DOCETAXEL ACTAVIS

Farmasi-id.com > Onkologi > Kemoterapi Sitotoksik > DOCETAXEL ACTAVIS

By | 07/06/2015

Komposisi

Docetaxel.

Indikasi

Kanker payudar4, kanker paru jenis non sel kecil (NSCLC), kanker prostat, adenokarsinoma lambung, kanker kepala & leher.

Dosis

Kanker payudar4, NSCLC, kanker lambung & kepala serta leher: Premedikasi yang terdiri dari kortikosteroid oral seperti deksametason 16 mg/hari (8 mg 2 x/hari) selama 3 hari diulai 1 hari sblm pemberian docetaxel. Kanker prostat: berikan prednison atau prednisolon, rejimen premedikasi yang dianjurkan: Deksametason oral 8 mg 12 jam, 3 jam, & 1 jam sblm infus docetaxel. Berikan sebagai infus selama 1 jam tiap 3 minggu. Kanker payudar4 Dosis anjuran: 75 mg/m2 diberikan 1 jam sesudah doksorubisin 50 mg/m2 & siklofosfamid 500 mg/m2 tiap 3 minggu selama 6 siklus. Kanker payudar4 dengan penyebaran lokal atau metastasis 100 mg/m2 pada monoterapi. Pd terapi lini pertama, docetaxel 75 mg/m2 diberikan dalam kombinasi terapi dengan doksorubisin 50 mg/m2. Dlm kombinasi dengan trastuzumab, dosis anjuran adalah 100 mg/m2 tiap 3 minggu dengan trastuzumab diberikan tiap minggu. Dlm kombinasi dengan kapsul ecitabine, dosis anjuran adalah 75 mg/m2 tiap 3 minggu dikombinasi dengan kapsul ecitabine pada dosis 1250 mg/m2 2 x/hari (dlm 30 mnt sesudah makan) selama 2 minggu dilanjutkan dengan 1 minggu periode istirahat. NSCLC 75 mg/m2, segera diikuti dengan sisplatin 75 mg/m2 selama 30 mnt. Utk terapi sesudah kegagalan dari kemoterapi yang berbasis platinum sebelumnya, dosis anjuran adalah 75 mg/m2 sebagai obat tunggal. Kanker prostat 75 mg/m2 dengan prednison atau prednisolon 5 mg per oral 2 x/hari diberikan secara kontiniu. Adenokarsinoma lambung 75 mg/m2 sebagai infus selama 1 jam, dilanjutkan dengan sisplatin 75 mg/m2 sebagai infus selama 1-3 jam (keduanya diberikan pada hari yang sama), dilanjutkan dengan 5-FU sebagai infus kontiniu pada dosis 750 mg/m2/hari selama 5 hr, dimulai pada akhir infus sisplatin. Kanker kepala & leher: Terapi induksi pada karsinoma sel skuamosa pada kepala & leher yang menyebar secara lokal dan tidak dapat dioperasi 75 mg/m2 sebagai infus selama 1 jam dilanjutkan dengan sisplatin 75 mg/m2 selama 1 jam, pada hari ke-1, dilanjutkan dengan 5-FU sebagai infus kontiniu pada dosis 750 mg/m2/hari selama 5 hari. Berikan tiap 3 minggu selama 4 siklus. Setelah kemoterapi, pasien hrs mendapat radioterapi.

Kontra Indikasi

Hipersensitivitas. Jumlah neutrofil <1500 sel/mm3, gangguan hati berat. Hamil & laktasi.

Perhatian

Hipersensitivitas, retensi cairan, gangguan hati, toksisitas jantung.

Efek Samping yang Mungkin Timbul

Neutropenia, anemia, alopesia, mual, muntah, stomatitis, diare, & astenia.

Interaksi Obat

CYP456-3A inhibitor seperti siklosporin, terfenadin, ketokonazol, eritromisin, & troleandomisin.

