Ciprofloxacin

Farmasi-id.com > Antiinfeksi (Sistemik) > Ciprofloxacin

By | 24/01/2015

Komposisi:

Ciprofloxacin HCl 250 mg, 500 mg, dan  200 mg/100 mL.


Bentuk Sediaan:

Tablet salut selaput.

Infus.


Farmakologi:

Menghambat replikasi DNA bakteri dengan menghambat enzim DNA Gyrase dan Toposiomerase IV.


Indikasi:

Infeksi saluran kemih termasuk prostatitis.

Uretritis dan servisitis gonnorhea.

– Infeksi tulang dan sendi.


Dosis:
Tablet: 2 x 250  – 750 mg / hari
– Infus:

– Infeksi ginjal tanpa komplikasi dan infeksi saluran kemih bagian atas dan bawah : 2 x 100 mg sehari.

– Infeksi lain : 2 x 200 mg sehari.

– Gonnorhea akut dan sistitis akut tanpa komplikasi pada wanita: infus tunggal 100 mg.


Kontra Indikasi:

Hipersensitif terhadap quinolone.

– Anak dalam masa pertumbuhan.

– Ibu hamil dan menyusui.


Peringatan dan Perhatian:

– Keamanan dan efektivitas pada wanita hamil dan menyusui belum dapat ditentukan (kategori C)

Ciprofloxacin harus ditelan dengan air secukupnya untuk mencegah kristaluria.

Hati-hati pemberian pada penderita dengan gangguan ginjal.


Efek Samping:

– Saluran cerna : Mual, muntah, diare, gangguan pencernaan, dispepsia, nyeri abdomen, kembung,

anoreksia, disfagia.

Sistem saraf: Pusing, sakit kepala, rasa letih, insomnia, agitasi, tremor.

Sekilas Tentang Infeksi
Infeksi atau jangkitan adalah kolonalisasi (mengacu pada mikroorganisme yang tidak bereplikasi pada jaringan yang ditempatinya. Sedangkan "infeksi" mengacu pada keadaan di mana mikroorganisme bereplikasi dan jaringan menjadi terganggu) yang dilakukan oleh spesies asing terhadap organisme inang, dan bersifat paling membahayakan inang.

Organisme penginfeksi, atau patogen, menggunakan sarana yang dimiliki inang untuk dapat memperbanyak diri, yang pada akhirnya merugikan inang. Patogen mengganggu fungsi normal inang dan dapat berakibat pada luka kronik, gangrene, kehilangan organ tubuh, dan bahkan kematian. Respons inang terhadap infeksi disebut peradangan. Secara umum, patogen umumnya dikategorikan sebagai organisme mikroskopik, walaupun sebenarnya definisinya lebih luas, mencakup bakteri, parasit, fungi, virus, prion, dan viroid.

Simbiosis antara parasit dan inang, di mana satu pihak diuntungkan dan satu pihak dirugikan, digolongkan sebagai parasitisme. Cabang kedokteran yang menitikberatkan infeksi dan patogen adalah cabang penyakit infeksi.
Sekilas Tentang Kalbe Farma

PT Kalbe Farma merupakan suatu perusahaan farmasi terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara. Perusahaan ini didirikan pada 10 September 1966 oleh Khouw Lip Tjoen,Khouw Lip Hiang, Khouw Lip Swan, Boenjamin Setiawan, Maria Karmila, F. Bing Aryanto. Produk dari perusahaan ini sangat banyak mencakup produk obat resep, obat bebas, minuman energi, susu, suplemen, minuman kesehatan, distribusi produk dan pengemasan, dan sebagainya.

Diperkirakan nilai kapitalisasi pasar perusahaan ini mencapai Rp 15 triliun. Perusahaan ini memiliki grup perusahaan (kalbe Group) yang bergerak dalam berbagai bidang divisi usaha diantara seperti divisi obat resep (PT Kalbe Farma, PT Hexpharm Jaya Laboratories, PT Dankos Farma, dll), divisi consumer health (PT Bintang Toedjoe, PT Saka farma Lab, PT Hale International, dll), divisi nutrisi (PT Sanghiang Perkasa, PT Kalbe Morinaga Indonesia, dll), divisi distribusi dan kemasan (PT Enseval Putra Megatrading, PT Enseval Medika Prima, PT Milenia Dharma Insani, dll).

Selain di Indonesia, Kalbe Farma memiliki 10 cabang di luar negeri yaitu negara-negara ASEAN (Singapura, Filipina, Malaysia, Thailand, Kamboja, Vietnam, Myanmar), Srilanka, Nigeria, dan Afrika Selatan.