Cibacen

Farmasi-id.com > Sistem Kardiovaskular & Hematopoietik > Cibacen

By | 17/06/2016

Kandungan dan Komposisi

Benazepril HCl.

Indikasi, Manfaat, dan Kegunaan

Hipertensi, gagal jantung kongestif.

Kontra Indikasi

  • Hipersensitif terhadap Benazepril.
  • Angioedema.
  • Wanita hamil.

Perhatian

  • Penyakit ginjal, stenosis arteri renalis, hiperkalemia, stenosis aorta dan mitral, anestesi, resiko hipotensi pada pasien yang kehilangan cairan dan garam.
  • Penggunaan bersama dengan membran hemodialisis “high-flux”.
  • Jumlah sel darah putih harus dimonitor selama pengobatan.
  • Pengemudi kendaraan.
  • Pengobatan bersama dengan diuretika hemat Kalium atau Kalium tambahan.
  • Hentikan penggunaan ketika terjadi edema pada wajah atau sakit kuning kolestatik.
  • Desensitisasi himenoptera.
  • Aferesis LDL.

Interaksi Obat

Diuretik.

Efek Samping

Batuk dan gangguan saluran pernapasan bagian atas, pusing, sakit kepala, lemah, gugup, kemerahan pada wajah dan leher, berdebar, nyeri dada, edema perifer, gangguan lambung-usus, gatal-gatal, nyeri pada sendi dan otot, kram otot, gangguan saluran urin.

Keamanan Penggunaan Pada Wanita Hamil

Penelitian pada hewan menunjukkan efek samping pada janin ( teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan belum ada penelitian yang terkendali pada wanita atau penelitian pada wanita dan hewan belum tersedia. Obat seharusnya diberikan bila hanya keuntungan potensial memberikan alasan terhadap bahaya potensial pada janin.

Dosis dan Aturan Pakai

Hipertensi : dosis awal 10 mg/hari, bisa ditingkatkan sampai 20 mg.
Gagal jantung kongestif : dosis awal 2,5 mg/hari, bisa ditingkatkan sampai 20 mg/hari.

Kemasan, Sediaan, dan Harga

Dus 5 x 10 tablet 5 mg Rp 355.000

Dus 5 x 10 tablet 10 mg Rp 655.000

Produsen

Novartis Indonesia

Sekilas Tentang Novartis
Novartis AG adalah suatu perusahaan farmas besar dunia asal Swiss yang menurut sejarahnya berdiri pada 1996 sebagai hasil dari penggabungan dua perusahaan farmasi besar yakni Ciba-Geigy dan Sandoz Laboratories yang keduanya merupakan perusahaan farmasi Swiss. Pada periode tahun 2000 hingga 2010 berbagai proses korporasi dilakukan oleh Novartis seperti membuat divisi agrobisnis bersama dengan perusahaan farmasi AstraZeneca yang kemudian bersama membentuk perusahaan baru bernama Sygenta. Di tahun 2003 Novartis menggabungkan dan mengkoordinasikan semua bisnis generiknya ke dalam satu divisi dan menggabungkan beberapa sub divisi ke dalam satu perusahaan, yang kemudian disepakati menggunakan kembali nama Sandoz sebagai nama perusahaannya. Tahun 2005 Sandoz mengakuisisi Hexal (perusahaan obat generik Jerman) dan Eon Labs (perusahaan farmasi Amerika Serikat). Tahun 2006 Novartis mengakuisisi Chiron Corporation. Chiron kemudian dibagi menjadi tiga divisi yakni Chiron Vaccines, Chiron Blood Testing, dan Chiron BioPharmaceuticals yang kemudian semuanya dimasukkan dalam Novartis Pharmaceutical ke dalam divisi yang berbeda.

Berlanjut di tahun 2009, Novartis mengakuisisi 85 persen saham perusahaan vaksin asal China, Zhejiang Tianyuan Bio-Pharmaceutical Co., Ltd. Setahun berikutnya Novartis secara penuh mengakuisisi Alcon (perusahaan produk eye care terbesar di dunia) yang kemudian berada di divisi Novartis Opthalmics sebelum akhirnya menjadikan Alcon sebagai suatu perusahaan sendiri. Pada 2018, GlaxoSmithKline mengumumkan bahwa pihaknya telah mencapai kesepakatan untuk membeli 36,5 persen saham Novartis.

Produk terkenal yang diproduksi oleh Novartis diantaranya Clozaril, Aclasta, Voltaren, Tegretol, Diovan, Neoral, Femara, Ritalin, Lamisil, dan lain-lain. Produk-produk ini telah dipasarkan di banyak negara di dunia termasuk Indonesia. Kantor pusat Novartis ada di Basel, Swiss. Di Indonesia Novartis berdiri dengan nama PT. Novartis Indonesia dengan lokasi kantor di AXA Tower Lt. 26, Kuningan, Jakarta .