Dexazol

By | Agustus 20, 2020 | Farmasi-id.com > Health > Dexazol

cellpadding=”7″

DEXAZOL®

Tablet 200 mg

Kandungan dan Komposisi Dexazol

Kandungan dan komposisi produk obat maupun suplemen dibedakan menjadi dua jenis yaitu kandungan aktif dan kandungan tidak aktif. Kandungan aktif adalah zat yang dapat menimbulkan aktivitas farmakologis atau efek langsung dalam diagnosis, pengobatan, terapi, pencegahan penyakit atau untuk memengaruhi struktur atau fungsi dari tubuh manusia. Kategori yang kedua adalah kandungan tidak aktif atau disebut juga sebagai eksipien. Kandungan tidak aktif ini fungsinya sebagai media atau agen transportasi untuk mengantar atau mempermudah kandungan aktif untuk bekerja. Kandungan tidak aktif tidak akan menambah atau meningkatkan efek terapeutik dari kandungan aktif. Beberapa contoh dari kandungan tidak aktif ini antara lain zat pengikat, zat penstabil, zat pengawet, zat pemberi warna, dan zat pemberi rasa. Kandungan dan komposisi Dexazol adalah:

Tiap tablet mengandung:

Ketokonazol 200 mg

:: FARMAKOLOGI ::

Ketokonazol adalah suatu derivat imidazole-dioxolan sintetis yang memiliki aktivitas antimikotik yang poten terhadap dermatofit, ragi, misalnya Tricophyton sp., Epidermophyton floccosum, Pityrosporum sp., Candida sp.

Ketokonazol bekerja dengan menghambat sitokrom P450 jamur, dengan mengganggu sintesis ergosterol yang merupakan komponen penting dari membran sel jamur.

Indikasi, Manfaat, dan Kegunaan Dexazol

Indikasi merupakan petunjuk mengenai kondisi medis yang memerlukan efek terapi dari suatu produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) atau kegunaan dari suatu produk kesehatan untuk suatu kondisi medis tertentu. Dexazol adalah suatu produk kesehatan yang diindikasikan untuk:

  • Infeksi pada kulit, rambut dan kuku (kecuali kuku kaki) yang disebabkan oleh dermatofit dan/atau ragi (dermatofitosis, onikomikosis, Candida paronychia, pitiriasis versikolor, pitiriasis kapitis, folikulitis, kandidosis mukokutan kronik), bila infeksi ini tidak dapat diobati secara topikal karena tempat lesi tidak dipermukaan kulit atau kegagalan pada terapi topikal
  • Infeksi ragi pada saluran pencernaan
  • Kandidosis vagin4 kronik dan kandidosis rekuren. Pada terapi lokal penyembuhan infeksi yang kurang berhasil
  • Infeksi mikosis sistemik seperti kandidosis sistemik, parakoksidioidomikosis, histoplasmosis, koksidioidomikosis, blastomikosis
  • Pengobatan profilaksis pada pasien yang mekanisme pertahanan tubuhnya menurun (keturunan, disebabkan penyakit atau obat), berhubungan dengan meningkatnya risiko infeksi jamur. Ketokonazol tidak dipenetrasi dengan baik ke dalam susunan saraf pusat. Oleh karena itu meningitis jamur jangan diobati dengan ketokonazol oral

Kontraindikasi Dexazol

Kontraindikasi merupakan suatu petunjuk mengenai kondisi-kondisi dimana penggunaan obat tersebut tidak tepat atau tidak dikehendaki dan kemungkinan berpotensi membahayakan jika diberikan. Pemberian Dexazol dikontraindikasikan pada kondisi-kondisi berikut ini:

  • Penderita penyakit hati akut atau kronik
  • Hipersensitif terhadap ketokonazol atau salah satu komponen obat ini
  • Pada pemberian per oral ketokonazol tidak boleh diberikan bersama-sama dengan terfenadin, astemizol, cisaprid dan triazolam
  • Wanita hamil

