Coralpect (Hua Tan Wan)

Farmasi-id.com > Herbal > Herbal Batuk > Coralpect (Hua Tan Wan)

By | 20/03/2018

Komposisi

Tiap kapsul mengandung 500mg campuran ekstrak yang setara dengan :

  • Fritilariae Thunbergii Bulbus 1000 mg
  • Almond 1000 mg
  • Asteris Radix 750 mg
  • Glicyrrhizae Radix 750 mg
  • Aquilariae Sinensis 750 mg
  • Polygalae Radix 750 mg

Khasiat dan Kegunaan

Membantu meredakan batuk

Dosis dan Cara Pakai

2 kali sehari 3 kapsul

Perhatian

Tidak boleh digunakan lebih dari 4 minggu tanpa anjuran dokter

Kemasan dan Sediaan

Dus, Blister @ 12 kapsul @ 500 mg

Izin BPOM

TR142377091

Harga

Rp 20.000

Produsen

PT Sinar Herba Radix

Sekilas Tentang Glycyrrhiza Glabra (Akar Manis)

Akar manis tumbuh seperti rerumputan (semak) di sebagian wilayah Eropa bagian selatan (Glycyrrhiza glabra). Spesies lainnya yang berasal dari Amerika Utara adalah G. lepidopta dan yang dari Tiongkok adalah G.uralensis, yang terakhir ini banyak dipakai sebagai bahan obat-obatan Cina. Akar manis tumbuh dengan baik di tanah yang dalam, subur, cukup air dan dalam iklim yang penuh cahaya matahari. Biasanya dipanen pada musim gugur 2 atau 3 tahun setelah penanaman. Akar manis juga dikenal dengan sebutan licorice/liquorice.

Ekstrak akar manis didapat dengan cara merebus akar tanamannya dan menguapkan airnya, dapat dijual dalam bentuk bubuk ataupun sirup (cair). Zat yang terkandung di dalamnya adalah glycyrrhizin, yang sangat manis, 50 kali lebih manis daripada gula dan memiliki khasiat pengobatan. Spesies G.uralensis adalah jenis akar manis yang paling banyak mengandung zat ini. Penggunaan : Antitusiv, akar dalam bentuk serbuk sebagai pengisi/pembalut pil, dan campuran obat batuk, menghilangkan bau-bau yang tidak sedap dalam obat-obatan.

Sekilas tentang batuk

Batuk merupakan mekanisme pertahanan tubuh di saluran pernapasan dan merupakan gejala suatu penyakit atau reaksi tubuh terhadap iritasi di tenggorokan karena adanya lendir, makanan, debu, asap dan sebagainya.

Batuk terjadi karena rangsangan tertentu, misalnya debu di reseptor batuk (hidung, saluran pernapasan, bahkan telinga). Kemudian reseptor akan mengalirkan lewat saraf ke pusat batuk yang berada di otak. Di sini akan memberi sinyal kepada otot-otot tubuh untuk mengeluarkan benda asing tadi, hingga terjadilah batuk.