Colistine

By | September 18, 2020 | Farmasi-id.com > Sistem Gastrointestinal & Hepatobilier > Antidiare > Colistine

Nama Generik:
Colistine sulfat

Kandungan dan Komposisi Colistine

Kandungan dan komposisi produk obat maupun suplemen dibedakan menjadi dua jenis yaitu kandungan aktif dan kandungan tidak aktif. Kandungan aktif adalah zat yang dapat menimbulkan aktivitas farmakologis atau efek langsung dalam diagnosis, pengobatan, terapi, pencegahan penyakit atau untuk memengaruhi struktur atau fungsi dari tubuh manusia. Kategori yang kedua adalah kandungan tidak aktif atau disebut juga sebagai eksipien. Kandungan tidak aktif ini fungsinya sebagai media atau agen transportasi untuk mengantar atau mempermudah kandungan aktif untuk bekerja. Kandungan tidak aktif tidak akan menambah atau meningkatkan efek terapeutik dari kandungan aktif. Beberapa contoh dari kandungan tidak aktif ini antara lain zat pengikat, zat penstabil, zat pengawet, zat pemberi warna, dan zat pemberi rasa. Kandungan dan komposisi Colistine adalah:

Setiap tablet Colistine 250.000 S.I.mengandung Colistine sulfat 250.000 S.I. Setiap tablet Colistine 1.500.000 S.I.mengandung Colistine sulfat 1.500.000 S.I.
Grup:
Alimentary Tract and Metabolism
Subgrup:
Antidiarrhoeals, Oral Electrolytes Replacers, Anti-inflammatories
Kode ATKategori C:
A07A
Aplikasi:

Dosis

Dewasa : sehari 3 x 1 – 2 tablet colistine 1,5 juta S.I.

Anak-anak :

Berat badan 0 – 15 kg : sehari 3 x 1 – 2 tablet Colistine 0,25 juta S.I.

Berat badan 15 – 30 kg : sehari 3 x 3 – 6 tablet Colistine 0,25 juta S.I./ 3 x 1/2 – 1 tablet Colistine 1,5 juta S.I.

Dianjurkan untuk melarutkan tablet dalam air, air gula, susu atau kaldu.

Kemasan, Sediaan, dan Harga Colistine

Colistine 250.000 S.I. tablet : tersediadalam botol berisi 100 tablet

Colistine 1.500.000 S.I. tablet : tersedia dalam botol berisi 50 tablet

Deskripsi:

Colistine diisolasi dari sejenis bakteri bacillus polymyxa. Colistine bekerja khusus terhadap bakteri gram negatif dan memiliki efek bakterisidal yang cepat baik pada sel-sel yang istirahat maupun sel-sel yang sedang tumbuh. Timbulnya resiko resistensi selama masa pengobatan diperkirakan sangat minimal. Escherichia coli, Shigella, Salmonella, Pseudomonas, Aerobacter, Klebsiella, dan H. influenzae adalah strain yang paling sensitif terhadap Colistine. Terutama strain dari Proteus, Neisseria, dan Serratia resisten. Colistine tidak diserap oleh saluran cerna.

Indikasi

Untuk pengobatan diare yang disebabkan oleh bakteri gram negatif yang sensitif terhadap Colistine, misalnya : E.coli.

Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah Aman Menggunakan Colistine Saat Mengemudi atau Mengoperasikan Mesin?

Jika Anda mengalami gejala efek samping seperti mengantuk, pusing, gangguan penglihatan, gangguan pernapasan, jantung berdebar, dan lain-lain setelah menggunakan Colistine, yang dapat mempengaruhi kesadaran atau kemampuan dalam mengemudi maupun mengoperasikan mesin, maka sebaiknya Anda menghindarkan diri dari aktivitas-aktivitas tersebut selama penggunaan dan konsultasikan dengan dokter Anda.

Bagaimana Jika Saya Lupa Menggunakan Colistine?

Jika Anda lupa menggunakan Colistine, segera gunakan jika waktunya belum lama terlewat, namun jika sudah lama terlewat dan mendekati waktu penggunaan berikutnya, maka gunakan seperti dosis biasa dan lewati dosis yang sudah terlewat, jangan menggandakan dosis untuk mengganti dosis yang terlewat. Pastikan Anda mencatat atau menyalakan pengingat untuk mengingatkan Anda mengenai waktu penggunaan obat agar tidak terlewat kembali.

Apakah Saya Dapat Menghentikan Penggunaan Colistine Sewaktu-waktu?

