Docetaxel Actavis

By | Juli 8, 2019 | Farmasi-id.com > Onkologi > Kemoterapi Sitotoksik > Docetaxel Actavis

Kandungan dan Komposisi Docetaxel Actavis

Kandungan dan komposisi produk obat maupun suplemen dibedakan menjadi dua jenis yaitu kandungan aktif dan kandungan tidak aktif. Kandungan aktif adalah zat yang dapat menimbulkan aktivitas farmakologis atau efek langsung dalam diagnosis, pengobatan, terapi, pencegahan penyakit atau untuk memengaruhi struktur atau fungsi dari tubuh manusia. Kategori yang kedua adalah kandungan tidak aktif atau disebut juga sebagai eksipien. Kandungan tidak aktif ini fungsinya sebagai media atau agen transportasi untuk mengantar atau mempermudah kandungan aktif untuk bekerja. Kandungan tidak aktif tidak akan menambah atau meningkatkan efek terapeutik dari kandungan aktif. Beberapa contoh dari kandungan tidak aktif ini antara lain zat pengikat, zat penstabil, zat pengawet, zat pemberi warna, dan zat pemberi rasa. Berikut adalah kandungan dan komposisi dari Docetaxel Actavis:

Docetaxel.

Indikasi, Manfaat, dan Kegunaan Docetaxel Actavis

Indikasi merupakan petunjuk mengenai kondisi medis yang memerlukan efek terapi dari suatu produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) atau kegunaan dari suatu produk kesehatan untuk suatu kondisi medis tertentu. Berikut ini indikasi dari Docetaxel Actavis:

Kanker payudar4, kanker paru jenis non sel kecil (NSCLC), kanker prostat, adenokarsinoma lambung, kanker kepala & leher.

Dosis dan Aturan Pakai Docetaxel Actavis

Dosis adalah takaran yang dinyatakan dalam satuan bobot maupun volume (contoh: mg, gr) produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) yang harus digunakan untuk suatu kondisi medis tertentu serta frekuensi pemberiannya. Biasanya kekuatan dosis ini tergantung pada kondisi medis, usia, dan berat badan seseorang. Aturan pakai mengacu pada bagaimana produk kesehatan tersebut digunakan atau dikonsumsi. Berikut ini dosis dan aturan pakai Docetaxel Actavis:

Kanker payudar4, NSCLC, kanker lambung & kepala serta leher: Premedikasi yang terdiri dari kortikosteroid oral seperti deksametason 16 mg/hari (8 mg 2 x/hari) selama 3 hari diulai 1 hari sblm pemberian docetaxel. Kanker prostat: berikan prednison atau prednisolon, rejimen premedikasi yang dianjurkan: Deksametason oral 8 mg 12 jam, 3 jam, & 1 jam sblm infus docetaxel. Berikan sebagai infus selama 1 jam tiap 3 minggu. Kanker payudar4 Dosis anjuran: 75 mg/m2 diberikan 1 jam sesudah doksorubisin 50 mg/m2 & siklofosfamid 500 mg/m2 tiap 3 minggu selama 6 siklus. Kanker payudar4 dengan penyebaran lokal atau metastasis 100 mg/m2 pada monoterapi. Pd terapi lini pertama, docetaxel 75 mg/m2 diberikan dalam kombinasi terapi dengan doksorubisin 50 mg/m2. Dlm kombinasi dengan trastuzumab, dosis anjuran adalah 100 mg/m2 tiap 3 minggu dengan trastuzumab diberikan tiap minggu. Dlm kombinasi dengan kapsul ecitabine, dosis anjuran adalah 75 mg/m2 tiap 3 minggu dikombinasi dengan kapsul ecitabine pada dosis 1250 mg/m2 2 x/hari (dlm 30 mnt sesudah makan) selama 2 minggu dilanjutkan dengan 1 minggu periode istirahat. NSCLC 75 mg/m2, segera diikuti dengan sisplatin 75 mg/m2 selama 30 mnt. Utk terapi sesudah kegagalan dari kemoterapi yang berbasis platinum sebelumnya, dosis anjuran adalah 75 mg/m2 sebagai obat tunggal. Kanker prostat 75 mg/m2 dengan prednison atau prednisolon 5 mg per oral 2 x/hari diberikan secara kontiniu. Adenokarsinoma lambung 75 mg/m2 sebagai infus selama 1 jam, dilanjutkan dengan sisplatin 75 mg/m2 sebagai infus selama 1-3 jam (keduanya diberikan pada hari yang sama), dilanjutkan dengan 5-FU sebagai infus kontiniu pada dosis 750 mg/m2/hari selama 5 hr, dimulai pada akhir infus sisplatin. Kanker kepala & leher: Terapi induksi pada karsinoma sel skuamosa pada kepala & leher yang menyebar secara lokal dan tidak dapat dioperasi 75 mg/m2 sebagai infus selama 1 jam dilanjutkan dengan sisplatin 75 mg/m2 selama 1 jam, pada hari ke-1, dilanjutkan dengan 5-FU sebagai infus kontiniu pada dosis 750 mg/m2/hari selama 5 hari. Berikan tiap 3 minggu selama 4 siklus. Setelah kemoterapi, pasien hrs mendapat radioterapi.

