Comyn

Farmasi-id.com > Antiinfeksi (Sistemik) > Comyn

By | 28/02/2018

Kandungan

Linkomisin HCl 250 mg

Linkomisin HCl 500 mg

Indikasi

  • Untuk pengobatan infeksi yang disebabkan oleh streptococcus, pneumococcus dan staphylococcus.
  • Linkomisin digunakan untuk infeksi saluran pernasasan atas atas dan bawah, infeksi kulit dan jaringan lunak, infeksi tulang dan sendi dan septikemia dan endokarditis.

Kontra Indikasi

Penderita hipersensitif dan bayi baru lahir.

Efek Samping

Gangguan saluran pernafasan, hematopoietik, reaksi hipersensitif, gangguan kulit dan membran mukosa, kerusakan hati dan ginjal.

Peringatan dan Perhatian

Peringatan dan Perhatian

  • Bila terjadi diare, pemakaian linkomisin harus dihentikan.
  • Selama terapi linkomisin jangka panjang, tes fungsi hati dan hitung sel darah harus dilakukan secara periodik.
  • Linkomisin tidak dindikasikan untuk bayi yang baru lahir.
  • Keamanan pemakaian pada wanita hamil dan menyusui belum diketahui.

Interaksi Obat

  • Kaolin.
  • Jika pemakaian kedua obat ini memang diperlukan, pasien harus menerima kaolin paling tidak 2 jam sebelum linkomisin.
  • Senyawa penghambat neuromuskular.
  • Dapat terjadi resisten silan dengan eritromisin termasuk gejala-gejala yang diketahui terjadi sebagai efek dari makrolida.

Dosis

Dewasa: 500 mg 3-4 kali sehari

Anak-anak > 1 bulan: 30-60 mg/kgBB sehari atau 3-4 kali sehari

Infeksi streptococcus β-hemalitic, pengobatan minimal 10 hari; agar absorbsi optimum dianjurkan hanya minum air putih saja selama 1-2 jam sebelum dan sesudah meminum linkomisin.

Kemasan, Sediaan, Izin BPOM

  1. Dus, 5 strip @ 6 kapsul 500 mg, DKL9508303901B1
  2. Dus, 5 strip @ 6 kapsul 250 mg

Produsen

Heroic Farma

Sekilas Tentang Infeksi
Infeksi atau jangkitan adalah kolonalisasi (mengacu pada mikroorganisme yang tidak bereplikasi pada jaringan yang ditempatinya. Sedangkan "infeksi" mengacu pada keadaan di mana mikroorganisme bereplikasi dan jaringan menjadi terganggu) yang dilakukan oleh spesies asing terhadap organisme inang, dan bersifat paling membahayakan inang.

Organisme penginfeksi, atau patogen, menggunakan sarana yang dimiliki inang untuk dapat memperbanyak diri, yang pada akhirnya merugikan inang. Patogen mengganggu fungsi normal inang dan dapat berakibat pada luka kronik, gangrene, kehilangan organ tubuh, dan bahkan kematian. Respons inang terhadap infeksi disebut peradangan. Secara umum, patogen umumnya dikategorikan sebagai organisme mikroskopik, walaupun sebenarnya definisinya lebih luas, mencakup bakteri, parasit, fungi, virus, prion, dan viroid.

Simbiosis antara parasit dan inang, di mana satu pihak diuntungkan dan satu pihak dirugikan, digolongkan sebagai parasitisme. Cabang kedokteran yang menitikberatkan infeksi dan patogen adalah cabang penyakit infeksi.