ERLA NEO HYDROCORT

Farmasi-id.com > Kulit > ERLA NEO HYDROCORT

By | 24/11/2018

Kandungan

  • Neomycin Sulfate 0,5 %
  • Hydrocortisone Acetate  1 %

Indikasi

Untuk eksim alergi dan infeksi jamur.

Cara Kerja Obat

  • Hydrocortisone adalah obat kortikosteroid jenis glukokortikoid hormon yang digunakan sebagai agen anti inflamasi dan imunosupresan. Secara alami hormon ini dinamakan cortisol yang diproduksi oleh zona fasciculata pada korteks adrenal. hormon ini berfungsi meningkatkan kadar gula darah melalui glukoneogenesis, menekan sistem kekebalan tubuh, dan membantu proses metabolisme lemak, protein, dan karbohidrat. Sebagai anti inflamasi, hydrocortisone menekan migrasi leukosit polimorfonuklear dan pembalikan kenaikan permeabilitas kapiler. Untuk penggunaan topikal, obat ini berguna untuk mengobati manifestasi inflamasi seperti eksim.
  • Neomycin adalah obat antibiotik golongan aminoglikosida yang banyak digunakan secara topikal berupa cream, salep, maupun tetes mata. Seperti antibiotik golongan aminoglikosida lainnya, neomycin lebih aktif terhadap bakteri gram negatif, namun tetap aktif terhadap beberapa bakteri gram positif.

Kontra Indikasi

  • Jangan menggunakan obat ini untuk pasien yang memiliki riwayat hipersensitif pada obat golongan kortikosteroid.
  • Jangan menggunakan obat ini untuk pasien yang memiliki riwayat hipersensitif pada neomycin.
  • Sebaiknya tidak diberikan pada pasien yang menderita infeksi jamur sistemik, penderita TBC aktif, herpes zoster, herpes simplex, dan infeksi virus lain.

Efek Samping

  • Pada penggunaan jangka panjang, bisa menyebabkan atrofi, striae, telangiectasias, sensasi kulit seperti terbakar, rasa gatal, iritasi, kulit kering, folikulitis, jerawat, hipopigmentasi, dermatitis perioral, dermatitis kontak alergi, infeksi sekunder, dan miliaria.
  • Pada beberapa orang yang peka, kadang menimbulkan reaksi hipersensitif.

Peringatan dan Perhatian

  • Jangan menggunakan obat ini pada area mata atau dekat area mata.
  • Area kulit yang diolesi cream ini sebaiknya tidak dibalut verban, karena bisa meningkatkan penyerapannya ke dalam darah dan menimbulkan efek samping sistemik.
  • Belum diketahui apakah kortikosteroid topikal bisa diekskresikan melalui air susu ibu (ASI), namun karena potensi bahaya yang mungkin timbul pada bayi, sebaiknya penggunaan obat ini oleh ibu menyusui dilakukan secara hati-hati.
  • Penyerapan ke dalam darah terjadi lebih besar pada pasien anak usia < 6 tahun, penggunaan pada area kulit yang luas, penggunaan jangka panjang, dan penggunaan pakaian ketat pada area kulit yang diobati. Pada situasi ini, kortikosteroid topikal akan menimbulkan efek samping sistemik yang lebih besar.

Kategori Keamanan Penggunaan Pada Wanita Hamil (menurut FDA)

FDA (badan pengawas obat dan makanan Amerika Serikat) mengkategorikan sebagai berikut:

  • Hydrocortisone kedalam kategori C dengan penjelasan sebagai berikut :Penelitian pada reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin dan tidak ada studi yang memadai dan terkendali dengan baik pada manusia, namun jika potensi keuntungan dapat dijamin, penggunaan obat pada ibu hamil dapat dilakukan meskipun potensi resiko sangat besar.
    Fakta bahwa obat ini telah terbukti menyebabkan efek buruk terhadap janin hewan, harus menjadi perhatian serius. Namun jika ada alasan medis yang mengharuskan penggunaan obat ini, dan tidak ada pilihan obat lain, penggunaan obat yang mengandung hydrocortisone dan neomycin pada wanita hamil bisa dilakukan.
    Penggunaan obat yang mengandung kortikosteroid pada area tubuh yang luas, penggunaan jangka panjang, penekanan pada tempat penggunaan baik oleh pemakaian verban atau pakaian ketat sebaiknya dihindari karena bisa meningkatkan penyerapan obat ini ke dalam darah. Penyerapan yang tinggi akan meningkatkan potensi terjadinya efek samping yang merugikan pada janin.
  • Neomycin kedalam kategori D dengan penjelasan sebagai berikut :Terbukti beresiko terhadap janin manusia berdasarkan bukti-bukti empiris yang didapatkan dari investigasi, pengalaman marketing maupun  studi terhadap manusia . namun jika benefit yang diperoleh dipandang lebih tinggi dari resiko yang mungkin terjadi, obat ini bisa diberikan.
    Belum diketahui apakah seberapa besar penyerapan sistemik neomycin bila digunakan secara topikal. Namun mengingat potensi bahayanya, penggunaan oleh wanita hamil harus dilakukan secara hati-hati.

