Dom

Farmasi-id.com > Sistem Gastrointestinal & Hepatobilier > Regulator GIT, Antiflatulen, & Antiinflamasi > Dom

By | 28/07/2018

Kandungan dan Komposisi Dom

Produsen:

Lapi

Domperidone.

Indikasi, Manfaat, dan Kegunaan

Dispepsia yang disertai dengan evakuasi GI yang lambat atau refluks esofagus dengan rasa penuh pada epigastrium atau kembung sesudah makan; mual & muntah; cegukan krn berbagai penyebab.

Dosis dan Aturan Pakai

Dispepsia fungsional Dws 10 mg. Anak 0.25 mg/kg BB. Diberikan 3 x/hari. Mual & muntah Dws 10-20 mg. Anak 0.25-0.5 mg/kg BB. Diberikan 3-4 x/hari.

Pemberian:

Obat Sebaiknya diberikan pada saat perut kosong : Berikan 15-30 mnt sblm makan & menjelang tidur malam.

Kontra Indikasi:

Prolaktinoma; kondisi dimana motilitas lambung dapat membahayakan, misalnya pendarahan, obstruksi mekanik atau perforasi GI.

Perhatian :

Bayi < 1 thn, hamil, laktasi.

Efek Samping:

Jarang, nyeri perut ringan.

Interaksi Obat:

Efek bersifat antagonis dengan antikolinergik; antasid atau antisekretori sebaiknya diberikan sesudah makan jika diberikan bersama DOM.

Kemasan/Harga:

Suspensi 5 mg/5 mL x 60 mL x 1 (Rp21.000).

Kategori Keamanan Penggunaan Pada Wanita Hamil (Menurut FDA):

Kategori C: Studi terhadap binatang percobaan, memperlihatkan adanya efek-efek samping pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil, atau studi terkontrol pada wanita hamil dan binatang percobaan. Obat hanya boleh digunakan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin.

Sekilas Tentang Domperidone

Domperidone adalah suatu obat antagonis reseptor dopamin D2 dan D3 yang digunakan sebagai antiemetik. Obat ini digunakan untuk meredakan mual dan muntah seperti pada penderita migrain akut dan gastroparesis.

Sebagai antiemetik domperidone bekerja dengan memblokir reseptor D2 pada zona pemicu kemoreseptor yang terletak di sistem saraf yang memediasi mual. Obat ini dapat meningkatkan produksi ASI dengan memblokir reseptor dopamin di kelenjar hipofisis anterior sehingga meningkatkan pelepasan hormon prolaktin yang memicu peningkatan produksi ASI.

Domperidone relatif aman untuk digunakan oleh ibu menyusui sepanjang sesuai dosis yang ditetapkan dan walaupun dapat meningkatkan produksi ASI, namun domperidone tidak diperuntukkan untuk itu, oleh sebab itu obat domperidone ini tidak dijual di Amerika Serikat karena dikhawatirkan menimbulkan efek samping akibat penggunaannya tidak sesuai peruntukannya. Sementara itu keamanan penggunaannya pada wanita hamil masih diragukan.

Domperidone pertama kali dibuat pada 1974 di laboratorium Janssen Pharmaceutica di Belgia yang kemudian dipatenkan pada Januari 1978 di Amerika Serikat dengan mencantumkan nama Jan Vandenberk dkk, sebagai penemunya. Kemudian dipasarkan pertama kali dengan nama Motilium. Domperidone tersedia dalam berbagai sediaan seperti tablet, suspensi, dan supositoria.