Erlamycetin Plus

Farmasi-id.com > Mata > Erlamycetin Plus

By | 22/11/2018

Kandungan dan Komposisi Erlamycetin Plus

Tiap ml Erlamycetin Plus Tetes Mata mengandung :

  • Chloramphenicol base 5 mg
  • Dexamethasone sodium phosphate 1 mg

Cara Kerja Obat 

Dexamethasone sodium phosphate menghambat fosfolipase A, yang merupakan jalur pertama pada sintesis prostaglandin, selain itu juga menghambat infiltrasi kemotaktik dan neutrofil dalam proses inflamasi. Chloramphenicol merupakan molekul dengan BM rendah, bersifat lipofilik, sebagai antibiotik berspektrum luas yang efektif melawan Gram positif dan Gram negatif, selain itu juga efektif melawan spirochete, salmonella, rickettsiae dan chlamydiae. Mekanisme kerja Chloramphenicol menghambat sintesa protein bakteri dengan cara mengganggu transfer asam amino.

Indikasi 

Keratitis akut maupun kronik dan konjunctivitis akibat infeksi yang disertai pembengkakan hebat, inflamasi uvea anterior (iritis, iriocyclitis). Scleritis, episcleritis, sympathetic opthalmia dan myositis. Pengelolaan pasca operasi katarak glaucoma & strabismus.

Efek Samping

Sesaat setelah pemberian, akan timbul sedikit rasa terbakar pada mata dan rasa pahit pada mulut. Pada pengobatan topical dengan kortikosteroid akan muncul efek samping dermatitis periokular, imunosupresi, yang diikuti dengan infeksi sekunder dan distropi kornea, yang muncul setelah penggunaan obat selama seminggu.

Peringatan dan Perhatian

Pemberian chloramphenicol jangan dilakukan lebih dari sepuluh hari.
Sebaiknya jangan diberikan pada anak-anak dibawah 2 tahun, wanita hamil, dan menyusui dan pada penderita hipertensi atau hipotensi.
Pada saat pemberian obat ini sebaiknya tidak menggunakan lensa kontak.

Interaksi Obat

Pemberian chloramphenicol dengan antibakteri lain seperti penisillin, sefalosporin, gentamisin, tetrasiklin, polimiksin B, vankomisin atau sulfadiasin, obat-obatan yang mempunyai efek samping sulfonilurea, turunan kumarin, hidantoin dan metotreksat.

Kontra Indikasi

Hipersensitif terhadap salah satu bahan, gaucoma, neonatus, poripori intermitten akut, penderita dengan riwayat osteoporosis, herpes simplex pada mata, ulkus peptikum.

Cara Penyimpanan

Simpan pada suhu 15-25°C terlindung dari cahaya.

Kemasan dan Sediaan

Case, botol plastik @ 5 ml, tetes mata 0,5 %

Izin BPOM

DKL0406311646A1

Harga

Rp 18.000/Case, botol plastik @ 5 ml, tetes mata 0,5 %

Produsen

Erela

Sekilas Tentang Chloramphenicol

Chloramphenicol merupakan suatu antibiotik yang digunakan dalam berbagai jenis infeksi bakteri seperti konjungtivitis, meningitis, kolera, demam tipus, dan lain-lain. Sediaan dan penggunaannya juga berbagai bentuk mulai dari tetes mata hingga injeksi. Chloramphenicol pertama kali ditemukan dalam bakteri Streptomyces venezuelae yang kemudian dipisahkan komposisi kimianya di dalam laboratorium pada sekira tahun 1947. Kemudian versi artifisialnya dibuat pada tahun 1949 sekaligus menjadi antibiotik pertama yang diekstrak dari mikroorganisme.

Dulu obat ini digunakan untuk penyakit tipus, tapi semakin lama Salmonella typhi yang dianalisa menunjukkan resistensi terhadap chloramphenicol sehingga obat ini sudah jarang digunakan lagi untuk mengobati tipus. Chloramphenicol digunakan dalam pengobatan infeksi okuler seperti konjungtivitis dan blefaritis yang disebabkan oleh bakteri Staphylococcus aureus, Streptococcus pneumoniae, dan Escherichia coli. Namun obat ini tidak efektif untuk mengatasi infeksi yang disebabkan oleh Pseudomonas aeruginosa. Cara kerja chloramphenicol yaitu dengan menghambat aktivitas peptidil transferase dari ribosom bakteri yang pada akhirnya mencegah bakteri untuk menggandakan diri.

