Cortisone

Merek Dagang

  • Tablet: Cortate
  • Injeksi: Cortisone Acetat

Deskripsi Cortisone

Cortisone merupakan glukokortikoid yang memiliki efek anti-inflamasi. Obat ini digunakan untuk mengatasi berbagai jenis peradangan, seperti alergi, radang kulit, serta lupus.

Cortisone bekerja dengan menghambat tubuh melepas zat penyebab peradangan. Selain itu, Cortisone memiliki kemampuan menekan reaksi imun (immunosuppressant).

Namun demikian, penggunaan kortikosteroid golongan glukokortikoid, seperti Cortisone, hanya sebagai terapi paliatif. Artinya, obat hanya meredakan gejala peradangan, tapi tidak dapat mengatasi penyebab dari peradangan tersebut.

Detail Cortisone


Saat ini Cortisone tersedia dalam bentuk tablet dan injeksi.

Cortisone tablet

  • Golongan: obat keras
  • Kelas Terapi: kortikosteroid

  • Apa Kandungan dan Komposisi Cortisone?

    Kandungan dan komposisi produk obat maupun suplemen dibedakan menjadi dua jenis yaitu kandungan aktif dan kandungan tidak aktif. Kandungan aktif adalah zat yang dapat menimbulkan aktivitas farmakologis atau efek langsung dalam diagnosis, pengobatan, terapi, pencegahan penyakit atau untuk memengaruhi struktur atau fungsi dari tubuh manusia.

    Jenis yang kedua adalah kandungan tidak aktif atau disebut juga sebagai eksipien. Kandungan tidak aktif ini fungsinya sebagai media atau agen transportasi untuk mengantar atau mempermudah kandungan aktif untuk bekerja. Kandungan tidak aktif tidak akan menambah atau meningkatkan efek terapeutik dari kandungan aktif. Beberapa contoh dari kandungan tidak aktif ini antara lain zat pengikat, zat penstabil, zat pengawet, zat pemberi warna, dan zat pemberi rasa. Kandungan dan komposisi Cortisone adalah:

     Cortisone acetate 5 mg dan 25 mg
  • Kemasan: dus, botol @50 tablet

  • Apa Nama Perusahaan Produsen Cortisone?

    Produsen obat (perusahaan farmasi) adalah suatu perusahaan atau badan usaha yang melakukan kegiatan produksi, penelitian, pengembangan produk obat maupun produk farmasi lainnya. Obat yang diproduksi bisa merupakan obat generik maupun obat bermerek. Perusahaan jamu adalah suatu perusahaan yang memproduksi produk jamu yakni suatu bahan atau ramuan berupa tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral, sari, atau campuran dari bahan-bahan tersebut yang telah digunakan secara turun-temurun untuk pengobatan. Baik perusahaan farmasi maupun perusahaan jamu harus memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan.

    Setiap perusahaan farmasi harus memenuhi syarat CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik), sedangkan perusahaan jamu harus memenuhi syarat CPOTB (Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik) untuk dapat melakukan kegiatan produksinya agar produk yang dihasilkan dapat terjamin khasiat, keamanan, dan mutunya. Berikut ini nama perusahaan pembuat produk Cortisone:

     Aspen pharmacare
  • Harga Cortisone tablet: Cortisone acetate 5 mg Rp195.000; Cortisone acetate 25 mg Rp321.860

Cortisone Injeksi 

  • Golongan= obat keras
  • Kelas terapi= kortikosteroid
  • Kandungan= Cortisone acetate 25 mg/ml
  • Kemasan= boks, 10 vial @ 10 ml
  • Farmasi= Darya varia
  • Harga Cortisone injeksi= Rp30.388/vial (HET)

Cortisone Obat Apa?


Apa Indikasi, Manfaat, dan Kegunaan Cortisone?

Indikasi merupakan petunjuk mengenai kondisi medis yang memerlukan efek terapi dari suatu produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) atau kegunaan dari suatu produk kesehatan untuk suatu kondisi medis tertentu. Cortisone adalah suatu produk kesehatan yang diindikasikan untuk:

Kegunaan Cortisone adalah sebagai anti-inflamasi. Obat ini dapat mengatasi berbagai peradangan yang disebabkan oleh respons imun, seperti:

  • Dermatitis
  • Osteoarthritis
  • Rheumatoid arthritis
  • Gout arthritis
  • Psoriasis
  • Alergi

Selain itu, obat ini juga memiliki fungsi imunosupresan, seperti dalam kondisi:

  • Asma
  • Syok
  • Insufisiensi sekresi korteks adrenal akibat gangguan fungsi atau struktur adrenal
  • Anemia hemolitik
  • Limfoma
  • Sindrom nefrotik

Berapa Dosis dan Bagaimana Aturan Pakai Cortisone?

