Covifor


Deskripsi Covifor

Pandemi virus corona memang masih berlangsung dan mengubah banyak aspek kehidupan.

Namun, kabar baiknya, beberapa obat sudah mendapat izin penggunaan darurat (emergency use authorization) dari BPOM sehingga bisa digunakan dalam terapi COVID-19.

Salah satu obat yang mendapatkan izin penggunaan darurat dari BPOM itu adalah Covifor.

Obat ini mengandung Remdesivir yang termasuk dalam golongan antivirus.

Remdesivir sendiri masih dalam tahap pengujian karena belum diketahui pasti khasiatnya dalam pengobatan COVID-19.

BPOM memberikan izin penggunaan obat ini untuk pasien COVID-19 dewasa dan anak-gejala berat yang dirawat di rumah sakit.

Remdesivir digunakan untuk menghentikan penyebaran coronavirus di dalam tubuh, sehingga membantu Anda merasa lebih baik.

Detail Covifor


1. Kategori

Antivirus

2. Kandungan

Serbuk Injeksi Remdesivir 100 mg

3. Kemasan

Vial @ 100 mg

4. Farmasi

Aspiro Pharma Limited & Amarox Pharma Global

Fungsi

1. Indikasi

Covifor diizinkan untuk penggunaan darurat pengobatan pada pasien virus corona usia dewasa dan anak dengan gejala berat dan dirawat di rumah sakit.

2. Kontraindikasi:

Jangan gunakan obat ini pada pasien yang memiliki riwayat alergi terhadap kandungan dan bahan apa pun dalam obat ini.

Cek Dosis Umum dan Cara Pakai

Berikut anjuran dosis umum Covifor

  • Pasien yang memerlukan ventilasi mekanik dan/atau ECMO:
    Hari ke-1: 200 mg diberikan secara intravena selama 30-120 menit
    Hari ke-2-10: 100 mg diberikan secara intravena selama 30-120 menit/hari
  • Pasien yang tidak memerlukan ventilasi mekanik dan/atau ECMO:
    Hari ke-1: 200 mg diberikan secara intravena selama 30-120 menit
    Hari ke-2-5: 100 mg diberikan secara intravena selama 30-120 menit/hari.
    Jika tidak menunjukkan perbaikan keadaan klinis, perawatan dapat diperpanjang hingga 10 hari

Obat ini berbentuk serbuk, harus dilarutkan dan diberikan melalui infus oleh dokter atau petugas medis. Penggunaan injeksi Covifor harus di bawah pengawasan khusus.


Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah Aman Menggunakan Covifor Saat Mengemudi atau Mengoperasikan Mesin?

Jika Anda mengalami gejala efek samping seperti mengantuk, pusing, gangguan penglihatan, gangguan pernapasan, jantung berdebar, dan lain-lain setelah menggunakan Covifor, yang dapat mempengaruhi kesadaran atau kemampuan dalam mengemudi maupun mengoperasikan mesin, maka sebaiknya Anda menghindarkan diri dari aktivitas-aktivitas tersebut selama penggunaan dan konsultasikan dengan dokter Anda.

Bagaimana Jika Saya Lupa Menggunakan Covifor?

Jika Anda lupa menggunakan Covifor, segera gunakan jika waktunya belum lama terlewat, namun jika sudah lama terlewat dan mendekati waktu penggunaan berikutnya, maka gunakan seperti dosis biasa dan lewati dosis yang sudah terlewat, jangan menggandakan dosis untuk mengganti dosis yang terlewat. Pastikan Anda mencatat atau menyalakan pengingat untuk mengingatkan Anda mengenai waktu penggunaan obat agar tidak terlewat kembali.

Apakah Saya Dapat Menghentikan Penggunaan Covifor Sewaktu-waktu?

Beberapa obat harus digunakan sesuai dengan dosis yang diberikan oleh dokter. Jangan melebih atau mengurangi dosis obat yang diberikan oleh dokter secara sepihak tanpa berkonsultasi dengan dokter. Obat seperti antibiotik, antivirus, antijamur, dan sebagainya harus digunakan sesuai petunjuk dokter untuk mencegah resistensi dari bakteri, virus, maupun jamur terhadap obat tersebut. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

Jangan menghentikan penggunaan obat secara tiba-tiba tanpa sepengetahuan dokter, karena beberapa obat memiliki efek penarikan jika penghentian dilakukan secara mendadak. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

Bagaimana Cara Penyimpanan Covifor?

