Eclid

By | Juni 27, 2022 |

ECLID

Tablet

Apa Kandungan dan Komposisi Eclid?

Kandungan dan komposisi produk obat maupun suplemen dibedakan menjadi dua jenis yaitu kandungan aktif dan kandungan tidak aktif. Kandungan aktif adalah zat yang dapat menimbulkan aktivitas farmakologis atau efek langsung dalam diagnosis, pengobatan, terapi, pencegahan penyakit atau untuk memengaruhi struktur atau fungsi dari tubuh manusia.

Jenis yang kedua adalah kandungan tidak aktif atau disebut juga sebagai eksipien. Kandungan tidak aktif ini fungsinya sebagai media atau agen transportasi untuk mengantar atau mempermudah kandungan aktif untuk bekerja. Kandungan tidak aktif tidak akan menambah atau meningkatkan efek terapeutik dari kandungan aktif. Beberapa contoh dari kandungan tidak aktif ini antara lain zat pengikat, zat penstabil, zat pengawet, zat pemberi warna, dan zat pemberi rasa. Kandungan dan komposisi Eclid adalah:

ECLID 50
Tiap tablet ECLID 50 mg mengandung:
Acarbose 50 mg

ECLID 100
Tiap tablet ECLID 100 mg mengandung:
Acarbose 100 mg

Eclid Obat Apa?


Apa Indikasi, Manfaat, dan Kegunaan Eclid?

Indikasi merupakan petunjuk mengenai kondisi medis yang memerlukan efek terapi dari suatu produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) atau kegunaan dari suatu produk kesehatan untuk suatu kondisi medis tertentu. Eclid adalah suatu produk kesehatan yang diindikasikan untuk:

Terapi tambahan yang berhubungan dengan diet pada pasien diabetes melitus.

Apa Saja Kontraindikasi Eclid?

Kontraindikasi merupakan suatu petunjuk mengenai kondisi-kondisi dimana penggunaan obat tersebut tidak tepat atau tidak dikehendaki dan kemungkinan berpotensi membahayakan jika diberikan. Pemberian Eclid dikontraindikasikan pada kondisi-kondisi berikut ini:

  • Hipersensitif terhadap acarbose dan/atau zat tidak aktifnya
  • Gangguan intestinal kronis yang berhubungan dengan absorpsi dan gangguan pencernaan secara nyata
  • Keadaan-keadaan yang dapat menyebabkan perburukan sebagai hasil dari peningkatan pembentukan gas di dalam usus (misalnya Roemheld’s syndrome, hernia mayor, obstruksi intestinal, dan ulkus intestinal)
  • Inflammatory bowel disease, seperti kolitis ulseratif dan Crohn’s disease, obstruksi parsial intestinal atau pada pasien yang mempunyai predisposisi obstruksi intestinal atau ileus
  • Acarbose tidak boleh digunakan pada pasien dengan gangguan ginjal berat (bersihan kreatinin < 25 ml/menit)
  • Acarbose tidak boleh diberikan selama kehamilan

Berapa Dosis dan Bagaimana Aturan Pakai Eclid?

Dosis adalah takaran yang dinyatakan dalam satuan bobot maupun volume (contoh: mg, gr) produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) yang harus digunakan untuk suatu kondisi medis tertentu serta frekuensi pemberiannya. Biasanya kekuatan dosis ini tergantung pada kondisi medis, usia, dan berat badan seseorang. Aturan pakai mengacu pada bagaimana produk kesehatan tersebut digunakan atau dikonsumsi. Berikut ini dosis dan aturan pakai Eclid:

Dosis harus ditentukan oleh dokter sesuai dengan kebutuhan setiap pasien. Kecuali ditentukan lain, dosis acarbose yang direkomendasikan adalah sebagai berikut:

Dosis awal:
3 kali 1 tablet acarbose 50 mg/hari atau 3 kali 1/2 tablet acarbose 100 mg/hari.

Dosis selanjutnya:
3 kali 2 tablet acarbose 50 mg/hari atau 3 kali 1 tablet hingga 3 kali 2 tablet acarbose 100 mg/hari.