Dosis adalah takaran yang dinyatakan dalam satuan bobot maupun volume (contoh: mg, gr) produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) yang harus digunakan untuk suatu kondisi medis tertentu serta frekuensi pemberiannya. Biasanya kekuatan dosis ini tergantung pada kondisi medis, usia, dan berat badan seseorang. Aturan pakai mengacu pada bagaimana produk kesehatan tersebut digunakan atau dikonsumsi. Berikut ini dosis dan aturan pakai Cortisone:

Cortisone adalah obat keras, hanya bisa didapatkan dan digunakan dengan resep dokter.

Dosis Cortisone bervariasi tergantung penyakit dan kondisi pasien. Konsultasikan pada dokter Anda terlebih dahulu sebelum menggunakan obat ini.

Tujuan: anti-inflamasi dan imunosupresan dewasa

tablet

  • Berikan 2.5 – 10 mg/kg BB per hari tiap 8 jam atau 25 – 300 mg per hari dibagi 2 dosis
  • Dosis dapat dikurangi menjadi 0.5 – 0.75 mg/kg BB per hari tiap 8 jam atau 25 – 35 mg per hari apabila pasien dalam kondisi membaik

Tujuan: anti-inflamasi dan imunosupresan dewasa


Bagaimana Kemasan dan Sediaan Cortisone?


 Injeksi

  • 1 – 5 mg/kg BB per hari via IM
  • Dosis dapat dikurangi menjadi 0.25 – 0.35 mg/kg per hari via intramuskular (ke dalam otot)

Tujuan: anti-inflamasi dan imunosupresan anak

Tablet

  • Berikan 2.5 – 10 mg/kg BB per hari atau 20 – 300 mg per hari tiap 6 – 8 jam
  • Dosis dapat dikurangi menjadi 0.5 – 0.75 mg/kg BB per hari atau 20 – 25 mg per hari tiap 8 jam apabila pasien dalam kondisi membaik

Cara Menggunakan

  • Gunakan Cortisone sesuai dengan anjuran dan resep dokter. Baca petunjuk pemakaian pada kemasan obat
  • Cortisone tablet dapat digunakan setelah makan. Konsumsi obat secara teratur pada waktu yang sama. Jangan menghentikan penggunaan obat secara tiba-tiba tanpa konsultasi ke dokter
  • Apabila Anda lupa, segera pakai obat jika jeda dengan waktu selanjutnya masih lama. Jika jeda dengan waktu berikutnya singkat, lupakan dosis yang tertinggal. Jangan menggandakan dosis pada waktu bersamaan
  • Jangan melebihkan/mengurangi dosis tanpa berkonsultasi kepada dokter untuk menghindari efek samping atau efektivitas yang berkurang dari obat
  • Cortisone dalam bentuk injeksi hanya boleh disuntikkan oleh dokter atau tenaga medis di bawah pengawasan dokter

Bagaimana Cara Penyimpanan Cortisone?

Simpan Cortisone pada suhu 20 – 25 derajat Celsius, di tempat yang sejuk kering, terhindar dari cahaya matahari langsung, dan jauh dari jangkauan anak-anak.


Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah Aman Menggunakan Cortisone Saat Mengemudi atau Mengoperasikan Mesin?

Jika Anda mengalami gejala efek samping seperti mengantuk, pusing, gangguan penglihatan, gangguan pernapasan, jantung berdebar, dan lain-lain setelah menggunakan Cortisone, yang dapat mempengaruhi kesadaran atau kemampuan dalam mengemudi maupun mengoperasikan mesin, maka sebaiknya Anda menghindarkan diri dari aktivitas-aktivitas tersebut selama penggunaan dan konsultasikan dengan dokter Anda.

Bagaimana Jika Saya Lupa Menggunakan Cortisone?

Jika Anda lupa menggunakan Cortisone, segera gunakan jika waktunya belum lama terlewat, namun jika sudah lama terlewat dan mendekati waktu penggunaan berikutnya, maka gunakan seperti dosis biasa dan lewati dosis yang sudah terlewat, jangan menggandakan dosis untuk mengganti dosis yang terlewat. Pastikan Anda mencatat atau menyalakan pengingat untuk mengingatkan Anda mengenai waktu penggunaan obat agar tidak terlewat kembali.

