DAPAGLIFLOZIN

Farmasi-id.com > Sistem Endokrin & Metabolik > Obat Antidiabetes > DAPAGLIFLOZIN

By | 09/10/2017

Indikasi

Terapi kombinasi pada diabetes melitus tipe 2 yang tidak teratasi dengan diet dan olahraga.

Peringatan

Diabetes melitus tipe 1 atau terapi diabetik ketoasidosis, kerusakan hati, gagal ginjal sedang hingga berat (CrCl <60 mL/min atau eGFR <60 mL/min/1,73 m2), pasien dengan risiko deplesi volume, hipotensi dan/atau ketidakseimbangan elektrolit: dapagliflozin meningkatkan diuresis yang berkaitan dengan penurunan tekanan darah. Terapi pielonefritis atau urosepsis: penghentian penggunaan sementara, lansia ≥75 tahun, meningkatkan hematokrit dan menghasilkan positif pada tes glukosa urin, kehamilan dan menyusui, anak <18 tahun.

Interaksi Obat

Diuretik (tiazid dan loop diuretic/furosemid): meningkatkan efek diuretik, risiko dehidrasi dan hipotensi. Sulfonilurea: hipoglikemia. Rifampisin: menurunkan kadar dapagliflozin dalam darah. Asam mefenamat: meningkatkan kadar dapagliflozin dalam darah. Simvastatin: meningkatkan kadar simvastatin dalam darah.

Kontra Indikasi

Hipersensitivitas.

Efek Samping

Sangat umum: hipoglikemia. Umum: vulvovaginitis, balanitis dan infeksi terkait genital, infeksi saluran kemih, pusing, nyeri punggung, disuria, poliuria, peningkatan hematokrit, penurunan klirens kreatinin ginjal, dislipidemia. Tidak umum: infeksi jamur, deplesi volume, haus, konstipasi, mulut kering, nokturia, kerusakan ginjal, pruritus vulvovaginal, pruritus genital, peningkatan kreatinin darah, peningkatan urea darah, peningkatan berat badan.

Dosis

Terapi kombinasi. 10 mg sekali sehari dengan metformin, tiazolidindion, dan sulfonilurea. Bila bersama sulfonilurea, dosis sulfonilurea diturunkan untuk mengurangi risiko hipoglikemia.

Nama Brand

Forxiga

Sekilas Tentang Diabetes
Diabetes merupakan kondisi di mana tubuh tidak dapat memproduksi insulin dengan benar. Hal ini menyebabkan meningkatnya kadar glukosa dalam darah. Diabetes yang umum terjadi adalah diabetes Tipe 1 dan tipe 2.

Pada diabetes Tipe 1 pankreas tidak dapat memproduksi insulin sedangkan pada diabetes tipe 2 pankreas dapat membuat insulin tapi dalam kadar yang tidak cukup banyak. Ini menyebabkan tubuh tidak mendapatkan insulin secara optimal. Meningkatnya kadar gula dalam darah akan membuat penderita diabetes sering merasa haus atau lapar dan juga sering buang air kecil.

Antidiabetes merupakan obat yang mengontrol tingkat glukosa (gula) dalam darah pada penderita diabetes.

Informasi lengkap mengenai diabetes dapat Anda baca di sini.