Cernevit

By | Maret 31, 2021 | Farmasi-id.com > Vitamin & Mineral > Cernevit

Kandungan dan Komposisi Cernevit

Kandungan dan komposisi produk obat maupun suplemen dibedakan menjadi dua jenis yaitu kandungan aktif dan kandungan tidak aktif. Kandungan aktif adalah zat yang dapat menimbulkan aktivitas farmakologis atau efek langsung dalam diagnosis, pengobatan, terapi, pencegahan penyakit atau untuk memengaruhi struktur atau fungsi dari tubuh manusia.

Jenis yang kedua adalah kandungan tidak aktif atau disebut juga sebagai eksipien. Kandungan tidak aktif ini fungsinya sebagai media atau agen transportasi untuk mengantar atau mempermudah kandungan aktif untuk bekerja. Kandungan tidak aktif tidak akan menambah atau meningkatkan efek terapeutik dari kandungan aktif. Beberapa contoh dari kandungan tidak aktif ini antara lain zat pengikat, zat penstabil, zat pengawet, zat pemberi warna, dan zat pemberi rasa. Kandungan dan komposisi Cernevit adalah:

Retinol                                     3500 IU

Colecalciferol                           200 IU

Tokoferol                                  11,2 IU

Ascorbic acid                          125 mg

Nicotinamide                             46 mg

Pantotenic acid                    17,25 mg

Pyridoxine                                4,53 mg

Riboflavin                                 4,14 mg

Thiamin                                    3,51 mg

Asam folat                               414 mcg

D-biotin                                      60 mcg

Cyanocobalamine                   5,5 mcg

Bahan- bahan lain

Glisin                                         250 mg

Asam glikokolat                       140 mg

Soybean lecithin                   112,5 mg

Sodium hydroxide         q.s. pH = 5.9


Bentuk Sediaan:

Bubuk steril liofilisasi dalam vial.


Farmakologi:

Vitamin adalah zat-zat organik kompleks yang dibutuhkan dalam jumlah sangat kecil dan pada umumnya tidak dapat dibentuk oleh tubuh. Vitamin termasuk kelompok zat pengatur pertumbuhan dan pemeliharaan kehidupan. Tiap vitamin mempunyai tugas spesifik di dalam tubuh.


Indikasi:

Sebagai multivitamin harian dengan dosis maintenance untuk dewasa dan anak di atas 11 tahun yang menerima nutrisi parenteral. Juga diindikasikan dalam situasi lain di mana pemberian intravena diperlukan, seperti operasi, luka bakar luas, patah tulang dan trauma lain, penyakit infeksi berat dan koma yang memicu keadaan stress dengan peningkatan kebutuhan metabolik dan nutrisi jaringan berkurang.


Dosis:

Dewasa dan anak-anak di atas 11 tahun dapat diberikan 1 vial per hari.

Mula-mula harus ditambahkan 5 mL air untuk injeksi ke dalam vial dan dikocok perlahan untuk melarutkan lyophilised powder. Larutan ini kemudian dapat diberikan melalui intravena secara perlahan atau dengan infus dalam isotonic saline atau larutan glukosa.


Peringatan dan Perhatian:

Peringatan reaksi anafilaktik mungkin terjadi. Reaksi alergi ringan seperti bersin atau asma ringan adalah tanda peringatan bahwa pemberian selanjutnya dapat mengakibatkan syok anafilaktik. Kehamilan dan Menyusui Penggunaan Cernevit belum diteliti pada kehamilan.

Telah diketahui bahwa vitamin diekskresikan dalam air susu ibu sehingga produk ini juga tidak diberikan untuk wanita menyusui.

Cernevit tidak mengandung vitamin K. Jika vitamin ini diperlukan maka harus diberikan secara terpisah. Cernevit tidak diberikan secara langsung, pemberian intravena tanpa pengenceran dapat mengakibatkan pusing, pingsan, dan kemungkinan iritasi jaringan.

Kebutuhan vitamin harian harus dihitung untuk mencegah over dosis dan efek toksik, terutama vitamin A dan D pada pasien anak. Pada pasien yang akan menerima nutrisi parenteral total dalam jangka waktu lama, kadar vitamin A, C, D dan asam folat dalam darah harus dikontrol.


Efek Samping:

Reaksi alergi dapat terjadi setelah pemberian tiamin dan komponen B kompleks lain secara intravena. Sangat jarang dilaporkan reaksi anafilaktoid pada pemberian tiamin dosis besar IV. Akan tetapi resiko ini dapat diabaikan bila tiamin diberikan bersama dengan kelompok vitamin B yang lain. Dilaporkan reaksi sebagai berikut, walaupun sangat jarang:

• Kulit                                      : Ruam, eritema, gatal

• Sistem saraf pusat           : Sakit kepala, pusing, kekakuan otot, cemas

• Oftalmik                               : Diplopia

• Alergi                                   : Urtikaria, edema periorbital.

Individu yang rentan terhadap nicotinamide dapat mengalami kemerahan, gatal atau rasa terbakar di kulit setelah pemberian infus.

PT Kalbe Farma merupakan suatu perusahaan farmasi terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara. Perusahaan ini didirikan pada 10 September 1966 oleh Khouw Lip Tjoen,Khouw Lip Hiang, Khouw Lip Swan, Boenjamin Setiawan, Maria Karmila, F. Bing Aryanto. Produk dari perusahaan ini sangat banyak mencakup produk obat resep, obat bebas, minuman energi, susu, suplemen, minuman kesehatan, distribusi produk dan pengemasan, dan sebagainya.

Diperkirakan nilai kapitalisasi pasar perusahaan ini mencapai Rp 15 triliun. Perusahaan ini memiliki grup perusahaan (kalbe Group) yang bergerak dalam berbagai bidang divisi usaha diantara seperti divisi obat resep (PT Kalbe Farma, PT Hexpharm Jaya Laboratories, PT Dankos Farma, dll), divisi consumer health (PT Bintang Toedjoe, PT Saka farma Lab, PT Hale International, dll), divisi nutrisi (PT Sanghiang Perkasa, PT Kalbe Morinaga Indonesia, dll), divisi distribusi dan kemasan (PT Enseval Putra Megatrading, PT Enseval Medika Prima, PT Milenia Dharma Insani, dll).

Selain di Indonesia, Kalbe Farma memiliki 10 cabang di luar negeri yaitu negara-negara ASEAN (Singapura, Filipina, Malaysia, Thailand, Kamboja, Vietnam, Myanmar), Srilanka, Nigeria, dan Afrika Selatan.

Seberapa Baik Produk Ini?

Klik bintang untuk memberi peringkat!

Peringkat rata-rata: 0 / 5. Jumlah pemberi peringkat: 0

Belum ada pemeringkatan, jadilah yang pertama.

Leave a Reply

Email address will not be published. Required fields are marked *