Dosis dapat ditingkatkan setelah 4-8 minggu, dan bila pasien menunjukkan respon klinis yang inadekuat setelah pengobatan selanjutnya. Dosis rata-rata 300 mg/hari (3 kali 2 tablet acarbose 50 mg/hari atau 3 x 1 tablet acarbose 100 mg/hari).

Tablet acarbose ditelan seluruhnya dengan sedikit air sebelum makan atau dikunyah dalam mulut yang penuh berisi makanan pada suapan pertama.

Usia lanjut (>65 tahun):
Tidak ada perubahan dosis atau frekuensi dosis yang direkomendasikan berkaitan dengan usia pasien.

Kerusakan hati:
Tidak ada penyesuaian dosis untuk pasien dengan riwayat gangguan fungsi hati.

Apa saja Peringatan dan Perhatian Penggunaan Eclid?

  • Pemeriksaan kadar enzim hati harus dilakukan selama 6-12 bulan pertama pengobatan. Pada kasus yang telah dievaluasi, perubahan ini bersifat reversible setelah penghentian terapi acarbose.
  • Diet diabetes harus tetap dipatuhi selama pemberian acarbose.


Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah Aman Menggunakan Eclid Saat Mengemudi atau Mengoperasikan Mesin?

Jika Anda mengalami gejala efek samping seperti mengantuk, pusing, gangguan penglihatan, gangguan pernapasan, jantung berdebar, dan lain-lain setelah menggunakan , yang dapat mempengaruhi kesadaran atau kemampuan dalam mengemudi maupun mengoperasikan mesin, maka sebaiknya Anda menghindarkan diri dari aktivitas-aktivitas tersebut selama penggunaan dan konsultasikan dengan dokter Anda.

Bagaimana Jika Saya Lupa Menggunakan Eclid?

Jika Anda lupa menggunakan Eclid, segera gunakan jika waktunya belum lama terlewat, namun jika sudah lama terlewat dan mendekati waktu penggunaan berikutnya, maka gunakan seperti dosis biasa dan lewati dosis yang sudah terlewat, jangan menggandakan dosis untuk mengganti dosis yang terlewat. Pastikan Anda mencatat atau menyalakan pengingat untuk mengingatkan Anda mengenai waktu penggunaan obat agar tidak terlewat kembali.

Apakah Saya Dapat Menghentikan Penggunaan Eclid Sewaktu-waktu?

Beberapa obat harus digunakan sesuai dengan dosis yang diberikan oleh dokter. Jangan melebih atau mengurangi dosis obat yang diberikan oleh dokter secara sepihak tanpa berkonsultasi dengan dokter. Obat seperti antibiotik, antivirus, antijamur, dan sebagainya harus digunakan sesuai petunjuk dokter untuk mencegah resistensi dari bakteri, virus, maupun jamur terhadap obat tersebut. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

Jangan menghentikan penggunaan obat secara tiba-tiba tanpa sepengetahuan dokter, karena beberapa obat memiliki efek penarikan jika penghentian dilakukan secara mendadak. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

Bagaimana Cara Penyimpanan Eclid?

Setiap obat memiliki cara penyimpanan yang berbeda-beda, cara penyimpanan dapat Anda ketahui melalui kemasan obat. Pastikan Anda menyimpan obat pada tempat tertutup, jauhkan dari panas maupun kelembapan. Jauhkan juga dari paparan sinar Matahari, jangkauan anak-anak, dan jangkauan hewan.

Bagaimana Penanganan Eclid yang Sudah Kedaluwarsa?

Jangan membuang obat kedaluwarsa ke saluran air, tempat penampungan air, maupun toilet, sebab dapat berpotensi mencemari lingkungan. Juga jangan membuangnya langsung ke tempat pembuangan sampah umum, hal tersebut untuk menghindari penyalahgunaan obat. Hubungi Dinas Kesehatan setempat mengenai cara penangangan obat kedaluwarsa.


Apa Efek Samping Eclid?

Efek Samping merupakan suatu efek yang tidak diinginkan dari suatu obat. Efek samping ini dapat bervariasi pada setiap individu tergantung pada pada kondisi penyakit, usia, berat badan, jenis kelamin, etnis, maupun kondisi kesehatan seseorang. Efek samping Eclid yang mungkin terjadi adalah:

Flatulence sangat sering. Diare dan nyeri abdominal sering. Nausea jarang terjadi.

