Dexchlorpheniramine Maleate

Farmasi-id.com > Alergi & Sistem Imun > Dexchlorpheniramine Maleate

By | 24/09/2017

Indikasi

  • Obat Dexchlorpheniramine digunakan untuk mengurangi gejala-gejala rhinitis alergi (hay fever) termasuk rinitis alergi perennial atau seasonal.
  • Bisa juga digunakan untuk bentuk alergi lainnya seperti vasomotor rhinitis, alergi konjungtivitis karena alergen inhalan dan makanan, manifestasi alergi pada kulit misalnya urtikaria dan angioedema, ameliorasi reaksi alergi pada darah atau plasma, dan dermografisme.
    Obat ini juga digunakan untuk mengobati reaksi anafilaksis sebagai terapi tambahan untuk epinefrin dan tindakan standar lainnya setelah manifestasi
  • akut telah dikendalikan.

Cara Kerja Obat

Dexchlorpheniramine merupakan obat alergi yang termasuk antihistamin dengan sifat antikolinergik dan sedatif. Obat ini adalah isomer dextrorotatory dari chlorpheniramine. Histamin secara alami sudah ada dalam tubuh yang dapat menghasilkan berbagai reaksi alergi. Dexchlorpheniramine bekerja dengan cara menghambat efek dari histamin sehingga berbagai reaksi alergi itu dapat dikurangi.

Obat ini umumnya digunakan dalam bentuk Dexchlorpheniramine maleate/Deksklorfeniramin maleat. Bisa digunakan secara tunggal namun lebih banyak dikombinasikan dengan obat lain terutama dalam sediaan obat-obat influenza yang terkait alergi.

Dosis

Dosis dewasa : 2 mg setiap 4-6 jam. Maksimal : 12 mg / hari.

Dosis anak usia 2-5 tahun : 0.5 mg setiap 4-6 jam. maksimal : 3 mg / hari.

Dosis anak usia 6-12 tahun : 1 mg setiap 4-6 jam. Maksimal : 6 mg / hari.

Kontra Indikasi

  • Obat ini tidak boleh digunakan pada bayi yang baru lahir atau bayi prematur.
  • Karena risiko obat-obat antihistamin yang lebih tinggi untuk bayi pada umumnya dan untuk bayi baru lahir dan prematur pada khususnya, terapi dengan antihistamin dikontraindikasikan pada ibu menyusui.
  • Antihistamin tidak boleh digunakan untuk mengobati gejala penyakit pada saluran pernapasan bagian bawah termasuk asma.
  • Tidak boleh digunakan untuk pasien yang memiliki riwayat hipersensitif terhadap Dexchlorpheniramine maleate atau antihistamin lainnya dengan struktur kimia yang serupa.
  • Kontra indikasi untuk pasien yang sedang menggunakan obat-obat inhibitor monoamine oxidase (MAOis).

Efek Samping

  • Efek samping yang paling umum dari obat golongan anti histamin adalah sedasi dan retardasi psikomotor.
  • Efek samping umum lainnya seperti urtikaria, ruam, syok anafilaksis, fotosensitifitas, keringat berlebihan, menggigil, kekeringan pada mulut, hidung dan tenggorokan.
  • Efek samping pada sistem kardiovaskular, misalnya hipotensi.
  • Efek samping pada sistem hematologi, misalnya anemia hemolitik, trombositopenia, dan agranulositosis.
  • Efek samping pada sistem saraf misalnya, sedasi, kantuk, pusing, koordinasi terganggu, kelelahan, bingung, gelisah, eksitasi, gugup, tremor, mudah tersinggung, insomnia, euforia, parestesi, penglihatan kabur, diplopia, vertigo, tinnitus, labirin akut, histeria, neuritis, dan kejang-kejang.
  • Efek samping pada sistem pencernaan, misalnya gangguan epigastrik, anoreksia, mual, muntah, diare, dan konstipasi.
  • Efek samping pada sistem pada saluran kencing misalnya, gangguan frekuensi kencing, sulit buang air kecil, retensi urin, dan menstruasi dini.
  • Efek samping pada saluran pernafasan, misalnya penebalan sekresi bronkial, sesak dada dan mengi, serta hidung tersumbat.

Peringatan dan Perhatian

  • Obat golongan antihistamin harus digunakan dengan sangat hati-hati pada pasien dengan glaukoma sudut sempit, tukak lambung, obstruksi piloro duodenal, hipertrofi prostat, obstruksi struktural kandung kencing, penyakit kardiovaskuler, kenaikan tekanan intraokuler mata, dan hipertiroidisme.
  • Sebaiknya tidak mengemudi atau menyalakan mesin selama menggunakan obat ini. Pada beberapa kasus, penggunaan alkohol akan meningkatkan efek sedasi obat ini.
  • Pemakaian antihistamin harus dihentikan sekitar 48 jam sebelum menjalani tes alergi kulit, karena dapat mengganggu hasil tes.
  • Jika obat anti histamin dibutuhkan selama menyusui, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan dosis terendahnya.
  • Obat ini diketahui masuk ke dalam ASI, oleh karena itu, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum mengambil keputusan apakah akan menghentikan perawatan atau untuk menghentikan penggunaan Dexchlorpheniramine, dengan mempertimbangkan pentingnya obat tersebut kepada ibu.
  • Reaksi hipersensitivitas seperti ruam, pruritus, urtikaria, edema, dyspnea, dan anafilaksis telah dilaporkan setelah penggunaan obat yang mengandung
  • Dexchlorpheniramine. Jika efek samping semacam itu terjadi, penggunaan obat ini harus dihentikan dan pengobatan alternatif yang lebih aman harus dipertimbangkan.

