Dopamine


Deskripsi Dopamine

Dopamine adalah obat generik berbentuk injeksi yang digunakan untuk mengobati gagal jantung akut. Dopamine bekerja dengan cara meningkatkan kekuatan pompa jantung dan aliran darah ke ginjal. Dopamine merupakan golongan obat keras, sehingga perlu dikonsultasikan terlebih dahulu pada dokter sebelum digunakan. Penggunaan Dopamine juga perlu di bantu oleh tenaga medis profesional.

Detail Dopamine


  1. Dopamine Injeksi
    • Golongan: Obat Keras
    • Kelas Terapi: Obat Jantung

    • Apa Kandungan dan Komposisi Dopamine?

      Kandungan dan komposisi produk obat maupun suplemen dibedakan menjadi dua jenis yaitu kandungan aktif dan kandungan tidak aktif. Kandungan aktif adalah zat yang dapat menimbulkan aktivitas farmakologis atau efek langsung dalam diagnosis, pengobatan, terapi, pencegahan penyakit atau untuk memengaruhi struktur atau fungsi dari tubuh manusia.

      Jenis yang kedua adalah kandungan tidak aktif atau disebut juga sebagai eksipien. Kandungan tidak aktif ini fungsinya sebagai media atau agen transportasi untuk mengantar atau mempermudah kandungan aktif untuk bekerja. Kandungan tidak aktif tidak akan menambah atau meningkatkan efek terapeutik dari kandungan aktif. Beberapa contoh dari kandungan tidak aktif ini antara lain zat pengikat, zat penstabil, zat pengawet, zat pemberi warna, dan zat pemberi rasa. Kandungan dan komposisi Dopamine adalah:

      Dopamine HCl 40 mg/ml

    • Bagaimana Kemasan dan Sediaan Dopamine?


      Cairan Injeksi
    • Satuan Penjualan: Ampul
    • Kemasan: Box, 5 Ampul @ 5 ml

    • Apa Nama Perusahaan Produsen Dopamine?

      Produsen obat (perusahaan farmasi) adalah suatu perusahaan atau badan usaha yang melakukan kegiatan produksi, penelitian, pengembangan produk obat maupun produk farmasi lainnya. Obat yang diproduksi bisa merupakan obat generik maupun obat bermerek. Perusahaan jamu adalah suatu perusahaan yang memproduksi produk jamu yakni suatu bahan atau ramuan berupa tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral, sari, atau campuran dari bahan-bahan tersebut yang telah digunakan secara turun-temurun untuk pengobatan. Baik perusahaan farmasi maupun perusahaan jamu harus memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan.

      Setiap perusahaan farmasi harus memenuhi syarat CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik), sedangkan perusahaan jamu harus memenuhi syarat CPOTB (Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik) untuk dapat melakukan kegiatan produksinya agar produk yang dihasilkan dapat terjamin khasiat, keamanan, dan mutunya. Berikut ini nama perusahaan pembuat produk Dopamine:

      Etercon Pharma
  2. Dopamine Injeksi untuk Infus
    • Golongan= Obat Keras
    • Kelas Terapi= Obat Jantung
    • Kandungan= Dopamine HCl 40 mg
    • Bentuk= Cairan Injeksi untuk Infus
    • Satuan Penjualan= Ampul
    • Kemasan= Box, 10 Ampul @ 5 ml
    • Farmasi= Dexa Medica/ Ferron Par Pharmaceuticals

Nama Brand Dopamine?

Cetadop, Proinfark, Indop 200, Udopa, Dopac.

Dopamine Obat Apa?


Apa Indikasi, Manfaat, dan Kegunaan Dopamine?

Indikasi merupakan petunjuk mengenai kondisi medis yang memerlukan efek terapi dari suatu produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) atau kegunaan dari suatu produk kesehatan untuk suatu kondisi medis tertentu. Dopamine adalah suatu produk kesehatan yang diindikasikan untuk:

Dopamine digunakan untuk mengobati gagal jantung akut.

Sekilas tentang penyakit jantung
Penyakit jantung umumnya adalah setiap gangguan yang mempengaruhi jantung. Kadang-kadang istilah “penyakit jantung” digunakan secara sempit sebagai sinonim untuk penyakit arteri koroner. Penyakit jantung dalam arti luas mencakup berbagai jenis penyakit jantung, seperti angina, aritmia, penyakit jantung kongenital, penyakit arteri koroner, kardiomiopati dilatasi, serangan jantung (infark miokard), gagal jantung, kardiomiopati hipertrofik, regurgitasi mitral, prolaps katup mitral, dan stenosis paru.

