Enexia

Farmasi-id.com > Sistem Kardiovaskular & Hematopoietik > Enexia

By | 27/02/2018 | Berikan Ulasan

Kandungan dan Komposisi Enexia

Ramipril

Indikasi, Manfaat, dan Kegunaan Enexia

Indikasi merupakan petunjuk mengenai kondisi medis yang memerlukan efek terapi dari suatu produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) atau kegunaan dari suatu produk kesehatan untuk suatu kondisi medis tertentu. Berikut ini indikasi dari Enexia:

  • Hipertensi
  • Pada pasien stabil yang memperlihatkan tanda-tanda klinis gagal jantung kongestif dalam beberapa hari pertama sesudah infark miokard akut dan sebagai terapi tambahan terhadap diuretik dengan atau tanpa glikosida jantung
  • Menurunkan risiko infark miokard, stroke, kematian karena gangguan KV, atau kebutuhan prosedur revaskularisasi pada pasien usia > 55 tahun yang memiliki bukti klinis penyakit jantung koroner, TD sistolik > 160 mmHG, atau TD diastolik > 90 mmHG, kolesterol total > 200 mg/dL, kolesterol HDL < 35 mg/dL, perokok, riwayat mikroalbuminuria, atau bukti adanya penyakit vaskuler sebelumnya

Farmakodinamik

Ramipril merupakan penghambat angiotensin converting enzyme (ACE) generasi kedua. Metabolit aktifnya, ramiprilat, berikatan secara kompetitif dengan ACE yang pada awalnya membentuk suatu kompleks enzim-inhibitor yang kemudian mengalami isomerisasi menghasilkan penghambatan yang menyeluruh.

Mekanisme aksi ACE adalah mengatalisis konversi angiotensin I menjadi senyawa vasokonstriksi, angiotensin II. Angiotensin II menstimulasi pelepasan aldosteron dari korteks adrenal, dan juga menyebabkan perubahan trophic pada jantung dan pembuluh darah.

Ramipril menghambat pembentukan angiotensin II sehingga menyebabkan:

  • Penurunan resistensi vaskular
  • Penurunan retensi natrium dan air
  • Penurunan efek trophic dari angiotensin II pada jantung dan pembuluh darah.
    ACE juga bertanggung jawab terhadap degradasi kinin, dan dengan adanya penghambatan ACE, konsentrasi bradikinin meningkat. Pengurangan angiotensin II dan penghambatan degradasi bradikinin menyebabkan vasodilatasi. Peningkatan aktivitas bradikinin berperan dalam efek cardioprotective dan endothelioprotective. Adanya penghambatan oleh ACE juga mengurangi iskemia dan pengurangan luas infark
LAINNYA:  Eudyna Cream

Farmakokinetik

  • Ramipril diabsorbsi lebih dari 55% pada dosis oral dan bioavailabilitasnya tidak dipengaruhi oleh makanan
  • Setelah diabsorbsi ramipril mengalami deesterifikasi menjadi metabolit aktif, yaitu ramiprilat.. Konsentrasi plasma puncak dari ramipril dan ramiprilat masing-masing dicapai dalam waktu sekitar 1 dan 3 jam
  • Ramipril, ramiprilat dan metabolitnya terutama dieliminasi melalui ginjal. Kira-kira 60% dosis oral tunggal ramipril ditemukan di urine, 40% ditemukan di feses termasuk ekskresi melalui empedu
  • Konsentrasi plasma ramiprilat meningkat pada pasien usia lanjut dan pasien gagal ginjal atau jantung, sementara ramipril terpotensiasi pada pasien dengan gangguan hati. Dengan demikian, dosis awal yang rendah dan/atau pengurangan dosis ramipril diperlukan pada pasien-pasien di atas

