Ericaf

Farmasi-id.com > Sistem Saraf Pusat > Preparat Antimigren > Ericaf

By | 30/01/2015
Nama Produk:ERICAF
Farmasi:Tempo Scan Pasific
Komposisi:Ergotamin tartrate 1 mg, caffeine 100 mg
Indikasi:Meredakan serangan migren akut (tablet & injeksi). Terapi akut terhadap ‘cluster headache’.
Kontra Indikasi:Penyakit vaskuler perifer, penyakit hati, hipertensi berat, penyakit jantung koroner atau angina pektoris, tukak peptik, sindroma Raynaud, sepsis, gangguan ginjal, hipersensitif terhadap egotamin tartrate. Hamil & laktasi.
Perhatian:Tdk melebihi dosis anjuran krn dapat mengurangi aliran darah perifer ke tungkai bwh. Dosis > 10 mg beresiko tjd ketergantungan fisik terhadap ergotamin. Hentikan pengobatan jika tjd parestesia atau nyeri otot lengan, tungkai, lemah tungkai, nyeri dada atau jantu
Efek Samping:Mual, muntah, gangguan lambung, diare, polidipsia, gelisah. Parestesia lengan & kram tungkai, kelemahan otot, kaku otot paha & tengkuk. Takikardia & insomnia pada pasien yang tidak tahan kafein. Iskemia miokardial, vasokonstriksi perider, edema, gatal.
Interaksi Obat:
Kemasan:Tab 3 x 10 (Rp. 90,000)
Dosis
-Dewasa:Dws 2 tablet pada awal serangan, ditambah 1 tablet tiap 30 mnt bila perlu. Maks : 6 tab/ serangan atau 10 tab/minggu.
-Anak-anak:Anak > 12 tahun 1/2 tablet awal serangan 1/2 tablet tambahan tiap 30 mnt bila perlu, maks 3 tab

 

Sekilas Tentang Obat Antimigrain

Obat antimigrain adalah obat yang digunakan untuk mengurangi efek atau intensitas sakit kepala migrain. Mereka termasuk obat untuk pengobatan gejala migrain akut serta obat untuk pencegahan serangan migrain. Migrain sering dapat diobati dengan analgesik tidak spesifik seperti obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) atau parasetamol, dengan atau tanpa metoklopramid. Contoh obat antimigrain spesifik termasuk triptan seperti zolmitriptan dan alkaloid ergot seperti metisergida.

Obat lini pertama untuk pencegahan serangan migrain termasuk beta blocker propranolol, metoprolol dan bisoprolol, asam valproik dan topiramate antiepileptik, serta flunarizine. Kurang terbukti dengan baik adalah penggunaan amitriptyline, venlafaxine, ekstrak Petasites albus, riboflavin (vitamin B2), magnesium, koenzim Q10, gabapentin, asam asetilsalisilat, dan naproxen.

Sekilas Tentang Penyakit Migrain

Migrain adalah gangguan kronis yang ditandai dengan terjadinya sakit kepala ringan hingga sangat berat yang seringkali berhubungan dengan gejala-gejala sistem saraf otonom. Kata migrain berasal dari Yunani ἡμικρανία (hemikrania), yaitu "rasa sakit di salah satu sisi kepala", from ἡμι- (hemi-), "half", and κρανίον (kranion), "skull".

Tanda migrain berupa sakit kepala unilateral (hanya pada separuh bagian kepala), berdenyut-denyut, dan berlangsung selama 2 hingga 72 jam. Gejala-gejala yang turut menyertai antara lain mual, muntah, fotofobia (semakin sensitif terhadap cahaya), fonofobia (semakin sensitif terhadap suara) dan rasa sakitnya semakin hebat bila melakukan aktivitas fisik. Sekitar sepertiga penderita sakit kepala migrain mengalami aura: yaitu semacam gangguan visual, indra, bicara, atau gerak/motorik yang menjadi pertanda bahwa sakit kepala tersebut akan segera muncul.

Migrain dipercaya terjadi sebagai akibat dari gabungan berbagai faktor lingkungan dan genetik. Kira-kira dua-per tiga kasus terjadi pada orang-orang yang sudah berkeluarga. Kadar hormon yang naik-turun juga dapat berpengaruh: migrain sedikit lebih banyak terjadi pada remaja pria daripada wanita sebelum masa puber, namun pada orang dewasa, sekitar dua hingga tiga kali lebih banyak terjadi pada wanita daripada pria. Kecenderungan migrain biasanya berkurang selama masa kehamilan. Mekanisme pasti migrain belum diketahui. Meski demikian, ada keyakinan bahwa penyakit ini disebabkan oleh gangguan neurovaskuler. Teori utama yang mendasari adalah adanya hubungan dengan meningkatnya keterangsangan korteks serebral dan kendali abnormal sel-sel saraf rasa sakit di dalam nukleus trigeminal batang otak.

Manajemen dasar yang direkomendasikan yaitu dengan analgesik sederhana seperti ibuprofen dan asetaminofen untuk sakit kepala, antiemetik untuk mual, dan menghindari pemicu timbulnya migrain. Obat-obat tertentu seperti triptan atau ergotamin dapat diberikan bila analgesik sederhana tidak efektif. Lebih dari 10% jumlah penduduk di seluruh dunia pernah terkena migrain pada suatu ketika sepanjang hidup mereka.