Berapa Dosis dan Aturan Pakai Dopamine?

Dosis adalah takaran yang dinyatakan dalam satuan bobot maupun volume (contoh: mg, gr) produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) yang harus digunakan untuk suatu kondisi medis tertentu serta frekuensi pemberiannya. Biasanya kekuatan dosis ini tergantung pada kondisi medis, usia, dan berat badan seseorang. Aturan pakai mengacu pada bagaimana produk kesehatan tersebut digunakan atau dikonsumsi. Berikut ini dosis dan aturan pakai Dopamine:

Dopamine termasuk dalam golongan Obat Keras, maka dari itu penggunaan obat ini harus sesuai anjuran dan resep dokter.

  1. Untuk koreksi ketidakseimbangan hemodinamik, seperti pada syok, serangan jantung, operasi jantung terbuka, gagal ginjal, atau dekompensasi jantung:
    Pada awalnya: diberikan dosis 2-5 mcg / kg berat badan/ menit, tingkatkan dosis secara bertahap hingga 5-10 mcg / kg berat badan / menit tergantung respon pasien, tekanan darah, curah jantung dan urine. Dopamine diberikan melalui injeksi intravena (melalui pembuluh darah)
  2. Untuk kasus yang parah
    Diperlukan dosis hingga 20-50 mcg / kg berat badan / menit. Dopamine diberikan melalui injeksi intravena (melalui pembuluh darah)

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu di bawah 30 ° C. Lindungi dari cahaya.


Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah Aman Menggunakan Dopamine Saat Mengemudi atau Mengoperasikan Mesin?

Jika Anda mengalami gejala efek samping seperti mengantuk, pusing, gangguan penglihatan, gangguan pernapasan, jantung berdebar, dan lain-lain setelah menggunakan Dopamine, yang dapat mempengaruhi kesadaran atau kemampuan dalam mengemudi maupun mengoperasikan mesin, maka sebaiknya Anda menghindarkan diri dari aktivitas-aktivitas tersebut selama penggunaan dan konsultasikan dengan dokter Anda.

Bagaimana Jika Saya Lupa Menggunakan Dopamine?

Jika Anda lupa menggunakan Dopamine, segera gunakan jika waktunya belum lama terlewat, namun jika sudah lama terlewat dan mendekati waktu penggunaan berikutnya, maka gunakan seperti dosis biasa dan lewati dosis yang sudah terlewat, jangan menggandakan dosis untuk mengganti dosis yang terlewat. Pastikan Anda mencatat atau menyalakan pengingat untuk mengingatkan Anda mengenai waktu penggunaan obat agar tidak terlewat kembali.

Apakah Saya Dapat Menghentikan Penggunaan Dopamine Sewaktu-waktu?

Beberapa obat harus digunakan sesuai dengan dosis yang diberikan oleh dokter. Jangan melebih atau mengurangi dosis obat yang diberikan oleh dokter secara sepihak tanpa berkonsultasi dengan dokter. Obat seperti antibiotik, antivirus, antijamur, dan sebagainya harus digunakan sesuai petunjuk dokter untuk mencegah resistensi dari bakteri, virus, maupun jamur terhadap obat tersebut. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

Jangan menghentikan penggunaan obat secara tiba-tiba tanpa sepengetahuan dokter, karena beberapa obat memiliki efek penarikan jika penghentian dilakukan secara mendadak. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

Bagaimana Cara Penyimpanan Dopamine?

Setiap obat memiliki cara penyimpanan yang berbeda-beda, cara penyimpanan dapat Anda ketahui melalui kemasan obat. Pastikan Anda menyimpan obat pada tempat tertutup, jauhkan dari panas maupun kelembapan. Jauhkan juga dari paparan sinar Matahari, jangkauan anak-anak, dan jangkauan hewan.

Bagaimana Penanganan Dopamine yang Sudah Kedaluwarsa?

Jangan membuang obat kedaluwarsa ke saluran air, tempat penampungan air, maupun toilet, sebab dapat berpotensi mencemari lingkungan. Juga jangan membuangnya langsung ke tempat pembuangan sampah umum, hal tersebut untuk menghindari penyalahgunaan obat. Hubungi Dinas Kesehatan setempat mengenai cara penangangan obat kedaluwarsa.


Apa Efek Samping Dopamine?

