Ethambutol – Kimia Farma

Farmasi-id.com > Sistem Pernapasan > Antituberkulosis > Ethambutol – Kimia Farma

By | 16/03/2017

Kandungan dan Komposisi

Ethambutol / Etambutol.

Indikasi, Manfaat, dan Kegunaan

Tuberkulosa paru.

Kontra Indikasi

Neuritis optis (radang saraf mata).

Perhatian

Kerusakan ginjal berat; gout, penurunan ketajaman penglihatan.
Menyusui.

Interaksi Obat 

  • Dapat mengurangi kemanjuran Urikosurik, terutama dengan adanya Isoniazid dan Piridoksin.
  • Antasida yang mangandung Aluminium.

Efek Samping

  • Neuritis retrobulbar dengan penurunan katajaman penglihatan, skotoma sentral, buta warna hijau-merah.
  • Ruam kulit karena alergi.
  • Gangguan saluran pencernaan.
  • Jarang : sakit kuning & radang saraf tepi.
  • Efek susunan saraf pusat.
  • Hiperurisemia.

Keamanan Penggunaan Pada Wanita Hamil

B: Baik penelitian reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko pada janin maupun penelitian terkendali pada wanita hamil atau hewan coba tidak memperlihatkan efek merugikan (kecuali penurunan kesuburan) dimana tidak ada penelitian terkendali yang mengkonfirmasi risiko pada wanita hamil semester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trisemester selanjutnya).

Dosis dan Aturan Pakai

15 mg/kg berat badan/hari pada pasien yang tidak mendapat terapi dengan banyak antituberkulosa.
Pengobatan ulang : 25 mg/kg berat badan/hari.

Pemberian Obat

Dikonsumsi bersamaan dengan makanan

Kemasan, Sediaan, Izin BPOM

  • GKL0112506617B1, Dus,10 Strip @ 10 Tablet, 500 mg
  • GKL0112506617B2, Btl Pls 500 TAB, 500 mg
  • GKL0712506617C1,  Dus, 24 Blister @ 28 Tablet Salut Selaput 400 mg
  • GKL0112506617A1, Dus, 30 Strip @ 10 Tablet 250 mg
  • GKL0112506617A2, Botol Plastik 150 Tablet 250 mg
  • GKL0112506617A1, Dus, 20 Strip @ 10 Tablet Salut Selaput 250 mg

Harga

Rp 110.000/dus 250 mg

Pabrik

PT. Kimia Farma

Sekilas Tentang Kimia Farma
PT. Kimia Farma merupakan suatu perusahaan farmasi Indonesia yang menurut sejarahnya sudah ada sejak jaman Hindia-Belanda. Perusahaan ini berdiri pada 1817 yang pada awalnya perusahaan ini bernama NV Chemicalien Handle Rathkamp & Co yang kemudian oleh Pemerintah Indonesia dimasa awal kemerdekaan dinasionalisasi dan dilakukan peleburan dengan beberapa perusahaan farmasi lainnya pada 1958 yang kemudian namanya berubah menjadi PNF (Perusahaan Negara farmasi) Bhinneka Kimia Farma. Pada 16 Agustus 1971, status PNF berubah menjadi PT dan namanya kembali mengalami perubahan menjadi PT. Kimia Farma (persero). Pada 4 Juli 2001, status PT. Kimia Farma berubah menjadi perusahaan publik seiring dengan pencatatan sahamnya di Bursa Efek Jakarta (Saat ini menjadi Bursa Efek Indonesia) sehingga berubah namanya menjadi PT. Kimia Farma Tbk. Jumlah karyawan perusahaan ini diperkirakan mencapai 5.758 orang.

Perusahaan ini telah mengantongi berbagai sertifikat mutu seperti CPOB, ISO 9001, ISO 9002, ISO 14001, dan juga telah mendapatkan persetujuan dari US-FDA sehingga produk perusahaan ini bisa dipasarkan di Amerika Serikat.

PT. Kimia Farma memiliki beberapa fasilitas produksi yang terletak di berbagai daerah yang berbeda yakni Jakarta, Bandung, Semarang, Sarolangun, Watukadon, dan Tanjung Morawa. Setiap fasilitas produksi memproduksi produk yang berbeda-beda.

Untuk pemasaran produk, PT. Kimia Farma melakukannya melalui anak perusahaannya bernama PT. Kimia Farma Trading & Distribution (KFTD) yang memang dibentuk untuk pemasaran dan penjulan produk induk perusahaannya. Perusahaan ini memiliki 46 cabang yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia dan luar negeri.

Selain bergerak di bidang produksi produk obat dan farmasi, PT. Kimia Farma juga merambah bisnis apotek, laboratorium, dan klinik kesehatan. PT. Kimia Farma Apotek merupakan anak perusahaan yang didirikan untuk menjalankan dan mengelola bisnis apotek dan PT Kimia Farma Diagnostik untuk usaha laboratorium dan diagnostik. Baru-baru ini PT. Kimia Farma megakuisisi PT. Phapros, salah satu perusahaan farmasi terbesar di Indonesia.

Produk PT. Kimia Farma selain dijual di Indonesia juga diekspor ke berbagai negara di dunia. Beberapa produk yang dijual selain obat jadi dan sediaan farmasi, juga menjual bahan baku pembuatan obat seperti iodine dan quinine. Produk-produk tersebut diekpor ke beberapa negara seperti India, Jepang, Taiwan, New Zealand, dan negara-negara Eropa. Untuk produk kosmetik, produk PT. Kimia Farma telah berhasil menembus pasar Korea Selatan, Singapura, Malaysia, Arab Saudi, dan Vietnam.