Kontraindikasi

Kontraindikasi merupakan suatu petunjuk mengenai kondisi-kondisi dimana penggunaan obat tersebut tidak tepat atau tidak dikehendaki dan kemungkinan berpotensi membahayakan jika diberikan. Pemberian Enexia dikontraindikasikan pada kondisi-kondisi berikut ini:

  • Hipersensitif terhadap obat ini
  • Pasien dengan riwayat angioedema terkait dengan pengobatan sebelumnya dengan menggunakan penghambat ACE
  • Pasien dengan riwayat angioedema yang tidak berkaitan dengan penggunaan penghambat ACE memungkinkan terjadinya peningkatan risiko angioedema saat menerima penghambat ACE
  • Reaksi anafilaktoid dilaporkan terjadi pada pasien dialisis dengan membran high-flux dan pengobatan bersamaan dengan penghambat ACE
  • Ramipril dapat menyebabkan hipotensi simtomatik, setelah dosis awal atau pada peningkatan dosis
  • Penghambat ACE dapat menyebabkan sindrom yang diawali dengan cholestatic jaundice dan fulminant hepatic necrosis dan kadang-kadang kematian
  • Penghambat ACE lain dapat menyebabkan agranulositosis dan depresi sumsum tulang, lebih sering terjadi pada pasien dengan penyakit vaskular kolagen seperti lupus eritematosus sistemik atau skleroderma dan pasien dengan gangguan ginjal
  • Penghambat ACE dapat menyebabkan morbiditas dan kematian pada fetal dan neonatal bila diberikan pada wanita hamil, jika diketahui hamil maka penggunaan penghambat ACE segera dihentikan
  • Pasien gagal jantung kongestif berat dengan fungsi ginjal yang tergantung pada aktivitas sistem renin-angiotensin-aldosteron, pengobatan dengan penghambat ACE, termasuk ramipril dapat menyebabkan oliguria dan/atau azotemia yang progresif dan (jarang terjadi) gagal ginjal akut dan/atau kematian
  • Hiperkalemia (serum K >5,7 mEq/l) terjadi kira-kira 1% pada pasien hipertensi yang menggunakan ramipril
  • Pernah dilaporkan penghambat ACE dapat menyebabkan batuk tidak produktif, batuk akan hilang bila pengobatan dengan ramipril dihentikan
  • Pasien dengan kerusakan fungsi hati dapat meningkatkan kadar ramipril dalam plasma
  • Bila obat ini harus diberikan pada wanita sedang menyusui, maka pemberian ASI harus dihentikan
  • Keamanan dan efektivitas penggunaan pada anak-anak belum diketahui dengan pasti
LAINNYA:  Riziven

Efek samping

  • Seluruh tubuh: reaksi anafilaktoid
  • Kardiovaskular: gejala hipotensi, sinkop, angina pektoris, aritmia, nyeri dada, palpitasi, infark miokardia, cerebrovascular accident
  • Hematologi: pantositopenia, anemia hemolitik, dan trombositopenia
  • Ginjal: peningkatan nitrogen urea dalam darah dan kreatinin serum terutama jika ramipril diberikan bersama dengan diuretik
  • Edema angioneurosis
  • Batuk: batuk yang gatal, kering, menetap dan nonproduktif dilaporkan terjadi dengan penggunaan penghambat ACE. Batuk akan hilang segera setelah menghentikan pengobatan
  • Gastrointestinal: pankreatitis, sakit perut, anoreksia, konstipasi, diare, mulut kering, dispepsi, disfagia, gastroenteritis, hepatitis, mual, peningkatan air liur, gangguan indera pengecap, dan muntah
  • Dermatologi: reaksi hipersensitivitas (seperti urtikaria, pruritus, atau ruam dengan/tanpa demam), eritema, pemfigus, fotosensitivitas dan purpura
  • Neurologi dan psikiatri: ansietas, amnesia, konvulsi, depresi, gangguan pendengaran, insomnia, gugup, neuralgia, neuropati, parestesia, somnolence, tinitus, tremor, vertigo dan gangguan penglihatan
  • Lain-lain: kompleks gejala yang pernah dilaporkan, meliputi: antinuclear antibodies (ANA) positif, peningkatan kecepatan sedimentasi eritrosit, artritis/artralgia, mialgia, demam, vaskulitis, eosinofilia, fotosensitivitas, ruam dan manifestasi dermatologi lainnya. Terjadinya eosinophilic pneumonitis juga pernah dilaporkan

