Estesia Cream

By | Oktober 12, 2021 |

Apa Kandungan dan Komposisi Estesia Cream?

Kandungan dan komposisi produk obat maupun suplemen dibedakan menjadi dua jenis yaitu kandungan aktif dan kandungan tidak aktif. Kandungan aktif adalah zat yang dapat menimbulkan aktivitas farmakologis atau efek langsung dalam diagnosis, pengobatan, terapi, pencegahan penyakit atau untuk memengaruhi struktur atau fungsi dari tubuh manusia.

Jenis yang kedua adalah kandungan tidak aktif atau disebut juga sebagai eksipien. Kandungan tidak aktif ini fungsinya sebagai media atau agen transportasi untuk mengantar atau mempermudah kandungan aktif untuk bekerja. Kandungan tidak aktif tidak akan menambah atau meningkatkan efek terapeutik dari kandungan aktif. Beberapa contoh dari kandungan tidak aktif ini antara lain zat pengikat, zat penstabil, zat pengawet, zat pemberi warna, dan zat pemberi rasa. Kandungan dan komposisi Estesia Cream adalah:

Tiap gram krim mengandung:

  • Prilocaine 25 mg
  • Lidocaine 25 mg

Cara Kerja Obat

Prilocaine dan Lidocaine merupakan anestesi lokal yang dapat mencegah pembentukan dan konduksi impuls syaraf dan mengurangi permeabilitas membran. Prilocaine dan Lidocaine diabsorpsi melalui kulit dan menghilangkan respon pada reseptor nyeri, sehingga pasien tidak merasakan nyeri pada saat dilakukan tindakan klinis.

Apa Indikasi, Manfaat, dan Kegunaan Estesia Cream?

Indikasi merupakan petunjuk mengenai kondisi medis yang memerlukan efek terapi dari suatu produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) atau kegunaan dari suatu produk kesehatan untuk suatu kondisi medis tertentu. Estesia Cream adalah suatu produk kesehatan yang diindikasikan untuk:

Sebagai anestesik topikal pada kulit utuh yang memerlukan efek anestetik lokal.

Sekilas tentang anestesi
Anestesi (pembiusan; berasal dari bahasa Yunani an-"tidak, tanpa" dan aesthētos, "persepsi, kemampuan untuk merasa"), secara umum berarti suatu tindakan menghilangkan rasa sakit ketika melakukan pembedahan dan berbagai prosedur lainnya yang menimbulkan rasa sakit pada tubuh. Istilah anestesi digunakan pertama kali oleh Oliver Wendel Holmes Sr pada tahun 1846.

Obat untuk menghilangkan nyeri terbagi ke dalam 2 kelompok, yaitu analgetik dan anestesi. Analgetik adalah obat pereda nyeri tanpa disertai hilangnya perasaan secara total. seseorang yang mengonsumsi analgetik tetap berada dalam keadaan sadar. Analgetik tidak selalu menghilangkan seluruh rasa nyeri, tetapi selalu meringankan rasa nyeri. Beberapa jenis anestesi menyebabkan hilangnya kesadaran, sedangkan jenis yang lainnya hanya menghilangkan nyeri dari bagian tubuh tertentu dan pemakainya tetap sadar.

Beberapa tipe anestesi adalah:

  • Pembiusan total — hilangnya kesadaran total

  • Pembiusan lokal — hilangnya rasa pada daerah tertentu yang diinginkan (pada sebagian kecil daerah tubuh)

  • Pembiusan regional — hilangnya rasa pada bagian yang lebih luas dari tubuh oleh blokade selektif pada jaringan spinal atau saraf yang berhubungan dengannya

Pembiusan lokal atau anestesi lokal adalah salah satu jenis anestesi yang hanya melumpuhkan sebagian tubuh manusia dan tanpa menyebabkan manusia kehilangan kesadaran. Obat bius jenis ini bila digunakan dalam operasi pembedahan, maka setelah selesai operasi tidak membuat lama waktu penyembuhan operasi. Anestesi dilakukan oleh dokter spesialis anestesi atau anestesiologis. Dokter spesialis anestesiologi selama pembedahan berperan memantau tanda-tanda vital pasien karena sewaktu-waktu dapat terjadi perubahan yang memerlukan penanganan secepatnya.

Pemilihan teknik anestesi adalah suatu hal yang kompleks, memerlukan kesepakatan dan pengetahuan yang dalam baik antara pasien dan faktor-faktor pembedahan. Dalam beberapa kelompok populasi pasien, pembiusan regional ternyata lebih baik daripada pembiusan total.Blokade neuraksial bisa mengurangi risiko thrombosis vena, emboli paru, transfusi, pneumonia, tekanan pernapasan, infark miokardial dan kegagalan ginjal.

Berapa Dosis dan Bagaimana Aturan Pakai Estesia Cream?

