Dormi Comp

Farmasi-id.com > Sistem Gastrointestinal & Hepatobilier > Antipasmodik > Dormi Comp

By | 06/08/2018

Produsen:

Zenith Pharma

Kandungan dan Komposisi

Hyoscine butylbromide 10 mg, Metampyrone 250 mg.

Indikasi, Manfaat, dan Kegunaan

Kolik ginjal & empedu, spasme GI, dismenore.

Dosis dan Aturan Pakai

1-2 kapl 3 x/hari.

Pemberian Obat:

Sebaiknya diberikan bersama makanan : Berikan segera sesudah makan.

Kontra Indikasi:

Hipersensitif terhadap derivat pirazolon. Glaukoma sudut sempit akut, miastenia gravis. Hamil. Bayi dengan BB ≤5 kg.

Perhatian:

Risiko agranulositosis; penggunaan dalam waktu lama. Hamil & laktasi. Lanjut usia.

Efek Samping:

Hipersensitif pada kulit, agranulositosis, kelelahan yang menyeluruh, mulut kering, takikardi.

Interaksi Obat:

Antidepresan trisiklik, amantadin, fenotiazin; guanetidin, reserpin, antasid; alkohol.

Kemasan/Harga:

Kaplet 10 x 10.

US FDA Preg Cat, (♀)

Sekilas Tentang Hyoscine Butylbromide
Hyoscine butylbromide atau scopolamine butylbromide adalah obat yang digunkan untuk terapi kram perut, kekejangan esofagus, kolik ginjal, kekejangan kandung kemih, dan lain-lain. Obat ini juga digunakan untuk mengatasi gejala sindrom iritasi usus besar, kondisi usus yang umum yang menyebabkan kejang dan nyeri di usus, serta sakit perut, diare persisten (terkadang bergantian dengan periode sembelit) dan perut kembung.

Hyoscine butylbromide bekerja dengan merelaksasi otot yang ada pada dinding perut, usus, saluran empedu, dan saluran kemih. Otot-otot tadi adalah otot polos atau otot tak sadar yang biasanya akan berkontraksi dan rileks sebagai respon terhadap neurotransmiter. Kontraksi ini tidak berada dibawah kendali sadar manusia bahkan terkadang kita tidak menyadarinya. Namun ketika otot polos ini mengalami kontraksi atau kejang, maka akan terasa sakit. Hyoscine menghentikan kejang pada otot polos dengan mencegah asetilkolin agar tidak bekerja pada otot. Hal ini dilakukan dengan menghalangi reseptor pada sel otot yang biasanya dilakukan oleh asetilkolin. Dengan mencegah asetilkolin agar tidak bekerja pada otot di saluran GI dan GU, hyoscine mengurangi kontraksi otot. Hal ini memungkinkan otot untuk rileks dan mengurangi kejang dan kram yang menyakitkan.

Hyoscine butylbromide dipatenkan pada tahun 1950 dan baru digunakan oleh dunia medis pada tahun 1951. Oleh FDA, keamanan penggunaan obat ini dimasukkan dalam kategori C.
Sekilas Tentang Obat Antipasmodik
Antispasmodik (spasmolitik) adalah obat yang dapat menekan kejang otot. Antispasmodik digunakan untuk relaksasi otot polos, terutama pada organ tubular saluran pencernaan. Efeknya adalah mencegah kejang pada lambung, usus atau kandung kemih. Baik dicyclomine dan hyoscyamine bersifat antispasmodik karena kerja antikolinergiknya. Kedua obat ini memiliki efek samping umum dan dapat memperburuk penyakit refluks gastroesofageal.

Antipasmodik dapat digunakan untuk kondisi muskuloskeletal akut ketika terapi fisik tidak tersedia atau belum sepenuhnya berhasil. Kelas antispasmodik lain untuk perawatan tersebut termasuk siklobenzaprine, karisoprodol, diazepam, orphenadrine, dan tizanidine. Efektivitas belum ditunjukkan dengan jelas untuk metaxalone, methocarbamol, chlorzoxazone, baclofen, atau dantrolene. Kondisi yang berlaku termasuk nyeri punggung atau leher akut, atau nyeri setelah cedera.

Kejang juga dapat terlihat pada gangguan gerakan yang menunjukkan spastisitas dalam kondisi neurologis seperti cerebral palsy, multiple sclerosis, dan penyakit sumsum tulang belakang. Obat-obatan biasanya digunakan untuk gangguan gerakan spastik, tetapi penelitian belum menunjukkan manfaat fungsional untuk beberapa obat. Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa obat-obatan telah efektif dalam mengurangi spastisitas, tetapi tidak disertai dengan manfaat fungsional. Obat-obatan seperti baclofen, tizanidine, dan dantrolene telah digunakan untuk terapi ini.