Keamanan Penggunaan Pada Wanita Hamil

FDA (badan pengawas obat dan makanan amerika serikat) mengkategorikan Dexchlorpheniramine kedalam kategori B dengan penjelasan sebagai berikut :

Penelitian pada reproduksi hewan tidak  menunjukkan resiko pada janin dan tidak ada studi yang memadai dan terkendali dengan baik pada wanita hamil / Penelitian pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin, tapi studi yang memadai dan terkendali dengan baik pada wanita hamil tidak menunjukkan resiko pada janin di trimester berapapun.

Hasil studi pada hewan tidak selalu bisa dijadikan ukuran keamanan penggunaan obat pada manusia. Oleh karena penelitian secara klinis yang terkendali dengan baik belum dilakukan, penggunaan obat Dexchlorpheniramine untuk ibu hamil harus dikonsultasikan dengan dokter.

Interaksi obat

  • Dexchlorpheniramine Maleate memiliki efek aditif dengan alkohol dan depresan sistem saraf pusat lainnya (barbiturate, opioid analgesics, hipnotik, sedatif, tranquilizers).
  • MAO inhibitors memperpanjang dan mengintensifkan efek antikolinergik (pengeringan) antihistamin.

Nama Brand

  • Adremin
  • Flumin Plus
  • Alegi
  • Grafachlor
  • Alerdex
  • Gratamin
  • Asonfen
  • Histaklor
  • BDM
  • Hufabetamin
  • Bechlor
  • Iafed
  • Bidaxtam
  • Intunal
  • Bronsolvan
  • Intunal
  • Bufacaryl
  • Intunal Forte
  • Bufaramine
  • Koldex Bp
  • Celestamine
  • Lorson
  • Celestik
  • Lotharson
  • Colergis
  • Mexon
  • Colergis
  • Mitramin
  • Cortamine
  • Nilacelin
  • Cortamine
  • Ocuson
  • Dexclosan
  • Paramex
  • Dextaco
  • Picahist
  • Dextaco
  • Polacel
  • Dextaf
  • Polamec
  • Dextafen
  • Polamec
  • Dextamec
  • Polaramine
  • Dextamec
  • Polarist
  • Dextamine
  • Polofar
  • Dextamine
  • Polofar Plus
  • Dexteem
  • Pritacort
  • Dexteem Plus
  • Proceles
  • Dextina
  • Proceles
  • Domesone
  • Procold Flu & Batuk Plus
  • Durocort
  • Proxona
  • Durocort
  • Ramahist
  • Etadexta
  • Soldextam
  • Exabetin
  • Vilergi
  • Febrinex
  • Zestam
Sekilas Tentang Dexchlorpheniramine Maleate

Dexchlorpheniramine maleate adalah suatu agen antihistamin yang digunakan untuk terapi pengobatan gejala yang berhubungan dengan gatal-gatal atau urtikaria kronis seperti gatal pada kulit, kemerahan, dan muncul benjolan. Selain itu ia juga digunakan untuk meredakan gejala yang berhubungan dengan alergi (termasuk hayfever) seperti bersin, pilek, dan hidung gatal.

Obat antihistamin bekerja dengan mencegah efek zat yang disebut histamin. Histamin dihasilkan oleh tubuh sebagai akibat dari respon terhadap zat asing yang menimbulkan alergi bagi tubuh. Dexchlorpheniramine maleate tidak boleh digunakan oleh anak-anak berusia 2 tahun atau kurang. Wanita hamil dan menyusui sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan obat ini.

Sekilas tentang alergi

Alergi atau hipersensitivitas tipe I (1 dari 4) adalah kegagalan kekebalan tubuh di mana tubuh seseorang menjadi hipersensitif dalam bereaksi secara imunologi terhadap bahan-bahan yang umumnya imunogenik (antigenik) atau dikatakan orang yang bersangkutan bersifat atopik. Dengan kata lain, tubuh manusia bereaksi berlebihan terhadap lingkungan atau bahan-bahan yang oleh tubuh dianggap asing dan berbahaya, padahal sebenarnya tidak untuk orang-orang yang tidak bersifat atopik. Bahan-bahan yang menyebabkan hipersensitivitas tersebut disebut alergen.

Simtomanya meliputi mata merah, gatal-gatal, rhinorrhea, eksem, urticaria, atau serangan asma. Pada sebagian orang, alergi berat terhadap lingkungan, atau alergi makanan atau alergi obat-obatan atau reaksi terhadap sengatan dari tawon mungkin dapat membahayakan jiwa dengan timbulnya anafilaksis. Tidak semua reaksi dari hipersensivitas adalah alergi.

Reaksi alergi dapat diduga dan berlangsung cepat. Alergi disebabkan oleh produksi antibodi berjenis IgE. Maka pembengkakan terjadi dari bersifat tidak nyaman hingga membahayakan.
Sekilas tentang imunitas

Imunitas atau kekebalan adalah sistem mekanisme pada organisme yang melindungi tubuh terhadap pengaruh biologis luar dengan mengidentifikasi dan membunuh patogen serta sel tumor. Sistem ini mendeteksi berbagai macam pengaruh biologis luar yang luas, organisme akan melindungi tubuh dari infeksi, bakteri, virus sampai parasit, serta menghancurkan zat-zat asing lain dan memusnahkan mereka dari sel organisme yang sehat dan jaringan agar tetap dapat berfungsi normal. Deteksi sistem ini sulit karena adaptasi patogen dan memiliki cara baru agar dapat menginfeksi organisme.