Kontra Indikasi

Hipersensitivitas. Jumlah neutrofil <1500 sel/mm3, gangguan hati berat. Hamil & laktasi.

Perhatian

Hipersensitivitas, retensi cairan, gangguan hati, toksisitas jantung.

Efek Samping Docetaxel Actavis

Efek Samping merupakan suatu efek yang tidak diinginkan dari suatu obat. Efek samping ini dapat bervariasi pada setiap individu tergantung pada pada kondisi penyakit, usia, berat badan, jenis kelamin, etnis, maupun kondisi kesehatan seseorang. Berikut ini beberapa efek samping yang mungkin dapat terjadi setelah pemberian Docetaxel Actavis:

Neutropenia, anemia, alopesia, mual, muntah, stomatitis, diare, & astenia.

Interaksi Obat

CYP456-3A inhibitor seperti siklosporin, terfenadin, ketokonazol, eritromisin, & troleandomisin.

Kategori Keamanan Penggunaan Docetaxel Actavis Pada Wanita Hamil

Kategori keamanan penggunaan obat untuk wanita hamil atau pregnancy category merupakan suatu kategori mengenai tingkat keamanan obat untuk digunakan selama periode kehamilan apakah memengaruhi janin atau tidak. Kategori ini tidak termasuk tingkat keamanan obat untuk digunakan oleh wanita menyusui. FDA (Badan Pengawasan Obat dan Makanan Amerika Serikat) mengkategorikan tingkat keamanan obat untuk wanita hamil menjadi 6 (enam) kategori yaitu A, B, C, D, X, dan N. Anda bisa membaca definisi dari setiap kategori tersebut di sini. Berikut ini kategori tingkat keamanan penggunaan Docetaxel Actavis untuk digunakan oleh wanita hamil:

D: Ada bukti positif mengenai risiko pada janin manusia, tetapi manfaat dari penggunaan obat ini pada wanita hamil dapat diterima meskipun berisiko pada janin (misalnya jika obat diperlukan untuk mengatasi situasi yang mengancam jiwa atau untuk penyakit serius dimana obat yang lebih aman tidak dapat digunakan atau tidak efektif).

Izin & Bentuk Sediaan Kemasan/Harga

  • POM DKI1331701449A1: Docetaxel Actavis injeksi 20 mg/0.5 mL 
    ((+ 1.5 mL diluent)) 1’s
  • POM DKI1331701449A1: Docetaxel Actavis injeksi 80 mg/2 mL 
    ((+ 6 mL diluent)) 1’s

Produsen Docetaxel Actavis

Produsen obat (perusahaan farmasi) adalah suatu perusahaan atau badan usaha yang melakukan kegiatan produksi, penelitian, pengembangan produk obat maupun produk farmasi lainnya. Obat yang diproduksi bisa merupakan obat generik maupun obat bermerek. Perusahaan jamu adalah suatu perusahaan yang memproduksi produk jamu yakni suatu bahan atau ramuan berupa tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral, sari, atau campuran dari bahan-bahan tersebut yang telah digunakan secara turun-temurun untuk pengobatan. Baik perusahaan farmasi maupun perusahaan jamu harus memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan. Setiap perusahaan farmasi harus memenuhi syarat CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik), sedangkan perusahaan jamu harus memenuhi syarat CPOTB (Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik) untuk dapat melakukan kegiatan produksinya agar produk yang dihasilkan dapat terjamin khasiat, keamanan, dan mutunya. Berikut ini nama perusahaan pembuat produk Docetaxel Actavis:

Actavis 

Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah Aman Menggunakan Docetaxel Actavis Saat Mengemudi atau Mengoperasikan Mesin?

Jika Anda mengalami gejala efek samping seperti mengantuk, pusing, gangguan penglihatan, gangguan pernapasan, jantung berdebar, dan lain-lain setelah menggunakan Docetaxel Actavis, yang dapat mempengaruhi kesadaran atau kemampuan dalam mengemudi maupun mengoperasikan mesin, maka sebaiknya Anda menghindarkan diri dari aktivitas-aktivitas tersebut selama penggunaan dan konsultasikan dengan dokter Anda.