Apakah Saya Dapat Menghentikan Penggunaan Cortisone Sewaktu-waktu?

Beberapa obat harus digunakan sesuai dengan dosis yang diberikan oleh dokter. Jangan melebih atau mengurangi dosis obat yang diberikan oleh dokter secara sepihak tanpa berkonsultasi dengan dokter. Obat seperti antibiotik, antivirus, antijamur, dan sebagainya harus digunakan sesuai petunjuk dokter untuk mencegah resistensi dari bakteri, virus, maupun jamur terhadap obat tersebut. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

Jangan menghentikan penggunaan obat secara tiba-tiba tanpa sepengetahuan dokter, karena beberapa obat memiliki efek penarikan jika penghentian dilakukan secara mendadak. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

Bagaimana Cara Penyimpanan Cortisone?

Setiap obat memiliki cara penyimpanan yang berbeda-beda, cara penyimpanan dapat Anda ketahui melalui kemasan obat. Pastikan Anda menyimpan obat pada tempat tertutup, jauhkan dari panas maupun kelembapan. Jauhkan juga dari paparan sinar Matahari, jangkauan anak-anak, dan jangkauan hewan.

Bagaimana Penanganan Cortisone yang Sudah Kedaluwarsa?

Jangan membuang obat kedaluwarsa ke saluran air, tempat penampungan air, maupun toilet, sebab dapat berpotensi mencemari lingkungan. Juga jangan membuangnya langsung ke tempat pembuangan sampah umum, hal tersebut untuk menghindari penyalahgunaan obat. Hubungi Dinas Kesehatan setempat mengenai cara penangangan obat kedaluwarsa.


Apa Efek Samping Cortisone?

Efek Samping merupakan suatu efek yang tidak diinginkan dari suatu obat. Efek samping ini dapat bervariasi pada setiap individu tergantung pada pada kondisi penyakit, usia, berat badan, jenis kelamin, etnis, maupun kondisi kesehatan seseorang. Efek samping Cortisone yang mungkin terjadi adalah:

Penghentian obat secara tiba-tiba setelah penggunaan yang lama dapat menyebabkan insufisiensi adrenal akut dengan gejala:

  • Demam
  • Atralgia
  • Malaise

Selain itu, komplikasi yang timbul akibat penggunaan jangka panjang adalah:

  • Gangguan cairan dan elektrolit
  • Hiperglikemia
  • Glikosuria
  • Mudah infeksi
  • Pasien tukak lambung mungkin dapat mengalami pendarahan atau perforasi
  • Osteoporosis
  • Miopati
  • Cushing syndrome dengan gejala moon face, timbunan lemak supraklavikular, obesitas sentral, jerawat

Overdosis

Beberapa gejala overdosis Cortisone adalah:

  • Kulit terbakar
  • Psikosis
  • Hipertensi
  • Lemah otot dan tulang
  • Mual dan muntah
  • Sulit tidur
  • Depresi
  • Pembengkakan pada kaki

Segera pergi ke pelayanan medis terdekat apabila kondisi Anda mengalami perburukan.

Apa Saja Kontraindikasi Cortisone?

Kontraindikasi merupakan suatu petunjuk mengenai kondisi-kondisi dimana penggunaan obat tersebut tidak tepat atau tidak dikehendaki dan kemungkinan berpotensi membahayakan jika diberikan. Pemberian Cortisone dikontraindikasikan pada kondisi-kondisi berikut ini:

Hindari penggunaan Cortisone pada pasien dengan kondisi:

  • Terapi antidiabetes
  • Tukak lambung/ usus
  • Infeksi berat
  • Hipertensi dan penyakit jantung lainnya

Apa Saja Interaksi Obat Cortisone?

Interaksi obat merupakan suatu perubahan aksi atau efek obat sebagai akibat dari penggunaan atau pemberian bersamaan dengan obat lain, suplemen, makanan, minuman, atau zat lainnya. Interaksi obat Cortisone antara lain:

  • Penggunaan Cortisone bersama antidiabetes atau antihipertensi dapat menurunkan efektivitas kerja antidiabetes atau antihipertensi
  • Kombinasi dengan methotrexate dapat meningkatkan toksisitas dari methotrexate
  • Penggunaan bersama dengan barbiturate, ephedrine, phenytoin dan rifampicin dapat menurunkan efektivitas Cortisone
  • Pemberian vaksin saat sedang terapi cortisone dapat menurunkan efektivitas dari vaksin

Apa saja Peringatan dan Perhatian Penggunaan Cortisone?

