Cefrin

By | Agustus 18, 2020 | Farmasi-id.com > Antiinfeksi (Sistemik) > Cefrin

Kandungan dan Komposisi Cefrin

Kandungan dan komposisi produk obat maupun suplemen dibedakan menjadi dua jenis yaitu kandungan aktif dan kandungan tidak aktif. Kandungan aktif adalah zat yang dapat menimbulkan aktivitas farmakologis atau efek langsung dalam diagnosis, pengobatan, terapi, pencegahan penyakit atau untuk memengaruhi struktur atau fungsi dari tubuh manusia. Kategori yang kedua adalah kandungan tidak aktif atau disebut juga sebagai eksipien. Kandungan tidak aktif ini fungsinya sebagai media atau agen transportasi untuk mengantar atau mempermudah kandungan aktif untuk bekerja. Kandungan tidak aktif tidak akan menambah atau meningkatkan efek terapeutik dari kandungan aktif. Beberapa contoh dari kandungan tidak aktif ini antara lain zat pengikat, zat penstabil, zat pengawet, zat pemberi warna, dan zat pemberi rasa. Kandungan dan komposisi Cefrin adalah:

  • Tiap vial 1 g mengandung:

Serbuk kering steril Cefpirome 1 g

  • Tiap vial 2 g mengandung:

Serbuk kering steril Cefpirome 2 g

CEFRIN adalah bentuk serbuk steril untuk direkonstitusi dalam vial untuk injeksi IV.

Aksi Farmakologi

Farmakodinamik

CEFRIN adalah antibiotik golongan sefalosporin generasi ke-4 yang bersifat bakterisidal dan tahan terhadap enzim β-laktamase. Cincin β-laktamnya bekerja dengan cara mengganggu sintesis polimer dinding sel bakteri, yaitu peptidoglikan. Sifat bakterisidalnya pada konsentrasi rendah melawan bakteri patogen gram negatif dan positif karena CEFRIN dapat masuk dengan cepat ke dalam dinding sel bakteri dan memiliki afinitas yang tinggi untuk berikatan dengan enzim target (ikatan penicillin-protein).

Terbukti dengan sejumlah studi in vitro di rumah sakit serta komunitas dimana ditemukan bakteri patogen di seluruh dunia, dan studi-studi tersebut memperlihatkan tidak adanya perubahan pada sensitivitas. Banyak strain bakteri yang resistan terhadap sefalosporin atau aminoglikosida, ternyata sensitif terhadap cefpirome.

Aktivitas cefpirome terhadap:

Bakteri gram negatif:

  • Enterobacteriaceae

Cefpirome memiliki aktivitas yang sangat baik dalam melawan bakteri Enterobacteriaceae, seperti: Citrobacter diversus, Enterobacter aerogenes, Escherichia coli, Klebsiella oxytoca, K. pneumoniae, P. vulgaris, Providencia spp. dan Serratia marcescens.

  • Salmonella spp., Shigella spp., Yersinia enterocolitica dan Vibrio cholerae.

Cefpirome memiliki aktivitas sedang melawan bakteri non fermentatif seerti Pseudomonas aeruginosa.

Bakteri gram positif:

  • Staphylococci (Staphylococcus aureus sensitif terhadap metisilin dan Staphylococci koagulase negatif).

  • Streptococci (Streptococcus pneumoniae, S. agalactiae, S. pyogenes). Secara invitro, cefpirome memperlihatkan efek sinergis dengan glycopeptides dalam melawan S. pneumoniae yang sensitif terhadap penicillin.

  • Enterococci (beberapa strain Enterococcus faecalis).

Organisme anaerobik:

Bacteroides spp. dan Clostridium difficile (C. perfringens) dan Peptostreptococcus species.

Farmakokinetik

Konsentrasi plasma puncak (Cmax) dan area under curve (AUC) meningkat pada dosis tunggal setelah pemberian IV atau IM dari cefpirome 0,25 – 2 gram pada sukarelawan pria sehat. Nilai Cmax antara 86,7 dan 97,4 mg/L setelah pemberian injeksi IV tunggal pada dosis cefpirome 1 gram dan antara 23,2 dan 30,6 mg/L 2 jam setelah pemberian IM dengan dosis pemberian yang sama (cefpirome 1 gram). Estimasi bioavailabilitas cefpirome setelah pemberian IM adalah 91,6 dan 97,6%. Tidak ada akumulasi obat yang jelas setelah pemberian cefpirome 1-2 gram setiap 12 jam selama lebih dari 5,5 hari.