Bagaimana Jika Saya Lupa Menggunakan Docetaxel Actavis?

Jika Anda lupa menggunakan Docetaxel Actavis, segera gunakan jika waktunya belum lama terlewat, namun jika sudah lama terlewat dan mendekati waktu penggunaan berikutnya, maka gunakan seperti dosis biasa dan lewati dosis yang sudah terlewat, jangan menggandakan dosis untuk mengganti dosis yang terlewat. Pastikan Anda mencatat atau menyalakan pengingat untuk mengingatkan Anda mengenai waktu penggunaan obat agar tidak terlewat kembali.

Apakah Saya Dapat Menghentikan Penggunaan Docetaxel Actavis Sewaktu-waktu?

Beberapa obat harus digunakan sesuai dengan dosis yang diberikan oleh dokter. Jangan melebih atau mengurangi dosis obat yang diberikan oleh dokter secara sepihak tanpa berkonsultasi dengan dokter. Obat seperti antibiotik, antivirus, antijamur, dan sebagainya harus digunakan sesuai petunjuk dokter untuk mencegah resistensi dari bakteri, virus, maupun jamur terhadap obat tersebut. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

Jangan menghentikan penggunaan obat secara tiba-tiba tanpa sepengetahuan dokter, karena beberapa obat memiliki efek penarikan jika penghentian dilakukan secara mendadak. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini

Bagaimana Cara Penyimpanan Docetaxel Actavis?

Setiap obat memiliki cara penyimpanan yang berbeda-beda, cara penyimpanan dapat Anda ketahui melalui kemasan obat. Pastikan Anda menyimpan obat pada tempat tertutup, jauhkan dari panas maupun kelembapan. Jauhkan juga dari paparan sinar Matahari, jangkauan anak-anak, dan jangkauan hewan.

Bagaimana Penanganan Docetaxel Actavis yang Sudah Kedaluwarsa?

Jangan membuang obat kedaluwarsa ke saluran air, tempat penampungan air, maupun toilet, sebab dapat berpotensi mencemari lingkungan. Juga jangan membuangnya langsung ke tempat pembuangan sampah umum, hal tersebut untuk menghindari penyalahgunaan obat. Hubungi Dinas Kesehatan setempat mengenai cara penangangan obat kedaluwarsa.
Actavis adalah perusahaan farmasi global yang dirikan pada 1983 oleh Allen Chao, Ph.D dan David Hsia, Ph.D yang awalnya melakukan pengembangan obat dengan skala kecil. Modal awal perusahaan didapat dari keluarga dan rekan pendiri dan lokasi awalnya hanya berupa area kecil yang disewa di Libertyville, Illinois, Amerika Serikat.

Seiring dengan perkembangan perusahaan, Actavis memindahkan area produksinya ke tempat yang lebih luas sekira 190 meter persegi di Corona, California dan memulai produksi produk obat generik di lokasi ini. Di awal tahun 1993, perusahaan ini melakukan IPO dan mencatatkan sahamnya di NASDAQ kemudian mencatatkannya juga ke bursa saham NYSE. Di periode tahun 2000 hingga 2009 perusahaan ini mengakuisisi beberapa perusahaan farmasi seperti Schein Pharmaceutical, Andrx Corporation, Arrow Group, dan lain-lain. Pada 2011 perusahaan memindahkan kantor pusatnya dari Corona ke Parsippany, New Jersey.

Pada November 2012, Watson Pharmaceutical mengakuisisi Actavis Group. Untuk operasional global, nama Actavis tetap dipertahankan. Dan ditahun 2013, Actavis mengakuisisi perusahaan farmasi Irlandia, Warner Chilcott PLC dan dengan ini perusahaan merubah namanya menjadi Actavis PLC dan membuka kantor pusat baru di Irlandia dengan tetap mempertahankan kantor pusat yang ada di New Jersey. Setahun kemudian Actavis mengakuisisi Allergan Inc, perusahaan yang memproduksi Botox hingga kemudian Actavis PLC berubah namanya menjadi Allergan PLC namun perusahaan tetap menggunakan nama Actavis untuk operasional global. Pada Juli 2015 Teva Pharmaceutical mengakuisisi divisi generik Allergan PLC.

Actavis memiliki lokasi produksi di 40 negara, termasuk Indonesia. Di Indonesia perusahaan ini berdiri dengan nama PT Actavis Indonesia. Jangkauan pemasaran produk Actavis mencapai hingga 100 negara.
Berikan Ulasan Produk Ini

Seberapa Baik Produk Ini?