Interaksi Obat

Interaksi obat merupakan suatu perubahan aksi atau efek obat sebagai akibat dari penggunaan atau pemberian bersamaan dengan obat lain, suplemen, makanan, minuman, atau zat lainnya. Interaksi obat Enexia antara lain:

  • Penggunaan ramipril bersamaan dengan obat-obat golongan antiinflamasi nonsteroid (AINS) dapat menurunkan fungsi renal dan meningkatkan konsentrasi kalium serum
  • Pemberian diuretik bersamaan dengan ramipril dapat menyebabkan penurunan tekanan darah yang drastis. Efek hipotensi diminimalkan dengan penghentian diuretik atau meningkatkan asupan garam pada awal pengobatan. Jika tidak memungkinkan dosis awal harus dikurangi
  • Ramipril dapat menurunkan kehilangan kalium yang disebabkan oleh diuretik tiazid.
    Adanya peningkatan kadar serum litium dan gejala toksik litium pernah dilaporkan pada pasien yang menerima penghambat ACE selama terapi dengan litium
LAINNYA:  Ka-en 3a

Overdosis

Overdosis dapat menyebabkan vasodilatasi perifer yang berlebihan (ditandai oleh hipotensi, syok), bradikardia, perubahan elektrolit, dan gangguan ginjal.

Dosis dan Aturan Pakai Enexia

Dosis adalah takaran yang dinyatakan dalam satuan bobot maupun volume (contoh: mg, gr) produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) yang harus digunakan untuk suatu kondisi medis tertentu serta frekuensi pemberiannya. Biasanya kekuatan dosis ini tergantung pada kondisi medis, usia, dan berat badan seseorang. Aturan pakai mengacu pada bagaimana produk kesehatan tersebut digunakan atau dikonsumsi. Berikut ini dosis dan aturan pakai Enexia:

  • Awal 2,5 mg 1x/hari, dapat ditingkatkan dengan menggandakan dosis dengan interval 2-3 minggu
  • Dosis pemeliharaan lazim: 2,5-5 mg/hari
  • Dosis maksimal: 10 mg/hari

Kemasan dan Sediaan

  • Dus 3 x 10 tablet 2,5 mg
  • Dus 3 x 10 tablet 10 mg

Produsen Enexia

Pharos

Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah Aman Menggunakan Enexia Saat Mengemudi atau Mengoperasikan Mesin?

Jika Anda mengalami gejala efek samping seperti mengantuk, pusing, gangguan penglihatan, gangguan pernapasan, jantung berdebar, dan lain-lain setelah menggunakan Enexia, yang dapat mempengaruhi kesadaran atau kemampuan dalam mengemudi maupun mengoperasikan mesin, maka sebaiknya Anda menghindarkan diri dari aktivitas-aktivitas tersebut selama penggunaan dan konsultasikan dengan dokter Anda.

Bagaimana Jika Saya Lupa Menggunakan Enexia?

Jika Anda lupa menggunakan Enexia, segera gunakan jika waktunya belum lama terlewat, namun jika sudah lama terlewat dan mendekati waktu penggunaan berikutnya, maka gunakan seperti dosis biasa dan lewati dosis yang sudah terlewat, jangan menggandakan dosis untuk mengganti dosis yang terlewat. Pastikan Anda mencatat atau menyalakan pengingat untuk mengingatkan Anda mengenai waktu penggunaan obat agar tidak terlewat kembali.

Apakah Saya Dapat Menghentikan Penggunaan Enexia Sewaktu-waktu?

