CLOBETASOL PROPIONATE

Kandungan, Indikasi, Efek Samping, Kontra, Interaksi, Dosis, Obat Apa | FARMASI-ID.COM > Kulit > Kortikosteroid Topikal > CLOBETASOL PROPIONATE

Farmakologi

Clobetasol propionate merupakan golongan kortikosteroid sintetik, untuk penggunaan topikal pada kasus-kasus dermatologi. Clobetasol  merupakan analog dari prednisolon yang memiliki tingkat aktivitas glukokortikoid yang tinggi dan tingkat aktivitas mineralokortikoid yang rendah.

Penggunaan utama obat golongan ini adalah sebagai antiinflamasi dan imunosupresan, Clobetasol propionate mempunyai efek antiinflamasi, antipruritus dan vasokonstriksi.

Farmakokinetik

  • Absorpsi kortikosteroid topikal melalui kulit termasuk Clobetasol propionate, ditentukan oleh banyak faktor, seperti: bahan pembawa, keutuhan kulit dan penggunaan perban/ pembalut/ plester.
  • Clobetasol propionate dapat diabsorpsi dari kulit normal yang masih utuh, inflamasi dan atau penyakit lain pada kulit dapat meningkatkan absorpsi perkutan, Penggunaan perban/ pembalut/ plester dapat meningkatkan absorpsi kortikosteroid topikal secara bermakna.
  • Setelah kortikosteroid topikal diabsorpsi melalui kulit, maka farmakokinetiknya serupa dengan pemberian kortikosteroid secara sistemik.
  • Kortikosteroid akan terikat pada protein plasma dalam berbagai tingkatan, dimetabolisme terutama di dalam hati dan kemudian diekskresikan melalui ginjal. Beberapa kortikosteroid, termasuk Clobetasol propionate dan metabolitnya juga diekskresi melalui empedu

Indikasi

Pengobatan jangka pendek inflamasi dan pruritus pada corticosteroid-responsive dermatoses tingkat sedang sampai dengan berat. seperti: psoriaris (tidak termasuk psoriasis plak yang luas), eksim yang membandel, liken planus, discoid lupus erythematosus dan pada kondisi dimana steroid yang kurang aktif tidak memberikan hasil yang memuaskan.

Kontra Indikasi

Sediaan

Krim, 0.5 mg/gr

Dosis

  • Gunakan 2 kali sehari, pada pagi dan malam hari.
  • Pengobatan melebihi 2 minggu secara berturut-turut tidak dianjurkan. Total dosis tidak boleh melebihi 50 gram per minggu, oleh karena kemampuan obat ini untuk menekan hypothalamic-pituitary-adrenal (HPA) axis. Kulit yang sedang dalam pengobatan jangan diperban/ dibalut/ diplester

Efek samping

  • Efek samping yang paling sering terjadi adalah rasa terbakar dan rasa perih (sekitar 1 % dari pasien)
  • Efek samping yang jarang terjadi adalah rasa gatal, atrofi kulit dan kulit pecah-pecah
  • Efek sistemik: Cushing’s syndrome, hiperglikemia, dan glukosuria pernah dilaporkan

Peringatan dan perhatian

  • Clobetasol propionate pada dosis 2 g per hari selama 1 minggu, dapat menekan hypothalamic-pituitary-adrenal (HPA) axis pada penderita eksim.
  • Hanya untuk pemakaian luar, hindari kontak dengan mata.
  • Hati-hati jika digunakan pada wanita hamil
  • Hati-hati jika diberikan pada ibu menyusui
  • Penggunaan pada anak-anak dibawah 12 tahun tidak dianjurkan.
  • Hentikan penggunaan jika terjadi iritasi.
  • Penggunaan harus sesuai petunjuk dokter dan jangan digunakan melebihi waktu yang ditentukan
  • Diperlukan perhatian yang rutin dari pasien, jika pengobatan dilakukan pada bagian tubuh tertentu yang kulitnya cenderung mengalami atrofi karena pemakaian obat ini, seperti: muka, lipatan paha dan ketiak.
  • Bila ada infeksi dermatologik, perlu dikombinasi dengan obat antifungi atau antibakteri. Jika tidak terlihat manfaatnya, penggunaan kortikosteroid harus dihentikan sampai infeksinya telah terkontrol dengan memadai.

Penyimpanan

Simpan pada suhu di bawah 30°C, terlindung dari cahaya.

Nama Brand

Bersol,Forderm,Clobetasol,Hercum,Cloflam,Ikaderm,Clonaderm,Ikaderm,clonate,Kloderma,Closol,Klomederm,Cloviderm,,LamodexLotasbat,Cls,Dermovate,Neutrotone,Primaderm,Elopro,Psoriderm,Elopro stick,Tempovate,Emetasol,Whitevate.