Volume distribusi pada waktu tunak (steady-state) adalah antara 15,3 dan 21,3 L dan sekitar 8-12% obat terikat dengan protein plasma.

Sekitar 80% dari dosis pemberian cefpirome dieliminasi lewat urin dalam bentuk utuh setelah 48 jam pada sukarelawan sehat. Secara normal, bersihan renal total adalah sekitar 6,6-10,6 liter/jam dan kecepatan bersihan renal berkisar antara 4,9-6,7 liter/jam. Waktu paruh eliminasi rata-rata (tβ) cefpirome antara 1,7-2,3 jam.

Bersihan total tubuh dan renal berkurang secara bermakna, dan area under curve serta tβ meningkat secara bermakna pada pasien gagal ginjal tingkat menengah sampai berat [bersihan kreatinin (CLCR) liter/jam] dibandingkan dengan sukarelawan sehat dan pasien dengan gagal ginjal ringan. Sekitar 48% obat dipindahkan dari tubuh saat proses hemodialisis selama 4 jam dan eliminasi cefpirome tertunda selama continuous ambulatory peritoneal dialysis (CAPD). Pada pasien usia lanjut, tβ berkorelasi dengan derajat kerusakan ginjal.

Indikasi, Manfaat, dan Kegunaan Cefrin

Indikasi merupakan petunjuk mengenai kondisi medis yang memerlukan efek terapi dari suatu produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) atau kegunaan dari suatu produk kesehatan untuk suatu kondisi medis tertentu. Cefrin adalah suatu produk kesehatan yang diindikasikan untuk:

CEFRIN diindikasikan untuk terapi infeksi, baik sebelum organisme penyebab infeksi diketahui ataupun yang disebabkan oleh bakteri yang sensitif, seperti:

  • Infeksi saluran pernapasan bagian bawah (bronkopneumonia dan pneumonia lobaris).

  • Komplikasi infeksi saluran kemih bagian atas (pyelonephritis) dan infeksi saluran kemih bagian bawah.

  • Infeksi kulit dan jaringan lunak (selulitis, abses kulit dan luka terinfeksi).

  • Infeksi pada pasien neutropenik.

  • Bakteremia/septikemia.

  • Infeksi-infeksi berat, dari yang tercantum di atas.

Kontraindikasi Cefrin

Kontraindikasi merupakan suatu petunjuk mengenai kondisi-kondisi dimana penggunaan obat tersebut tidak tepat atau tidak dikehendaki dan kemungkinan berpotensi membahayakan jika diberikan. Pemberian Cefrin dikontraindikasikan pada kondisi-kondisi berikut ini:

Hipersensitif terhadap sefalosporin.

Sekilas Tentang Infeksi
Infeksi atau jangkitan adalah kolonalisasi (mengacu pada mikroorganisme yang tidak bereplikasi pada jaringan yang ditempatinya. Sedangkan "infeksi" mengacu pada keadaan di mana mikroorganisme bereplikasi dan jaringan menjadi terganggu) yang dilakukan oleh spesies asing terhadap organisme inang, dan bersifat paling membahayakan inang.

Organisme penginfeksi, atau patogen, menggunakan sarana yang dimiliki inang untuk dapat memperbanyak diri, yang pada akhirnya merugikan inang. Patogen mengganggu fungsi normal inang dan dapat berakibat pada luka kronik, gangrene, kehilangan organ tubuh, dan bahkan kematian. Respons inang terhadap infeksi disebut peradangan. Secara umum, patogen umumnya dikategorikan sebagai organisme mikroskopik, walaupun sebenarnya definisinya lebih luas, mencakup bakteri, parasit, fungi, virus, prion, dan viroid.

Simbiosis antara parasit dan inang, di mana satu pihak diuntungkan dan satu pihak dirugikan, digolongkan sebagai parasitisme. Cabang kedokteran yang menitikberatkan infeksi dan patogen adalah cabang penyakit infeksi.