Beberapa obat harus digunakan sesuai dengan dosis yang diberikan oleh dokter. Jangan melebih atau mengurangi dosis obat yang diberikan oleh dokter secara sepihak tanpa berkonsultasi dengan dokter. Obat seperti antibiotik, antivirus, antijamur, dan sebagainya harus digunakan sesuai petunjuk dokter untuk mencegah resistensi dari bakteri, virus, maupun jamur terhadap obat tersebut. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

Jangan menghentikan penggunaan obat secara tiba-tiba tanpa sepengetahuan dokter, karena beberapa obat memiliki efek penarikan jika penghentian dilakukan secara mendadak. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini

Bagaimana Cara Penyimpanan Colistine?

Setiap obat memiliki cara penyimpanan yang berbeda-beda, cara penyimpanan dapat Anda ketahui melalui kemasan obat. Pastikan Anda menyimpan obat pada tempat tertutup, jauhkan dari panas maupun kelembapan. Jauhkan juga dari paparan sinar Matahari, jangkauan anak-anak, dan jangkauan hewan.

Bagaimana Penanganan Colistine yang Sudah Kedaluwarsa?

Jangan membuang obat kedaluwarsa ke saluran air, tempat penampungan air, maupun toilet, sebab dapat berpotensi mencemari lingkungan. Juga jangan membuangnya langsung ke tempat pembuangan sampah umum, hal tersebut untuk menghindari penyalahgunaan obat. Hubungi Dinas Kesehatan setempat mengenai cara penangangan obat kedaluwarsa.
Actavis adalah perusahaan farmasi global yang dirikan pada 1983 oleh Allen Chao, Ph.D dan David Hsia, Ph.D yang awalnya melakukan pengembangan obat dengan skala kecil. Modal awal perusahaan didapat dari keluarga dan rekan pendiri dan lokasi awalnya hanya berupa area kecil yang disewa di Libertyville, Illinois, Amerika Serikat.

Seiring dengan perkembangan perusahaan, Actavis memindahkan area produksinya ke tempat yang lebih luas sekira 190 meter persegi di Corona, California dan memulai produksi produk obat generik di lokasi ini. Di awal tahun 1993, perusahaan ini melakukan IPO dan mencatatkan sahamnya di NASDAQ kemudian mencatatkannya juga ke bursa saham NYSE. Di periode tahun 2000 hingga 2009 perusahaan ini mengakuisisi beberapa perusahaan farmasi seperti Schein Pharmaceutical, Andrx Corporation, Arrow Group, dan lain-lain. Pada 2011 perusahaan memindahkan kantor pusatnya dari Corona ke Parsippany, New Jersey.

Pada November 2012, Watson Pharmaceutical mengakuisisi Actavis Group. Untuk operasional global, nama Actavis tetap dipertahankan. Dan ditahun 2013, Actavis mengakuisisi perusahaan farmasi Irlandia, Warner Chilcott PLC dan dengan ini perusahaan merubah namanya menjadi Actavis PLC dan membuka kantor pusat baru di Irlandia dengan tetap mempertahankan kantor pusat yang ada di New Jersey. Setahun kemudian Actavis mengakuisisi Allergan Inc, perusahaan yang memproduksi Botox hingga kemudian Actavis PLC berubah namanya menjadi Allergan PLC namun perusahaan tetap menggunakan nama Actavis untuk operasional global. Pada Juli 2015 Teva Pharmaceutical mengakuisisi divisi generik Allergan PLC.

Actavis memiliki lokasi produksi di 40 negara, termasuk Indonesia. Di Indonesia perusahaan ini berdiri dengan nama PT Actavis Indonesia. Jangkauan pemasaran produk Actavis mencapai hingga 100 negara.
Cara Mengutip Untuk Daftar Pustaka
Jika Anda ingin mengutip tulisan ini pada daftar pustaka, Anda bisa melakukannya dengan menggunakan berbagai format berikut ini:

Format APA (American Psychological Association)

Farmasi-id.com. (2020, 18 September). Colistine. Diakses pada 20 Oktober 2020, dari https://www.farmasi-id.com/colistine/


Format MLA (Modern Language Association)

"Colistine". Farmasi-id.com. 18 September 2020. 20 Oktober 2020. https://www.farmasi-id.com/colistine/


Format MHRA (Modern Humanities Research Association)

Farmasi-id.com, "Colistine", 18 September 2020, <https://www.farmasi-id.com/colistine/> [Diakses pada 20 Oktober 2020]


Bagikan ke Rekan Anda
Berikan Ulasan Produk Ini

Seberapa Baik Produk Ini?

Klik bintang untuk memberi peringkat!

Peringkat rata-rata: 0 / 5. Jumlah pemberi peringkat: 0

Belum ada pemeringkatan, jadilah yang pertama.

Leave a Reply

Email address will not be published. Required fields are marked *