, Manfaat, dan Kegunaan Fansidar

Indikasi merupakan petunjuk mengenai kondisi medis yang memerlukan efek terapi dari suatu produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) atau kegunaan dari suatu produk kesehatan untuk suatu kondisi medis tertentu. Fansidar adalah suatu produk kesehatan yang diindikasikan untuk:

Terapi kuratif/penyembuhan malaria, pencegahan malaria.

Kontraindikasi Fansidar

Kontraindikasi merupakan suatu petunjuk mengenai kondisi-kondisi dimana penggunaan obat tersebut tidak tepat atau tidak dikehendaki dan kemungkinan berpotensi membahayakan jika diberikan. Pemberian Fansidar dikontraindikasikan pada kondisi-kondisi berikut ini:

  • Hipersensitifitas terhadap Sulfonamida
  • Bayi baru lahir atau bayi prematur
  • Wanita hamil
  • Penggunaan pencegahan (jangka panjang) pada pasien dengan gagal ginjal atau hati & dengan diskrasia darah

Perhatian Penggunaan Fansidar

  • Pengobatan jangan dilanjutkan jika terjadi reaksi kulit
  • Hindari terpapar sinar matahari yang berlebihan

Interaksi Obat

Antagonis Folat


Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah Aman Menggunakan Fansidar Saat Mengemudi atau Mengoperasikan Mesin?

Jika Anda mengalami gejala efek samping seperti mengantuk, pusing, gangguan penglihatan, gangguan pernapasan, jantung berdebar, dan lain-lain setelah menggunakan , yang dapat mempengaruhi kesadaran atau kemampuan dalam mengemudi maupun mengoperasikan mesin, maka sebaiknya Anda menghindarkan diri dari aktivitas-aktivitas tersebut selama penggunaan dan konsultasikan dengan dokter Anda.

Bagaimana Jika Saya Lupa Menggunakan Fansidar?

Jika Anda lupa menggunakan Fansidar, segera gunakan jika waktunya belum lama terlewat, namun jika sudah lama terlewat dan mendekati waktu penggunaan berikutnya, maka gunakan seperti dosis biasa dan lewati dosis yang sudah terlewat, jangan menggandakan dosis untuk mengganti dosis yang terlewat. Pastikan Anda mencatat atau menyalakan pengingat untuk mengingatkan Anda mengenai waktu penggunaan obat agar tidak terlewat kembali.

Apakah Saya Dapat Menghentikan Penggunaan Fansidar Sewaktu-waktu?

Beberapa obat harus digunakan sesuai dengan dosis yang diberikan oleh dokter. Jangan melebih atau mengurangi dosis obat yang diberikan oleh dokter secara sepihak tanpa berkonsultasi dengan dokter. Obat seperti antibiotik, antivirus, antijamur, dan sebagainya harus digunakan sesuai petunjuk dokter untuk mencegah resistensi dari bakteri, virus, maupun jamur terhadap obat tersebut. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

Jangan menghentikan penggunaan obat secara tiba-tiba tanpa sepengetahuan dokter, karena beberapa obat memiliki efek penarikan jika penghentian dilakukan secara mendadak. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

Bagaimana Cara Penyimpanan Fansidar?

Setiap obat memiliki cara penyimpanan yang berbeda-beda, cara penyimpanan dapat Anda ketahui melalui kemasan obat. Pastikan Anda menyimpan obat pada tempat tertutup, jauhkan dari panas maupun kelembapan. Jauhkan juga dari paparan sinar Matahari, jangkauan anak-anak, dan jangkauan hewan.

Bagaimana Penanganan Fansidar yang Sudah Kedaluwarsa?

Jangan membuang obat kedaluwarsa ke saluran air, tempat penampungan air, maupun toilet, sebab dapat berpotensi mencemari lingkungan. Juga jangan membuangnya langsung ke tempat pembuangan sampah umum, hal tersebut untuk menghindari penyalahgunaan obat. Hubungi Dinas Kesehatan setempat mengenai cara penangangan obat kedaluwarsa.


Efek Samping Fansidar

Efek Samping merupakan suatu efek yang tidak diinginkan dari suatu obat. Efek samping ini dapat bervariasi pada setiap individu tergantung pada pada kondisi penyakit, usia, berat badan, jenis kelamin, etnis, maupun kondisi kesehatan seseorang. Efek samping Fansidar yang mungkin terjadi adalah:

  • Reaksi kulit berupa ruam & gatal-gatal
  • Gangguan saluran pencernaan (mual & rasa penuh pada perut), jarang : sindroma Steven-Johnson & Lyell, diskrasia darah, kerusakan sel hati

Dosis dan Aturan Pakai

Terapi kuratif : sebagai dosis tunggal.

– Dewasa : 2-3 tablet .
– Anak berusia 10-14 tahun : 2 tablet .
– Anak berusia 7-9 tahun : 1 ï¿1/2 1/2 tablet .
– Anak berusia 4-6 tahun : 1 tablet .
– Anak berusia kurang dari 4 tahun : ï¿1/2 1/2 tablet .

Pencegahan :

Pada orang yang semi kebal : sekali tiap 4 minggu.
– dewasa : 2-3 tablet .
– anak berusia 9-14 tahun : 2 tablet .
– anak berusia 4-8 tahun : 1 tablet .
– anak berusia kurang dari 4 tahun : ï¿1/2 1/2 tablet .
Pada orang yang tidak kebal : sekali tiap 2 minggu.
– dewasa : 2 tablet .
– anak berusia 9-14 tahun : 1 ï¿1/2 1/2 tablet .
– anak berusia 4-8 tahun : 1 tablet .
– anak berusia kurang dari 4 tahun : ï¿1/2 1/2 tablet .
Dosis pertama harus diberikan 1-2 hari sebelum berangkat ke daerah yang rawan akan penyakit malaria dan dilanjutkan selama tinggal di daerah tersebut dan sampai 4 minggu pertama setelah kembali dari daerah tersebut.

Pemberian Obat Fansidar

Dikonsumsi bersamaan dengan makanan

Kemasan dan Sediaan Fansidar

Tablet 60’s.

Harga Fansidar

Rp 500.000

Produsen Fansidar

Produsen obat (perusahaan farmasi) adalah suatu perusahaan atau badan usaha yang melakukan kegiatan produksi, penelitian, pengembangan produk obat maupun produk farmasi lainnya. Obat yang diproduksi bisa merupakan obat generik maupun obat bermerek. Perusahaan jamu adalah suatu perusahaan yang memproduksi produk jamu yakni suatu bahan atau ramuan berupa tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral, sari, atau campuran dari bahan-bahan tersebut yang telah digunakan secara turun-temurun untuk pengobatan. Baik perusahaan farmasi maupun perusahaan jamu harus memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan.

Setiap perusahaan farmasi harus memenuhi syarat CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik), sedangkan perusahaan jamu harus memenuhi syarat CPOTB (Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik) untuk dapat melakukan kegiatan produksinya agar produk yang dihasilkan dapat terjamin khasiat, keamanan, dan mutunya. Berikut ini nama perusahaan pembuat produk Fansidar:

Roche

Produk Lainnya Artikel Lainnya
    Komentar


    Leave a Reply

    Email address will not be published. Required fields are marked *