DEXAMETHASONE Promed

Farmasi-id.com > Sistem Endokrin & Metabolik > DEXAMETHASONE Promed

By | 25/10/2018

Komposisi

Tiap tablet mengandung:

Dexamethasone 0,5 mg

Farmakologi

Dexamethason merupakan suatu glukokortikoid sintetis yang dalam dosis kecil cukup kuat bekerja sebagai anti inflamasi dan anti alergi.

Indikasi

Semua penyakit yang dapat diobati dengan kortikosteroid secara sistemik. Sebagai obat anti inflamasi misalnya pada arthritis, untuk penyakit alergi seperti penyakit serum dan asma ; untuk penyakit gangguan pada darah misalnya leukemia akut ; dan penyakit-penyakit lain yang bisa menggunakan glukokortikoid.

Kontra Indikasi

Dexamethason tidak boleh diberikan pada penderita herpes simplex pada mata ; tuberkulose aktif, peptic ulcer aktif atau psikosis, osteoporosis, diabetes mellitus, hipertensi, insufisiensi ginjal, infeksi akut atau kronis.
Jangan diberikan pada wanita hamil karena akan terjadi hipoadrenalin pada bayi yang dikandungnya atau dapat diberikan dengan dosis yang serendah-rendahnya

Efek Samping

  • Pengobatan yang berkepanjangan dapat mengakibatkan efek katabolic steroid seperti kehabisan protein, osteoporosis, dan penghambatan pertumbuhan anak.
  • Penimbunan garam, air dan kehilangan potassium jarang terjadi bila dibandingkan dengan beberapa glukokortikoid lainnya.
  • Penambahan nafsu makan dan badan lebih sering terjadi.
  • Muskuloskeletal : otot keras, miopati steroid, kehilangan masa otot, osteoporosis, kompresi faktur vertebral, fraktur patologik pada tulang panjang, dan osteonekrosis.
  • Saluran pencernaan : tukak lambung dengan kemungkinan perforasi dan perdarahan, pancreatitis, distensi abdominal dan esophagus ulceratif.
  • Dermatologi : impaired wound healing, thin fragile skin, eritema pada wajah dan keringat bertambah.
  • Sistem saraf : kejang, tekanan intracranial bertambah dengan edema papil (pseudotumor), vertigo, sakit kepala.
  • Gangguan cairan elektrolit : retensi Na dan cairan (edema) jarang terjadi karena hanya sedikit yang mempunyai efek mineralokortikoid.
  • Edema ini dapat terjadi pada pasien yang terganggu kecepatan glomerulusnya.
  • Hipokalemia, hipertensi dan gagal jantung bawaan.
  • Endokrin : menstruasi tidak teratur, penekanan pertumbuhan pada anak-anak, insufisiensi adrenal sekunder khususnya pada waktu stress seperti trauma dan pembedahan.
  • Metabolisme karbohidrat dan lemak : pemakaian steroid ini pada penderita diabetes dapat menyebabkan meningkatnya glukoneogenesis dan mengurangi sensitivitas oleh insulin.
  • Pada pasien normal metabolism karbohidrat dan lemak tidak dipengaruhi.
  • Pada mata : katarak subkapsuler posterior, kadang-kadang tekanan intra okuler bertambah, glaucoma, dan eksoftalamos.
  • Metabolik : keseimbangan nitrogen negative karena katabolismeprotein.
  • Reaksi hipersensitivitas reaksi anafilaksis jarang terjadi

Peringatan

  • Kepekaan terhadap infeksi pada penderita yang mendapat kortikosteroid tidak bersifat spesifik untuk bakteri atau fungsi patogen tertentu. Bila terjadi infeksi, dosis tetap dipertahankan atau ditambah, dan harus dilakukan pengobatan yang terbaik terhadap infeksi tersebut.
  • Penggunaan kortikosteroid tidak dianjurkan dalam jangka panjang mungkin mengakibatkan katarak subkapsuler posterior, glaukoma dengan kemungkinan kerusakan pada saraf mata, dan dapat meningkatkan infeksi okuler sekunder karena fungi dan virus.
  • Tidak dianjurkan pemakaian pada ibu menyusui karena kemungkinan kortikosteroid diekskresikan kedalam air susu ibu.
    Insufisiensi adrenokortikal sekunder karena pemakaian obat ini mungkin dapat dikurangi dengan menurunkan dosis secara bertahap.
  • Pemakaian Asetosal bersama-sama dengan kortikosteroid tidak dianjurkan pada penderita hipotrombopenia.
  • Pemakaian obat ini dapat menekan gejala-gejala klinis dari suatu penyakit infeksi.
  • Pemakaian jangka panjang dapat menurunkan daya tahan tubuh terhadap penyakit infeksi.
  • Kortikosteroid tidak dianjurkan pada penderita kolitis ulceratif non spesifik, jika ada kecenderungan perforasi, abses dan infeksi pirogenik lain, diverticulitis, fresh intenstinal, anastomesos, peptic ulcer, renal insufisiensi, hipertensi, osteoporosis, myasthenia gravis.

Aturan Pakai

  • Dosis awal bervariasi : 0,75 – 9 mg/hari, 2 – 4 x sehari atau tergantung berat ringannya penyakit.
  • Pada penyakit ringan, dosis < 0,75 mg.
  • Pada penyakit berat, dosis > 9 mg atau sesuai petunjuk dokter.

Cara Penyimpanan

Simpan di tempat yang sejuk (15 – 25)°C dan kering, serta terlindung dari cahaya.

Kemasan dan Sediaan

Dus, 10 strip @ 10 tablet 0,5 mg

Izin BPOM

GKL0133202910A1

Produsen

Promedrahardjo Farmasi Industri

Sekilas Tentang Dexamethasone

Dexamethasone merupakan suatu jenis obat kortikosteroid yang digunakan untuk mengatasi berbagai penyakit mulai dari rematik, penyakit kulit, asma, pembengkakan otak, hingga tuberkulosis. Obat ini penggunaanya bisa diberikan secara oral, injeksi otot, dan intravena. Obat ini pertama kali dibuat pada tahun 1957 dan digunakan pertama kali oleh dunia medis pada 1961.

Sebagai obat antiinflamasi, dexamethasone digunakan untuk terapi rheumatoid arthritis dan bronkospasme. Penderita kanker yang menjalani kemoterapi juga sering diberikan dexamethasone untuk melawan efek samping dari obat antikankernya. Dexamethasone dapat memperkuat efek antiemetik obat seperti ondansetron. Pada penyakit tumor otak, dexamethasone digunakan untuk melawan perkembangan edema yang dapat menekan struktur otak lainnya. Dexamethasone juga digunakan secara langsung sebagai agen kemoterapi pada kasus keganasan hematologis terutama pada pengobatan myeloma multiple.

Dexamethasone intravena juga efektif digunakan untuk mencegah mual dan muntah, khususnya pada orang yang telah menjalani operasi. Obat ini juga bisa digunakan untuk mempercepat pengobatan sakit tenggorokan. Keamanan penggunaan dexamethasone untuk digunakan oleh wanita hamil masuk dalam kategori C.