DOMINAL/DOMINAL FM

Farmasi-id.com > Sistem Gastrointestinal & Hepatobilier > Regulator GIT, Antiflatulen & Antiinflamasi > DOMINAL/DOMINAL FM

By | 29/07/2018

Produsen:

Actavis

Komposisi:

Domperidone.

Indikasi:

Pengobatan mual & muntah akut. Tdk untuk pencegahan muntah pasca op. Maul & muntah akibat kemoterapi & radioterapi kanker. Mual & muntah akibat terapi levodopa & bromokriptin dalam 12 minggu terakhir. Terapi simptomatik dispepsia fungsional (tdk dianjurkan untuk terapi jangka panjang).

Dosis:

Dispepsia fungsional Dws & lanjut usia 10-20 mg 3 x/hari & 10-20 mg 1 x menjelang tidur. Lama terapi, maks: 12 minggu. Mual & muntah yang diinduksi oleh levodopa & bromokriptin Dws & lanjut usia 10-20 mg dengan interval (selang waktu) 4-8 jam. Anak Pengobatan mual & muntah akibat kemoterapi & radioterapi kanker 0.2-0.4 mg/kg BB/dosis dengan interval 4-8 jam.

Pemberian Obat:

Sebaiknya diberikan pada saat perut kosong : Berikan 15-30 mnt sblm makan & sblm tidur malam.

Kontra Indikasi:

Prolaktinoma. Anak, kecuali untuk pencegahan mual & muntah krn kemoterapi & radioterapi kanker. Terapi jangka panjang.

Perhatian:

Pasien dengan gangguan fungsi hati & ginjal. Hamil & laktasi.

Efek Samping:

Mulut kering, sakit kepala, diare, ruam kulit, rasa haus, cemas, & gatal.

Interaksi Obat:

Bromokriptin; antikolinergik muskarinik & analgesik opiat; antasid.

Kemasan/Harga:

Sirup Dominal 1 mg/mL x 60 mL x 1 (Rp25.000). Tetes Dominal 5 mg/mL x 10 mL x 1 (Rp25.000). Tablet Dominal FM 10 mg x 3 x 10 (Rp70.000).

Keamanan kehamilan US FDKategori A: C

Sekilas Tentang Domperidone

Domperidone adalah suatu obat antagonis reseptor dopamin D2 dan D3 yang digunakan sebagai antiemetik. Obat ini digunakan untuk meredakan mual dan muntah seperti pada penderita migrain akut dan gastroparesis.

Sebagai antiemetik domperidone bekerja dengan memblokir reseptor D2 pada zona pemicu kemoreseptor yang terletak di sistem saraf yang memediasi mual. Obat ini dapat meningkatkan produksi ASI dengan memblokir reseptor dopamin di kelenjar hipofisis anterior sehingga meningkatkan pelepasan hormon prolaktin yang memicu peningkatan produksi ASI.

Domperidone relatif aman untuk digunakan oleh ibu menyusui sepanjang sesuai dosis yang ditetapkan dan walaupun dapat meningkatkan produksi ASI, namun domperidone tidak diperuntukkan untuk itu, oleh sebab itu obat domperidone ini tidak dijual di Amerika Serikat karena dikhawatirkan menimbulkan efek samping akibat penggunaannya tidak sesuai peruntukannya. Sementara itu keamanan penggunaannya pada wanita hamil masih diragukan.

Domperidone pertama kali dibuat pada 1974 di laboratorium Janssen Pharmaceutica di Belgia yang kemudian dipatenkan pada Januari 1978 di Amerika Serikat dengan mencantumkan nama Jan Vandenberk dkk, sebagai penemunya. Kemudian dipasarkan pertama kali dengan nama Motilium. Domperidone tersedia dalam berbagai sediaan seperti tablet, suspensi, dan supositoria.