Jika diet diabetik yang sudah ditentukan tidak diamati, efek samping intestinal bisa lebih nyata. Jika terjadi gejala berat, segera konsultasi pada dokter dan dosis harus dikurangi.

Pasien yang menerima dosis harian yang direkomendasikan 150-300 mg acarbose per hari, jarang mengalami tes fungsi hati yang abnormal secara klinis (kenaikan 3 kali di atas batas normal) yang diamati. Nilai abnormal dapat terjadi sementara selama terapi acarbose.

Izin BPOM, Kemasan, dan Sediaan Eclid

Setiap produk obat, suplemen, makanan, dan minuman yang beredar di Indonesia harus mendapatkan izin edar dari BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) yaitu suatu Badan Negara yang memiliki fungsi melakukan pemeriksaan terhadap sarana dan prasarana produksi, melakukan pengambilan contoh produk, melakukan pengujian produk, dan memberikan sertifikasi terhadap produk. BPOM juga melakukan pengawasan terhadap produk sebelum dan selama beredar, serta memberikan sanksi administratif seperti dilarang untuk diedarkan, ditarik dari peredaran, dicabut izin edar, disita untuk dimusnahkan, bagi pihak yang melakukan pelanggaran. Berikut adalah izin edar dari BPOM yang dikeluarkan untuk produk Eclid:

ECLID 50 mg. Kotak, 5 strip @ 10 tablet

ECLID 100 mg. Kotak, 5 strip @ 10 tablet

border=”2″ cellspacing=”0″ align=”center” bgcolor=”#ffffff”>

HARUS DENGAN RESEP DOKTER

SIMPAN PADA SUHU DI BAWAH 20°C,

TERLINDUNG DARI CAHAYA.

Apa Nama Perusahaan Produsen Eclid?

Produsen obat (perusahaan farmasi) adalah suatu perusahaan atau badan usaha yang melakukan kegiatan produksi, penelitian, pengembangan produk obat maupun produk farmasi lainnya. Obat yang diproduksi bisa merupakan obat generik maupun obat bermerek. Perusahaan jamu adalah suatu perusahaan yang memproduksi produk jamu yakni suatu bahan atau ramuan berupa tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral, sari, atau campuran dari bahan-bahan tersebut yang telah digunakan secara turun-temurun untuk pengobatan. Baik perusahaan farmasi maupun perusahaan jamu harus memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan.

Setiap perusahaan farmasi harus memenuhi syarat CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik), sedangkan perusahaan jamu harus memenuhi syarat CPOTB (Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik) untuk dapat melakukan kegiatan produksinya agar produk yang dihasilkan dapat terjamin khasiat, keamanan, dan mutunya. Berikut ini nama perusahaan pembuat produk Eclid:
PT Dexa Medica
Jl. Jenderal Bambang Utoyo 138
Palembang-Indonesia

Dexa Medica adalah suatu perusahaan farmasi Indonesia yang didirikan pada 1969 oleh Drs. Rudy Soetikno Apt. seroang apoteker muda yang pernah bertugas sebagai tentara. Dikarenakan pernah terjadi kelangkaan pasokan obat, maka ia bersama rekannya mulai mendirikan sebuah perusahaan farmasi kecil dengan produk obat tablet.

Karena semakin meningkatnya permintaan, maka Dexa Medica meningkatkan kuantitas produksinya sehingga pada 1975 produknya telah tersedia di seluruh pulau Sumatera, dan pada 1978, produk perusahaan ini telah tersebar di seluruh Indonesia. Sebagai perusahaan nasional, maka pada 1984 perusahaan ini mendirikan kantor pemasaran di Jakarta. Perusahaan ini pun semakin berkembang dan dibuktikan dengan produk-produknya yang berhasil menembus pasar negara-negara Asia dan Afrika sekaligus menjadikan Dexa Medica menjadi salah satu perusahaan farmasi terbesar di Indonesia. Saat ini posisi CEO perusahaan dijabat oleh Ir. Ferry A. Soetikno, M.Sc., M.B.A.
Komentar

Leave a Reply

Email address will not be published.