Dosis dan Aturan Pakai Dexazol

Dosis adalah takaran yang dinyatakan dalam satuan bobot maupun volume (contoh: mg, gr) produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) yang harus digunakan untuk suatu kondisi medis tertentu serta frekuensi pemberiannya. Biasanya kekuatan dosis ini tergantung pada kondisi medis, usia, dan berat badan seseorang. Aturan pakai mengacu pada bagaimana produk kesehatan tersebut digunakan atau dikonsumsi. Berikut ini dosis dan aturan pakai Dexazol:

Pengobatan kuratif:

Dewasa:

  • Infeksi ulit, gastrointestinal dan sistemik: 1 tablet (200 mg) sekali sehari pada waktu makan. Apabila tidak ada reaksi dengan dosis ini, dosis ditingkatkan menjadi 2 tablet (400 mg) sekali sehari pada waktu makan.&nbsp
  • Kandidiosis vagin4: 2 tablet (400 mg) sekali sehari pada waktu makan

Anak-anak:
Tidak boleh digunakan untuk umur < 2 tahun.

  • Anak dengan berat badan kurang dari 15 kg: 20 mg 3 kali sehari pada waktu makan
  • Anak dengan berat badan 15-30 kg: 100 mg sekali sehari pada waktu makan
  • Anak dengan berat badan lebih dari 30 kg sama dengan dewasa

Pada umumnya dosis diteruskan tanpa interupsi sampai minimal 1 minggu setelah semua simtom hilang dan sampai kultur pada media menjadi negatif.

Pengobatan profilaksis:
1 tablet (200 mg) sekali sehari pada waktu makan.

Lama pengobatan:

  • Kandidosis vagin4 5 hari
  • Mikosis pada kulit yang disebabkan oleh dermatofit: kurang lebih 4 minggu
  • Pitiriasis versikolor: 10 hari
  • Mikosis mulut dan kulit yang disebabkan oleh kandida: 2-3 minggu
  • Infeksi rambut 1-2 bulan
  • Infeksi kuku: 3-6 bulan, bila belum ada perbaikan dapat dilanjutkan hingga 12 bulan.&gt
  • Dipengaruhi juga dengan kecepatan pertumbuhan kuku, sampai kuku yang terinfeksi digantikan oleh kuku yang normal
  • Kandidosis sistemik: 1-2 bulan
  • Parakoksidioidomikosis, histoplasmosis, koksidioidomikosis: lama pengobatan optimum 2-6 bulan

:: PERINGATAN dan Perhatian ::

  • Penting memberikan penjelasan kepada pasien yang diterapi untuk jangka panjang mengenai gejala penyakit hati seperti letih tidak normal yang disertai dengan demam, urin berwarna gelap, tinjeksia pucat atau ikterus
  • Faktor yang meningkatkan risiko hepatitis: wanita berusia di atas 50 tahun, pernah menderita penyakit hati, diketahui mempunyai intoleransi dengan obat, pemberian jangka lama dan pemberian obat bersamaan dengan obat yang mempengaruhi fungsi hati. Tes fungsi hati dilakukan pada pengobatan dengan ketokonazol lebih dari 2 minggu. Apabila telah didiagnosis sebagai penyakit hati, pengobatan harus dihentikan
  • Fungsi adrenal harus dimonitor pada pasien yang menderita insufisiensi adrenal atau fungsi adrenal yang “border line”dan pada pasien dengan keadaan stres yang panjang (bedah besar, intensive care, dll)
  • Tidak boleh digunakan untuk anak < 2 tahun
  • Jangan diberikan pada wanita hamil, kecuali kemungkinan manfaatnya lebih besar dari risiko pada janin
  • Kemungkinan diekskresikan dalam air susu ibu, maka yang diobati dengan ketokonazol dianjurkan untuk tidak menyusui

