Chromium

By | Juli 8, 2019 | Farmasi-id.com > Nutrisi > Suplemen Kesehatan > Chromium

Nama Lain

Potassium Bichromate, Trivalent Chromium, Chrome, Chrome III, Chrome 3+, Chrome FTG,Chrome Trivalent, Chromic Chloride, Chromium Acetate, Chromium Chloride, Chromium Nicotinate, Chromium Picolinate, Chromium Polynicotinate, Chromium Proteinate, Chromium Trichloride, Chromium Tripicolinate, Chromium III, Chromium III Picolinate.

Deskripsi

Chromium merupakan suatu mineral yang dibutuhkan dalam jumlah kecil oleh organ tubuh agar dapat berfungsi dan bekerja dengan baik. Chromium terdiri dari dua bentuk umum yakni chromium trivalen dan chromium heksavalen. Bentuk chromium trivalen merupakan bentuk chromium yang biasa digunakan dalam produk-produk suplemen, sedangkan bentuk heksavalen merupakan racun yang dapat menyebabkan masalah kulit dan kanker paru-paru.

Chromium dibutuhkan untuk mengendalikan kadar gula darah pada orang pradiabetes tipe 1 dan 2. Chromium juga dibutuhkan untuk mengendalikan kadar gula darah pasca penggunaan steroid dan terapi HIV. Chromium juga dibutuhkan oleh para atlet untuk meningkatkan jumlah energi. Chromium juga digunakan pada penderita depresi, sindrom Turner, obesitas, serangan jantung, skizofrenia, gangguan bipolar, hipoglikemia reaktif, dan lain-lain.

Selain itu chromium bermanfaat untuk menurunkan kadar kolesterol dan lemak darah. Konsumsi 15-200 mcg chromium per hari selama 6-12 minggu dapat menurunkan kadar kolesterol jahat LDL dan meningkatkan HDL (kolesterol baik).

Penggunaan

Kemungkinan Kefektifan

Chromium efektif untuk mengatasi kondisi berikut ini:

  • Diabates. Beberapa bukti menunjukkan bahwa mengonsumsi chromium picolinate (komponen kimia yang mengandung chromium) melalui mulut dengan atau tanpa biotin dapat menurunkan gula darah puasa, menurunkan kadar insulin, dan membantu kerja insulin pada penderita diabetes tipe 2. Selain itu Chromium picolinate dapat menurunkan berat badan dan penumpukan lemak pada penderita diabetes tipe 2 yang mengonsumsi obat antidiabetes sulfonylureas. Semakin tinggi dosis chromium maka kinerjanya akan lebih cepat dan efektif. Dalam dosis tinggi dapat menurunkan kadar lemak darah (kolesterol dan trigliserida). Penelitian awal menunjukkan chromium picolinate memberikan manfaat yang sama pada penderita diabetes tipe 1. Namun penelitian juga menunjukkan bahwa pemberian suplemen chromium hanya memberikan manfaat pada mereka yang memiliki kondisi nutrisi buruk atau mengalami kadar chromium rendah. Kadar chromium bisa berada dibawah normal pada penderita diabetes
  • Pemberian chromium 15-200 mcg perhari selama 6-12 minggu dapat menurunkan kadar kolesterol LDL (kolesterol buruk). Pemberian selama 7-16 bulan dapat menurunkan kadar trigliserida dan LDL dan meningkatkan HDL (kolesterol baik). Namun penelitian menunjukkan bahwa pemberian chromium selama 10 minggu pada wanita pasca menopause tidak menunjukkan perubahan kadar kolesterol

Kemungkinan Ketidakefektifan

  • Pada penelitian awal diyakini bahwa chromium dapat memberikan kekuatan dan energi pada atlet, namun penelitian lanjutan tidak menemukan bukti mengenai hal itu
  • Mengatasi gangguan makan berlebih. Penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi chromium picolinate melalui mulut setiap hari selama 6 bulan tidak mempengaruhi berat badan, menurunkan depresi, atau mengurangi frekuensi makan berlebihan pada orang dengan gangguan makan berlebihan
  • Chromium tidak menurunkan kadar gula darah pada orang pradiabetes
  • Konsumsi chromium 400 mcg per hari selama 3 bulan tidak mempengaruhi kondisi mental pada penderita skizofrenia

Bukti belum Memadai

Klaim chromium dapat mempengaruhi kondisi pada keadaan berikut ini belum memiliki bukti yang cukup.