Dosis adalah takaran yang dinyatakan dalam satuan bobot maupun volume (contoh: mg, gr) produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) yang harus digunakan untuk suatu kondisi medis tertentu serta frekuensi pemberiannya. Biasanya kekuatan dosis ini tergantung pada kondisi medis, usia, dan berat badan seseorang. Aturan pakai mengacu pada bagaimana produk kesehatan tersebut digunakan atau dikonsumsi. Berikut ini dosis dan aturan pakai Estesia Cream:

Untuk penggunaan pada kulit: dioleskan pada permukaan kulit dengan lapisan tebal dan ditutup dengan menggunakan occlusive dressing, penggunaan sekitar 1,5 g / 10 cm2.

Untuk prosedur bedah minor, misalkan pemasukan jarum dan tindakan bedah pada luka lokal:

  • Dewasa:Jumlah pemakaian 2 g minimal selama 1 jam
  • Anak-anak usia 3-12 bulan:Jumlah pemakaian total tidak lebih dari 2 g dan daerah pemakaian maksimal 16 cm2  waktu penggunaan tidak kurang dari 1 jam dan tidak lebih dari 3 jam
  • Anak-anak 1 – 5 tahun:Jumlah pemakaian total tidak lebih dari 10 g dan daerah pemakaian maksimal 100 cm2
  • Anak-anak 6-11 tahun:Jumlah pemakaian total tidak lebih dari 20 g dan daerah pemakaian maksimal 200 cm2

Untuk prosedur bedah dermal pada daerah yang lebih luas pada dewasa, misalkan pada split-skin grafting penggunaan sekitar 1,5 – 2 g /10 cm2 selama minimal 2 jam.

Apa Saja Kontraindikasi Estesia Cream?

Kontraindikasi merupakan suatu petunjuk mengenai kondisi-kondisi dimana penggunaan obat tersebut tidak tepat atau tidak dikehendaki dan kemungkinan berpotensi membahayakan jika diberikan. Pemberian Estesia Cream dikontraindikasikan pada kondisi-kondisi berikut ini:

Kontra indikasi pada pasien yang diketahui memiliki riwayat hipersensitif terhadap anestetik lokal golongan amida atau komponen lain yang terdapat dalam sediaan.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah Aman Menggunakan Estesia Cream Saat Mengemudi atau Mengoperasikan Mesin?

Jika Anda mengalami gejala efek samping seperti mengantuk, pusing, gangguan penglihatan, gangguan pernapasan, jantung berdebar, dan lain-lain setelah menggunakan , yang dapat mempengaruhi kesadaran atau kemampuan dalam mengemudi maupun mengoperasikan mesin, maka sebaiknya Anda menghindarkan diri dari aktivitas-aktivitas tersebut selama penggunaan dan konsultasikan dengan dokter Anda.

Bagaimana Jika Saya Lupa Menggunakan Estesia Cream?

Jika Anda lupa menggunakan Estesia Cream, segera gunakan jika waktunya belum lama terlewat, namun jika sudah lama terlewat dan mendekati waktu penggunaan berikutnya, maka gunakan seperti dosis biasa dan lewati dosis yang sudah terlewat, jangan menggandakan dosis untuk mengganti dosis yang terlewat. Pastikan Anda mencatat atau menyalakan pengingat untuk mengingatkan Anda mengenai waktu penggunaan obat agar tidak terlewat kembali.

Apakah Saya Dapat Menghentikan Penggunaan Estesia Cream Sewaktu-waktu?

Beberapa obat harus digunakan sesuai dengan dosis yang diberikan oleh dokter. Jangan melebih atau mengurangi dosis obat yang diberikan oleh dokter secara sepihak tanpa berkonsultasi dengan dokter. Obat seperti antibiotik, antivirus, antijamur, dan sebagainya harus digunakan sesuai petunjuk dokter untuk mencegah resistensi dari bakteri, virus, maupun jamur terhadap obat tersebut. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

Jangan menghentikan penggunaan obat secara tiba-tiba tanpa sepengetahuan dokter, karena beberapa obat memiliki efek penarikan jika penghentian dilakukan secara mendadak. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

Bagaimana Cara Penyimpanan Estesia Cream?

Setiap obat memiliki cara penyimpanan yang berbeda-beda, cara penyimpanan dapat Anda ketahui melalui kemasan obat. Pastikan Anda menyimpan obat pada tempat tertutup, jauhkan dari panas maupun kelembapan. Jauhkan juga dari paparan sinar Matahari, jangkauan anak-anak, dan jangkauan hewan.

Bagaimana Penanganan Estesia Cream yang Sudah Kedaluwarsa?

Jangan membuang obat kedaluwarsa ke saluran air, tempat penampungan air, maupun toilet, sebab dapat berpotensi mencemari lingkungan. Juga jangan membuangnya langsung ke tempat pembuangan sampah umum, hal tersebut untuk menghindari penyalahgunaan obat. Hubungi Dinas Kesehatan setempat mengenai cara penangangan obat kedaluwarsa.