Dosis dan Aturan Pakai Cefrin

Dosis adalah takaran yang dinyatakan dalam satuan bobot maupun volume (contoh: mg, gr) produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) yang harus digunakan untuk suatu kondisi medis tertentu serta frekuensi pemberiannya. Biasanya kekuatan dosis ini tergantung pada kondisi medis, usia, dan berat badan seseorang. Aturan pakai mengacu pada bagaimana produk kesehatan tersebut digunakan atau dikonsumsi. Berikut ini dosis dan aturan pakai Cefrin:

dan cara pemberian

CEFRIN digunakan dengan rute parenteral. Dosis, cara pemberian dan lama terapi tergantung pada tingkat keparahan infeksi, sensitivitas patogen, kondisi pasien dan fungsi ginjal.

  • Cara pemberian

Intravena: kandungan 1 atu 2 g dari 1 vial CEFRIN dilarutkan dalam 10 atau 20 ml aqua steril untuk injeksi, kemudian diinjeksi selama lebih dari 3-5 menit ke dalam vena atau ke dalam bagian distal dari tutup klem tube infus. Untuk pasien gagal fungsi ginjal, 0,25 atau 0,5 g CEFRIN dilarutkan dalam 2-5 ml aqua steril untuk injeksi.

Infus IV singkat: kandungan 1 atau 2 g vial CEFRIN dilarutkan dalam 100 ml aqua steril untuk injeksi dan kemudian diinfuskan selama 20-30 menit.

Larutan infus yang dapat digunakan adalah 0,9% larutan NaCl, larutan ringers, infus standar elektrolit, larutan glukosa 5% dan 10%, larutan fruktosa 5%, larutan glukosa 6% + larutan NaCl 0,9%.

  • Sekilas Tentang Infeksi
    Infeksi atau jangkitan adalah kolonalisasi (mengacu pada mikroorganisme yang tidak bereplikasi pada jaringan yang ditempatinya. Sedangkan "infeksi" mengacu pada keadaan di mana mikroorganisme bereplikasi dan jaringan menjadi terganggu) yang dilakukan oleh spesies asing terhadap organisme inang, dan bersifat paling membahayakan inang.

    Organisme penginfeksi, atau patogen, menggunakan sarana yang dimiliki inang untuk dapat memperbanyak diri, yang pada akhirnya merugikan inang. Patogen mengganggu fungsi normal inang dan dapat berakibat pada luka kronik, gangrene, kehilangan organ tubuh, dan bahkan kematian. Respons inang terhadap infeksi disebut peradangan. Secara umum, patogen umumnya dikategorikan sebagai organisme mikroskopik, walaupun sebenarnya definisinya lebih luas, mencakup bakteri, parasit, fungi, virus, prion, dan viroid.

    Simbiosis antara parasit dan inang, di mana satu pihak diuntungkan dan satu pihak dirugikan, digolongkan sebagai parasitisme. Cabang kedokteran yang menitikberatkan infeksi dan patogen adalah cabang penyakit infeksi.

    Dosis dan Aturan Pakai Cefrin

    Dosis adalah takaran yang dinyatakan dalam satuan bobot maupun volume (contoh: mg, gr) produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) yang harus digunakan untuk suatu kondisi medis tertentu serta frekuensi pemberiannya. Biasanya kekuatan dosis ini tergantung pada kondisi medis, usia, dan berat badan seseorang. Aturan pakai mengacu pada bagaimana produk kesehatan tersebut digunakan atau dikonsumsi. Berikut ini dosis dan aturan pakai Cefrin:

Dosis yang dianjurkan untuk pasien yang menderita infeksi sedang sampai berat dan fungsi ginjalnya normal:

 

width=”370″ frame=”hsides” rules=”groups” cellspacing=”0″ cellpadding=”4″>

Indikasi, Manfaat, dan Kegunaan Cefrin

Indikasi merupakan petunjuk mengenai kondisi medis yang memerlukan efek terapi dari suatu produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) atau kegunaan dari suatu produk kesehatan untuk suatu kondisi medis tertentu. Cefrin adalah suatu produk kesehatan yang diindikasikan untuk:

Sekilas Tentang Infeksi
Infeksi atau jangkitan adalah kolonalisasi (mengacu pada mikroorganisme yang tidak bereplikasi pada jaringan yang ditempatinya. Sedangkan "infeksi" mengacu pada keadaan di mana mikroorganisme bereplikasi dan jaringan menjadi terganggu) yang dilakukan oleh spesies asing terhadap organisme inang, dan bersifat paling membahayakan inang.