Efek Samping Dexazol

Efek Samping merupakan suatu efek yang tidak diinginkan dari suatu obat. Efek samping ini dapat bervariasi pada setiap individu tergantung pada pada kondisi penyakit, usia, berat badan, jenis kelamin, etnis, maupun kondisi kesehatan seseorang. Efek samping Dexazol yang mungkin terjadi adalah:

  • Dispepsia, nausea, sakit perut dan diare
  • Sakit kepala, peningkatan enzim hati yang reversibel, gangguan haid, pusing, parestesia dan reaksi alergi
  • Trombositpenia, alopesia, peningkatan tekanan intrakranial yang reversibel (seperti papiledema, “bulging fontanel”pada bayi)
  • Impotensi (sangat jarang)
  • Ginekomastia dan oligospermia yang reversibel bila dosis yang diberikan lebih tinggi dari dosis terapi yang dianjurkan
  • Hepatitis (kemungkinan besar idiosinkrasi) jarang terjadi (terlihat dalam < 1/10.000 penderita)
  • Reversibel apabila pengobatan dihentikan pada waktunya

Interaksi Obat Dexazol

Interaksi obat merupakan suatu perubahan aksi atau efek obat sebagai akibat dari penggunaan atau pemberian bersamaan dengan obat lain, suplemen, makanan, minuman, atau zat lainnya. Interaksi obat Dexazol antara lain:

  • Pemberian bersama-sama dengan terfenadin dan astemizol
  • Absorpsi Ketokonazol maksimal bila diberikan pada waktu makan. Absorpsinya terganggu kalau sekresi asam lambung berkurang, pada pasien diberi obat-obat penetral asam (antasida) harus diberikan 2 jam atau lebih setelah ketokonazol
  • Pemberian bersama dengan rifampisin dapat menurunkan konsentrasi plasma kedua obat
  • Pembeian bersama dengan INH dapat menurunkan konsentrasi plasma ketokonazol, bila kombinasi ini digunakan konsentrasi plasma harus dimonitor

:: OVERDosis ::

Tidak ada tindakan khusus yang harus diberikan. Hanya tindakan suportif yang perlu dilakukan seperti bilas lambung.

:: Kemasan & NOMOR REGISTRI ::

Kotak, 5 strip @ 10 tablet ; No. Reg.: DKL0505039410A1

Dibuat oleh:
PT DEXA MEDICA
Jl. Bambang Utoyo 138 Palembang – Indonesia

border=”2″ cellspacing=”0″ align=”center”

HARUS DENGAN RESEP DOKTER 30ºCSIMPAN PADA SUHU DI BAWAH

TERLINDUNG DARI CAHAYA

Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah Aman Menggunakan Dexazol Saat Mengemudi atau Mengoperasikan Mesin?

Jika Anda mengalami gejala efek samping seperti mengantuk, pusing, gangguan penglihatan, gangguan pernapasan, jantung berdebar, dan lain-lain setelah menggunakan Dexazol, yang dapat mempengaruhi kesadaran atau kemampuan dalam mengemudi maupun mengoperasikan mesin, maka sebaiknya Anda menghindarkan diri dari aktivitas-aktivitas tersebut selama penggunaan dan konsultasikan dengan dokter Anda.

Bagaimana Jika Saya Lupa Menggunakan Dexazol?

Jika Anda lupa menggunakan Dexazol, segera gunakan jika waktunya belum lama terlewat, namun jika sudah lama terlewat dan mendekati waktu penggunaan berikutnya, maka gunakan seperti dosis biasa dan lewati dosis yang sudah terlewat, jangan menggandakan dosis untuk mengganti dosis yang terlewat. Pastikan Anda mencatat atau menyalakan pengingat untuk mengingatkan Anda mengenai waktu penggunaan obat agar tidak terlewat kembali.

Apakah Saya Dapat Menghentikan Penggunaan Dexazol Sewaktu-waktu?