Dosis

Oleskan pada area kulit terinfeksi 2 x sehari.

Kemasan dan Sediaan

Dus, tube @ 5 g, krim

Izin BPOM

DKL7206316229A1

Harga

Rp 7.000/dus, tube @ 5 g, krim

Produsen

Erela

Sekilas Tentang Neomycin

Neomycin adalah suatu obat yang masuk dalam golongan antibiotik aminoglikosida yang digunakan untuk mengatasi berbagai penyakit yang ditimbulkan oleh bakteri gram negatif dan juga sebagian bakteri gram positif. Neomycin biasa digunakan dalam bentuk topikal seperti krim dan salep untuk diterapkan pada kulit diantaranya untuk mengobati eksim, dermatitis, dan sebagainya. Ia juga bisa digunakan secara oral yang biasanya juga dikombinasikan dengan antibiotik lain diantaranya untuk mengobati ensefalopati hepatik dan hiperkolesterolemia.

Neomycin sulfate dapat mematikan bakteri di saluran pencernaan sehingga mampu menjaga kadar amonia dalam level rendah untuk mencegah terjadinya ensefalopati hepatik. Karena cakupannya cukup luas, maka neomycin juga digunakan sebagai tetes mata. Neomycin pertama kali ditemukan pada 1949, kemudian dipatenkan setahun setelahnya dan mulai digunakan oleh dunia medis pada 1952. Neomycin bekerja dengan cara mengikat secara reversibel terhadap sub unit 30s dari ribosom bakteri sehingga menghambat sintesa protein yang pada akhirnya menghambat pertumbuhan bakteri itu.

Sekilas Tentang Hydrocortisone Acetate

Hydrocortisone acetate adalah suatu garam sintetis dari hydrocortisone yang memiliki sifat antiinflamasi dan imunosupresif. Obat ini digunakan untuk mengobati berbagai kondisi kulit (mis., Eksim, dermatitis, alergi, ruam). Hidrokortison asetat mengurangi pembengkakan, gatal, dan kemerahan yang dapat terjadi pada kondisi seperti ini. Obat ini adalah kortikosteroid ringan. Tindakan anti-inflamasinya adalah karena penindasan migrasi leukosit polimorfonuklear dan pembalikan peningkatan permeabilitas kapiler. Ini juga dapat digunakan sebagai terapi pengganti pada insufisiensi adrenokortikal.

Farmakokinetik:


  1. Penyerapan: Mudah diserap dari saluran GI (oral); natrium fosfat dan natrium suksinat ester cepat diserap tetapi alkohol bebas dan ester lipidnya lebih lambat diserap (IM); Asetat secara perlahan diserap (inj intraartikular); diserap dari kulit (daerah gundul).

  2. Distribusi: Melintasi plasenta. Pengikatan protein:> 90%.

  3. Metabolisme: Hepatik (dimetabolisme menjadi terhidrogenasi dan terdegradasi).

  4. Ekskresi: Melalui urin (sebagai konjugat dan glukuronida, dengan porsi kecil sebagai obat yang tidak berubah).

  5. Penyimpanan: Simpan pada 15-30 ° C.
Sekilas tentang kulit

Kulit merupakan organ terbesar tubuh yang memiliki luasnya sekitar 2 m2 dengan ketebalan rata-rata 1-2 mm. Kulit terdiri dari lapisan epidermis, dermis dan hipodermis atau subkutis.

Sebagai organ yang sangat penting bagi kelangsungan hidup, kulit memiliki fungsi menutupi dan melindungi organ-organ dibawahnya, mencegah infeksi, mengatur suhu tubuh, mengekskresi zat buangan, mensintesis vitamin D, dan menjadi sensor peraba.