Klik bintang untuk memberi peringkat!

Peringkat rata-rata: 0 / 5. Jumlah pemberi peringkat: 0

Belum ada pemeringkatan, jadilah yang pertama.

Leave a Reply

Email address will not be published. Required fields are marked *

Sekilas tentang kanker dan tumor
Kanker adalah penyakit yang disebabkan oleh ketidakteraturan perjalanan hormon yang mengakibatkan tumbuhnya daging pada jaringan tubuh yang normal atau sering dikenal sebagai tumor ganas. Selain itu gejala ini juga dikenal sebagai neoplasma ganas dan seringkali ditandai dengan kelainan siklus sel khas yang menimbulkan kemampuan sel untuk:

  • Tumbuh tidak terkendali (pembelahan sel melebihi batas normal)

  • Menyerang jaringan biologis di dekatnya

  • Bermigrasi ke jaringan tubuh yang lain melalui sirkulasi darah atau sistem limfatik, disebut metastasis

Tiga karakter ganas inilah yang membedakan kanker dari tumor jinak. Sebagian besar kanker membentuk tumor, tetapi beberapa tidak, seperti leukemia. Cabang ilmu kedokteran yang berhubungan dengan studi, diagnosis, perawatan, dan pencegahan kanker disebut onkologi.

Tumor atau barah (bahasa Inggris: tumor, tumour) adalah sebutan untuk neoplasma atau lesi padat yang terbentuk akibat pertumbuhan sel tubuh yang tidak semestinya, yang mirip dengan simtoma bengkak. Tumor berasal dari kata tumere dalam bahasa latin yang berarti "bengkak". Pertumbuhannya dapat digolongkan sebagai ganas (malignan) atau jinak (benign).

Tumor ganas disebut kanker. Kanker memiliki potensi untuk menyerang dan merusak jaringan yang berdekatan dan menciptakan metastasis. Tumor jinak tidak menyerang tissue berdekatan dan tidak menyebarkan benih (metastasis), tetapi dapat tumbuh secara lokal menjadi besar. Mereka biasanya tidak muncul kembali setelah penyingkiran melalui operasi.
Sekilas Tentang Obat Kemoterapi Sitotoksik
Kemoterapi sitotoksik adalah kemoterapi menggunakan agen sitotoksik untuk membunuh atau merusak sel-sel kanker yang bereproduksi. Terapi ini secara spesifik menargetkan sel kanker yang membelah dengan cepat.

Kemoterapi dapat dianggap sebagai cara untuk merusak atau menekan sel, yang kemudian dapat menyebabkan kematian sel jika apoptosis dimulai. Efek samping dari kemoterapi seperti dapat merusak sel-sel normal yang membelah dengan cepat dan karenanya sensitif terhadap obat-obatan anti-mitosis: sel-sel di sumsum tulang, saluran pencernaan dan folikel rambut. Hal ini menghasilkan efek samping kemoterapi yang paling umum seperti: myelosuppression (penurunan produksi sel darah, karenanya juga imunosupresi), mukositis (peradangan pada lapisan saluran pencernaan), dan alopesia (kerontokan rambut). Karena efeknya pada sel-sel kekebalan tubuh (terutama limfosit), obat-obat kemoterapi sering digunakan dalam sejumlah penyakit yang diakibatkan oleh aktivitas berlebih yang berbahaya dari sistem kekebalan terhadap diri sendiri (disebut autoimunitas). Ini termasuk rheumatoid arthritis, systemic lupus erythematosus, multiple sclerosis, vasculitis dan lain-lain.
Cara Mengutip Untuk Daftar Pustaka
Jika Anda ingin mengutip tulisan ini pada daftar pustaka, Anda bisa melakukannya dengan menggunakan berbagai format berikut ini:

Format APA (American Psychological Association)

Farmasi-id.com. (2015, 7 Juni). Docetaxel Actavis. Diakses pada 7 Juli 2020, dari https://www.farmasi-id.com/docetaxel-actavis/


Format MLA (Modern Language Association)

"Docetaxel Actavis". Farmasi-id.com. 7 Juni 2015. 7 Juli 2020. https://www.farmasi-id.com/docetaxel-actavis/


Format MHRA (Modern Humanities Research Association)

Farmasi-id.com, "Docetaxel Actavis", 7 Juni 2015, <https://www.farmasi-id.com/docetaxel-actavis/> [Diakses pada 7 Juli 2020]


Bagikan ke Rekan Anda