Daxotel

By | Januari 25, 2021 | Farmasi-id.com > Onkologi > Kemoterapi Sitotoksik > Daxotel

Kandungan dan Komposisi Daxotel

Kandungan dan komposisi produk obat maupun suplemen dibedakan menjadi dua jenis yaitu kandungan aktif dan kandungan tidak aktif. Kandungan aktif adalah zat yang dapat menimbulkan aktivitas farmakologis atau efek langsung dalam diagnosis, pengobatan, terapi, pencegahan penyakit atau untuk memengaruhi struktur atau fungsi dari tubuh manusia.

Jenis yang kedua adalah kandungan tidak aktif atau disebut juga sebagai eksipien. Kandungan tidak aktif ini fungsinya sebagai media atau agen transportasi untuk mengantar atau mempermudah kandungan aktif untuk bekerja. Kandungan tidak aktif tidak akan menambah atau meningkatkan efek terapeutik dari kandungan aktif. Beberapa contoh dari kandungan tidak aktif ini antara lain zat pengikat, zat penstabil, zat pengawet, zat pemberi warna, dan zat pemberi rasa. Kandungan dan komposisi Daxotel adalah:

Docetaxel

Indikasi, Manfaat, dan Kegunaan Daxotel

Indikasi merupakan petunjuk mengenai kondisi medis yang memerlukan efek terapi dari suatu produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) atau kegunaan dari suatu produk kesehatan untuk suatu kondisi medis tertentu. Daxotel adalah suatu produk kesehatan yang diindikasikan untuk:

Kanker payudara, kanker paru-paru sel non-kecil (NSCLC), kanker ovarium, kanker kepala & leher, kanker prostat, adenokarsinoma lambung.

Sekilas Tentang Obat Kemoterapi Sitotoksik
Kemoterapi sitotoksik adalah kemoterapi menggunakan agen sitotoksik untuk membunuh atau merusak sel-sel kanker yang bereproduksi. Terapi ini secara spesifik menargetkan sel kanker yang membelah dengan cepat.

Kemoterapi dapat dianggap sebagai cara untuk merusak atau menekan sel, yang kemudian dapat menyebabkan kematian sel jika apoptosis dimulai. Efek samping dari kemoterapi seperti dapat merusak sel-sel normal yang membelah dengan cepat dan karenanya sensitif terhadap obat-obatan anti-mitosis: sel-sel di sumsum tulang, saluran pencernaan dan folikel rambut. Hal ini menghasilkan efek samping kemoterapi yang paling umum seperti: myelosuppression (penurunan produksi sel darah, karenanya juga imunosupresi), mukositis (peradangan pada lapisan saluran pencernaan), dan alopesia (kerontokan rambut). Karena efeknya pada sel-sel kekebalan tubuh (terutama limfosit), obat-obat kemoterapi sering digunakan dalam sejumlah penyakit yang diakibatkan oleh aktivitas berlebih yang berbahaya dari sistem kekebalan terhadap diri sendiri (disebut autoimunitas). Ini termasuk rheumatoid arthritis, systemic lupus erythematosus, multiple sclerosis, vasculitis dan lain-lain.
Sekilas tentang kanker dan tumor
Kanker adalah penyakit yang disebabkan oleh ketidakteraturan perjalanan hormon yang mengakibatkan tumbuhnya daging pada jaringan tubuh yang normal atau sering dikenal sebagai tumor ganas. Selain itu gejala ini juga dikenal sebagai neoplasma ganas dan seringkali ditandai dengan kelainan siklus sel khas yang menimbulkan kemampuan sel untuk:

  • Tumbuh tidak terkendali (pembelahan sel melebihi batas normal)

  • Menyerang jaringan biologis di dekatnya

  • Bermigrasi ke jaringan tubuh yang lain melalui sirkulasi darah atau sistem limfatik, disebut metastasis

Tiga karakter ganas inilah yang membedakan kanker dari tumor jinak. Sebagian besar kanker membentuk tumor, tetapi beberapa tidak, seperti leukemia. Cabang ilmu kedokteran yang berhubungan dengan studi, diagnosis, perawatan, dan pencegahan kanker disebut onkologi.

Tumor atau barah (bahasa Inggris: tumor, tumour) adalah sebutan untuk neoplasma atau lesi padat yang terbentuk akibat pertumbuhan sel tubuh yang tidak semestinya, yang mirip dengan simtoma bengkak. Tumor berasal dari kata tumere dalam bahasa latin yang berarti "bengkak". Pertumbuhannya dapat digolongkan sebagai ganas (malignan) atau jinak (benign).

