Dopac

By | April 1, 2021 | Farmasi-id.com > Sistem Kardiovaskular & Hematopoietik > Dopac

Kandungan dan Komposisi Dopac

Kandungan dan komposisi produk obat maupun suplemen dibedakan menjadi dua jenis yaitu kandungan aktif dan kandungan tidak aktif. Kandungan aktif adalah zat yang dapat menimbulkan aktivitas farmakologis atau efek langsung dalam diagnosis, pengobatan, terapi, pencegahan penyakit atau untuk memengaruhi struktur atau fungsi dari tubuh manusia.

Jenis yang kedua adalah kandungan tidak aktif atau disebut juga sebagai eksipien. Kandungan tidak aktif ini fungsinya sebagai media atau agen transportasi untuk mengantar atau mempermudah kandungan aktif untuk bekerja. Kandungan tidak aktif tidak akan menambah atau meningkatkan efek terapeutik dari kandungan aktif. Beberapa contoh dari kandungan tidak aktif ini antara lain zat pengikat, zat penstabil, zat pengawet, zat pemberi warna, dan zat pemberi rasa. Kandungan dan komposisi Dopac adalah:

Dopamine HCl 200 mg/5 mL.


Bentuk Sediaan:

Ampul.

Farmakologi:
Dopamine menstimulasi reseptor alfa, beta dan dopamin. Pada dosis rendah stimulasi terjadi pada reseptor dopamin, dan efeknya adalah vasodilatasi ginjal dan mesenterik. Pada pemberian infus dosis sedang, resistensi perifer secara relatif tidak berubah karena efek vasokonstriksi perifer (efek stimulasi alfa) dan vasodilatasi otot (efek stimulasi beta). Peningatan dosis lebih lanjut akan menyebabkan vasokonstriksi karena stimulasi reseptor alfa.
Dosis:
Dosis awal yang diberikan 2,5 mcg/kg/menit. Pada kasus penyakit yang lebih berat pemberian dilakukan dengan dosis 5 mcg /kg/menit hingga 20-50 mcg/kg/menit, tergantung pada dosis yang diperlukkan.Bila dosis diata 50 mcg/kg/menit diperlukkan, pengeluaran urin perlu diperiksa secara berkala.
Farmakologi:
Dopamine menstimulasi reseptor alfa, beta dan dopamin. Pada dosis rendah stimulasi terjadi pada reseptor dopamin, dan efeknya adalah vasodilatasi ginjal dan mesenterik. Pada pemberian infus dosis sedang, resistensi perifer secara relatif tidak berubah karena efek vasokonstriksi perifer (efek stimulasi alfa) dan vasodilatasi otot (efek stimulasi beta). Peningatan dosis lebih lanjut akan menyebabkan vasokonstriksi karena stimulasi reseptor alfa.
Dosis:
Dosis awal yang diberikan 2,5 mcg/kg/menit. Pada kasus penyakit yang lebih berat pemberian dilakukan dengan dosis 5 mcg /kg/menit hingga 20-50 mcg/kg/menit, tergantung pada dosis yang diperlukkan.Bila dosis diata 50 mcg/kg/menit diperlukkan, pengeluaran urin perlu diperiksa secara berkala.
Farmakologi:
Dopamine menstimulasi reseptor alfa, beta dan dopamin. Pada dosis rendah stimulasi terjadi pada reseptor dopamin, dan efeknya adalah vasodilatasi ginjal dan mesenterik. Pada pemberian infus dosis sedang, resistensi perifer secara relatif tidak berubah karena efek vasokonstriksi perifer (efek stimulasi alfa) dan vasodilatasi otot (efek stimulasi beta). Peningatan dosis lebih lanjut akan menyebabkan vasokonstriksi karena stimulasi reseptor alfa.
Dosis:
Dosis awal yang diberikan 2,5 mcg/kg/menit. Pada kasus penyakit yang lebih berat pemberian dilakukan dengan dosis 5 mcg /kg/menit hingga 20-50 mcg/kg/menit, tergantung pada dosis yang diperlukkan.Bila dosis diata 50 mcg/kg/menit diperlukkan, pengeluaran urin perlu diperiksa secara berkala.
Farmakologi:
Dopamine menstimulasi reseptor alfa, beta dan dopamin. Pada dosis rendah stimulasi terjadi pada reseptor dopamin, dan efeknya adalah vasodilatasi ginjal dan mesenterik. Pada pemberian infus dosis sedang, resistensi perifer secara relatif tidak berubah karena efek vasokonstriksi perifer (efek stimulasi alfa) dan vasodilatasi otot (efek stimulasi beta). Peningatan dosis lebih lanjut akan menyebabkan vasokonstriksi karena stimulasi reseptor alfa.