Beberapa obat harus digunakan sesuai dengan dosis yang diberikan oleh dokter. Jangan melebih atau mengurangi dosis obat yang diberikan oleh dokter secara sepihak tanpa berkonsultasi dengan dokter. Obat seperti antibiotik, antivirus, antijamur, dan sebagainya harus digunakan sesuai petunjuk dokter untuk mencegah resistensi dari bakteri, virus, maupun jamur terhadap obat tersebut. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

Jangan menghentikan penggunaan obat secara tiba-tiba tanpa sepengetahuan dokter, karena beberapa obat memiliki efek penarikan jika penghentian dilakukan secara mendadak. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini

Bagaimana Cara Penyimpanan Enexia?

Setiap obat memiliki cara penyimpanan yang berbeda-beda, cara penyimpanan dapat Anda ketahui melalui kemasan obat. Pastikan Anda menyimpan obat pada tempat tertutup, jauhkan dari panas maupun kelembapan. Jauhkan juga dari paparan sinar Matahari, jangkauan anak-anak, dan jangkauan hewan.

Bagaimana Penanganan Enexia yang Sudah Kedaluwarsa?

Jangan membuang obat kedaluwarsa ke saluran air, tempat penampungan air, maupun toilet, sebab dapat berpotensi mencemari lingkungan. Juga jangan membuangnya langsung ke tempat pembuangan sampah umum, hal tersebut untuk menghindari penyalahgunaan obat. Hubungi Dinas Kesehatan setempat mengenai cara penangangan obat kedaluwarsa.
Sekilas Tentang Pharos
Pharos merupakan suatu perusahaan farmasi besar di Indonesia yang didirikan pada 30 September 1971 oleh Drs. Eddie Lembong Apt. Nama Pharos sendiri diambil dari nama suatu mercusuar di Alexandria, Mesir. Perusahaan ini bergerak di banyak lini usaha sehingga membentuk sekira 17 perusahaan yang masing-masing perusahaan berfokus pada lini usahanya masing-masing. Semua perusahaan itu bergabung dalam suatu group usaha bernama Pharos Group. Beberapa perusahaan itu seperti Faratu Medika Laboratories (industri kosmetik), Century Franchisindo Utama (franchise apotek Century), Nutrindo Jaya Abadi (marketing produk farmasi), dan lain-lain.

Pharos memiliki banyak produk terkenal dan jangkauan pemasarannya telah meluas hingga ke negara-negara Asia Tenggara seperti Kamboja, Vietnam, Malaysia, Filipina, bahkan fasilitas produknya selain di Indonesia juga telah ada di Singapura dan Vietnam. Perusahaan ini telah mengantongi sertifikat CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik) dan juga sertifikat ISO 9001/2000.
Berikan Ulasan Produk Ini

Seberapa Baik Produk Ini?

Klik bintang untuk memberi peringkat!

Peringkat rata-rata: 0 / 5. Jumlah peringkat: 0

Belum ada pemeringkatan, jadilah yang pertama.

Leave a Reply

Email address will not be published. Required fields are marked *

Cara Mengutip Untuk Daftar Pustaka
Jika Anda ingin mengutip tulisan ini pada daftar pustaka, Anda bisa melakukannya dengan menggunakan berbagai format berikut ini:

Format APA (American Psychological Association)

Farmasi-id.com. (2018, 27 Februari). Enexia. Diakses pada 26 Januari 2020, dari https://www.farmasi-id.com/enexia/


Format MLA (Modern Language Association)

"Enexia". Farmasi-id.com. 27 Februari 2018. 26 Januari 2020. https://www.farmasi-id.com/enexia/


Format MHRA (Modern Humanities Research Association)

Farmasi-id.com, "Enexia", 27 Februari 2018, <https://www.farmasi-id.com/enexia/> [Diakses pada 26 Januari 2020]


Bagikan ke Rekan Anda