Beberapa obat harus digunakan sesuai dengan dosis yang diberikan oleh dokter. Jangan melebih atau mengurangi dosis obat yang diberikan oleh dokter secara sepihak tanpa berkonsultasi dengan dokter. Obat seperti antibiotik, antivirus, antijamur, dan sebagainya harus digunakan sesuai petunjuk dokter untuk mencegah resistensi dari bakteri, virus, maupun jamur terhadap obat tersebut. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

Jangan menghentikan penggunaan obat secara tiba-tiba tanpa sepengetahuan dokter, karena beberapa obat memiliki efek penarikan jika penghentian dilakukan secara mendadak. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini

Bagaimana Cara Penyimpanan Dexazol?

Setiap obat memiliki cara penyimpanan yang berbeda-beda, cara penyimpanan dapat Anda ketahui melalui kemasan obat. Pastikan Anda menyimpan obat pada tempat tertutup, jauhkan dari panas maupun kelembapan. Jauhkan juga dari paparan sinar Matahari, jangkauan anak-anak, dan jangkauan hewan.

Bagaimana Penanganan Dexazol yang Sudah Kedaluwarsa?

Jangan membuang obat kedaluwarsa ke saluran air, tempat penampungan air, maupun toilet, sebab dapat berpotensi mencemari lingkungan. Juga jangan membuangnya langsung ke tempat pembuangan sampah umum, hal tersebut untuk menghindari penyalahgunaan obat. Hubungi Dinas Kesehatan setempat mengenai cara penangangan obat kedaluwarsa.

Dexa Medica adalah suatu perusahaan farmasi Indonesia yang didirikan pada 1969 oleh Drs. Rudy Soetikno Apt. seroang apoteker muda yang pernah bertugas sebagai tentara. Dikarenakan pernah terjadi kelangkaan pasokan obat, maka ia bersama rekannya mulai mendirikan sebuah perusahaan farmasi kecil dengan produk obat tablet.

Karena semakin meningkatnya permintaan, maka Dexa Medica meningkatkan kuantitas produksinya sehingga pada 1975 produknya telah tersedia di seluruh pulau Sumatera, dan pada 1978, produk perusahaan ini telah tersebar di seluruh Indonesia. Sebagai perusahaan nasional, maka pada 1984 perusahaan ini mendirikan kantor pemasaran di Jakarta. Perusahaan ini pun semakin berkembang dan dibuktikan dengan produk-produknya yang berhasil menembus pasar negara-negara Asia dan Afrika sekaligus menjadikan Dexa Medica menjadi salah satu perusahaan farmasi terbesar di Indonesia. Saat ini posisi CEO perusahaan dijabat oleh Ir. Ferry A. Soetikno, M.Sc., M.B.A.
Cara Mengutip Untuk Daftar Pustaka
Jika Anda ingin mengutip tulisan ini pada daftar pustaka, Anda bisa melakukannya dengan menggunakan berbagai format berikut ini:

Format APA (American Psychological Association)

Farmasi-id.com. (2020, 20 Agustus). Dexazol. Diakses pada 3 Desember 2020, dari https://www.farmasi-id.com/dexazol/


Format MLA (Modern Language Association)

"Dexazol". Farmasi-id.com. 20 Agustus 2020. 3 Desember 2020. https://www.farmasi-id.com/dexazol/


Format MHRA (Modern Humanities Research Association)

Farmasi-id.com, "Dexazol", 20 Agustus 2020, <https://www.farmasi-id.com/dexazol/> [Diakses pada 3 Desember 2020]


Bagikan ke Rekan Anda
Berikan Ulasan Produk Ini

Seberapa Baik Produk Ini?

Klik bintang untuk memberi peringkat!

Peringkat rata-rata: 0 / 5. Jumlah pemberi peringkat: 0

Belum ada pemeringkatan, jadilah yang pertama.

Leave a Reply

Email address will not be published. Required fields are marked *