Organisme penginfeksi, atau patogen, menggunakan sarana yang dimiliki inang untuk dapat memperbanyak diri, yang pada akhirnya merugikan inang. Patogen mengganggu fungsi normal inang dan dapat berakibat pada luka kronik, gangrene, kehilangan organ tubuh, dan bahkan kematian. Respons inang terhadap infeksi disebut peradangan. Secara umum, patogen umumnya dikategorikan sebagai organisme mikroskopik, walaupun sebenarnya definisinya lebih luas, mencakup bakteri, parasit, fungi, virus, prion, dan viroid.

Simbiosis antara parasit dan inang, di mana satu pihak diuntungkan dan satu pihak dirugikan, digolongkan sebagai parasitisme. Cabang kedokteran yang menitikberatkan infeksi dan patogen adalah cabang penyakit infeksi.

Dosis dan Aturan Pakai Cefrin

Dosis adalah takaran yang dinyatakan dalam satuan bobot maupun volume (contoh: mg, gr) produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) yang harus digunakan untuk suatu kondisi medis tertentu serta frekuensi pemberiannya. Biasanya kekuatan dosis ini tergantung pada kondisi medis, usia, dan berat badan seseorang. Aturan pakai mengacu pada bagaimana produk kesehatan tersebut digunakan atau dikonsumsi. Berikut ini dosis dan aturan pakai Cefrin:

Unit (g)

Interval Dosis (jam)

Total dosis per hari (g)

  • Komplikasi infeksi saluran kemih bagian atas dan bawah

1,0

12

2,0

  • Infeksi kulit dan jaringan lunak

1,0

12

2,0

  • Infeksi saluran pernapasan bagian bawah

1,0 / 2,0

12

2,0 / 4,0

  • Bakteremia/septikemia dan infeksi berat

2,0

12

4,0

  • Infeksi pada pasien netropenik

2,0

12

4,0

 

Untuk infeksi saluran kemih, kulit dan jaringan lunak, dosis unit dapat ditingkatkan menjadi 2 g pada kasus yang sangat berat.

Lanjut usia: Tidak ada syarat khusus yang dibutuhkan, kecuali bila mengalami gagal ginjal.

Anak-anak: Tidak ada cukup data untuk dosis lazim bagi anak usia <12 tahun. Karenanya, CEFRIN tidak dianjurkan untuk kelompok usia ini.

Sekilas Tentang Infeksi
Infeksi atau jangkitan adalah kolonalisasi (mengacu pada mikroorganisme yang tidak bereplikasi pada jaringan yang ditempatinya. Sedangkan "infeksi" mengacu pada keadaan di mana mikroorganisme bereplikasi dan jaringan menjadi terganggu) yang dilakukan oleh spesies asing terhadap organisme inang, dan bersifat paling membahayakan inang.

Organisme penginfeksi, atau patogen, menggunakan sarana yang dimiliki inang untuk dapat memperbanyak diri, yang pada akhirnya merugikan inang. Patogen mengganggu fungsi normal inang dan dapat berakibat pada luka kronik, gangrene, kehilangan organ tubuh, dan bahkan kematian. Respons inang terhadap infeksi disebut peradangan. Secara umum, patogen umumnya dikategorikan sebagai organisme mikroskopik, walaupun sebenarnya definisinya lebih luas, mencakup bakteri, parasit, fungi, virus, prion, dan viroid.

Simbiosis antara parasit dan inang, di mana satu pihak diuntungkan dan satu pihak dirugikan, digolongkan sebagai parasitisme. Cabang kedokteran yang menitikberatkan infeksi dan patogen adalah cabang penyakit infeksi.