Sekilas tentang mata dan penyakitnya

Mata adalah organ penglihatan. Mata mendeteksi cahaya dan mengubahnya menjadi impuls elektrokimia pada sel saraf. Mata manusia memiliki cara kerja otomatis yang sempurna, mata dibentuk dengan 40 unsur utama yang berbeda dan ke semua bagian ini memiliki fungsi penting dalam proses melihat kerusakan atau ketiadaan salah satu fungsi bagiannya saja akan menjadikan mata mustahil dapat melihat. Lapisan tembus cahaya di bagian depan mata adalah kornea, tepat di belakangnya terdapat pupil, fungsi dari pupil sendiri adalah untuk mengatur insensitas cahaya yang masuk ke mata.

Selain pupil ada juga bagian mata yang disebut selaput pelangi, fungsinya adalah memberi warna pada mata, selaput pelangi juga dapat mengubah ukuran pupil secara otomatis sesuai kekuatan cahaya yang masuk, dengan bantuan otot yang melekat padanya. Misalnya ketika berada di tempat gelap pupil akan membesar untuk memasukkan cahaya sebanyak mungkin. Ketika kekuatan cahaya bertambah, pupil akan mengecil untuk mengurangi cahaya yang masuk ke mata.

Berikut adalah berbagai macam penyakit pada mata:

  • Miopi
    Miopi yakni seseorang yang tidak dapat melihat benda yang berjarak jauh. Biasanya terjadi pada pelajar. Dapat dibantu dengan kacamata berlensa cekung.

  • Hipermetropi
    Hipermetropi yaitu seseorang yang tidak dapat melihat benda yang berjarak dekat dari mata. Dapat dibantu dengan kacamata berlensa cembung.

  • Presbiopi
    Presbiopi adalah seseorang yang tidak dapat melihat benda yang berjarak dekat maupun berjarak jauh. Dapat dibantu dengan kacamata berlensa rangkap. Biasa terjadi pada lansia.

  • Kerabunan dan kebutaan
    Buta berarti seseorang tidak dapat melihat benda apa pun sama sekali. Buta bisa saja diakibatkan keturunan, maupun kecelakaan. Bayi yang lahir prematur dengan usia kehamilan kurang dari 32 minggu, juga dapat mengalami Retinopathy of Prematurity (ROP) dan dapat mengalamai ganguan penglihatan hingga kebutaan total, jika tidak diterapi secepatnya. Rabun berarti seseorang hanya dapat melihat dengan samar-samar. Orang-orang yang buta maupun rabun biasanya "membaca" menggunakan jari-jarinya dengan alat bantu berupa huruf Braille.

  • Buta warna
    Buta warna adalah suatu kondisi seseorang tidak mampu merepresentasikan warna. Buta warna total sama sekali tidak dapat membedakan warna, yang dapat dilihat hanyalah warna hitam, abu-abu, dan putih (grey scale). Sedangkan jika tidak bisa membedakan warna tertentu disebut buta warna parsial. Buta warna biasanya merupakan penyakit turunan, artinya jika seseorang buta warna, pasti anaknya juga mewarisi gen buta warna, namun belum tentu menderita buta warna.

  • Katarak
    Katarak adalah suatu penyakit mata di mana lensa mata menjadi buram karena penebalan, terjadi pada orang lanjut usia (lansia).
    Astigmatis = ketidakaturan lengkung-lengkung permukaan bias mata yang berakibat cahaya tidak fokus pada satu titik retina (bintik kuning). Dapat dibantu dengan kacamata silinder/Operasi refraktif.

  • Rabun senja
    Rabun senja adalah penyakit mata yang disebabkan karena mata kekurangan vitamin A. Penderita biasanya tidak bisa melihat pada saat sore hari saja.