Dothrocyn

Farmasi-id.com > Antiinfeksi (Sistemik) > Makrolid > Dothrocyn

By | 13/05/2015
Produsen Yarindo Farmatama
KomposisiErythromycin stearate.
IndikasiInfeksi saluran napas atas & bwh, kulit & jaringan lunak. Amubiasis intestinal. Pengobatan sifilis pada pasien yang alergi terhadap penicillin. Uretritis non GO. Infeksi akibat Chlamydia trachomatis. Listeriosis, pertusis.
DosisDws 250 mg tiap 6 jam atau 500 mg tiap 12 jam. Anak 30-50 mg/kg BB/hari dalam 3-4 dosis terbagi.
Pemberian ObatSebaiknya diberikan pada saat perut kosong : Paling baik diberikan pada saat perut kosong 1 jam sblm atau 2 jam sesudah makan. Dpt diberikan bersama makanan untuk mengurangi rasa tidak nyaman pada GI.
Kontra IndikasiHipersensitivitas. Pasien yang mendapat terfenadin, astemizol, atau sisaprid. Gangguan fungsi hati berat.
PerhatianGangguan fungsi hati & ginjal. Penggunaan jangka lama dapat mengakibatkan superinfeksi oleh mikroorganisme yang tidak peka. Penggunaan bersama dengan levostatin. Hamil & laktasi.
Efek Samping yang Mungkin Timbul Mual, muntah, diare, gangguan pada epigastrium, anoreksia, kehilangan pendengaran yang reversibel pada pasien dengan gangguan fungsi ginjal & yang mendapat dosis besar. Konvulsi, halusinasi, vertigo, aritmia jantung, Reaksi alergi misalnya urtikaria, anafilaksis.
Interaksi ObatErgotamin, dihidroergotamin, teofilin, digoksin, antikoagulan, karbamazepin.
Kategori Keamanan Kehamilan B: Studi terhadap reproduksi pada binatang percobaan tidak memperlihatkan adanya risiko terhadap janin tetapi tidak ada studi terkontrol yang dilakukan terhadap wanita hamil, atau studi terhadap reproduksi binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping (selain penurunan fertilitas) yang tidak dikonfirmasikan dalam studi terkontrol pada wanita pada kehamilan trimester 1 (dan tidak ada bukti risio pada trimester selanjutnya).
Bentuk SediaanKemasan/Harga
Dothrocyn kaplet 500 mg
10 × 10’s (Rp200,000/boks)

 

Sekilas tentang makrolid
Makrolid/makrolida merupakan golongan antibiotik yang meliputi eritromisin, roksitromisin, azitromisin dan klaritromisin. Obat ini bertindak dengan mencegah bakteri memproduksi protein yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan reproduksi. Tergantung pada konsentrasi obat yang diberikan makrolida mungkin bersifat bakteriostatik atau bakterisidal. Makrolida paling sering digunakan untuk mengobati infeksi dada.