Dosis dan Aturan Pakai Cefrin

Dosis adalah takaran yang dinyatakan dalam satuan bobot maupun volume (contoh: mg, gr) produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) yang harus digunakan untuk suatu kondisi medis tertentu serta frekuensi pemberiannya. Biasanya kekuatan dosis ini tergantung pada kondisi medis, usia, dan berat badan seseorang. Aturan pakai mengacu pada bagaimana produk kesehatan tersebut digunakan atau dikonsumsi. Berikut ini dosis dan aturan pakai Cefrin:

bagi pasien gagal fungsi ginjal:

Cefpirome diekskresi terutama lewat ginjal. Dosis untuk pasien yang gagal fungsi ginjal harus dikurangi sebagai kompensasi dari lambatnya ekskresi. Dosis yang dianjurkan adalah sebagai berikut:

 

width=”406″ frame=”hsides” rules=”groups” cellspacing=”0″ cellpadding=”4″>

Bersihan kreatinin

Sekilas Tentang Infeksi
Infeksi atau jangkitan adalah kolonalisasi (mengacu pada mikroorganisme yang tidak bereplikasi pada jaringan yang ditempatinya. Sedangkan "infeksi" mengacu pada keadaan di mana mikroorganisme bereplikasi dan jaringan menjadi terganggu) yang dilakukan oleh spesies asing terhadap organisme inang, dan bersifat paling membahayakan inang.

Organisme penginfeksi, atau patogen, menggunakan sarana yang dimiliki inang untuk dapat memperbanyak diri, yang pada akhirnya merugikan inang. Patogen mengganggu fungsi normal inang dan dapat berakibat pada luka kronik, gangrene, kehilangan organ tubuh, dan bahkan kematian. Respons inang terhadap infeksi disebut peradangan. Secara umum, patogen umumnya dikategorikan sebagai organisme mikroskopik, walaupun sebenarnya definisinya lebih luas, mencakup bakteri, parasit, fungi, virus, prion, dan viroid.

Simbiosis antara parasit dan inang, di mana satu pihak diuntungkan dan satu pihak dirugikan, digolongkan sebagai parasitisme. Cabang kedokteran yang menitikberatkan infeksi dan patogen adalah cabang penyakit infeksi.

Dosis dan Aturan Pakai Cefrin

Dosis adalah takaran yang dinyatakan dalam satuan bobot maupun volume (contoh: mg, gr) produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) yang harus digunakan untuk suatu kondisi medis tertentu serta frekuensi pemberiannya. Biasanya kekuatan dosis ini tergantung pada kondisi medis, usia, dan berat badan seseorang. Aturan pakai mengacu pada bagaimana produk kesehatan tersebut digunakan atau dikonsumsi. Berikut ini dosis dan aturan pakai Cefrin:

untuk fungsi ginjal normal

> 50 ml/menit

1 g 2 kali sehari

2 g 2 kali sehari

Dosis penyesuaian

Dosis awal 1 g

Dosis awal 2 g

Dosis selanjutnya:

Dosis selanjutnya

20-50 ml/menit

0,5 g 2 kali sehari

1 g 2 kali sehari

5-20 ml/menit

0,5 g 1 kali sehari

1 g 1 kali sehari

<5 ml/menit

0,5 g sehari 0,25 g

1 g sehari 0,5 g

(pasien hemodialisa)

segera setelah dialisis

segera setelah dialisis

 

Efek Samping Cefrin

Efek Samping merupakan suatu efek yang tidak diinginkan dari suatu obat. Efek samping ini dapat bervariasi pada setiap individu tergantung pada pada kondisi penyakit, usia, berat badan, jenis kelamin, etnis, maupun kondisi kesehatan seseorang. Efek samping Cefrin yang mungkin terjadi adalah:

Selama terapi dengan sefalosporin dapat terjadi efek samping sebagai berikut:

  • Reaksi hipersensitivitas

Reaksi alergi kulit, gatal-gatal, urtikaria, pruritus, drug fever, reaksi alergi akut yang parah (anafilaksis), angioedema dan bronkospasme, sehingga memerlukan penanganan secepatnya. Seperti sefalosporin lainnya, reaksi terisolasi yaitu reaksi bullous seperti eritema multiformis, sindrom Steven-Johnson, nekrolisis epidermal toksik pernah dilaporkan.

  • Efek pada saluran gastrointestinal

Nausea dan vomiting; diare; pada kasus yang sangat jarang terjadi, kolitis pseudomembran (lihat peringatan dan perhatian untuk penggunaan).

  • Efek pada fungsi ginjal

Sedikit peningkatan pada kreatinin dan urea serum dapat terjadi, tapi jarang terjadi sampai terapi tidak dilanjutkan. Nefritis interstisial sangat jarang ditemukan selama terapi dengan sefalosporin lainnya. Gagal ginjal yang sangat jarang bisa terjadi.