  • Konsumsi 1000 mcg chromium per hari selama 12 minggu tidak meningkatkan memori atau memperbaiki kondisi pada orang lanjut usia yang mengalami penurunan kondisi mental
  • Konsumsi chromium picolinate selama 8 hingga 16 minggu diklaim mampu mengurangi tingkat resistensi insulin pada pasien HIV yang menerima terapi antoretroviral
  • Pemberian 600 mcg chromium per hari selama 2 bulan dapat meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL)
  • Pemberian 600-800 mcg chromium selama 2 tahun diklaim dpaat menurunkan frekuensi gangguan mood yang parah pada orang yang menderita gangguan bipolar
  • Pemberian chromium dapat membantu meningkatkan proses gula dan lemak pada penderita sindrom Turner

Efek Samping Chromium

Efek Samping merupakan suatu efek yang tidak diinginkan dari suatu obat. Efek samping ini dapat bervariasi pada setiap individu tergantung pada pada kondisi penyakit, usia, berat badan, jenis kelamin, etnis, maupun kondisi kesehatan seseorang. Efek samping Chromium yang mungkin terjadi adalah:

Chromium aman digunakan pada orang dewasa pada pemberian melalui mult dan dalam jangka pendek hingga 1000 mcg per hari selama 6 bulan. Chromium kemungkinan aman untuk dikonsumsi dalam jangka lama pada pemberian melalui mulut dengan dosis 200-100 mcg per hari selama 2 tahun.

Dalam dosis tinggi dapat menyebabkan gangguan darah, liver, ginjal, dan lain-lain.

Interaksi

  • Insulin. Chromium menurunkan kadar gula darah, insulin juga menurnkan gul darah. pemberian bersamaan dapat menyebabkan gula darah terlalu rendah
  • Pemberian chromium bersamaan dengan levothyroxine menyebabkan efektifitas levothyroxine berkurang. Beri jarak waktu 30 menit sebelum atau 3-4 jam setelah pemberian chromium
  • Penggunaan OAINS dapat menyebabkan kadar chromium dalam tubuh meningkat sehingga menyebabkan risiko efek samping meningkat. Obat OAINS seperti ibuprofen naproxen, indomethacin, piroxicam, aspirin, dan sebagainya sebaiknya tidak digunakan bersama dengan chromium

sekilas tentang vitamin dan mineral
Vitamin (bahasa Inggris: vital amine, vitamin) adalah sekelompok senyawa organik berbobot molekul kecil yang memiliki fungsi vital dalam metabolisme setiap organisme, yang tidak dapat dihasilkan oleh tubuh.

Nama ini berasal dari gabungan kata bahasa Latin vita yang artinya "hidup" dan amina (amine) yang mengacu pada suatu gugus fungsi yang memiliki atom nitrogen (N), karena pada awalnya vitamin dianggap demikian. Kelak diketahui bahwa banyak vitamin yang sama sekali tidak memiliki atom N. Dipandang dari sisi enzimologi (ilmu tentang enzim), vitamin adalah kofaktor dalam reaksi kimia yang dikatalisasi oleh enzim. Pada dasarnya, senyawa vitamin ini digunakan tubuh untuk dapat bertumbuh dan berkembang secara normal.

Terdapat 13 jenis vitamin yang dibutuhkan oleh tubuh untuk dapat bertumbuh dan berkembang dengan baik. Vitamin tersebut antara lain vitamin A, C, D, E, K, dan B (tiamin, riboflavin, niasin, asam pantotenat, biotin, vitamin B6, vitamin B12, dan folat). Walau memiliki peranan yang sangat penting, tubuh hanya dapat memproduksi vitamin D dan vitamin K dalam bentuk provitamin yang tidak aktif. Sumber berbagai vitamin ini dapat berasal dari makanan, seperti buah-buahan, sayuran, dan suplemen makanan.

Vitamin memiliki peranan spesifik di dalam tubuh dan dapat pula memberikan manfaat kesehatan. Bila kadar senyawa ini tidak mencukupi, tubuh dapat mengalami suatu penyakit. Tubuh hanya memerlukan vitamin dalam jumlah sedikit, tetapi jika kebutuhan ini diabaikan maka metabolisme di dalam tubuh kita akan terganggu karena fungsinya tidak dapat digantikan oleh senyawa lain. Gangguan kesehatan ini dikenal dengan istilah avitaminosis. Contohnya adalah bila kita kekurangan vitamin A maka kita akan mengalami kerabunan. Di samping itu, asupan vitamin juga tidak boleh berlebihan karena dapat menyebabkan gangguan metabolisme pada tubuh.