Tumor ganas disebut kanker. Kanker memiliki potensi untuk menyerang dan merusak jaringan yang berdekatan dan menciptakan metastasis. Tumor jinak tidak menyerang tissue berdekatan dan tidak menyebarkan benih (metastasis), tetapi dapat tumbuh secara lokal menjadi besar. Mereka biasanya tidak muncul kembali setelah penyingkiran melalui operasi.

Dosis dan Aturan Pakai Daxotel

Dosis adalah takaran yang dinyatakan dalam satuan bobot maupun volume (contoh: mg, gr) produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) yang harus digunakan untuk suatu kondisi medis tertentu serta frekuensi pemberiannya. Biasanya kekuatan dosis ini tergantung pada kondisi medis, usia, dan berat badan seseorang. Aturan pakai mengacu pada bagaimana produk kesehatan tersebut digunakan atau dikonsumsi. Berikut ini dosis dan aturan pakai Daxotel:

  • Kanker payudara & NSCLC, premedikasi terdiri dari kortikosteroid oral misalnya, deksametason 16 mg / hari (8 mg 2x/ hr) selama 3 hari mulai 1 hari sebelum pemberian docetaxel. Kanker prostat diberikan bersamaan prednisone atau prednisolone, rejimen premedikasi yang direkomendasikan: Oral dexamethasone 8 mg 12 jam, 3 jam dan 1 jam sebelum infus docetaxel. Diatur sebagai infus 1 jam setiap 3 minggu
  • Kanker ovarium 75 sampai 100 mg / m2 sebagai infus 1 jam setiap 3 minggu
  • Kanker payudara Dosis anjuran: 75 mg / m2 diberikan 1 jam setelah doksorubisin 50 mg / m2 & siklofosfamid 500 mg / m2 setiap 3 minggu untuk 6 siklus
  • Kanker payudara stadium lanjut atau metastatik 100 mg / m2 dalam monoterapi. Pada pengobatan lini pertama, docetaxel 75 mg / m2 diberikan dalam terapi kombinasi dengan doxorubicin 50 mg / m2. Dalam kombinasi dgn trastuzumab, dosis yang dianjurkan adalah 100 mg / m2 setiap 3 minggu dengan trastuzumab diberikan dengan baik. Dalam kombinasi dgn capecitabine, dosis yang dianjurkan adalah 75 mg / m2 setiap 3 gr kombinasi dgn capecitabine pada 1.250 mg / m2 dua kali sehari (dalam 30 menit setelah makan) selama 2 minggu diikuti oleh 1 minggu istirahat. NSCLC 75 mg / m2 segera diikuti oleh cisplatin 75 mg / m2 selama 30-60 menit. Untuk perawatan setelah kegagalan kemoterapi berbasis platina sebelumnya, dosis yang dianjurkan adalah 75 mg / m2 sebagai agen tunggal
  • Kanker prostat 75 mg / m2 dgn prednison atau prednisolon 5 mg per oral 2x/ hr terus menerus
  • Adenokarsinoma lambung 75 mg / m2 sebagai infus 1 jam, diikuti dengan cisplatin 75 mg / m2 sebagai infus 1-3 jam (keduanya pada hari ke 1 saja) diikuti oleh 5-fluorourasil pada 750 mg / m2 / hari sebagai infus 24 jam untuk 5 hari, dimulai pada akhir infus cisplatin, diulang setiap 3 minggu
  • Kanker kepala & leher: Pengobatan induksi karsinoma sel skuamosa lokal yang tidak bisa dioperasi dari kepala & leher (SCCHN) 75 mg / m2 sebagai infus 1 jam diikuti cisplatin 75 mg / m2 selama 1 jam, pada hari ke 1, diikuti oleh 5- Fluorourasil sebagai infus kontinu pada 750 mg / m2 / hari selama 5 hari. Diatur setiap 3 minggu untuk 4 siklus. Setelah kemoterapi, pasien harus mendapat radioterapi

Kontraindikasi Daxotel

Kontraindikasi merupakan suatu petunjuk mengenai kondisi-kondisi dimana penggunaan obat tersebut tidak tepat atau tidak dikehendaki dan kemungkinan berpotensi membahayakan jika diberikan. Pemberian Daxotel dikontraindikasikan pada kondisi-kondisi berikut ini:

Hipersensitif. Pasien dengan jumlah neutrofil awal <1.500, kerusakan hati parah. Hamil & laktasi.

Perhatian 

Reaksi hipersensitivitas & kutaneous. Pantau jumlah darah lengkap; Fungsi jantung. Pasien dengan retensi cairan berat, gangguan hati & ginjal. Pasien dengan penggunaan bersamaan dengan trastuzumab harus menjalani pemeriksaan jantung awal. Tindakan kontrasepsi harus dilakukan oleh laki-laki & perempuan paling tidak 6 bln setelah penghentian terapi.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah Aman Menggunakan Daxotel Saat Mengemudi atau Mengoperasikan Mesin?