Ikuti semua petunjuk dan anjuran yang terdapat pada kemasan. Jangan gunakan obat apabila Anda sedang terinfeksi jamur di bagian tubuh mana pun.

Steroid dapat melemahkan imun tubuh sehingga Anda akan lebih mudah terserang infeksi.

Beri tahu dokter tentang infeksi yang anda alami beberapa minggu yang lalu terutama:

  • Tuberkulosis
  • Herpes
  • Infeksi parasit seperti diare

Serta, beri tahu dokter apabila Anda memiliki riwayat penyakit:

  • Sirosis atau penyakit hati lainnya
  • ginjal
  • gangguan tiroid
  • glaukoma atau katarak
  • depresi
  • gagal jantung kongestif
  • hipertensi

Bagaimana Kategori Keamanan Penggunaan Cortisone Pada Wanita Hamil?

Kategori keamanan penggunaan obat untuk wanita hamil atau pregnancy category merupakan suatu kategori mengenai tingkat keamanan obat untuk digunakan selama periode kehamilan apakah memengaruhi janin atau tidak. Kategori ini tidak termasuk tingkat keamanan obat untuk digunakan oleh wanita menyusui.

FDA (Badan Pengawasan Obat dan Makanan Amerika Serikat) mengkategorikan tingkat keamanan obat untuk wanita hamil menjadi 6 (enam) kategori yaitu A, B, C, D, X, dan N. Anda bisa membaca definisi dari setiap kategori tersebut di sini. Berikut ini kategori tingkat keamanan penggunaan Cortisone untuk digunakan oleh wanita hamil:

Cortisone masuk kategori A untuk kehamilan. Studi pada hewan tidak menunjukkan adanya efek samping pada janin pada trimester pertama.

Namun, tidak ada bukti mengenai efek samping trimester selanjutnya. Kecil kemungkinan untuk membahayakan janin.

Peringatan Kehamilan

Meski relatif aman, tetap konsultasikan terlebih dahulu pada dokter sebelum ibu hamil menggunakan Cortisone.

Peringatan Menyusui

Cortisone bisa terdistribusi ke dalam ASI. Bila Anda sedang menyusui sebaiknya konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu.

Peringatan Menyusui

Konsultasikan dengan dokter jika Anda akan mengonsumsi obat ini saat sedang menyusui.

Sekilas Tentang Darya-Varia Laboratoria
PT. Darya-Varia Laboratoria merupakan suatu perusahaan farmasi yang didirikan oleh Drs. Wim Kalona pada 5 Februari 1976. Perusahaan ini bergerak dalam bidang produksi, distribusi dan penjualan produk-produk farmasi, kesehatan umum, dan kosmetik. Pada 1994, perusahaan merubah statusnya menjadi perusahaan terbuka dan mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Jakarta (sekarang Bursa Efek Indonesia). Pada tahun 1995 perusahaan ini mengakuisisi PT. Pradja Pharin (Prafa). Pada 1998, PT. Darya-Varia Laboratoria sempat menutup dua pabriknya sebagai bentuk restrukturisasi usaha. Di tahun 2014, perusahaan ini merger dengan PT. Pradja Pharin.

PT. Darya-Varia Laboratoria telah menerima sertifikat CPOB guna memenuhi syarat agar produk yang dihasilkan memiliki kualitas yang baik. Saat ini perusahaan memiliki dua fasilitas produksi yakni di Gunung Putri dan Citeureup. Pabrik di Gunung Putri digunakan untuk produksi kapsul gelatin lunak dan produk bentuk cair sedangkan pabrik yang ada di Citeureup digunakan untuk memproduksi produk injeksi steril dan produk padat. Produk di kedua lokasi ini selain digunakan untuk konsumsi dalam negeri juga diekspor ke beberapa negara.

Untuk kepemilikan saham, saat ini PT. Darya-Varia Laboratoria mayoritas sahamnya dimiliki oleh Blue Sphere Singapore Pte. Ltd, anak perusahaan Unilab, perusahaan farmasi terbesar Filipina. Beberapa merek produk yang terkenal dari perusahaan ini seperti Decolgen, Enervon-C, Neo Diatabs, Natur-E, Vicee, dan lain-lain. PT. Darya Varia Laboratoria memiliki kantor pusat di South Quarter, Tower C, Jakarta.