Mineral adalah unsur atau elemen seperti tembaga, besi, kalsium, kalium, dll yang diperlukan oleh tubuh dalam jumlah tertentu (sering dalam jumlah kecil). adalah unsur kimia yang diperlukan sebagai nutrisi penting oleh organisme untuk melakukan fungsi yang diperlukan untuk kehidupan. Namun, empat elemen struktural utama dalam tubuh manusia berdasarkan berat (oksigen, hidrogen, karbon, dan nitrogen), biasanya tidak termasuk dalam daftar mineral nutrisi utama (nitrogen dianggap sebagai "mineral" untuk tanaman, seperti yang sering dimasukkan dalam pupuk). Keempat elemen ini menyusun sekitar 96% dari berat tubuh manusia, dan mineral utama (makromineral) dan mineral minor (juga disebut elemen jejak) menyusun sisanya.

Mineral, sebagai unsur, tidak dapat disintesis secara biokimia oleh organisme hidup. Tumbuhan mendapatkan mineral dari tanah. Sebagian besar mineral dalam makanan manusia berasal dari makan tumbuhan dan hewan atau dari air minum. Sebagai sebuah kelompok, mineral adalah salah satu dari empat kelompok nutrisi penting, yang lain adalah vitamin, asam lemak esensial, dan asam amino esensial. Lima mineral utama dalam tubuh manusia adalah kalsium, fosfor, kalium, natrium, dan magnesium. Semua elemen yang tersisa dalam tubuh manusia disebut "elemen jejak". Elemen jejak yang memiliki fungsi biokimia spesifik dalam tubuh manusia adalah belerang, besi, klorin, kobalt, tembaga, seng, mangan, molibdenum, yodium dan selenium.

Sebagian besar unsur kimia yang dicerna oleh organisme adalah dalam bentuk senyawa sederhana. Tumbuhan menyerap unsur-unsur terlarut dalam tanah, yang selanjutnya dicerna oleh herbivora dan omnivora yang memakannya, dan unsur-unsur tersebut bergerak ke atas rantai makanan.

Dosis dan Aturan Pakai Chromium

Dosis adalah takaran yang dinyatakan dalam satuan bobot maupun volume (contoh: mg, gr) produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) yang harus digunakan untuk suatu kondisi medis tertentu serta frekuensi pemberiannya. Biasanya kekuatan dosis ini tergantung pada kondisi medis, usia, dan berat badan seseorang. Aturan pakai mengacu pada bagaimana produk kesehatan tersebut digunakan atau dikonsumsi. Berikut ini dosis dan aturan pakai Chromium:

Dewasa:

Melalui mulut.

  • Umum: dosis batas atas chromium yang aman dan dapat ditoleransi tidak diketahui. Namun, tingkat asupan harian yang memadai untuk chromium telah ditetapkan: pria 14 hingga 50 tahun, 35 mcg; pria 51 dan lebih tua, 30 mcg; wanita 19 hingga 50 tahun, 25 mcg; wanita 51 dan lebih tua, 20 mcg; wanita hamil 14 hingga 18 tahun, 29 mcg; 19 hingga 50 tahun, 30 mcg; wanita menyusui 14 hingga 18 tahun, 44 mcg; 19 hingga 50 tahun, 45 mcg
  • Untuk diabetes: Pada orang dengan diabetes tipe 2, 200-1000 mcg chromium diminum setiap hari dalam dosis tunggal atau terbagi telah digunakan. Juga, produk kombinasi spesifik yang menyediakan chromium 600 mcg plus biotin 2 mg setiap hari juga telah digunakan hingga 3 bulan. Selain itu, 1000 mcg chromium (sebagai chromium yeast) bersama dengan 1000 mg vitamin C dan 800 IU vitamin E setiap hari selama 6 bulan telah digunakan. Pada orang dengan diabetes gestasional, telah digunakan chromium picolinate 4-8 mcg / kg setiap hari selama 8 minggu. Pada orang dengan gula darah tinggi karena penggunaan obat kortikosteroid, 400 mcg krom sekali sehari atau 200 mcg tiga kali sehari telah digunakan
  • Untuk kolesterol tinggi: 50-250 mcg chromium sebagai chromium chloride atau chromium picolinate, atau ragi bir yang mengandung 15-48 mcg chromium, telah digunakan 5-7 hari seminggu selama 16 bulan. 200 mcg chromium polynicotinate bersama dengan 100 mg ekstrak biji anggur, diminum dua kali sehari selama 2 bulan, telah digunakan. Satu hingga dua kapsul suplemen spesifik (Colenon) yang mengandung 240 mg kitosan, 55 mg ekstrak Garcinia cambogia, dan 19 mg chromium diminum setiap hari selama 4 minggu telah digunakan

Anak-anak

Melalui mulut.

