Dotur

By | Juli 9, 2021 |

Kandungan
Doxycycline / Doksisiklin HCl.

Indikasi
Infeksi saluran pernafasan, saluran pencernaan, saluran kandung empedu, saluran kemih & kelamin, kulit & jaringan lunak.

Kontra Indikasi
Riwayat hipersensitifitas, fotodermatosis, kerusakan hati, kehamilan, menyusui.

Perhatian
Terdapat insufisiensi hati.
Periksakan fungsi hati & ginjal secara teratur & pemeriksaan darah harus dilakukan.
Anak-anak berusia kurang dari 8 tahun.
Interaksi Obat
– absorpsi Doksisiklin agak berkurang oleh produk-produk susu, antasida, Kolestiramin, atau preparat/sediaan Kalsium dan Magnesium.
– mengurangi aktifitas lipase pankreatik, peptidase, amilase, pepsin, dan kolin oksidase.

Efek Samping
Gangguan saluran pencernaan, kerusakan hati, diskrasia darah, fotositisasi & pertumbuhan berlebihan organisme yang resisten terhadap Doksisiklin, peningkatan tekanan intrakranial yang berisfat reversibel (akan berhenti bila obat tidak lagi diberikan) pada anak-anak (sangat jarang).

Kategori Keamanan Kehamilan
Kategori D: Positif ada kejadian yang berbahaya pada janin manusia, tetapi keuntungan dari penggunaan oleh wanita hamil mungkin dapat diterima walaupun berisiko. (Misalnya jika obat digunakan untuk situasi menyelamatkan nyawa atau penyakit yang serius dimana obat yang lebih aman tidak dapat digunakan atau tidak efektif).

Kemasan
Kapsul 100 mg x 5 x 10’s

Dosis
Dewasa & anak-anak dengan berat badan lebih dari 50 kg :
– dosis awal : 200 mg.
– dosis rumat : 100 mg/hari sebagai dosis tunggal atau 50 mg tiap 12 jam.
– infeksi berat : 200 mg/hari.

PEMBERIAN OBAT
Dikonsumsi bersamaan dengan makanan

HARGA

Rp 340.000

Produsen

Actavis

Sekilas Tentang Actavis
Actavis adalah perusahaan farmasi global yang dirikan pada 1983 oleh Allen Chao, Ph.D dan David Hsia, Ph.D yang awalnya melakukan pengembangan obat dengan skala kecil. Modal awal perusahaan didapat dari keluarga dan rekan pendiri dan lokasi awalnya hanya berupa area kecil yang disewa di Libertyville, Illinois, Amerika Serikat.

Seiring dengan perkembangan perusahaan, Actavis memindahkan area produksinya ke tempat yang lebih luas sekira 190 meter persegi di Corona, California dan memulai produksi produk obat generik di lokasi ini. Di awal tahun 1993, perusahaan ini melakukan IPO dan mencatatkan sahamnya di NASDAQ kemudian mencatatkannya juga ke bursa saham NYSE. Di periode tahun 2000 hingga 2009 perusahaan ini mengakuisisi beberapa perusahaan farmasi seperti Schein Pharmaceutical, Andrx Corporation, Arrow Group, dan lain-lain. Pada 2011 perusahaan memindahkan kantor pusatnya dari Corona ke Parsippany, New Jersey.

Pada November 2012, Watson Pharmaceutical mengakuisisi Actavis Group. Untuk operasional global, nama Actavis tetap dipertahankan. Dan ditahun 2013, Actavis mengakuisisi perusahaan farmasi Irlandia, Warner Chilcott PLC dan dengan ini perusahaan merubah namanya menjadi Actavis PLC dan membuka kantor pusat baru di Irlandia dengan tetap mempertahankan kantor pusat yang ada di New Jersey. Setahun kemudian Actavis mengakuisisi Allergan Inc, perusahaan yang memproduksi Botox hingga kemudian Actavis PLC berubah namanya menjadi Allergan PLC namun perusahaan tetap menggunakan nama Actavis untuk operasional global. Pada Juli 2015 Teva Pharmaceutical mengakuisisi divisi generik Allergan PLC.

Actavis memiliki lokasi produksi di 40 negara, termasuk Indonesia. Di Indonesia perusahaan ini berdiri dengan nama PT Actavis Indonesia. Jangkauan pemasaran produk Actavis mencapai hingga 100 negara.

Leave a Reply

Email address will not be published. Required fields are marked *