Jika Anda mengalami gejala efek samping seperti mengantuk, pusing, gangguan penglihatan, gangguan pernapasan, jantung berdebar, dan lain-lain setelah menggunakan , yang dapat mempengaruhi kesadaran atau kemampuan dalam mengemudi maupun mengoperasikan mesin, maka sebaiknya Anda menghindarkan diri dari aktivitas-aktivitas tersebut selama penggunaan dan konsultasikan dengan dokter Anda.

Bagaimana Jika Saya Lupa Menggunakan Daxotel?

Jika Anda lupa menggunakan Daxotel, segera gunakan jika waktunya belum lama terlewat, namun jika sudah lama terlewat dan mendekati waktu penggunaan berikutnya, maka gunakan seperti dosis biasa dan lewati dosis yang sudah terlewat, jangan menggandakan dosis untuk mengganti dosis yang terlewat. Pastikan Anda mencatat atau menyalakan pengingat untuk mengingatkan Anda mengenai waktu penggunaan obat agar tidak terlewat kembali.

Apakah Saya Dapat Menghentikan Penggunaan Daxotel Sewaktu-waktu?

Beberapa obat harus digunakan sesuai dengan dosis yang diberikan oleh dokter. Jangan melebih atau mengurangi dosis obat yang diberikan oleh dokter secara sepihak tanpa berkonsultasi dengan dokter. Obat seperti antibiotik, antivirus, antijamur, dan sebagainya harus digunakan sesuai petunjuk dokter untuk mencegah resistensi dari bakteri, virus, maupun jamur terhadap obat tersebut. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

Jangan menghentikan penggunaan obat secara tiba-tiba tanpa sepengetahuan dokter, karena beberapa obat memiliki efek penarikan jika penghentian dilakukan secara mendadak. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

Bagaimana Cara Penyimpanan Daxotel?

Setiap obat memiliki cara penyimpanan yang berbeda-beda, cara penyimpanan dapat Anda ketahui melalui kemasan obat. Pastikan Anda menyimpan obat pada tempat tertutup, jauhkan dari panas maupun kelembapan. Jauhkan juga dari paparan sinar Matahari, jangkauan anak-anak, dan jangkauan hewan.

Bagaimana Penanganan Daxotel yang Sudah Kedaluwarsa?

Jangan membuang obat kedaluwarsa ke saluran air, tempat penampungan air, maupun toilet, sebab dapat berpotensi mencemari lingkungan. Juga jangan membuangnya langsung ke tempat pembuangan sampah umum, hal tersebut untuk menghindari penyalahgunaan obat. Hubungi Dinas Kesehatan setempat mengenai cara penangangan obat kedaluwarsa.


Efek Samping Daxotel

Efek Samping merupakan suatu efek yang tidak diinginkan dari suatu obat. Efek samping ini dapat bervariasi pada setiap individu tergantung pada pada kondisi penyakit, usia, berat badan, jenis kelamin, etnis, maupun kondisi kesehatan seseorang. Efek samping Daxotel yang mungkin terjadi adalah:

Neutropenia, anemia, trombositopenia. Infeksi misalnya sepsis & pneumonia. Hipersensitivitas. Anorexia. Neuropati sensorik & motorik perifer, disgeusia. Aritmia, hipotensi, hipertensi, perdarahan. Dispnea. Stomatitis, diare, mual, muntah, sembelit, sakit perut, perdarahan GI. Alopesia, reaksi kulit, kelainan kuku. Mialgia, artralgia. Retensi cairan, asthenia, reaksi situs infus. Peningkatan bilirubin darah, alkaline phosphatase, AST & ALT.

Interaksi Obat Daxotel

Interaksi obat merupakan suatu perubahan aksi atau efek obat sebagai akibat dari penggunaan atau pemberian bersamaan dengan obat lain, suplemen, makanan, minuman, atau zat lainnya. Interaksi obat Daxotel antara lain:

Pemberian bersama dengan siklosporin, terfenadin, ketokonazol, eritromisin & troleandomisin dapat mengubah metabolisme docetaxel.

Kategori Keamanan Penggunaan Daxotel Pada Wanita Hamil

Kategori keamanan penggunaan obat untuk wanita hamil atau pregnancy category merupakan suatu kategori mengenai tingkat keamanan obat untuk digunakan selama periode kehamilan apakah memengaruhi janin atau tidak. Kategori ini tidak termasuk tingkat keamanan obat untuk digunakan oleh wanita menyusui.