Efek Samping merupakan suatu efek yang tidak diinginkan dari suatu obat. Efek samping ini dapat bervariasi pada setiap individu tergantung pada pada kondisi penyakit, usia, berat badan, jenis kelamin, etnis, maupun kondisi kesehatan seseorang. Efek samping Dopamine yang mungkin terjadi adalah:

Efek samping penggunaan Dopamine yang mungkin terjadi adalah:

  • Arrythmia (gangguan irama jantung)
  • Nyeri dada
  • Palpitasi (jantung berdegub kencang)
  • Mual, muntah
  • Sakit kepala
  • Kecemasan
  • Hipertensi, hipotensi (tekanan darah tinggi atau rendah)

Apa Saja Kontraindikasi Dopamine?

Kontraindikasi merupakan suatu petunjuk mengenai kondisi-kondisi dimana penggunaan obat tersebut tidak tepat atau tidak dikehendaki dan kemungkinan berpotensi membahayakan jika diberikan. Pemberian Dopamine dikontraindikasikan pada kondisi-kondisi berikut ini:


Tidak boleh diberikan pada pasien dengan kondisi:

  • Phaeochromocytoma, hyperthyroidism, tachyarrhythmias yang tidak dikoreksi atau fibrilasi ventrikel
  • Penggunaan bersamaan dengan anestesi hidrokarbon siklopropana dan terhalogenasi

Apa Saja Interaksi Obat Dopamine?

Interaksi obat merupakan suatu perubahan aksi atau efek obat sebagai akibat dari penggunaan atau pemberian bersamaan dengan obat lain, suplemen, makanan, minuman, atau zat lainnya. Interaksi obat Dopamine antara lain:

  • Efek jantung ditentang oleh agen β-adrenergik (misalnya: Propanolol, metoprolol)
  • Zat penghambat a-adrenergik dapat memusuhi efek vasokonstriksi dopamin dosis tinggi
  • Efek yang berkepanjangan dan ditingkatkan dengan MAOI
  • Risiko hipotensi dan bradikardia dengan fenitoin
  • Dapat meningkatkan efek diuretik
  • Risiko vasokonstriksi berlebihan dengan alkaloid ergot
  • Dapat meningkatkan efek vasopressor dengan TCA dan guanethidine
  • Berpotensi Fatal: Dapat meningkatkan efek aritmogenik dengan anestesi hidrokarbon siklopropana dan terhalogenasi

Bagaimana Kategori Keamanan Penggunaan Dopamine Pada Wanita Hamil?

Kategori keamanan penggunaan obat untuk wanita hamil atau pregnancy category merupakan suatu kategori mengenai tingkat keamanan obat untuk digunakan selama periode kehamilan apakah memengaruhi janin atau tidak. Kategori ini tidak termasuk tingkat keamanan obat untuk digunakan oleh wanita menyusui.

FDA (Badan Pengawasan Obat dan Makanan Amerika Serikat) mengkategorikan tingkat keamanan obat untuk wanita hamil menjadi 6 (enam) kategori yaitu A, B, C, D, X, dan N. Anda bisa membaca definisi dari setiap kategori tersebut di sini. Berikut ini kategori tingkat keamanan penggunaan Dopamine untuk digunakan oleh wanita hamil:


Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengategorikan Dopamine ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

Overdosis

  • Pemberian Dopamine yang melebihi dosis yang dianjurkan akan menimbulkan gejala, seperti peningkatan tekanan darah berlebihan, vasokonstriksi
  • Jika terjadi overdosis, segera kurangi dosis atau hentikan infus (dibantu oleh tenaga medis profesional). Jika langkah-langkah ini gagal, dapat dipertimbangkan untuk pemberian phentolamine mesylate

Dexa Medica adalah suatu perusahaan farmasi Indonesia yang didirikan pada 1969 oleh Drs. Rudy Soetikno Apt. seroang apoteker muda yang pernah bertugas sebagai tentara. Dikarenakan pernah terjadi kelangkaan pasokan obat, maka ia bersama rekannya mulai mendirikan sebuah perusahaan farmasi kecil dengan produk obat tablet.

Karena semakin meningkatnya permintaan, maka Dexa Medica meningkatkan kuantitas produksinya sehingga pada 1975 produknya telah tersedia di seluruh pulau Sumatera, dan pada 1978, produk perusahaan ini telah tersebar di seluruh Indonesia. Sebagai perusahaan nasional, maka pada 1984 perusahaan ini mendirikan kantor pemasaran di Jakarta. Perusahaan ini pun semakin berkembang dan dibuktikan dengan produk-produknya yang berhasil menembus pasar negara-negara Asia dan Afrika sekaligus menjadikan Dexa Medica menjadi salah satu perusahaan farmasi terbesar di Indonesia. Saat ini posisi CEO perusahaan dijabat oleh Ir. Ferry A. Soetikno, M.Sc., M.B.A.