Apa Efek Samping Estesia Cream?

Efek Samping merupakan suatu efek yang tidak diinginkan dari suatu obat. Efek samping ini dapat bervariasi pada setiap individu tergantung pada pada kondisi penyakit, usia, berat badan, jenis kelamin, etnis, maupun kondisi kesehatan seseorang. Efek samping Estesia Cream yang mungkin terjadi adalah:

Bisa terjadi gatal, udema, kemerahan atau pucat, reaksi alergi pada bagian kulit yang diolesi krim, methaemoglobinaemia, dan anaphylactic shock.

Apa saja Peringatan dan Perhatian Penggunaan Estesia Cream?

  • Jangan digunakan pada luka terbuka dan membran mukosa
  • Tidak digunakan pada kulit yang mengalami dermatitis atopik
  • Tidak digunakan untuk mata ataupun bagian sekitar mata, karena dapat mengakibatkan iritasi korneal
  • Tidak dianjurkan untuk digunakan pada wanita hamil dan menyusui
  • Tidak direkomendasikan untuk penderita dengan congenital dan idiopatik methaemoglobinaemia dan bayi dibawah 1 tahun yang sedang mendapat pengobatan dengan methaemoglobin inducing agent
  • Pada penderita tertentu aplikasi dermal dapat menyebabkan transient dan erythema local
  • Tidak disarankan untuk pemakaian pada daerah yang sangat luas atau waktu yang terlalu lama dari yang direkomendasikan
  • Tidak dianjurkan penggunaan dimana dapat terjadi penetrasi atau migrasi obat ke dalam membran timpani di telinga tengah karena kemungkinan mempunyai efek ototoksik
  • Hati-hati penggunaan pada penderita penyakit hati berat
  • Hati-hati penggunaan pada penderita yang sensitif terhadap efek sistemik prilocaine dan lidocaine, termasuk pada usia tua, debilated, dan sakit akut
  • Tidak dianjurkan untuk bayi dibawah 6 bulan

Apa Saja Interaksi Obat Estesia Cream?

Interaksi obat merupakan suatu perubahan aksi atau efek obat sebagai akibat dari penggunaan atau pemberian bersamaan dengan obat lain, suplemen, makanan, minuman, atau zat lainnya. Interaksi obat Estesia Cream antara lain:

  • Tidak dapat digunakan bersamaan dengan obat antiaritmia seperti yang dapat menyebabkan efek yang berkelanjutan dan efek sinergis
  • Prilocaine jangan diberikan bersama-sama dengan obat-obat penginduksi methaemoglobinaemia seperti sulfonamide, fenacetine, phenobarbital, primakuin, dan lain-lain

Bagaimana Cara Penyimpanan Estesia Cream?

Simpan pada suhu dibawah 30°C.

Bagaimana Kemasan dan Sediaan Estesia Cream?

Krim tersedia dalam tube netto 5 g dan 30 g.

Berapa Nomor Izin BPOM Estesia Cream?

Setiap produk obat, suplemen, makanan, dan minuman yang beredar di Indonesia harus mendapatkan izin edar dari BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) yaitu suatu Badan Negara yang memiliki fungsi melakukan pemeriksaan terhadap sarana dan prasarana produksi, melakukan pengambilan contoh produk, melakukan pengujian produk, dan memberikan sertifikasi terhadap produk. BPOM juga melakukan pengawasan terhadap produk sebelum dan selama beredar, serta memberikan sanksi administratif seperti dilarang untuk diedarkan, ditarik dari peredaran, dicabut izin edar, disita untuk dimusnahkan, bagi pihak yang melakukan pelanggaran. Berikut adalah izin edar dari BPOM yang dikeluarkan untuk produk Estesia Cream:

No. Reg : DKL0535800529A1

Apa Nama Perusahaan Produsen Estesia Cream?

Produsen obat (perusahaan farmasi) adalah suatu perusahaan atau badan usaha yang melakukan kegiatan produksi, penelitian, pengembangan produk obat maupun produk farmasi lainnya. Obat yang diproduksi bisa merupakan obat generik maupun obat bermerek. Perusahaan jamu adalah suatu perusahaan yang memproduksi produk jamu yakni suatu bahan atau ramuan berupa tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral, sari, atau campuran dari bahan-bahan tersebut yang telah digunakan secara turun-temurun untuk pengobatan. Baik perusahaan farmasi maupun perusahaan jamu harus memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan.

Setiap perusahaan farmasi harus memenuhi syarat CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik), sedangkan perusahaan jamu harus memenuhi syarat CPOTB (Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik) untuk dapat melakukan kegiatan produksinya agar produk yang dihasilkan dapat terjamin khasiat, keamanan, dan mutunya. Berikut ini nama perusahaan pembuat produk Estesia Cream:

PT Pharmacore Laboratories

Komentar

Leave a Reply

Email address will not be published. Required fields are marked *