Umum: Tingkat asupan chromium yang aman dan dapat ditoleransi pada anak-anak tidak diketahui. Namun, tingkat asupan harian yang memadai (AI) untuk chromium telah ditetapkan: Bayi 0 hingga 6 bulan, 0,2 mcg; 7 hingga 12 bulan, 5,5 mcg; anak-anak 1 hingga 3 tahun, 11 mcg; 4 hingga 8 tahun, 15 mcg; anak laki-laki 9 hingga 13 tahun, 25 mcg; anak laki-laki 14-18 tahun. 35 mcg; anak perempuan 9 hingga 13 tahun, 21 mcg; 14 hingga 18 tahun, 24 mcg.

Untuk kolesterol tinggi: 400-600 mcg chromium polynicotinate dan 1000-1500 mg glukomanan telah digunakan dua kali sehari selama 8 minggu.

Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah Aman Menggunakan Chromium Saat Mengemudi atau Mengoperasikan Mesin?

Jika Anda mengalami gejala efek samping seperti mengantuk, pusing, gangguan penglihatan, gangguan pernapasan, jantung berdebar, dan lain-lain setelah menggunakan Chromium, yang dapat mempengaruhi kesadaran atau kemampuan dalam mengemudi maupun mengoperasikan mesin, maka sebaiknya Anda menghindarkan diri dari aktivitas-aktivitas tersebut selama penggunaan dan konsultasikan dengan dokter Anda.

Bagaimana Jika Saya Lupa Menggunakan Chromium?

Jika Anda lupa menggunakan Chromium, segera gunakan jika waktunya belum lama terlewat, namun jika sudah lama terlewat dan mendekati waktu penggunaan berikutnya, maka gunakan seperti dosis biasa dan lewati dosis yang sudah terlewat, jangan menggandakan dosis untuk mengganti dosis yang terlewat. Pastikan Anda mencatat atau menyalakan pengingat untuk mengingatkan Anda mengenai waktu penggunaan obat agar tidak terlewat kembali.

Apakah Saya Dapat Menghentikan Penggunaan Chromium Sewaktu-waktu?

Beberapa obat harus digunakan sesuai dengan dosis yang diberikan oleh dokter. Jangan melebih atau mengurangi dosis obat yang diberikan oleh dokter secara sepihak tanpa berkonsultasi dengan dokter. Obat seperti antibiotik, antivirus, antijamur, dan sebagainya harus digunakan sesuai petunjuk dokter untuk mencegah resistensi dari bakteri, virus, maupun jamur terhadap obat tersebut. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

Jangan menghentikan penggunaan obat secara tiba-tiba tanpa sepengetahuan dokter, karena beberapa obat memiliki efek penarikan jika penghentian dilakukan secara mendadak. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini

Bagaimana Cara Penyimpanan Chromium?

Setiap obat memiliki cara penyimpanan yang berbeda-beda, cara penyimpanan dapat Anda ketahui melalui kemasan obat. Pastikan Anda menyimpan obat pada tempat tertutup, jauhkan dari panas maupun kelembapan. Jauhkan juga dari paparan sinar Matahari, jangkauan anak-anak, dan jangkauan hewan.

Bagaimana Penanganan Chromium yang Sudah Kedaluwarsa?

Jangan membuang obat kedaluwarsa ke saluran air, tempat penampungan air, maupun toilet, sebab dapat berpotensi mencemari lingkungan. Juga jangan membuangnya langsung ke tempat pembuangan sampah umum, hal tersebut untuk menghindari penyalahgunaan obat. Hubungi Dinas Kesehatan setempat mengenai cara penangangan obat kedaluwarsa.
Cara Mengutip Untuk Daftar Pustaka
Jika Anda ingin mengutip tulisan ini pada daftar pustaka, Anda bisa melakukannya dengan menggunakan berbagai format berikut ini:

Format APA (American Psychological Association)

Farmasi-id.com. (2019, 14 Mei). Chromium. Diakses pada 12 Agustus 2020, dari https://www.farmasi-id.com/chromium/


Format MLA (Modern Language Association)

"Chromium". Farmasi-id.com. 14 Mei 2019. 12 Agustus 2020. https://www.farmasi-id.com/chromium/


Format MHRA (Modern Humanities Research Association)

Farmasi-id.com, "Chromium", 14 Mei 2019, <https://www.farmasi-id.com/chromium/> [Diakses pada 12 Agustus 2020]


Bagikan ke Rekan Anda
Berikan Ulasan Produk Ini

Seberapa Baik Produk Ini?

Klik bintang untuk memberi peringkat!

Peringkat rata-rata: 0 / 5. Jumlah pemberi peringkat: 0

Belum ada pemeringkatan, jadilah yang pertama.

Leave a Reply

Email address will not be published. Required fields are marked *