  • Efek pada fungsi hati

Peningkatan pada enzim hati dalam serum (contohnya: ASAT (GOT), ALAT (GPT), alkalin fosfatase), Gamma GT, LDH dan/atau bilirubin. Hasil laboratorium yang tidak normal ini juga dapat dijelaskan dengan infeksi, serta jarang meningkat 2 kali lipat dari range normal dan mendatangkan kerugian pada hati, biasanya kolestasis dan yang paling sering asimptomatik.

  • Perubahan dalam konstituen darah

Trombositopenia, eosinofilia dan anemia hemolitik (sangat jarang terjadi). Seperti antibiotik golongan b-laktam lainnya, granulositopenia dan agranulasitosis (sangat jarang) dapat meningkat selama terapi dengan CEFRIN, terutama jika diberikan dalam waktu yang lama. Terapi lebih dari 10 hari, jumlah darah harus dimonitor (lihat peringatan dan perhatian untuk penggunaan).

  • Reaksi lokal

Inflamasi dari iritasi dinding vena dan sakit pada tempat injeksi.

  • Efek neurologis

Pada kasus yang sangat jarang, konvulsi pernah dilaporkan. Seperti halnya sefalosporin lainnya, ensefalopati reversibel dapat terjadi pada terapi dengan dosis tinggi, khususnya pada pasien dengan insufisiensi ginjal.

  • Superinfeksi

Seperti sefalosporin lainnya, CEFRIN, terutama pada penggunaan jangka lama dapat menyebabkan pertumbuhan berlebihan dari organisme yang tidak rentan/peka termasuk moniliasis (kandidiasis). Kondisi pasien perlu dievaluasi lagi. Jika infeksi terjadi lagi, harus diberikan sesuai dosis yang dibutuhkan.

  • Efek Samping Cefrin

    Efek Samping merupakan suatu efek yang tidak diinginkan dari suatu obat. Efek samping ini dapat bervariasi pada setiap individu tergantung pada pada kondisi penyakit, usia, berat badan, jenis kelamin, etnis, maupun kondisi kesehatan seseorang. Efek samping Cefrin yang mungkin terjadi adalah:

    lainnya

Rasa dan/atau gangguan sementara pada rasa setelah injeksi, sakit kepala dan demam.

Peringatan dan Perhatian Penggunaan Cefrin

  • Fungsi ginjal

Hati-hati penggunaan cefpirome bersama dengan aminoglikosida atau obat-oabt diuretik. Fungsi ginjal perlu dimonitor pada setiap pemberian.

  • Insufisiensi ginjal

Dosis CEFRIN harus disesuaikan dengan klirens kreatinin.

  • Pseudomembran colitis

Pada beberapa kasus, diare berat dan persisten pernah terjadi selama pemberian dan sesudah terapi dengan antibiotik dari golongan yang berbeda. Ini bisa menyebabkan kolitis pseodomembran yang simptomatik (pada kebanyakan kasus berhubungan dengan Clostridium difficile) yang bisa berakibat fatal. Ini adalah komplikasi yang jarang terjadi pada pemakaian sefalosporin. Jika ditemukan dalam diagnosa ditemukan kolitis psudomembran, dipastikan dengan sigmoidoskopi, terapi CEFRIN harus dihentikan secepatnya dan mulai dengan terapi antibiotik yang spesifik (contohnya vankomisin atau metronidazol). Produk yang bisa menyebabkan stasis feses dikontraindikasikan.

  • Sensitivitas silang

Ditemukan ada alergi silang antara penicillin dan sefalosporin pada 5-10% kasus, penggunaan CEFRIN harus diberikan ekstra hati-hati pada pasien yang sensitif terhadap penicillin. Perlu berhati-hati pada saat pemberian pertama kali.

Reaksi anafilaksis pada 2 golongan antibiotik ini dapat menjadi serius bahkan fatal.

Jika reaksi hipersensitivitas muncul, maka terapi dengan CEFRIN harus dihentikan.

  • Konstituen darah

Untuk pengobatan yang lamanya lebih dari 10 hari, jumlah darah harus dimonitor dan pada kasus dimana berkembang netropenia, maka sebaiknya terapi tidak dilanjutkan.