Setiap obat memiliki cara penyimpanan yang berbeda-beda, cara penyimpanan dapat Anda ketahui melalui kemasan obat. Pastikan Anda menyimpan obat pada tempat tertutup, jauhkan dari panas maupun kelembapan. Jauhkan juga dari paparan sinar Matahari, jangkauan anak-anak, dan jangkauan hewan.

Bagaimana Penanganan Covifor yang Sudah Kedaluwarsa?

Jangan membuang obat kedaluwarsa ke saluran air, tempat penampungan air, maupun toilet, sebab dapat berpotensi mencemari lingkungan. Juga jangan membuangnya langsung ke tempat pembuangan sampah umum, hal tersebut untuk menghindari penyalahgunaan obat. Hubungi Dinas Kesehatan setempat mengenai cara penangangan obat kedaluwarsa.


Apa Efek Samping Covifor?

Efek Samping merupakan suatu efek yang tidak diinginkan dari suatu obat. Efek samping ini dapat bervariasi pada setiap individu tergantung pada pada kondisi penyakit, usia, berat badan, jenis kelamin, etnis, maupun kondisi kesehatan seseorang. Efek samping Covifor yang mungkin terjadi adalah:

Efek samping yang mungkin terjadi ketika menerima pengobatan dengan Covifor adalah:

1. Alergi

Segera beritahu dokter atau perawat jika timbul gejala alergi, seperti pembengkakan bibir, wajah, atau tenggorokan; mual, muntah, kemerahan, napas berbunyi, perubahan detak jantung, berkeringat, serta menggigil.

2. Peningkatan Kadar Enzim Hati

Efek samping yang timbul bukan hanya yang sudah dituliskan di atas. Remdesivir masih dalam pengujian sehingga belum semua efek samping diketahui.

Pemberian obat ini melalui intravena, sehingga dapat menimbulkan nyeri, perdarahan, memar, dan pembengkakan pada tempat suntikan.

Bagaimana Cara Penggunaan Covifor yang Benar?

  • Obat ini hanya bisa diberikan melalui infus oleh dokter atau petugas medis, dalam pengawasan khusus
  • Anda akan mendapatkan Remdesivir selama sekurang-kurangnya 5 hari berturut-turut. Dokter dapat memperpanjang pemberian obat ini hingga maksimum 10 hari
  • Remdesivir yang belum dilarutkan dapat disiman pada suhu di bawah 30 derajat Celcius, di tempat yangs ejuk, kering, jauh dari cahaya langsung
  • Remdesivir yang sudah dilarutkan harus segera digunakan
  • Simpan obat pada suhu ruangan (di bawah 25 derajat Celsius) maksimum selama 4 jam atau maksimum 24 jam pada suhu 2-8 derajat Celsius

Apa yang Harus Dilakukan Sebelum Menggunakan Covifor?

Beritahu dokter atau petugas medis yang merawat jika Anda:

  • memiliki riwayat alergi terhadap kandungan atau bahan dalam obat ini
  • punya penyakit ginjal dan sedang menjalani cuci darah (hemodialisis)
  • riwayat penyakit hati
  • sedang hamil atau merencanakan kehamilan
  • sedang menyusui
  • sedang mengonsumsi obat lain (khususnya klorokuin fosfat atau hidroksiklorokuin sulfat)

Artikel Lainnya: Panduan Cara Isolasi Mandiri Pasien COVID-19 Anak

Bolehkah Saya Konsumsi Covifor dengan Obat Lain?

Beberapa obat mungkin dapat menimbulkan interaksi ketika digunakan bersamaan dengan Remdesivir.

Beritahukan dokter obat yang sedang Anda konsumsi, baik obat resep, obat bebas, vitamin dan suplemen, maupun obat herbal.

Klorokuin fosfat atau hidroksiklorokuin sulfat tidak boleh digunakan bersamaan dengan Remdesivir.

Midazolam dan Pivastatin harus digunakan setidaknya 2 jam setelah menggunakan Remdesivir. Alasannya, Remdesivir dapat memengaruhi kerja obat tersebut.

Selain itu, Remdesivir juga dapat mempengaruhi kerja Teofilin.

Apakah Covifor Aman untuk Ibu Hamil dan Menyusui?

Penelitian soal efek dan risiko penggunaan obat Covifor pada ibu hamil dan menyusui masih sangat terbatas.

Dokter akan mempertimbangkan pemberian obat ini jika manfaatnya lebih besar daripada risikonya.

Oleh karena itu, konsultasikan dengan dokter mengenai kondisi Anda.