Elithris

Farmasi-id.com > Sistem Saraf Pusat > Obat Anti Inflamasi Non Steroid (OAINS) > Elithris

By | 29/06/2015

Kandungan dan Komposisi

Diclofenac Na.

Indikasi, Manfaat, dan Kegunaan

Bentuk inflamasi & degeneratif dr reumatik, AR termasuk AR juvenilis, spondilitis ankilosa, OA, spondilo artritis; sindrom nyeri hebat pada kolumna vertebra; reumatisme non-artrikuler; serangan gout akut.

Dosis dan Aturan Pakai

Dws Awal 100-150 mg/hari. Kasus lebih ringan & terapi jangka panjang: 75-100 mg/hari. Anak ≥1 thn0.5-2 mg/kg BB/hari. Semua dosis hrs diberikan dalam 2-3 dosis terbagi. AR juvenilis Maks: 3 mg/kg BB dalam bbrp dosis terbagi.

Pemberian Obat

Sebaiknya diberikan bersama makanan : Sebaiknya diberikan sesudah makan.

Kontra Indikasi

Tukak peptik, asma, urtikaria atau rinitis akut.

Perhatian

Kejadian trombotik KV, infark miokard, & stroke. Terapi bersama dengan asam asetil salisilat atau AINS, kortikosteroid oral, & antikoagulan. Hipertensi, retensi cairan atau gagal jantung. Gangguan GI dengan riwayat tukak; perdarahan GI dengan kolitis ulseratif atau penyakit Crohn. Gangguan fungsi hati berat; porfiria hepatik. Terapi jangka panjang. Merokok, konsumsi alkohol; kondisi kesehatan secara keseluruhan buruk. Dpt mengganggu kemampuan untuk mengemudi atau menjalankan mesin. Lanjut usia. Hamil.

Efek Samping yang Mungkin Timbul

Gangguan GI; anoreksia, sakit kepala, pusing/vertigo, mengantuk, gangguan sensasi termasuk parestesia, ruam kulit atau erupsi kulit.

Interaksi Obat

Litium, digoksin, diuretik hemat K, AINS lain, metotreksat, siklosporin.

Kategori Keamanan Kehamilan

C: Studi pada binatang percobaan telah memperlihatkan adanya efek samping pada janin (teratogenik atau embroisidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita, atau studi pada wanita dan binatang percobaan tidak dapat dilakukan. Obat hanya boleh diberikan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin.

(pd trimester 3 atau menjelang persalinan)

D: Ada bukti positif mengenai risiko pada janin manusia, tetapi manfaat dari penggunaan obat ini pada wanita hamil dapat diterima meskipun berisiko pada janin (misalnya jika obat diperlukan untuk mengatasi situasi yang mengancam jiwa atau untuk penyakit serius dimana obat yang lebih aman tidak dapat digunakan atau tidak efektif).

Bentuk Sediaan Kemasan/Harga

Elithris 50 enteric-coated tablet 50 mg
5 × 10’s (Rp65,000/boks)

Izin BPOM

DKL9820611515B1

Produsen

Armoxindo Farma

Sekilas Tentang Diclofenac Sodium
Diclofenac sodium adalah salah satu bentuk dari diclofenac yang merupakan suatu obat antiinflamasi non steroid (OAINS) yang digunakan untuk mengobati nyeri akibat inflamasi seperti asam urat.

Diclofenac pertama kali dipatenkan pada tahun 1965 dan mulai digunakan di Amerika Serikat pada 1988. Selain tersedia dalam bentuk sodium ia juga tersedia dalam bentuk garam potassium. Berbagai macam nyeri yang dapat diatasi dnegan diclofenac seperti dismenore, nyeri asam urat, arthritis, rheumatoid arthritis, sakit gigi, nyeri akibat batu ginjal, dan sebagainya. Cara kerja diclofenac adalah menghalangi sintesis prostaglandin. Obat ini ternyata juga memiliki efek bakteriostatik yang dapat mengganggi dan menghambat sintesis DNA bakteri.
sekilas tentang Obat Anti Inflamasi Non Steroid (OAINS)

Obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) adalah kelas obat yang digunakan untuk mengurangi rasa sakit, mengurangi demam, mencegah pembekuan darah dan, dalam dosis yang lebih tinggi, mengurangi peradangan. Istilah nonsteroid membedakan obat ini dari steroid, walaupun memiliki efek antiinflamasi eicosanoid yang serupa dan memiliki berbagai efek lainnya. OAINS pertama kali digunakan pada tahun 1960, istilah ini digunakan untuk menjauhkan obat-obatan ini dari steroid, yang pada saat steroid distigma negatif akibat penyalahgunaan steroid anabolik. OAINS bekerja dengan menghambat aktivitas enzim siklooksigenase (COX-1 dan / atau COX-2). Dalam sel, enzim-enzim ini terlibat dalam sintesis mediator biologis utama, yaitu prostaglandin yang terlibat dalam peradangan, dan tromboksan yang terlibat dalam pembekuan darah.

Ada dua jenis OAINS yang tersedia yaitu non-selektif dan COX-2 selektif. Sebagian besar OAINS bersifat non-selektif, dan menghambat aktivitas COX-1 dan COX-2. OAINS ini selain mengurangi peradangan, juga menghambat agregasi trombosit (terutama aspirin) dan meningkatkan risiko ulkus/perdarahan gastrointestinal. Inhibitor selektif COX-2 memiliki lebih sedikit efek samping gastrointestinal, tetapi meningkatkan trombosis dan secara substansial meningkatkan risiko serangan jantung. Akibatnya, inhibitor selektif COX-2 umumnya dikontraindikasikan karena risiko tinggi penyakit vaskular yang tidak terdiagnosis. Efek diferensial ini disebabkan oleh peran dan lokalisasi jaringan yang berbeda dari masing-masing isoenzim COX. Dengan menghambat aktivitas COX fisiologis, semua OAINS meningkatkan risiko penyakit ginjal dan serangan jantung.

OAINS yang paling dikenal adalah aspirin, ibuprofen, dan naproxen, semuanya tersedia secara bebas di sebagian besar negara. Paracetamol (acetaminophen) umumnya tidak dianggap sebagai OAINS karena hanya memiliki aktivitas anti-inflamasi kecil. Paracetamol mengobati rasa sakit terutama dengan memblokir COX-2, sebagian besar di sistem saraf pusat, tetapi tidak banyak di seluruh tubuh. Efek samping OAINS tergantung pada spesifik obat, tetapi sebagian besar mencakup peningkatan risiko ulkus dan perdarahan gastrointestinal, serangan jantung dan penyakit ginjal.