Farmakologi:
Dopamine menstimulasi reseptor alfa, beta dan dopamin. Pada dosis rendah stimulasi terjadi pada reseptor dopamin, dan efeknya adalah vasodilatasi ginjal dan mesenterik. Pada pemberian infus dosis sedang, resistensi perifer secara relatif tidak berubah karena efek vasokonstriksi perifer (efek stimulasi alfa) dan vasodilatasi otot (efek stimulasi beta). Peningkatan dosis lebih lanjut akan menyebabkan vasokonstriksi karena stimulasi reseptor alfa.

Indikasi:
– Hipotensi akut/syok yang berhubungan dengan infark miokardium, septikemia endotoksik, trauma dan gagal ginjal

–   Terapi tambahan setelah operasi jantung terbuka dgn hipotensi menetap
–   Dekompensasi jantung kronik pada gagal jantung kongestif


Dosis:

Dosis awal yang diberikan 2,5 mcg/kg/menit. Pada kasus penyakit yang lebih berat pemberian dilakukan dengan dosis 5 mcg/kg/menit hingga 20 – 50 mcg/kg/menit, tergantung pada dosis yang diperlukan. Bila dosis di atas 50 mcg/kg/menit diperlukan, pengeluaran urin perlu diperiksa secara berkala.


Kontra Indikasi:

Feokromositoma, takiaritmia yang tidak terkoreksi dan fibrilasi ventrikel.


Peringatan dan Perhatian:

Hipovolemia, penyakit vaskuler perifer, iskemi jantung, hipertensi pulmoner dan kehamilan.


Efek Samping:

Takikardia, nyeri angina, hipotensi, palpitasi, vasokonstriksi, mual, muntah, sakit kepala.

PT Kalbe Farma merupakan suatu perusahaan farmasi terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara. Perusahaan ini didirikan pada 10 September 1966 oleh Khouw Lip Tjoen,Khouw Lip Hiang, Khouw Lip Swan, Boenjamin Setiawan, Maria Karmila, F. Bing Aryanto. Produk dari perusahaan ini sangat banyak mencakup produk obat resep, obat bebas, minuman energi, susu, suplemen, minuman kesehatan, distribusi produk dan pengemasan, dan sebagainya.

Diperkirakan nilai kapitalisasi pasar perusahaan ini mencapai Rp 15 triliun. Perusahaan ini memiliki grup perusahaan (kalbe Group) yang bergerak dalam berbagai bidang divisi usaha diantara seperti divisi obat resep (PT Kalbe Farma, PT Hexpharm Jaya Laboratories, PT Dankos Farma, dll), divisi consumer health (PT Bintang Toedjoe, PT Saka farma Lab, PT Hale International, dll), divisi nutrisi (PT Sanghiang Perkasa, PT Kalbe Morinaga Indonesia, dll), divisi distribusi dan kemasan (PT Enseval Putra Megatrading, PT Enseval Medika Prima, PT Milenia Dharma Insani, dll).

Selain di Indonesia, Kalbe Farma memiliki 10 cabang di luar negeri yaitu negara-negara ASEAN (Singapura, Filipina, Malaysia, Thailand, Kamboja, Vietnam, Myanmar), Srilanka, Nigeria, dan Afrika Selatan.

Seberapa Baik Produk Ini?

Klik bintang untuk memberi peringkat!

Peringkat rata-rata: 0 / 5. Jumlah pemberi peringkat: 0

Belum ada pemeringkatan, jadilah yang pertama.

Leave a Reply

Email address will not be published. Required fields are marked *