  • Kehamilan dan masa menyusui

Studi invitro menunjukkan bahwa cefpirome dapat melewati plasenta mahluk hidup, karena itu CEFRIN tidak boleh digunakan selama masa kehamilan. Evaluasi pada studi eksperimen binatang menunjukkan bahwa secara langsung maupun tidak langsung efek yang buruk dapat terjadii pada proses reproduksi, perkembangan embrio atau janin, masa kehamilan serta perkembangan perinatal dan postnatal.

CEFRIN juga diekskresikan dalam air sus ibu, sehingga pasien dapat memilih untuk tidak melanjutkan terapi dengan cefpirome atau pemberian air susu ibu dihentikan.

  • Efek pada kemampuan mengemudi dan menggunakan mesin

Tidak ada bukti bahwa CEFRIN berpengaruh pada saat mengemudi dan menjalankan mesin.

Interaksi Obat Cefrin

Interaksi obat merupakan suatu perubahan aksi atau efek obat sebagai akibat dari penggunaan atau pemberian bersamaan dengan obat lain, suplemen, makanan, minuman, atau zat lainnya. Interaksi obat Cefrin antara lain:

  • Interaksi obat dengan CEFRIN belum diselidiki. Walaupun tidak ada bukti bahwa dapat menyebabkan efek samping pada fungsi ginjal pada dosis terapetik normal, namun antibiotik sefalosporin berpotensi dalam menyebabkan efek nefrotoksik (contohnya aminoglikosida) jika diberikan secara bersamaan.

  • Probenesid

Dapat mengganggu transfer tubulus ginjal dan menunda ekskresi CEFRIN serta meningkatkan konsentrasi obat dalam plasma.

  • Hasil uji positif palsu pada uji Coombs dapat terjadi pada kasus yang jarang selama terapi dengan cefpirome. Selama terapi, glikosuria perlu ditetapkan dengan metode enzimatik karena metode non enzimatik dapat menyebabkan hasil positif palsu.

  • CEFRIN dapat menyebabkan creatinine-like reaction pada pemeriksaan kreatinin dengan menggunakan metode picrate. Dianjurkan untuk menggunakan metode enzim untuk menghindari kesalahan pada pemeriksaan kreatinin. Jika metode enzim tidak bisa dilakukan, samping darah harus dilakukan secepatnya sebelum pemberian CEFRIN selanjutnya karena jika dosis anjuran dan interval dosis diikuti, jumlah serum dalam cefpirome pada saat itu diharapkan akan berada di bawah batas interferensi.

Overdosis

Pada kasus overdosis, biasanya pada pasien dengan gangguan fungsi ginjal dapat muncul ensefalopati. Ensefalopati biasanya reversibel apabila suatu waktu level obat dalam plasma menurun. Level serum dari CEFRIN dapat dikurangi dengan dialisis peritoneal dan hemodialisis. Kira-kira 50% CEFRIN yang ada dalam tubuh dieliminasi dalam waktu 4 jam selama proses hemodialisis.

HARUS DENGAN RESEP DOKTER

SIMPAN DI TEMPAT KERING.

PADA SUHU DI BAWAH 25oC.

TERLINDUNG DARI CAHAYA.

Kemasan dan Sediaan Cefrin

dan No. Reg.

Kotak, 1 vial @ 1000 mg. No. Reg. DKL0305034344A1

Kotak, 1 vial @ 2000 mg. No. Reg. DKL0305034344B1

Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah Aman Menggunakan Cefrin Saat Mengemudi atau Mengoperasikan Mesin?

Jika Anda mengalami gejala efek samping seperti mengantuk, pusing, gangguan penglihatan, gangguan pernapasan, jantung berdebar, dan lain-lain setelah menggunakan Cefrin, yang dapat mempengaruhi kesadaran atau kemampuan dalam mengemudi maupun mengoperasikan mesin, maka sebaiknya Anda menghindarkan diri dari aktivitas-aktivitas tersebut selama penggunaan dan konsultasikan dengan dokter Anda.

Bagaimana Jika Saya Lupa Menggunakan Cefrin?