FDA (Badan Pengawasan Obat dan Makanan Amerika Serikat) mengkategorikan tingkat keamanan obat untuk wanita hamil menjadi 6 (enam) kategori yaitu A, B, C, D, X, dan N. Anda bisa membaca definisi dari setiap kategori tersebut di sini. Berikut ini kategori tingkat keamanan penggunaan Daxotel untuk digunakan oleh wanita hamil:

Kategori D: Ada bukti positif mengenai risiko pada janin manusia, tetapi manfaat dari penggunaan obat ini pada wanita hamil dapat diterima meskipun berisiko pada janin (misalnya jika obat diperlukan untuk mengatasi situasi yang mengancam jiwa atau untuk penyakit serius dimana obat yang lebih aman tidak dapat digunakan atau tidak efektif).

Kemasan dan Sediaan Daxotel

, Sediaan, Izin BPOM

  • Dus @ 1 vial @ 4 ml, cairan injeksi 20 mg/1 ml, DKI1525400443A1
  • Dus @ 1 vial @ 1 ml, cairan injeksi 20 mg/1 ml, DKI1525400443A1

Produsen Daxotel

Produsen obat (perusahaan farmasi) adalah suatu perusahaan atau badan usaha yang melakukan kegiatan produksi, penelitian, pengembangan produk obat maupun produk farmasi lainnya. Obat yang diproduksi bisa merupakan obat generik maupun obat bermerek. Perusahaan jamu adalah suatu perusahaan yang memproduksi produk jamu yakni suatu bahan atau ramuan berupa tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral, sari, atau campuran dari bahan-bahan tersebut yang telah digunakan secara turun-temurun untuk pengobatan. Baik perusahaan farmasi maupun perusahaan jamu harus memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan.

Setiap perusahaan farmasi harus memenuhi syarat CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik), sedangkan perusahaan jamu harus memenuhi syarat CPOTB (Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik) untuk dapat melakukan kegiatan produksinya agar produk yang dihasilkan dapat terjamin khasiat, keamanan, dan mutunya. Berikut ini nama perusahaan pembuat produk Daxotel:

Fresenius Kabi Oncology Ltd – India

Pendaftar

Fresenius Kabi Combiphar

Sekilas Tentang Fresenius Kabi
Fresenius Kabi merupakan satu dari empat divisi yang dimiliki oleh Fresenius SE & Co, suatu perusahaan farmasi dari Jerman. Fresenius Kabi dibentuk pada tahun 1999 dengan menggabungkan divisi Farmasi (Fresenius Pharma) yang dimiliki Fresenius Group dengan divisi infusion solution dari Pharmacia & Upjohn (Kabi) yang telah diakuisisi Fresenius. Perusahaan ini didirikan untuk memenuhi permintaan pasar akan produk-produk nutrisi, terapi infus, serta memenuhi permintaan obat-obatan esensial seperti obat kanker.

Tak berselang lama pada tahun 2003, unit produksi Fresenius HemoCare akhirnya digabungkan ke dalam Fresenius Kabi karena kesamaan platform teknologi yang digunakan. Pada tahun 2004, Perusahaan ini melebarkan pasarnya hingga ke Afrika Selatan, Republik Ceko, dan mendirikan perusahaan joint venture di Australia.

Beberapa perusahaan telah diakuisisi oleh Fresenius Kabi diantaranya Labesfal (perusahaan farmasi asal Portugal), Filaxis (perusahaan farmasi asal Argentina), Kyorin (perusahaan farmasi Jepang), Laboratorio Sanderson (perusahaan farmasi Chile), akuisisi divisi Nutrisi klinis Nestle di Perancis dan Spanyol, Dabur Pharma (perusahaan obat onkologi), APP Pharmaceutical (perusahaan obat generik Amerika Serikat), dan lain-lain. Beberapa produk farmasi yang diproduksi oleh Fresenius Kabi seperti Paclitaxel, Irinotecan, Oxaliplatin, Gemcitabine, Cytarabine, Carboplatin, Topotecan, Docetaxel, dan Epirubicin.

Di Indonesia Fresenius Kabi berdiri dengan nama PT Fresenius Kabi Indonesia dengan kantor pusat di Menara Bidakara 1, 19th Fl. Jl. Jend. Gatot Subroto, Kav. 71-73 Jakarta 12870, RT.9/RW.4, East Kuningan, Tebet, Jakarta Selatan.

Seberapa Baik Produk Ini?

Klik bintang untuk memberi peringkat!

Peringkat rata-rata: 0 / 5. Jumlah pemberi peringkat: 0

Belum ada pemeringkatan, jadilah yang pertama.

Leave a Reply

Email address will not be published. Required fields are marked *