Kategori Keamanan Kehamilan

D: Ada bukti positif mengenai risiko pada janin manusia, tetapi manfaat dari penggunaan obat ini pada wanita hamil dapat diterima meskipun berisiko pada janin (misalnya jika obat diperlukan untuk mengatasi situasi yang mengancam jiwa atau untuk penyakit serius dimana obat yang lebih aman tidak dapat digunakan atau tidak efektif).

Izin & Bentuk Sediaan Kemasan/Harga

  • POM DKI1331701449A1: Docetaxel Actavis injeksi 20 mg/0.5 mL 
    ((+ 1.5 mL diluent)) 1’s
  • POM DKI1331701449A1: Docetaxel Actavis injeksi 80 mg/2 mL 
    ((+ 6 mL diluent)) 1’s

Produsen

Actavis 

Sekilas tentang kanker dan tumor

Kanker adalah penyakit yang disebabkan oleh ketidakteraturan perjalanan hormon yang mengakibatkan tumbuhnya daging pada jaringan tubuh yang normal atau sering dikenal sebagai tumor ganas. Selain itu gejala ini juga dikenal sebagai neoplasma ganas dan seringkali ditandai dengan kelainan siklus sel khas yang menimbulkan kemampuan sel untuk:

  1. Tumbuh tidak terkendali (pembelahan sel melebihi batas normal)

  2. Menyerang jaringan biologis di dekatnya.

  3. Bermigrasi ke jaringan tubuh yang lain melalui sirkulasi darah atau sistem limfatik, disebut metastasis.


Tiga karakter ganas inilah yang membedakan kanker dari tumor jinak. Sebagian besar kanker membentuk tumor, tetapi beberapa tidak, seperti leukemia. Cabang ilmu kedokteran yang berhubungan dengan studi, diagnosis, perawatan, dan pencegahan kanker disebut onkologi.

Tumor atau barah (bahasa Inggris: tumor, tumour) adalah sebutan untuk neoplasma atau lesi padat yang terbentuk akibat pertumbuhan sel tubuh yang tidak semestinya, yang mirip dengan simtoma bengkak. Tumor berasal dari kata tumere dalam bahasa latin yang berarti "bengkak". Pertumbuhannya dapat digolongkan sebagai ganas (malignan) atau jinak (benign).

Tumor ganas disebut kanker. Kanker memiliki potensi untuk menyerang dan merusak jaringan yang berdekatan dan menciptakan metastasis. Tumor jinak tidak menyerang tissue berdekatan dan tidak menyebarkan benih (metastasis), tetapi dapat tumbuh secara lokal menjadi besar. Mereka biasanya tidak muncul kembali setelah penyingkiran melalui operasi.
Sekilas Tentang Kemoterapi Sitotoksik

Kemoterapi sitotoksik adalah kemoterapi menggunakan agen sitotoksik untuk membunuh atau merusak sel-sel kanker yang bereproduksi. Terapi ini secara spesifik menargetkan sel kanker yang membelah dengan cepat.

Kemoterapi dapat dianggap sebagai cara untuk merusak atau menekan sel, yang kemudian dapat menyebabkan kematian sel jika apoptosis dimulai. Efek samping dari kemoterapi seperti dapat merusak sel-sel normal yang membelah dengan cepat dan karenanya sensitif terhadap obat-obatan anti-mitosis: sel-sel di sumsum tulang, saluran pencernaan dan folikel rambut. Hal ini menghasilkan efek samping kemoterapi yang paling umum seperti: myelosuppression (penurunan produksi sel darah, karenanya juga imunosupresi), mukositis (peradangan pada lapisan saluran pencernaan), dan alopesia (kerontokan rambut). Karena efeknya pada sel-sel kekebalan tubuh (terutama limfosit), obat-obat kemoterapi sering digunakan dalam sejumlah penyakit yang diakibatkan oleh aktivitas berlebih yang berbahaya dari sistem kekebalan terhadap diri sendiri (disebut autoimunitas). Ini termasuk rheumatoid arthritis, systemic lupus erythematosus, multiple sclerosis, vasculitis dan lain-lain.