Cendo LFX

Farmasi-id.com > Mata > Cendo LFX

By | 23/12/2017

Kandungan dan Komposisi

Setiap ml larutan mengandung Levofloxacin 5 mg

Deskripsi

Cendo LFX adalah larutan tetes mata steril jernih, tak berwarna, dengan pH antara 5-8, yang mengandung Levofloxacin suatu anti infeksi.

Cara Kerja Obat 

Levofloxacin memiliki aktivitas berinterisid terutama terhadap bakteri gram negatif seperti P. aeruiginosa E.sp, Proteus dan Klebsiella sp, juga terhadap strain yang sensitif dari Staphylococci (termasuk S.aureus dan Streptococci) juga termasuk S.pneumoniae.

Indikasi 

Pengobatan topical untuk infeksi ocular eksternal mata seperti konjungtivitis yang disebabkan mikroorganisme yang peka terhadap levofloxacin seperti strain Staphylococcus sp., Streptococcus pneumoniae, Micrococcus sp., Enterococcus sp., Corynebacterium sp., Pseudomonas sp., Pseudomonas aeruginosa, haemophyllus sp.

Kontra Indikasi 

  • Pasien yang hipersensitif terhadap Levofloxacin, Ofloxacin, atau antibiotik kuinolon lain.
  • Penggunaan antibiotik topical ß-laktam dengan LFX dapat menurunkan atau menghilangkan aktivitas LFX.

Peringatan & Perhatian 

  • Hindarkan pemakaian yang lama karena dapat menyebabkan pertumbuhan organisme yang tidak sensitif termasuk jamur, yang dapat menimbulkan super infeksi.
  • Hentikan pengobatan jika terjadi hipersensitif.
  • Jauhkan dari jangkauan anak-anak

Efek Samping 

  • Efek samping utama : iritasi, eyelid itching
  • Reaksi syok anafilaksis, jika timbul gejala seperti : erithema, kemerahan, dyspnoea, penurunan tekanan darah
  • Eyelid edema : hentikan segera penggunaan dan beri penanganan yang tepat untuk pasien.

Reaksi lain

  • Hipersensitif : Blepharitis (eyelid redness/edema), eyelid dermatitis, ithcing, kemerahan, urtikaria.
  • Optalmic : Iritasi, lesi kornea seperti keratitis superficial, konjungtivitis.

Cara Pemakaian 

Kemasan Minidose:

Teteskan 1 atau 2 tetes 3 kali sehari. Dosis dapat ditingkatkan tergantung keadaan pasien.

Penyimpanan 

  • Simpan pada suhu 15°C – 30°C, tutup wadah rapat-rapat, terlindung dari cahaya.
  • Jangan dipergunakan 3 x 24 jam setelah dibuka.

Kemasan, Sediaan, Izin BPOM

  1. DKL0803812146A1, Dus, catch cover @ 5 botol plastik @ 0,6 ml, tetes mata 5 mg/ml, minidose
  2. DKL0803812146A1, Botol plastik @ 5 ml, tetes mata 5 mg/ml

Harga

Rp 88.000/minidose

Produsen

Cendo

Sekilas tentang mata dan penyakitnya
Mata adalah organ penglihatan. Mata mendeteksi cahaya dan mengubahnya menjadi impuls elektrokimia pada sel saraf. Mata manusia memiliki cara kerja otomatis yang sempurna, mata dibentuk dengan 40 unsur utama yang berbeda dan ke semua bagian ini memiliki fungsi penting dalam proses melihat kerusakan atau ketiadaan salah satu fungsi bagiannya saja akan menjadikan mata mustahil dapat melihat. Lapisan tembus cahaya di bagian depan mata adalah kornea, tepat di belakangnya terdapat pupil, fungsi dari pupil sendiri adalah untuk mengatur insensitas cahaya yang masuk ke mata.

Selain pupil ada juga bagian mata yang disebut selaput pelangi, fungsinya adalah memberi warna pada mata, selaput pelangi juga dapat mengubah ukuran pupil secara otomatis sesuai kekuatan cahaya yang masuk, dengan bantuan otot yang melekat padanya. Misalnya ketika berada di tempat gelap pupil akan membesar untuk memasukkan cahaya sebanyak mungkin. Ketika kekuatan cahaya bertambah, pupil akan mengecil untuk mengurangi cahaya yang masuk ke mata.

Berikut adalah berbagai macam penyakit pada mata:

  • Miopi
    Miopi yakni seseorang yang tidak dapat melihat benda yang berjarak jauh. Biasanya terjadi pada pelajar. Dapat dibantu dengan kacamata berlensa cekung.

  • Hipermetropi
    Hipermetropi yaitu seseorang yang tidak dapat melihat benda yang berjarak dekat dari mata. Dapat dibantu dengan kacamata berlensa cembung.

  • Presbiopi
    Presbiopi adalah seseorang yang tidak dapat melihat benda yang berjarak dekat maupun berjarak jauh. Dapat dibantu dengan kacamata berlensa rangkap. Biasa terjadi pada lansia.

  • Kerabunan dan kebutaan
    Buta berarti seseorang tidak dapat melihat benda apa pun sama sekali. Buta bisa saja diakibatkan keturunan, maupun kecelakaan. Bayi yang lahir prematur dengan usia kehamilan kurang dari 32 minggu, juga dapat mengalami Retinopathy of Prematurity (ROP) dan dapat mengalamai ganguan penglihatan hingga kebutaan total, jika tidak diterapi secepatnya. Rabun berarti seseorang hanya dapat melihat dengan samar-samar. Orang-orang yang buta maupun rabun biasanya "membaca" menggunakan jari-jarinya dengan alat bantu berupa huruf Braille.

  • Buta warna
    Buta warna adalah suatu kondisi seseorang tidak mampu merepresentasikan warna. Buta warna total sama sekali tidak dapat membedakan warna, yang dapat dilihat hanyalah warna hitam, abu-abu, dan putih (grey scale). Sedangkan jika tidak bisa membedakan warna tertentu disebut buta warna parsial. Buta warna biasanya merupakan penyakit turunan, artinya jika seseorang buta warna, pasti anaknya juga mewarisi gen buta warna, namun belum tentu menderita buta warna.

  • Katarak
    Katarak adalah suatu penyakit mata di mana lensa mata menjadi buram karena penebalan, terjadi pada orang lanjut usia (lansia).
    Astigmatis = ketidakaturan lengkung-lengkung permukaan bias mata yang berakibat cahaya tidak fokus pada satu titik retina (bintik kuning). Dapat dibantu dengan kacamata silinder/Operasi refraktif.

  • Rabun senja
    Rabun senja adalah penyakit mata yang disebabkan karena mata kekurangan vitamin A. Penderita biasanya tidak bisa melihat pada saat sore hari saja.