Doxetasan

Farmasi-id.com > Onkologi > Kemoterapi Sitotoksik > Doxetasan

By | 07/06/2015
Produsen Sanbe
KomposisiDocetaxel anhydrous.
IndikasiKanker payudar4, kanker paru jenis non-sel kecil, kanker indung telur, kanker prostat.
DosisKanker Payudar4 Monoterapi: 100 mg/m2. Dlm kombinasi dengan doxorubicin: Docetaxel 75 mg/m2 + doxorubin 59 mg/m2. Dlm kombinasi dengan kapsul ecitabine: Docetaxel 75 mg/m2 tiap 3 minggu + kapsul ecitabine 1,250 mg/m2 2 x/hari selama 2 minggu, dilanjutkan dengan 1 minggu masa istirahat. Kanker paru jenis non sel kecil Pasien yang blm pernah kemoterapi Docetaxel 75 mg/m2, segera dilanjutkan dengan cisplatin 75 mg/m2 selama 30-60 mnt. Utk terapi sesudah kegagalan terapi berbasis platinum sebelumnya: 75 mg/m2 sebagai obat tunggal. Kanker prostat Docetaxel 75 mg/m2 + prednisone atau prednisolone 5 mg per oral 2 x/hari diberikan secara kontiniu.
Kontra IndikasiHipersensitivitas; hitung neutrofil baseline <1500 sel/mm3; gangguan hati berat. Hamil & laktasi.
PerhatianPantau hitung darah lengkap. Lakukan penilaian jantung sblm mulai terapi docetaxel plus trastuzumab. Pantau & obati gejala toksisitas GI, diare dengan atau tanpa neutropenia.
Efek Samping yang Mungkin Timbul Neutropenia, reaksi hipersensitivitas, ruam kulit termasuk erupsi setempat terutama pada kaki & tangan, kelainan kuku berat, kejadian tromboemboli vena, sindrom gawat napas akut, pneumonia interstisial, fibrosis paru, amenore.
Kategori Keamanan Kehamilan D: Ada bukti positif mengenai risiko pada janin manusia, tetapi manfaat dari penggunaan obat ini pada wanita hamil dapat diterima meskipun berisiko pada janin (misalnya jika obat diperlukan untuk mengatasi situasi yang mengancam jiwa atau untuk penyakit serius dimana obat yang lebih aman tidak dapat digunakan atau tidak efektif).
Bentuk SediaanKemasan/Harga
Doxetasan soln for infusion 20 mg/0.5 mL
(+ solvent (vial) 1.5 mL) 1’s (Rp1,680,000/vial)
Doxetasan soln for infusion 80 mg/2 mL
(+ solvent (vial) 6 mL) 1’s (Rp4,900,000/vial)
Sekilas Tentang Kemoterapi Sitotoksik

Kemoterapi sitotoksik adalah kemoterapi menggunakan agen sitotoksik untuk membunuh atau merusak sel-sel kanker yang bereproduksi. Terapi ini secara spesifik menargetkan sel kanker yang membelah dengan cepat.

Kemoterapi dapat dianggap sebagai cara untuk merusak atau menekan sel, yang kemudian dapat menyebabkan kematian sel jika apoptosis dimulai. Efek samping dari kemoterapi seperti dapat merusak sel-sel normal yang membelah dengan cepat dan karenanya sensitif terhadap obat-obatan anti-mitosis: sel-sel di sumsum tulang, saluran pencernaan dan folikel rambut. Hal ini menghasilkan efek samping kemoterapi yang paling umum seperti: myelosuppression (penurunan produksi sel darah, karenanya juga imunosupresi), mukositis (peradangan pada lapisan saluran pencernaan), dan alopesia (kerontokan rambut). Karena efeknya pada sel-sel kekebalan tubuh (terutama limfosit), obat-obat kemoterapi sering digunakan dalam sejumlah penyakit yang diakibatkan oleh aktivitas berlebih yang berbahaya dari sistem kekebalan terhadap diri sendiri (disebut autoimunitas). Ini termasuk rheumatoid arthritis, systemic lupus erythematosus, multiple sclerosis, vasculitis dan lain-lain.

Sekilas tentang kanker dan tumor

Kanker adalah penyakit yang disebabkan oleh ketidakteraturan perjalanan hormon yang mengakibatkan tumbuhnya daging pada jaringan tubuh yang normal atau sering dikenal sebagai tumor ganas. Selain itu gejala ini juga dikenal sebagai neoplasma ganas dan seringkali ditandai dengan kelainan siklus sel khas yang menimbulkan kemampuan sel untuk:

  1. Tumbuh tidak terkendali (pembelahan sel melebihi batas normal)

  2. Menyerang jaringan biologis di dekatnya.

  3. Bermigrasi ke jaringan tubuh yang lain melalui sirkulasi darah atau sistem limfatik, disebut metastasis.


Tiga karakter ganas inilah yang membedakan kanker dari tumor jinak. Sebagian besar kanker membentuk tumor, tetapi beberapa tidak, seperti leukemia. Cabang ilmu kedokteran yang berhubungan dengan studi, diagnosis, perawatan, dan pencegahan kanker disebut onkologi.

Tumor atau barah (bahasa Inggris: tumor, tumour) adalah sebutan untuk neoplasma atau lesi padat yang terbentuk akibat pertumbuhan sel tubuh yang tidak semestinya, yang mirip dengan simtoma bengkak. Tumor berasal dari kata tumere dalam bahasa latin yang berarti "bengkak". Pertumbuhannya dapat digolongkan sebagai ganas (malignan) atau jinak (benign).

Tumor ganas disebut kanker. Kanker memiliki potensi untuk menyerang dan merusak jaringan yang berdekatan dan menciptakan metastasis. Tumor jinak tidak menyerang tissue berdekatan dan tidak menyebarkan benih (metastasis), tetapi dapat tumbuh secara lokal menjadi besar. Mereka biasanya tidak muncul kembali setelah penyingkiran melalui operasi.
Sekilas Tentang Sanbe Farma

Sanbe Farma merupakan suatu perusahaan farmasi Indonesia yang didirikan pada 28 Juni 1975 oleh Drs. Jahja Santoso, Apt yang merupakan seorang apoteker lulusan ITB yang berhasil lulus dengan predikat cum laude. Awalnya Sanbe Farma hanyalah sebuah industri rumahan yang memproduksi kapsul Colsancetine. Kemudian seiring dengan meningkatnya kebutuhan produksi, pada 1980 perusahaan ini memindahkan lokasinya ke tempat yang lebih luas yaitu di Cimahi dan di tempat itu perusahaan ini mendirikan fasilitas produksi berbagai jenis obat.

Selanjutnya pada 1992, Sanbe Farma mulai memproduksi obat-obatan bebas atau OTC. Pada 1996 perusahaan ini kembali memperluas area industrinya untuk memenuhi kebutuhan produksi yang semakin besar diantaranya untuk memproduksi produk betalaktam, sefalosporin, injeksi, tetes mata, sediaan steril, serbuk injeksi, dan lain-lain. Sanbe Farma telah mengantongi lebih kurang 43 sertifikat CPOB dari berbagai negara. Perusahaan ini memiliki produk yang telah dipasarkan di lebih kurang 20 negara. Berdasarkan informasi, perusahaan ini menepati urutan ke-4 sebagai perusahaan farmasi terbesar di Indonesia. Sanbe Farma juga memiliki beberapa anak perusahaan yang juga bergerak dibidang farmasi dan produk kesehatan seperti PT Caprifarmindo Laboratories dan PT Bina San Prima .