Jika Anda lupa menggunakan Cefrin, segera gunakan jika waktunya belum lama terlewat, namun jika sudah lama terlewat dan mendekati waktu penggunaan berikutnya, maka gunakan seperti dosis biasa dan lewati dosis yang sudah terlewat, jangan menggandakan dosis untuk mengganti dosis yang terlewat. Pastikan Anda mencatat atau menyalakan pengingat untuk mengingatkan Anda mengenai waktu penggunaan obat agar tidak terlewat kembali.

Apakah Saya Dapat Menghentikan Penggunaan Cefrin Sewaktu-waktu?

Beberapa obat harus digunakan sesuai dengan dosis yang diberikan oleh dokter. Jangan melebih atau mengurangi dosis obat yang diberikan oleh dokter secara sepihak tanpa berkonsultasi dengan dokter. Obat seperti antibiotik, antivirus, antijamur, dan sebagainya harus digunakan sesuai petunjuk dokter untuk mencegah resistensi dari bakteri, virus, maupun jamur terhadap obat tersebut. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

Jangan menghentikan penggunaan obat secara tiba-tiba tanpa sepengetahuan dokter, karena beberapa obat memiliki efek penarikan jika penghentian dilakukan secara mendadak. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini

Bagaimana Cara Penyimpanan Cefrin?

Setiap obat memiliki cara penyimpanan yang berbeda-beda, cara penyimpanan dapat Anda ketahui melalui kemasan obat. Pastikan Anda menyimpan obat pada tempat tertutup, jauhkan dari panas maupun kelembapan. Jauhkan juga dari paparan sinar Matahari, jangkauan anak-anak, dan jangkauan hewan.

Bagaimana Penanganan Cefrin yang Sudah Kedaluwarsa?

Jangan membuang obat kedaluwarsa ke saluran air, tempat penampungan air, maupun toilet, sebab dapat berpotensi mencemari lingkungan. Juga jangan membuangnya langsung ke tempat pembuangan sampah umum, hal tersebut untuk menghindari penyalahgunaan obat. Hubungi Dinas Kesehatan setempat mengenai cara penangangan obat kedaluwarsa.

Dexa Medica adalah suatu perusahaan farmasi Indonesia yang didirikan pada 1969 oleh Drs. Rudy Soetikno Apt. seroang apoteker muda yang pernah bertugas sebagai tentara. Dikarenakan pernah terjadi kelangkaan pasokan obat, maka ia bersama rekannya mulai mendirikan sebuah perusahaan farmasi kecil dengan produk obat tablet.

Karena semakin meningkatnya permintaan, maka Dexa Medica meningkatkan kuantitas produksinya sehingga pada 1975 produknya telah tersedia di seluruh pulau Sumatera, dan pada 1978, produk perusahaan ini telah tersebar di seluruh Indonesia. Sebagai perusahaan nasional, maka pada 1984 perusahaan ini mendirikan kantor pemasaran di Jakarta. Perusahaan ini pun semakin berkembang dan dibuktikan dengan produk-produknya yang berhasil menembus pasar negara-negara Asia dan Afrika sekaligus menjadikan Dexa Medica menjadi salah satu perusahaan farmasi terbesar di Indonesia. Saat ini posisi CEO perusahaan dijabat oleh Ir. Ferry A. Soetikno, M.Sc., M.B.A.
Cara Mengutip Untuk Daftar Pustaka
Jika Anda ingin mengutip tulisan ini pada daftar pustaka, Anda bisa melakukannya dengan menggunakan berbagai format berikut ini:

Format APA (American Psychological Association)

Farmasi-id.com. (2020, 18 Agustus). Cefrin. Diakses pada 5 Desember 2020, dari https://www.farmasi-id.com/cefrin/


Format MLA (Modern Language Association)

"Cefrin". Farmasi-id.com. 18 Agustus 2020. 5 Desember 2020. https://www.farmasi-id.com/cefrin/


Format MHRA (Modern Humanities Research Association)

Farmasi-id.com, "Cefrin", 18 Agustus 2020, <https://www.farmasi-id.com/cefrin/> [Diakses pada 5 Desember 2020]


Bagikan ke Rekan Anda
Berikan Ulasan Produk Ini

Seberapa Baik Produk Ini?

Klik bintang untuk memberi peringkat!

Peringkat rata-rata: 0 / 5. Jumlah pemberi peringkat: 0

Belum ada pemeringkatan, jadilah yang pertama.

Leave a Reply

Email address will not be published. Required fields are marked *