Dormi

Farmasi-id.com > Sistem Gastrointestinal & Hepatobilier > Regulator GIT, Antiflatulen, & Antiinflamasi > Dormi

By | 06/08/2018

Kandungan dan Komposisi Dormi

Produsen:

Zenith Pharma

Hyoscine butylbromide.

Indikasi, Manfaat, dan Kegunaan

Mengurangi peristaltik pada pasien dengan tukak lambung atau tukak duodenum. Pengobatan spasme GI & hipermotilitas GI; kolik empedu & ginjal, diskinesia & dismenore fungsional spastik.

Dosis dan Aturan Pakai

1-2 tablet 3-4 x/hari.

Pemberian Obat:

Dapat diberikan bersama atau tanpa makanan.

Kontra Indikasi:

Glaukoma, hipertrofi prostat dengan kecenderungan retensi urin, stenosis mekanik pada GI, takikardi, megakolon.

Perhatian:

Kolitis ulseratif, ileus paralitik, stenosis pilorus. Hamil trimester 1, laktasi. Lanjut usia.

Efek Samping:

Mulut kering, penglihatan kabur, rasa panas & kemerahan pada wajah, konstipasi, retensi urin.

Interaksi Obat:

Antihistamin, butirofenon, fenotiazin, amantadin, antidepresan trisiklik; guanetidin, reserpin, antasid.

Kemasan/Harga:

Tabet salut gula 10 mg x 10 x 10.

Kategori Keamanan Penggunaan Pada Wanita Hamil (Menurut FDA):

Kategori C: Studi terhadap binatang percobaan, memperlihatkan adanya efek-efek samping pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil, atau studi terkontrol pada wanita hamil dan binatang percobaan. Obat hanya boleh digunakan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin.

Sekilas Tentang Hyoscine Butylbromide

Hyoscine butylbromide atau scopolamine butylbromide adalah obat yang digunkan untuk terapi kram perut, kekejangan esofagus, kolik ginjal, kekejangan kandung kemih, dan lain-lain. Obat ini juga digunakan untuk mengatasi gejala sindrom iritasi usus besar, kondisi usus yang umum yang menyebabkan kejang dan nyeri di usus, serta sakit perut, diare persisten (terkadang bergantian dengan periode sembelit) dan perut kembung.

Hyoscine butylbromide bekerja dengan merelaksasi otot yang ada pada dinding perut, usus, saluran empedu, dan saluran kemih. Otot-otot tadi adalah otot polos atau otot tak sadar yang biasanya akan berkontraksi dan rileks sebagai respon terhadap neurotransmiter. Kontraksi ini tidak berada dibawah kendali sadar manusia bahkan terkadang kita tidak menyadarinya. Namun ketika otot polos ini mengalami kontraksi atau kejang, maka akan terasa sakit. Hyoscine menghentikan kejang pada otot polos dengan mencegah asetilkolin agar tidak bekerja pada otot. Hal ini dilakukan dengan menghalangi reseptor pada sel otot yang biasanya dilakukan oleh asetilkolin. Dengan mencegah asetilkolin agar tidak bekerja pada otot di saluran GI dan GU, hyoscine mengurangi kontraksi otot. Hal ini memungkinkan otot untuk rileks dan mengurangi kejang dan kram yang menyakitkan.

Hyoscine butylbromide dipatenkan pada tahun 1950 dan baru digunakan oleh dunia medis pada tahun 1951. Oleh FDA, keamanan penggunaan obat ini dimasukkan dalam kategori C.